
.
.
“Tunggu dulu Queen, aku belum mengenal pemuda tampan ini, katakan siapa dirimu? Apa kau pacarnya Queen?” Roi menghentikan ucapan Queen, menatap Fano penasaran, dia tidak dapat melihat rantai di leher Fano seperti istrinya Felly. Jika dia bisa melihat pasti dia akan semakin penasaran.
Kalian mungkin bingung siapa saja yang bisa melihat rantai tidak kasat mata di leher Fano? Kenapa ada yang bisa dan ada yang tidak?
Jika kalian melihat novel sebelah yang menceritakan tentang Lino, maka aku bisa mengatakan yang dapat melihat adalah kelima kristal kembar dan anak-anak mereka, juga yang berasal dari dunia lain atau Ardez.
Siapa kelima kristal? Itu adalah Luna istri dari Lino, Felly istrinya Roi, Sky, Sam, dan Darko. Sepertinya Darko tidak muncul di sini, tapi tidak masalah. Mereka semua kembar dan bukan berasal dari dunia ini. Mereka memiliki kekuatan sihir masing-masing, jadi otomatis anak mereka memiliki kekuatan itu juga.
Karenanya Queen juga dapat melihatnya, Abel dan Aron juga bisa, tapi Abel memilih mengabaikan hal itu.
Karenanya, Lino, Roi, Rin itu tidak dapat melihat rantai itu.
Oh iya, Kaisar juga dapat melihatnya, meski dia bukan anak dari kelima kristal, tapi ibunya juga berasal dari dunia lain. Coba tebak siapa ibu dari Kaisar.
“Nama saya Farelino Adhitama, panggil saja Fano. Saya adalah temannya Queen dan Bima, saya juga tinggal apartemen milik L.I Company, selain itu, Queen dan Bima juga juga membantu saya mendirikan bisnis baru saya, mereka adalah teman-teman saya yang berharga, karena itu.. selagi saya ada kesempatan, saya berusaha membantu keluarga Queen dan Bima juga.
Kebetulan saya berhasil bersaing untuk mendapatkan 30% saham di Deline Jewelry, pihak mereka meminta saya untuk datang ke salah satu hotel berbintang. Saya tau mereka ada hubungannya dengan Alfred yang selama ini kalian cari, karena itu saya berusaha mengecoh mereka menggunakan nama asli Alfred. saya rasa pihak Deline juga mengira saya Alfred yang mereka tau. Namun setelah mereka melihat saya bukan Alfred yang mereka kenal, mereka melepaskan saya dan kami berhasil memiliki kerja sama.
Tidak disangka tiba-tiba ada beberapa orang datang meminta saya mengikuti mereka, meski was-was, tapi saya akhirnya mengikuti mereka. Saya terkejut ketika mereka membawa saya menemui Alfred yang asli. Ternyata Alfred meminta pria-pria itu untuk membawa saya menemuinya. Dengan kesempatan itu, saya gunakan untuk meyakinkan Alfred untuk mempercayai saya, dan bahwa saya akan membawanya ke keluarga kandungnya. Dan.. dingkat cerita, saya sudah berhasil melakukannya. Tapi –”
Fano menggantung ucapannya, menatap mereka yang sedang antusias mendengar cerita Fano tentang bagaimana dia bisa bertemu Alfred.
“Tapi apa Fano, cepat katakan!” sahut Aron.
Fano tersenyum kecil lalu melanjutkan “Meski saya berjumpa dengan Alfred karena kebetulan, atau mungkin keberuntungan.. tapi saya mempunyai syarat yang saya ingin kalian keluarga Raynold lakukan. Oh – tapi ini bukan untuk saya, melainkan untuk Alfred... jadi begini”
Fano kemudian kembali bercerita tentang apa yang Alfred alami selama ini saat dari kecil dikurung di mansion besar, bagaimana Alfred yang tidak begitu memahami dunia luar, tapi dia mendapat banyak ilmu dari buku-buku yang dia pelajari, dia juga mendapat banyak guru karena sekolah di rumah.
__ADS_1
Saat Alfred akhirnya dibolehkan keluar namun dengan menggunakan nama belakang dari ayahnya Gio. Sampai kemdian seorang anggota mengatakan kebenaran tentang Alfred yang bukan anak kandung Gio dan bahwa Alfred hanya diculik.
Tidak sampai disana Alfred harus dikejutkan saat anak buah Gio membunuh pria yang mengatakan kebenaran di depan Alfred. Alfred yang selama ini tidak pernah berinteraksi dengan orang lain selain pelayan mansion sangat terkejut, lebih terkejut lagi saat mereka mengakui mereka adalah komplotan mafia.
Fano juga bercerita tentang Alfred yang bisa berada di negara ini karena kabur, Gio menyuruh Alfred pergi ke Thailand, tapi Alfred memilih pergi ke Indonesia karena Gio sangat melarang Alfred untuk ke Indonesia. Alfred bisa pergi karena beberapa anggota yang memberontak membantunya.
Meski begitu Fano juga masih memiliki kecurigaan terhadap anggota yang memberontak itu. Setelahnya Fano mengungkapkan kecurigaannya juga. Dia pikir anggota yang memberontak akan menjadikan Alfred ketua baru, atau hanya akan memanfaatkan Alfred saja.
Karenanya Fano tidak mempercayai mereka, dan Fano ingin Alfred cepat-cepat embali pada keluarga kandungnya agar dia aman.
“Jadi intinya, karena paman Lino dan Kaisar ada di tempat Gio berada, dan mereka lebih mampu menangkapnya, saya ingin mereka menangkap Gio dan juga seluruh anggota yang membantu, tanpa tersisa” kata Fano kemudian setelah selesai bercerita.
“Kamu kelihatannya sangat menyayangi Alfred, padahal baru bertemu” komentar Rin, Rin itu masih bibinya Queen, juga merupakan saudara spersusuan dari ibunya Bima.
“Saya hanya tidak tega melihatnya, saya juga sudah tidak memiliki orangtua dan saya berharap memiliki seseorang untuk bersandar. Alfred masih beruntung karena memiliki banyak keluarga yang baik padanya tidak seperti saya..” mood Fano jadi buruk tiba-tiba mengingat bagaimana perlakuan paman, bibi dan sepupunya, terutama bibi dan sepupu.
Aron yang duduk di sebelah Fano menepuk bahunya, sementara Queen memeluk lengan Fano. Meski ini terdengar aneh, tapi Fano jadi lebih tenang karena itu.
“Tenang saja Fano, kita akan menumpas mereka semua, mereka sudah berbuat jahat, mereka juga sudah keterlaluan dengan keluarga kita, maksudnya keluarga kami.. jadi kami tidak akan membiarkan mereka bertindak semena-mena lagi. Tapi setelah mereka semua tertangkap, mungkin seluruh saham akan beralih pada Alfred. Bima tidak akan mengambil alih, karena meski Go adalah ayahnya, tapi semua harta itu sebenarnya milik ayah kandungnya Alfred. Tapi ku rasa Alfred tidak akan mampu menghandle semuanya sendiri, berhubung kau memiliki 30% saham di dalamnya, kamu mau membantu Alfred kan?” kata Roi.
Fano mengangguk “Tentu saja”
“Kamu dan Alfred bisa menjadi teman baik, kalian juga lumayan mirip satu sama lain” kata Rin.
“Fano terlihat seperti adiknya Alfred” sahut Aron.
“Tidak! Fano lebih tampan” kata Queen, mereka terkekeh mendengar komentar Queen barusan, meski Queen sendiri tidak tau bagian mana yang lucu dari ucapannya.
***
Fano dan Queen berbaring di atas ranjang besar, ranjang yang sangat besar hingga bisa menampung sampai sepuluh orang di atasnya.
__ADS_1
Mereka bukan berada di kamar Queen, ini adalah ruangan bintang. Ada sebuah ruangan luas dengan atap kaca tebal transparan. Atap itu bisa diganti menjadi atap biasa, bisa atap kaca, bisa juga atapnya di buka.
Di dalam ruangan ini ada ranjang besar itu, ada juga teleskop besar, ada miniatur galaxy bima sakti.
Saat ada bulan yang bersinar terang atau banyak bintang bertaburan, tempat ini menjadi tempat favorit untuk melihat bintang.
Mereka sudah makan malam dan banyak berbincang, lalu Queen membawanya ke ruangan ini.
Mata Fano tidak bisa lepas dari pemandangan langit malam berbintang diatasnya.
Karena Fano asli anaknya memang nerd yang menyukai banyak ilmu, jadi Fano sekarang bisa dengan mudah mengenali rasi-rasi bintang di atas sana. Dulu Albert pikir hal itu sangat bodoh dan tidak penting, tapi sekarang berbeda, karena sepertinya bintang juga juga cukup menarik.
“Fano..” panggil Queen.
“Hmm?” sahut Fano, sambil masih memandangi langit malam.
Queen bergerak agar tubuhnya menyamping, dengan bertumpu pada lengannya, Queen bisa melihat wajah Fano yang terlihat antusias memandangi bintang.
“Karena sekarang Alfred yang asli sudah ada, bisakah kau berhenti berlindung dibalik nama Alfred? Sejak kapan kau mengenal Alfred? Apa yang terjadi antara kau dengan Alfred?”
Akhirnya Fano menoleh pada Queen, dia tau Queen tidak bisa dibodohi, dia pasti sangat curiga pada Fano.
“Apa maksudmu?” Fano masih pura-pura bodoh dan balik bertanya.
“Sejak awal kau sangat aneh, kau memiliki rantai di lehermu – ”
“Aku apa?”
.
.
__ADS_1