
.
.
Dalam sekejap saja mereka sudah sampai di depan kastil di Floutessia. Fira terlihat sangat kagum dengan bangunan megah itu, karena memang kastil itu begitu berkilau, temboknya dihiasi banyak permata. memang tidak sebesar kerajaannya, tapi kastil ini sangat indah, lebih indah dari yang pernah dia bayangkan.
Lylac mengajak mereka masuk, lalu terus berjalan masuk menuju suatu lorong. Tidak henti-hentinya Fira
berdecak kagum dengan apa yang telah ia lihat. Fano yang berjalan di belakang mereka hanya tersenyum melihat tingkah Fira yang lucu.
BRAK
Lylac membuka pintu berwarna putih, lalu masuk ke dalamnya.
Fano bingung, kenapa Lylac mengajak mereka ke ruangan ini? Ruangan ini hanya ruangan kosong, hanya
memiliki satu benda saja di dalamnya.
Sebuah cermin yang sangat besar.
Cermin itu memiliki tinggi tiga kali ukuran Fano, dengan lebar enam kali lebar Fano. Intinya, cermin itu sangat teramat besar.
“Kenapa kau mengajak kita kemari?” tanya Fano, Lylac terkekeh sebentar sebelum menjawab “untuk melihat orang tua Fira, cermin ini adalah cermin yang dapat memperlihatkan kedua orangtuamu, ada pengaturannya. Bisa melihat orang tua yang masih hidup, atau orang tua yang sudah tiada.”
Setelah itu Lylac membawa Fira ke depan cermin tersebut, sementara Fano berdiri agak jauh dari mereka agar tidak tertangkap bayangannya ke dalam cermin.
Setelah Fira berdiri tepat satu meter di depan cermin, tiba-tiba muncul sosok lain di dalam cermin. Seorang
pria tampan berkacamata, yang entah mengapa Fano familiar sekali dengan wajah itu.
Tapi siapa ya?
“Itu ayahku?!!” tanya Fira kemudian dia loncat-loncat kegirangan, dia senang sekali karena ayahnya sangat tampan, padahal bayangan Fira ayahnya akan seperti ayah-ayah biasa dengan badan tambun dan perut buncit, karena pamannya banyak yang seperti itu.
“Tentu saja, cermin ini akan memunculkan sosok orang tua yang masih hidup” kata Lylac.
“Boleh aku coba juga? Untuk membuktikan?” tanya Fano.
Mendengar itu Fira terkejut “Jangan dulu!! Aku ingin mengingat wajah ayahku dulu!” kata Fira, kemudian dia menatap lekat-lekat wajah dan postur ayahnya yang ada di cermin. Tidak heran dirinya sangat cantik, ternyata ayahnya tampan sekali.
“Aku ingat sekarang!” sahut Fano, dia telah menemukan identitas pria itu setelah beberapa detik
menatapnya lagi.
__ADS_1
“Randy namanya, dia teman dari ayahnya Queen, CEO dari perusahaan yang bergerak di bidang Travel, dia memiliki satu anak dengan istri barunya, tapi aku belum pernah melihat istri dan anaknya, orangnya sangat baik tapi juga pintar dan perhitungan” jawab Fano.
Fira kembali loncat-loncat bahagia “Sungguh? YEAY!! Aku bisa cepat bertemu dengannya kan?” tanya Fira
dengan antusias.
Fano tersenyum lalu mengangguk “Tentu saja, Fira, oh iya Lylac ... kenapa kau baru bilang ada benda seperti ini?” tanya Fano.
“Ini baru dibuatkan saat aku tidak percaya jika ayahku seorang manusia, aku terkejut mengetahui aku ini hybrid” kata Lylac, kemudian dia maju ke depan cermin.
Beberapa detik kemudian muncul dua sosok orang tua Lylac, yang sudah Fano ketahui siapa.
“Wah ayahmu sangat tampan!” kata Fira.
“Hehe, terimakasih” Lylac.
Kemudian ganti Fano yang maju ke depan cermin.
Setelah menunggu beberapa saat, tidak ada apapun yang muncul. Tidak heran sih ya, Fano sudah tidak punya orang tua, tapi sedih sekali. Dada Fano sesak karena terlalu sedih.
Melihat perubahan ekspresi Fano, Lylac buru-buru pergi ke samping cermin.
“Jangan khawatir Fano, kau bisa melihat orang tuamu yang bereinkarnasi juga” ucap Lylac, kemudian dia sibuk mengatur beberapa tombol di cermin “Sudah!”
Fano kembali menoleh pada cermin, dia mulai tersenyum melihat sosok Lady Lydia ada disana, namun senyum itu luntur setelah melihat sosok lain ada bersama Lady.
karena ada Kaisar juga muncul di cermin itu.
Lylac mengigit bibir bawahnya, ragu untuk mengatakan yang sebenarnya pada Fano atau tidak.
“Fa ... Fano maafkan aku, sebenarnya ini rahasia, bahkan ayahku juga tidak tau, tapi – Kaisar sebenarnya reinkarnasi ayahnya Albert, dia tidak mengingat kehidupan sebelumnya sama sekali, tapi – apa kau marah? Ku mohon tenangkan dirimu” kata Lylac, dia sangat khawatir melihat Fano yang diam saja.
Tapi kemudian Fano mulai tersenyum kecil “Tidak apa, aku sebenarnya marah karena lagi-lagi mereka bertemu dan jatuh cinta, tapi aku tidak begitu mengenal ayahku karena memang dia meninggal saat aku masih sangat kecil, yang pasti dia orang jahat yang meninggal karena berbuat jahat. Tapi aku sadar, aku sendiri juga begitu, malah aku sekarang sedang memperbaiki kehidupanku, jadi ku rasa Kaisar juga butuh kesempatan kedua” kata Fano.
Kemudian Lylac berjalan mendekati Fano dan memeluknya.
“Kau banyak berubah dari pertama kali kita bertemu, sekarang kau sudah dapat berpikir dengan baik, aku bangga padamu, kau juga semakin hari semakin berubah menjadi lebih baik” kata Lylac.
Fano membalas pelukan itu “Terimakasih, kau juga banyak membantuku”
Setelah itu Lylac melepas pelukannya lalu memukul dada Fano pelan “Jangan cengeng! Kau kan bilang ingin berendam dulu, pergi saja sana!”
“Hah? Lalu kau bilang mau mengajariku sihir itu bagaimana?”
__ADS_1
“Aku menipumu”
“Aku tidak terima”
“Baiklah, aku akan mengajarimu”
Mereka kembali keluar dari ruangan itu, menuju ruangan untuk berendam, mereka harus berjalan agak
jauh memasuki beberapa lorong hingga kemudian sampai di sebuah gua yang indah, tempat pemandian yang pernah Fano datangi bersama Raja.
“Kita bisa belajar disini” kata Lylac.
Kemudian mereka duduk di tepi kolam, dengan kaki mereka mencelup ke dalam kolam. Meski hanya kaki,
tapi rasanya hangat dan nyaman sampai pada tubuh mereka.
Kaki Fira berubah kembali menjadi ekor ikan, Fano kembali takjub dengan ekor Fira yang terlihat cantik dan berkilauan.
“Coba beli skill copy paste lagi, itu adalah cara yang cepat untuk mempelajari sihir, kau mendapat sihir cahaya dan kegelapan dari copy paste juga kan?” kata Lylac.
“Baiklah, akan ku beli” Fano membeli kembali skill copy paste yang hanya aktif selama tiga puluh menit ke depan.
[Skill copy-paste berhasil diaktifkan]
“Oh iya, aku juga memiliki sihir khusus lho, apa Fano bisa menyalinnya juga?” tanya Fira.
“Oh ya? Sihir apa itu?” tanya Fano.
“Siren, aku dapat menghipnotis seseorang dengan suara nyanyian ku, saat sihir itu diaktifkan” jawab Fira.
“Padahal tidak semua duyung memilikinya” sahut Lylac.
“Ibuku memilikinya, jadi aku juga punya, memang sihir itu cukup langka, di Bluequa hanya ada segelintir saja yang dapat melakukannya, bahkan sepupuku membenciku karena dia tidak memiliki sihir itu” kata Fira, jika mengingat hal itu Fira merasa sedih. Sepupu
dan keluarganya tidak ada yang menyukainya, tapi justru Fano dan Lylac yang baru dia temui malah baik sekali padanya.
Tau begitu Fira sudah kabur dari dulu.
“Akan ku coba, kedengarannya sangat menarik” kata Fano.
“Pertama-tama lihat dulu sihirku, Fano, perhatikan baik-baik, okay?” kata Lylac.
Fano mengangguk antusias, dia sudah lebih dari siap mempelajari sihir permata dan sihir siren.
__ADS_1
.
.