
.
.
Fano membuka pintu kamar yang ditempati
Zion. Dia bisa masuk karena bantuan Tio dan beberapa suster. Padahal untuk menjenguk hanya bisa di atas jam delapan, itu aturan di rumah sakit ini. Tapi Fano bisa masuk saat masih jam setengah tujuh pagi.
Dia berangkat ke rumah sakit ini segera setelah urusannya di kantor telah selesai. Fano meminta tiga karyawan barunya untuk datang jam enam pagi khusus untuk hari ini. Fano menjelaskan beberapa hal pada mereka, Fano juga membagi tugas mereka, baru setelahnya Fano pergi lagi.
Fano mengeluarkan stetoskop ajaibnya, lalu memeriksa Zion.
Dia terkejut melihat keadaan Zion jadi sedikit lebih buruk dari sebelumnya.
Apa yang terjadi ya?
[Aku sarankan memberinya ramuan penyembuh yang lebih tinggi saja]
“Apa itu aman?”
[Apa maksudmu? Tentu saja aman]
Ramuan penyembuh sebenarnya dibagi menjadi beberapa tingkat, saat Fano naik level lima, ramuan penyembuh tingkat tengah telah tersedia di dalam toko sistem. Jadi selama ini yang dipakai Fano adalah ramuan penyembuh tingkat rendah.
Fano mengeluarkan suntikan steril lagi, kemudian menyuntikkan ramuan penyembuh tingat tengah untuk Zion.
Beberapa detik kemudian Zion tersadar, dia batuk-batuk sebentar sebelum melihat Fano ada disana.
“Fano?” Zion terlihat takut melihat Fano ada disana.
“Apa kau sudah baikan?” tanya Fano.
“Apa aku sudah mati?”
Fano heran mendengar pertanyaan Zion barusan, jadi Fano segera menyentuh lengan Zion “Kau bisa merasakan tanganku? Apa ini mimpi bagimu?”
“Jadi aku belum mati ya?”
“Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kau menggunakan obat terlarang dan hampir membunuh dirimu sendiri” kata Fano “Dan yang paling aneh adalah aku yang dituduh... apa ini masuk akal?”
“Maafkan aku Fano, Reno dan Indra ingin menyalahkanmu dan membuatmu dipenjara dengan menggunakanku. Semalam aku sudah sadar dan hampir pulih, tapi kemudian mereka memaksaku memakan entah apa agar aku tetap sakit.. setelah aku menelannya rasanya sangat menyakitkan hingga aku pikir aku akan mati”
Fano menghembuskan nafas berat, kemudian dia menunjukkan botol ramuan penyembuh pada Zion.
“Kau ingat setelah aku cambuk dengan ikat pinggang? Aku menyuruh kalian meminum sesuatu dan luka kalian hilang begitu saja? Itu adalah ramuan ini, ramuan penyembuh... aku barusan menyuntikkanmu ramuan ini agar kau cepat sembuh, makanya sekarang kau sudah sadar”
“Ah, jadi begitu.. aku kecewa sekali pada Reno dan Indra, aku pikir kita teman”
“Kau hampir mati karena mereka, sekarang kau mengerti apa yang pernah ku rasakan bukan?”
Zion mengangguk “Maafkan aku.. sekarang aku mengerti, kau hebat sekali tidak menjebloskan kami ke penjara”
Fano menggeleng “Aku tidak akan melakukannya, maksudku.. aku hanya akan melakukannya pada orang yang benar-benar melakukannya, kau mau bekerjasama denganku?”
“Untuk menghukum Reno dan Indra?”
Fano mengangguk “Kau mau?”
“Aku juga tidak terima mereka melakukan ini padaku... jadi aku akan melakukannya, bukan untukmu, tapi untuk diriku sendiri”
__ADS_1
Fano tersenyum “Itu bagus.. jika kau bisa melakukannya dengan baik, aku jamin kau bisa 100% sembuh dari pengaruh obat, kau juga tidak akan memiliki ketergantungan.. yang kau butuhkan hanya ramuan penyembuh dariku”
“Aku akan melakukan apapun untuk itu, aku tidak ingin mengecewakan orangtuaku lagi.. aku tau mereka kecewa padaku saat ini”
Fano menepuk bahu Zion dengan dramatis “Itu bagus Zion... tapi, apa kau tau dari mana Reno dan Indra mendapatkan obat tersebut?”
Zion mengangguk “Tau, mereka dapat dari preman gang, preman gang dapat dari geng kalajengking hitam, itu adalah geng preman paling menakutkan di kota ini.. mereka sudah seperti mafia, mereka sangat kuat karena dapat dukungan dari mafia luar negri, aku tidak tau detailnya, hanya itu yang ku ketahui”
Akhirnya... Fano mendapat pencerahan.
“Kau tau dimana markas mereka?”
Zion mengangguk “Tentu”
***
Fano memasuki kelasnya dengan wajah cerah, dia sangat senang karena misinya mungkin hampir selesai.
Tapi senyuman itu luntur ketika melihat kursi yang Angel tempati kosong.
Fano menempati kursinya sendiri lalu mengeluarkan ponselnya untuk mengirim pesan pada Angel. Tidak dibalas.
Kemana si Angel?
Fano mencoba menelfonnya, tapi ternyata ponselnya tidak aktif.
“Ketua kelas!” teriak Fano saat melihat ketua kelas memasuki kelas mereka.
“Iya kenapa?” balas ketua kelas.
“Kau tau kenapa Angel belum datang?”
Fano berdecak kesal, ketua kelas tidak membantu!
Ini sudah beberapa menit sebelum bel masuk berbunyi, tidak mungkin Angel belum datang jam segini.
“Mungkin dia sakit atau apa, jangan terlalu panik... kau bisa mengunjunginya sepulang sekolah” sahut Haikal.
Fano mengangguk “Baiklah, mungkin aku yang berlebihan”
“Ngomong-ngomong, bagaimana dengan Zion?” tanya Andy yang juga baru datang.
“Kalian jangan khawatir, dia bisa diajak kerja sama, kalau tidak pun tidak masalah juga” kata Fano “Kita bicarakan ini nanti, aku ada rencana dan kalian harus membantuku, oke?” lanjut Fano.
Andy dan Haikal mengangguk saja, tentu mereka pasti membantu Fano, kalau tidak mereka juga akan mendapatkan bahaya, karena mereka juga dituduh.
Yang Fano ingin lakukan adalah mendapat banyak bukti dulu sebelum menyerahkan semuanya pada pihak yang berwajib.
Siang ini detektif dari kepolisian yang menangani masalah ini akan mendatangi Zion minta keterangan lebih lanjut. Mungkin karena itu Reno dan Indra memberikan obat lain pada Zion, agar Zion tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Karena Zion satu-satunya saksi yang kuat.
Untuk menangkap preman ujung gang tidaklah sulit, itu bisa jadi tugas pihak kepolisian setelah mewawancarai Zion.
Yang sulit adalah geng kalajengking hitam, jadi Fano ingin melumpuhkan mereka dulu hingga mereka tidak berkutik saat ditangkap.
Meski nantinya rencana berhasil, Fano tau dalang utamanya masih sulit untuk ditangkap.
Tapi Fano yakin mafia dalang utama adalah mafia yang berhubungan dengan Gio.
Fano hanya memiliki perasaan jika itu berhubungan dengan Gio, entah kenapa. Karenanya Fano tidak ingin Bima ikut campur. Fano tidak enak hati jika nantinya Bima tau Fano berusaha menghancurkan ayahnya.
__ADS_1
Jadilah sepulang sekolah dengan menaiki motor, mereka bertiga, yaitu Fano, Andy dan Haikal mendatangi markas kalajengking hitam. Mereka sudah tidak memakai seragam sekolah, mereka ganti baju dulu di apartemen Fano. Menggunakan celana jeans, kaos hitam dan jaket hitam, tidak lupa masker hitam untuk mentupi wajah mereka.
Markas itu berada di sebuah bangunan tua yang terlihat cukup mewah, namun juga terlihat kurang dirawat.
Fano dan teman-temannya masuk begitu saja terang-terangan tanpa sembunyi sama sekali.
Dengan begitu para geng kalajengking hitam keluar semua, karena merasa ada orang asing yang menantang mereka.
[Kau boleh melakukan apapun sesuka hatimu, tapi ingat untuk tidak membunuh]
[Setelah mereka berhasil dikalahkan dan pihak berwajib menangkap mereka, maka saham Deline jewelry beserta satu hadiah misteri akan kau dapatkan]
[Selamat berjuang]
Fano senang sekali melihat pemberitahuan itu, artinya, Fano bisa bergerak tanpa batasm hanya ingat untuk tidak membunuh saja.
Okay, itu mudah.
“Kalian siapa? Berani cari mati datang kesini!” teriak salah satu dari mereka.
Fano tidak tau yang mana yang pemimpin dari mereka, kelihatannya sama semua, pemampilan khas preman dengan tatoo tersebar ditubuh mereka. Kelihatan menyeramkan, tapi tidak untuk Fano.
“Aku kesini ingin mencari tau mafia mana yang mendukung kalian hingga memberi obat terlarang pada kalian” kata Fano
“Itu bukan urusanmu bocah!”
“Tunggu apa lagi? Serang mereka!”
“Baik boss!”
Oke, Fano sudah tau siapa boss dari mereka.
Tanpa babibu, Fano menggunakan imaginary gunnya untuk menembak kepala boss mereka, hingga boss itu jatuh terjerembab.
Anggota yang marah segera saja menyerang Fano dan teman-temannya, namun Fano lebih cepat menembaki mereka satu-satu dengan tembakan khayalan yang hanya akan membuat mereka merasa tertembak, padahal hanya pingsan.
“Wuah, aku dan Andy benar-benar tidak melakukan apapun, padahal ingin menghajar mereka juga” kata Haikal.
“Jangan banyak omong, ikat mereka semua sebelum bangun” kata Fano.
Haikal pun mengeluarkan tali yang telah mereka siapkan sebelumnya, Andy juga ikut membantu Haikal untuk mengikat mereka.
“Sebenarnya itu tadi apa, bagaimana kau bisa melakukannya?” tanya Andy, dia heran saja dengan apa yang Fano lakukan, Fano tidak membawa senjata apapun, tapi mereka langsung pingsan begitu saja.
“Itu seperti sulap, aku memberi mereka perasaan jika mereka benar-benar tertembak, tapi sebenarnya tidak, mereka hanya pingsan sepuluh menit. Setelah mereka bangun para polisi sudah akan datang bukan? Ingat untuk tidak meninggalkan jejak” kata Fano.
Haikal dan Andy selesai mengikat semua anggota geng itu. Fano juga selesai merampas beberapa ponsel mereka, dia pikir pasti ada sesuatu disana yang bisa membantu Fano mencari dalang utama, terutama ponsel boss mereka. Fano menyimpan barang rampasan di ranselnya.
“Ayo cepat pergi sebelum polisi melihat kita, nanti kita dikira komplotan mereka lagi” Fano segera menarik mereka untuk pergi dari sana.
Mereka kembali menaiki motor mereka, di perjalanan mereka bertemu mobil polisi yang sepertinya akan datang ke markas para penjahat itu.
Mungkin polisi akan heran melihat mereka semua diikat, tapi Fano tidak peduli, yang Fano pedulikan adalah masalah ini segera terselesaikan.
Mafia yang membantu mereka mungkin akan marah dan berusaha mencari Fano, tapi Fano tidak takut, malah Fano ingin mereka segera menemuinya.
.
.
__ADS_1