Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Pesan ancaman


__ADS_3

.


.


Fano hanya melamun sambil duduk di gazebo yang ada di tepi kolam, di tangan Fano terdapat gelas wine, dan di sebelah Fano ada sebotol jus anggur. Chris yang memberikan botol itu pada Fano.


Setelah minum beberapa jus anggur, kini sepertinya Fano mulai menyukai rasanya. Kalau tidak salah jus anggur yang Fano minum berasal dari Graham, atau paling tidak dibuat di Graham, karena di botolnya hanya tertulis Royal food and drink. Harga satu botolnya sangat mahal, karena anggurnya menggunakan anggur shine muskat yang satu kilo harganya bisa ratusan ribu.


“Fano...”


Fano mendongak menatap Yoshi yang datang-datang sudah lesu, dia baru saja dibawa oleh Felix entah kemana. Kemudian Fano menariknya agar duduk di sebelahnya, lalu Fano menuangkan jus anggur juga untuknya.


“Kau baik-baik saja? Apa kau dimarahi? Kelihatannya tidak bagus” kata Fano.


Yoshi menegak minumannya dalam dua kali tegukan lalu menjawab “Aku hanya diminta untuk tidak menyakiti Abel.. tapi – memangnya ada apa sih? Aku tidak menyukai Abel secara.. kau tau? Romantis? Abel masih kecil, tipeku tidak seperti itu”


PYAR


Fano dan Yoshi menoleh pada asal suara piring pecah.


Fano melotot melihat Abel berdiri tidak jauh dari mereka, dia yang menjatuhkan piring berisi kue. Abel tiba-tiba menangis lalu berlari pergi dari sana.


“Abel kenapa itu Fano?”


“Dasar bodoh! Kau ini tidak peka atau bagaimana? Abel itu menyukaimu! Cepat kejar dia” pinta Fano.


Tidak mau menunggu lama Yoshi pun pergi untuk mengejar Abel.


Fano mengusak rambutnya malas, kemudian dia melirik pecahan piring yang segera dibersihkan oleh maid.


Terlalu banyak informasi dan masalah hari ini, Fano tidak tau harus bereaksi seperti apa, banyak yang tercampur dalam kepalanya.


[Fano]


‘Apa lagi?’


[Kau kenapa? Marah denganku?]


‘Aku kesal denganmu karena kau membohongiku, kau bilang kau tidak punya gender tapi ternyata punya!’


[Astaga, aku hanya tidak ingin kau canggung denganku]


‘Kau mau apa?’


[Tidak.. itu, jangan panggilaku Lylac]


‘Kenapa? Itu nama yang bagus, apa wujudmu itu sangat cantik?’


[tentu saja, jika kau ingin melihatku, cobalah meningkatkan level sampai 30]


‘Setelah itu terjadi, apa kau akan keluar dan berwujud?’


[Itu bisa dilakukan, tapi jangan jatuh cinta denganku]


‘Idih’

__ADS_1


Layar sistem kembali menghilang setelah Queen datang mendekat pada Fano kemudian duduk di sampingnya.


“Kenapa kau hanya duduk disini? Bukankah besok kau akan pergi?” tanya Queen.


Fano menarik pinggang Queen agar mendekat padanya “Kau tidak mau ikut aku?”


Queen menggeleng, kemudian menyandarkan kepalanya pada bahu Fano “Tidak perlu, Angel tidak akan suka melihatku”


“Tidak mungkin Angel seperti itu”


“Apa yang kau bicarakan dengan kakek?” tanya Queen lagi.


Fano terdiam, ingatannya kembali pada pembicaraan beberapa saat yang lalu tentang berbagai random yang membuat kepala Fano makin pusing.


“Bukan apa-apa, mereka hanya bilang jika merestui kita” kata Fano asal.


“Tuh kan, mereka tidak akan menghalangi kita”


Fano kemudian mengatakan jika dia harus pergi, Queen sebenarnya tidak ingin membiarkan Fano pergi, tapi dia juga tau Fano sangat sibuk.


Di depan mansion, Fano menemukan Yoshi yang duduk  di anak tangga, wajahnya makin kusut saja.


“Abel mana?” tanya Fano. Yoshi menggeleng, lalu menghela nafas berat.


“Dia tidak ingin menemuimu?” tebak Fano, Yoshi mengangguk.


Kemudian Fano menarik Yoshi agar berdiri “Ayo pulang, biarkan saja dulu, kau juga butuh waktu untuk memikirkan apa yang harus kau lakukan selanjutnya kan?”


“Sepertinya aku sangat jahat, Abel pasti kecewa padaku”


“Tapi dia akan sakit hati”


“Akan lebih sakit jika kau membohonginya kan?”


Yoshi hanya terdiam dan mengikuti Fano keluar dari mansion besar itu.


***


Fano bangun pagi hari ini bukan karena dia harus siap-siap berangkat ke Korea, tapi karena Yoshi membangunkannya.


Malas-malasan Fano bangun, kemudian dia melirik pada jam di meja nakasnya, dia berdecak malas melihat jam masih menunjukkan pukul lima pagi.


“Apa maumu sih Ajinomoto”


“Nakamoto!”


Fano menatap Yoshi kesal lalu menyandarkan kepalanya pada ranjangnya, kemudian kembali menutup mata.


“Fano jangan tidur lagi, dengarkan aku!” Yoshi mengguncang tubuh Fano agar kembali terjaga.


“Astaga apalagi sih? Hal penting apa yang membuatmu membangunkanku dari tidur?”


Yoshi memperlihatkan ponselnya “Lihat ini aku dapat ancaman kematian!!”


Fano meraih ponsel Yoshi, mendapati banyak chat dari nomor tidak dikenal. Semua isinya tentang mereka yang marah karena Yoshi sudah membuat Abel menangis, ada pula yang memberi pesan jika Yoshi terus membuat Abel menangis dia akan menemui Yoshi dan menghabisinya.

__ADS_1


Jelas semua chat itu dari keluarga Raynold, mungkin yang mengirim Felix, atau Aron, atau Raja..


Fano mengembalikan ponsel Yoshi “Itu pasti dari keluarganya Abel, salah besar jika kau pikir kau bisa hidup dengan tenang setelah membuat Abel sakit hati”


Mendengar itu Yoshi semakin ketakutan “Aku harus gimana Fano?”


Fano menghembuskan nafas berat, kemudian meraih ponselnya sendiri “Bereskan baju-bajumu, kita kabur ke Korea saja, jangan lupa pasport”


“Siap boss!” Yoshi menghormat pada Fano sebentar sebelum keluar lagi dari kamar Fano.


Fano terkekeh setelah Yoshi keluar, melihat temannya sedang ketakutan seperti itu bagi Fano terlihat lucu. Sepertinya Fano jahat sekali ya? Tapi, wajah Yoshi sangat menggemaskan jika ketakutan. Fano pikir Yoshi mungkin nanti akan menjadi seperti keluarga Raynold yang tidak bisa menua, maksudnya Yoshi akan tetap berwajah imut seperti bocah baru berusia sebelas tahun.


Tapi jika dipikir-pikir... kalau Yoshi dengan Abel akan jadi pasangan imut-imut, pasti lucu sekali melihat mereka berdua menikah.


[Jangan berpikiran yang aneh-aneh]


“Apa sih, aku tidak berpikiran aneh!” bantah Fano.


[Tidak melakukan misi pagi?]


Fano menggeleng “Tidak, ada banyak yang harus ku siapkan untuk berangkat ke Korea, aku sibuk”


[Masa tidak bisa menyempatkan sebentar saja? Hadiahnya kan sekarang 1000 koin]


“Tidak Lylac, grazie” (makasih)


[Sekarang kau tidak suka koin ya? Tidak masalah, aku akan meberimu banyak misi di Korea sana]


“Jangan yang aneh-aneh” kata Fano, dia tau sepertinya sistem akan memberinya misi yang sulit dan aneh lagi. Rata-rata Fano harus membantu tugas polisi untuk menumpas kejahatan. Fano sudah merasa seperti super hero saja.


Biasanya tugas yang diberikan seperti menemukan buron yang kebetulan berada di dekat Fano, menghentikan perampok, menolong seseorang yang sedang kecopetan.


Haruskah Fano masuk ke kepolisian saja? Jika seperti itu pasti sistemnya senang.


[Coba jadi polisi]


“No, thank you”


Fano pun tidak ada pilihan selain turun dari ranjang, karena dia sudah tidak merasakan kantuk lagi, terima kasih pada Yoshi yang memaksanya bangun.


Fano membuat sarapan untuknya dan untuk teman-temannya, karena Yoshi pasti akan ikut sarapan bersamanya, biasanya jika mamanya Yoshi tidak masak juga akan ikut sarapan bersama Fano. Fano dan keluarga Yoshi sudah seperti kerabat saja.


Dan Dave.. bocah itu pasti akan ikut sarapan bersama Fano juga. Oh iya, Wawan juga juga menginap di apartemen Dave, agar mereka bisa berangkat ke bandara bersama.


“Fano..”


Fano mendongak, menatap Bima yang datang begitu saja seolah tidak punya dosa. Suatu saat bocah itu mencuri semua makanan Fano di kulkas mungkin Fano tidak akan tau karena privasi apartemen Fano tidak berlaku baginya, Yoshi juga sama.


Fano tidak masalah, meski makanannya habis.


Bima juga tidak akan melakukan hal-hal aneh pada apartemennya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2