
.
.
Saat Fano bangun tidur ke esokan harinya, dia merasa lapar. Dia bangun dan duduk, berusaha mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul sempurna.
Dia masih bingung karena berada di tempat asing.
Ini dimana?
Fano menguap sebentar lalu mulai mengedarkan pandangannya pada sekeliling ruangan.
Kok ada Angel ya?
Fano kembali membaringkan tubuhnya menyamping menatap wajah cantik Angel, Angel terlihat imut kalau sedang tidur... hmm?
Sepertinya ada yang salah.
“Kenapa aku tidur bersama Angel?”
[Kau melupakannya sekarang?]
Fano kembali mengingat-ingat apa yang dia lakukan semalam, oh iya... dia cemburu karena Angel terlihat dekat dengan Kaisar. Dia juga marah karena lagi-lagi Raynold ingin memisahkannya dengan Angel, seperti dulu saat Albert dengan Reina.
Dulu Albert sampai membawa Reina pergi ke Paris.
Tapi Fano sekarang tidak dapat melakukan banyak hal, dia hanya bisa membiarkan Angel pergi.
“Aku akan merebutmu kembali... aku tidak akan membiarkanmu bertunangan dengan siapapun, Angel”
Fano tidak mau mengalah untuk Raynold sekalipun.
Tapi tidak untuk saat ini, Fano akan menggunakan Queen untuk membangun bisnisnya, untuk sekarang dia masih membutuhkan putri kecil Raynold. Lagipula Raynold juga membutuhkan produk dalam toko di sistemnya.
Fano memiliki apa yang mereka tidak punya, jadi dia bisa melawan.
Fano mengecup kening Angel sebelum beranjak dari ranjang, dia pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamar.
Seperti biasa, sebelum memasak sarapan, Fano olah raga dulu, melakukan misi pagi, merebut kembali koin yang berkurang karena hukuman telah kasar pada Angel kemarin sore.
Oh iya.. orangtua Angel.
Apa mereka tidak marah ya putri mereka dibawa oleh Fano?
Apa mereka pikir putri mereka aman karena bersama Fano si murid teladan?
Setelah menyelesaikan misi paginya di halaman villa, Fano kembali lagi ke ke dalam villa untuk memeriksa ponselnya.
Ada pesan dari ibunya Angel.
Elena tidak masalah sama sekali putrinya dibawa pergi, dia hanya berpesan pada Fano untuk menjaga Angel. Lagipula, hari ini... hari minggu, Fano dan Angel memiliki jadwal untuk pemotretan pada salah satu majalah.
Itu adalah pemotretan bersama Dave, Andy dan Yoshi juga. Yang waktu itu mereka ditawari setelah pertandingan game.
Fano sudah memilih salah satu majalah yang reputasinya paling baik dan memberi bayaran paling mahal. Tapi tentu saja Fano tidak memutuskan sendiri, dia sudah merundingkan dengan yang lain juga. Akhirnya mereka memilih majalah yang pertama kali menawari mereka, majalah SAY YES.
Karena itu adalah salah satu majalah paling terkenal, tidak hanya Indonesia, tapi juga dunia, pusatnya di Paris, tapi ada cabangnya di Indonesia.
Fano membuatkan roti panggang isi daging dan telur untuknya dan Angel.
Baru saja selesai, Angel sudah bangun, dia juga sudah mencuci mukanya dan terlihat segar.
“Fano... kamu masak apa?” tanya Angel
“Kamu udah bangun? Aku membuat roti panggang”
Angel mendekati Fano lalu memeluknya erat “Angel kenapa? Ayo duduk, kita sarapan bersama”
“Mama tadi menelfonku” kata Angel setelah dia duduk di kursi.
Fano menatap Angel penasaran “Lalu?”
Angel menggeleng “Dia memarahiku sebentar, mama bilang harusnya aku minta ijin padanya dulu, tapi karena aku perginya denganmu mereka pikir kau akan menjagaku dengan baik”
__ADS_1
“Tapi aku menjagamu dengan baik kan?”
Angel berhenti mengunyah, menatap Fano seakan mengatakan ‘Kau serius mengatakan itu?’
“Yah, intinya hari ini aku boleh main sampai malam, karena mama dan papa juga tidak ada di rumah, mereka akan pergi ke bandung hari ini” tambah Angel.
“Aku ingin ke pantai, aku punya villa di pantai, aku ingin lihat villanya” sahut Fano.
“Villamu?” tanya Angel.
“Oh, maksudku punya tuanku” tambah Fano.
“Dia seperti apa?” tanya Angel lagi, Fano buru-buru menatapnya “Maksudmu?”
“Tuanmu itu, kau bilang dia nyata, bagaimana penampilannya?” tanya Angel.
Fano terdiam sejenak lalu menjawab “Hmm.. dia tinggi, rambutnya pirang, matanya biru, dia sangat tampan, hidungnya lurus dan mancung... lalu – ah, dia memiliki tanda lahir telapak tangan kanannya”
Angel membayangkan dalam kepalanya sosok tuannya Fano sesuai apa yang Fano ucapkan, tapi kemudian dia menggelengkan kepalanya, karena yang muncul dalam pikirannya malah penampilan Dojun dalam poster comebacknya bulan ini.
Masalahnya dalam poster itu penampilan Dojun mirip dengan penjelasan Fano, rambutnya di cat pirang, memakai kontak lens biru. Angel sangat mengagumi Dojun karena dia adalah penyanyi dengan suara emas terbaik, dan juga... Dojun selalu memperlakukan Angel dengan baik dari mereka kecil.
Angel sering bertemu Dojun jika pergi ke Korea, karena Angel memiliki paman dari Korea, kakak dari ibunya. Ibu Angel adalah keturunan Korea, ayah dari ibunya Angel adalah teman baik kakeknya Queenza. Bisa dibilang, baik dari pihak ayah atau ibu, semuanya berhubungan dengan The Royal Group.
Kakak dari ibunya Angel juga berteman dengan ayahnya Dojun.
Jadi mereka masih memiliki hubungan erat.
Dulu Angel pernah mengatakan pada teman SMP nya jika dia mengenal Dojun, tapi teman-teman SMP Angel malah tidak percaya dan mengatakan Angel hanya mengkhayal.
Jika mengingat itu hati Angel sakit sekali rasanya.
Tapi semuanya sudah berlalu.
TAK
Lamunan Angel buyar karena Fano meletakkan susu hangat di depannya.
“Minumlah selagi hangat”
Angel tiba-tiba berpikir, bagaimana jika Queen memang menyukai Fano? Pasti nanti dia harus mengalah untuk Queen kan?
GREP
Angel terkejut saat tiba-tiba Fano memeluknya dari samping.
“Fano?”
“Kau melamun terus, tidak mendengarkanku, kenapa sih? Ada yang kau pikirkan?” tanya Fano.
Angel tersenyum lalu menggeleng “Tidak ada”
“Kau tidak suka ke pantai? Kalau begitu tidak jadi melihat villa”
Angel buru-buru menggeleng “Bukan begitu Fano.. aku suka ke pantai, aku suka duduk di tepi pantai dan melihat ombak”
“Hanya melihat ombak? Tidak berenang?”
Angel menggeleng pelan “Takut”
Fano terkekeh mendengarnya “Baiklah jika kau takut, di sana ada restoran seafood yang terkenal, kita makan malam disana ya?”
Angel mengangguk semangat, karena dia menyukai seafood.
Jika memang harus mengalah untuk Queenza, itu bisa dipikir nanti, untuk saat ini Angel hanya ingin menikmati waktunya bersama Fano. Lagipula dia duluan yang bertemu Fano, kenapa pula harus mengalah?
Ini tidak adil.
***
“PANTAI!!!”
Yoshi dan Dave berlarian di pantai, menjemput ombak, tapi saat ombaknya menghampiri mereka malah lari menjauh.
__ADS_1
Saat ini masih jam satu siang, masih tengah hari, sedang terik-teriknya. Mereka sudah pulang dari pemotretan, yang ikut ke pantai adalah Angel, Yoshi, Dave, Andy dan Wawan. Fano harus menjemput Wawan di tempat les bahasa Inggrisnya setelah selesai pemotretan.
Villa di tepi pantai ini adalah hadiah naik level lima, berada di perumahan elit yang harganya jauh lebih mahal dari villa di puncak. Katanya yang bisa membeli villa disini hanyalah orang-orang kalangan atas saja.
Tapi Fano bisa mendapatkannya secara cuma-cuma.
Keren sekali kan?
“Aku pikir Angel akan ganti baju renang, ternyata cuma kaos dan celana pendek” kata Andy
“Untuk apa aku renang siang-siang begini?” balas Angel
“Kan bisa renang di kolam” sahut Yoshi yang sudah kembali dari pantai, tidak mungkin dia terus berada disana, nanti kulitnya yang putih susu bisa merah-merah.
Memang bagian belakang villa milik Fano ada kolam renangnya yang langsung menghadap pantai pribadi.
“Kak Fano..” panggil Wawan, mereka semua menoleh pada Wawan yang duduk di tepi kolam renang sambil mencelupkan kedua kakinya di dalam air, biar adem.
“Kenapa Wan?” tanya Fano
Wawan menunjuk buah kelapa yang masih hijau-hijau di atas sana.
“Aku pengen buah kelapa gimana ngambilnya?” tanya Wawan.
Fano mendongak menatap buah kelapa yang sudah cukup banyak itu, dia tidak yakin bisa memanjat pohon kelapa.
[Coba gunakan Imaginary gun]
‘Maksudnya? Aku harus menembak kelapanya begitu?’
[Coba saja]
Fano mencoba mengarahkan jari telunjuk dan jempolnya ke atas, tentu saja dia sudah meminta yang di bawah pohon untuk menjauh.
“Piu piu piu”
Tiga buah kelapa berjatuhan, Fano menoleh pada Yoshi “berhenti mengeluarkan suara aneh”
Yang tadi mengatakan ‘piu piu’ adalah Yoshi, bukan Fano.
“Kok bisa gitu sih?!” Andy shock melihat kemampuan sihirnya Fano.
Fano tertawa keras melihat keterkejutan teman-temannya “Hahaha ini adalah trik sulap dariku, hahaha”
“Yameteyo (hentikan), kamu ketawa kayak gitu udah kayak villain aja” sahut Yoshi
Fano menyeringai “I’m the villain!”
“Kyaa Fano keren!!!”
Mereka semua menoleh pada suara yang tidak asing tersebut, mereka kembali terkejut melihat sosok Bima ada disana, memakai celana renang, dan kaos putih membawa pelampung angsa warna putih.
“Kok kak Bima ada disini?” tanya Dave yang baru saja mengangkat satu buah kelapa yang dijatuhkan Fano.
“Villa sebelah kan punya kakeknya Queen, padahal baru aja aku mau ngajak kalian barbeque party! Ternyata kalian udah disini” jawab Bima.
“Ada Abel juga lho” tambah Bima “ABEL!!! ADA TEMEN-TEMEN DISINI”
Mereka sampai harus menutup telinga mereka karena Bima berisik sekali.
Tidak lama kemudian Abel datang membawa pelampung unicorn, dia memakai baju renang lucu berenda warna pink.
“KAK OCI!!!!” Abel berlari menuju Yoshi berada dan memeluknya erat, sebelumnya dia melempar pelampungnya dulu sampai mengenai Bima.
“Abel! ish” keluh Bima yang terkena lemparan pelampung.
Sementar itu Fano menghela nafas bosan, kemana-mana ada mereka terus, gak asik.
“KAK FANO!!!” kemudian Abel berlari pada Fano, lalu minta gendong.
“Gendong kak Yoshi aja ya” tolak Fano, mendengar itu Abel cemberut “Kak Fano jahat!”
Jadilah siang itu yang harusnya tenang di pantai, menjadi sangat berisik dengan tambahan Bima dan Abel. Selain itu, Queenza dan kakaknya juga ada disana.
__ADS_1
.
.