
.
.
Alfred sangat senang mendengar cerita Fano tentang keluarganya. Fano menceritakan tentang Albert dan Reina, orangtua asli Alfred, juga menceritakan hubungan mereka dengan Gio. Bagaimana dulu Gio yang sangat baik dan menjadi orang kepercayaan Albert, bahkan Albert membantunya menikah dengan gadis cantik yang sudah Albert sayangi seperti adik sendiri.
Fano juga bercerita tentang keluarga dari Reina, keluarga Raynold.
“Kau yakin keluarga itu benar-benar keluargaku? Aku pernah mendengar namanya” tanya Alfred.
Kemudian Fano menunjukkan berbagai artikel di internet, tentang keluarga Raynold yang tidak pernah sepi dari berita, pasti ada saja keluarga Raynold yang diberitakan.
“Ini adalah kakekmu, kakekmu memiliki empat anak, anak pertama adalah kakak dari ibumu, lalu kemudian ibumu dan saudara kembarnya, baru selanjutnya adik dari ibumu. Sekarang mereka memiliki putra dan putri, sepupumu. Yang seumuran denganmu adalah dia, namanya Kaisar”
“Mereka terlihat keren, tidak mungkin aku bagian dari mereka” sahut Alfred.
“Kamu ngomong apa? Kau juga tampan dan keren”
“Tapi aku seorang pengecut, jika tidak ada beberapa anggota yang berpihak padaku, aku tidak tau harus bagaimana, aku tidak mungkin juga bisa sejauh ini. Ku pikir, kau yang lebih pantas menjadi Alfred, kau terlihat keren dan berani, tidak takut menghadapi Simon juga”
Fano lagi-lagi menghela nafas frustasi, Alfred jauh sekali memang dari bayangan bagaimana Alfred dalam benaknya. Tapi bagaimanapun juga dia tetaplah Alfred, putra dari Albert.
“Kau sekarang sudah memilikiku, aku berada di pihakmu, jangan mengatakan hal seperti itu lagi” kata Fano, dia menepuk bahu Alfred untuk menyemangatinya.
“Aku hanya ingin bebas dan melakukan apa saja seperti orang normal, tidak mau bersembunyi”
“Apa yang ingin kau lakukan?”
Alfred menggeleng “lupakan saja”
“Aku bisa melakukan apapun untukmu”
“Kenapa kau baik padaku Fano?”
“Aku kan sudah bilang, aku melakukan ini agar kau bisa bertemu dengan keluargamu”
“Jadi kau orang suruhan mereka?”
“Bisa iya dan tidak”
“Aku tidak mengerti”
“Tidak perlu dipikirkan”
“Apa keuntunganmu dengan baik padaku begini?”
__ADS_1
Fano terdiam mendengar pertanyaan Alfred barusan, sesungguhnya Fano tidak mendapatkan keuntungan apapun. Dia melakukan ini hanya sebagai Albert, sebagai ayah dari Alfred. Tidak mungkin Fano mengatakan hal itu pada Alfred kan?
Siapapun tidak akan ada yang mempercayainya.
“Aku.. bukan, ayahku memiliki hutang budi pada ayah kandungmu, jadi aku ingin memastikan kau tidak menderita setelah kematian ayahmu”
Alfred menggeleng “Ini tidak masuk akal.. kau jauh lebih muda dariku, maksudku – harusnya aku yang menjagamu, tapi terlihat lebih dewasa dariku”
“Itu bukan salahmu, kau diculik dan disembunyikan Gio setelah kematian ayahmu, keluargamu juga sedang mencarimu saat ini” kata Fano, menurut penjelasan Queenza kemarin, Fano yakin jika saat ini keluarga Raynold juga sedang berusaha mencari Alfred.
Mungkin mereka belum bisa menemukan Alfred karena memang Gio saja yang pandai bersembunyi, atau karena kurangnya keberuntungan. Ah, tapi jika mengatakan kurangnya keberutungan pada keluarga Raynold rasanya sangat aneh. Bisa jadi itu hanya takdir.
Mungkin saja kan memang takdirnya Fano yang menemukan Alfred dulu sebelum mereka, bahkan Fano saja tidak menyangka dia bertemu dengan Alfred duluan sebelum Gio.
“Apa kau tau Fano, aku saat ini takut pada ayah Gio... karena ada beberapa anggota yang berpihak padaku percaya jika Gio yang membuat ayah kandungku tertangkap, tuduhannya dilebih-lebihkan hingga mendapat hukuman mati. Maksudku, dia bisa melakukan sesuatu yang kejam terhadap seseorang yang dulunya dia anggap sahabat, sedangkan aku yang lemah ini... apakah bisa melawannya? Aku sangat takut”
Ucapan Alfred benar juga, tapi Fano tidak menyangka banyak anggota yang mengira seperti itu, Fano pikir hanya dirinya saja yang berpikir demikian.
“Jangan khawatir, sekarang ada aku, kau akan baik-baik saja Alfred”
“Apa ibuku masih hidup?”
Fano juga ingin tau tentang itu, bagaimana dengan kabar Reina? Tidak jelas apakah dia sudah meninggal atau tidak. Haruskah Fano bertanya langsung pada ayahnya Queen, Lino, mungkin dia yang lebih tau.
***
Angel duduk tidak nyaman di salah satu restoran berbintang paling mewah dan terkenal di Seoul. Angel bersama keluarganya sedang makan siang di restoran tersebut sekaligus untuk bertemu dengan calon tunangan Angel.
Belum apa-apa orangtua Angel serta paman dan bibinya sudah jatuh hati dengan calon tunangan Angel. Angel pikir orangtuanya sudah lupa jika ini hanya tunangan sementara.
Ternyata calon tunangan Angel adalah pewaris dari salah satu keluarga konglomerat di Korea Selatan, mereka selalu masuk dalam tiga besar konglomerat paling kaya dan berpengaruh. Soal mereka juga merupakan mafia itu tentu saja rahasia, lagipula keluarga sebesar itu dimanapun juga pasti punya sisi gelap masing-masing bukan?
Keluarga Raynold saja juga dulu memiliki kelompok mafia.
Selain calon tunangannya adalah pewaris keluarga konglomerat, ternyata dia juga sangat tampan dan berkharisma, siapapun yang melihat pasti akan langsung jatuh hati.
Yah.. tapi tidak dengan Angel.
Nama calon tunangannya adalah Yohan, marganya adalah Ryu.
Yohan terlihat sangat sopan dan baik dalam memperlakukan keluarga Angel, dia juga memberikan sebuah apartemen paling mewah untuk Angel, jauh lebih mewah daripada apartemen yang dibelikan keluarga Raynold.
Selain itu Yohan juga ingin membelikan mobil mewah, tapi Angel menolak, karena dia juga belum punya sim juga tidak berani mengemudi.
Seluruh restoran dibooking oleh keluarga Ryu, Angel tidak mengerti kenapa mereka harus melakukan itu, padahal untuk menyewa satu jam saja sudah sangat mahal mengingat memesan meja saja juga biasanya membutuhkan waktu.
__ADS_1
Pasti pengaruh keluarga Ryu tidak main-main.
Namun justru karena itu Angel tidak suka, ini membuatnya tidak nyaman dan penuh tekanan. Dia takut jika perjodohan ini tidak akan dibatalkan nantinya, karena keluarganya terlihat sangat menyukai Yohan.
PUK
Angel berjengit saat seseorang menepuk bahunya dari belakang. Angel sedang kabur menuju balkon restoran karena sudah tidak tahan dengan perbincangan mereka.
Angel mendesah lega ketika ternyata Jungyu yang menemuinya.
“Kak Gyu..”
“Kau bilang mau ke toilet tapi malah kemari”
Angel menundukkan kepalanya “Aku tidak tahan lagi, sepertinya papa dan mama menyukai Yohan”
“Tapi bukankah Yohan sangat keren? Dia sangat terkenal di kalangan anak muda karena dia seorang pewaris keluarga konglomerat, belum lagi wajah tampannya itu”
Angel menggeleng pelan “tapi aku tidak suka” gumamnya.
Jungyu menarik Angel ke dalam pelukannya saat Angel terlihat ingin menangis.
“Sabar lah.. bukankah Fano sudah mulai berkembang pesat bisnisnya? Dia pasti akan datang untukmu”
Angel menggeleng lagi “Aku tidak yakin, dia pasti melupakanku cepat atau lambat, apalagi ada Queenza bersamanya, pasti dia cepat melupakanku”
Jungyu tidak tau harus menjawab bagaimana, karena ucapan Angel ada benarnya juga, pasti mudah bagi Fano melupakan Angel.
“Tapi aku yakin kau nanti pasti bisa lepas dari Yohan, jangan khawatir”
Angel menghapus airmatanya dengan sapu tangan yang dia bawa.
Angel merasa tidak ada yang berjalan baik baginya, di agensi banyak trainee lain atau artis yang sudah debut iri dengan kepopuleran Angel, jadi Angel tidak memiliki teman di agensi. Di sekolah baru Angel juga juga tidak berjalan baik, karena Angel mendapat banyak perhatian, dia juga banyak dijauhi di sekolah.
Belum lagi Angel banyak di serang di internet oleh fans-fans dari artis lain di bawah Royal Ent hanya karena Royal Ent telah memperkenalkan Angel sebagai trainee mereka, katanya Angel terlalu difavoritkan oleh Royal Ent.
Lalu, sekarang orangtua, paman dan bibi Angel terlihat sangat menyukai Yohan sebagai calon tunangan Angel, padahal harusnya mereka tau Angel tidak menginginkan pertunangan ini.
Sapu tangan Angel sudah sangat basah karena Angel tidak bisa berhenti menangis, Jungyu yang melihat itu jadi iba.
Apa yang bisa dia lakukan untuk menghibur adik sepupunya ini?
.
.
__ADS_1