Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Bagaimana menghancurkan rantai?


__ADS_3

.


.


BRUK


Fano menoleh pada Queen yang baru saja menutup pintu kulkas untuk mengambil banyak buah strawberry. Kemudian Queen duduk di sebelah Fano yang sedang sibuk dengan laptopnya.


“Mau?” Queen menawarkan strawberry utuh ke depan mulut Fano, yang segera dimakan oleh Fano, tapi pandangan Fano tidak mau lepas dari laptopnya.


Strawberry dari Korea ukurannya lebih besar dari strawberry lain dan rasanya lebih manis. Karena Fano mendapat banyak strawberry, dia jadi tidak tau diapakan buah sebanyak itu. Queen sudah membuat jus strawberry dan juga memakan strawberrynya langsung.


“Fano..”


“Hmm”


Queen cemberut karena Fano masih saja berkutat dengan laptopnya, padahal ini sudah malam, Fanonya saja sudah memakai piyama siap tidur, Queen juga. Memang tadi Queen memaksa Fano untuk memakai piyama kembaran dengannya, Fano warna biru dan Queen warna pink.


Akhirnya Queen meraih wajah Fano agar menghadap padanya.


“Sebentar, aku ada kerjaan” kata Fano.


“Kerjaan akan selalu ada, ini mumpung lagi berdua aja kita” sahut Queen.


“Terus?” Fano.


Queen melepaskan tangannya pada Fano, dia sudah kesal dengan Fano yang tidak peka, jadi dia memilih pergi dari sana menuju ruang tengah membawa satu mangkuk penuh strawberrynya dan segelas jus strawberry.


Queen mulai menyalakan televisi untuk menonton film.


Fano menghela nafas berat, dia berbohong, ada banyak pekerjaan menunggu. Tapi Queen benar juga, pekerjaan akan selalu ada. Mungkin sudah waktunya Fano istirahat, dia juga lelah karena seharian ini banyak bekerja, otaknya telah terkuras habis.


Fano butuh istirahat atau hiburan.


Tapi hiburan apa?


Fano bukan tipe yang suka pergi ke taman bermain, tapi mungkin jalan-jalan pergi tempat wisata boleh juga. Ada banyak wisata yang belum Fano kunjungi.


Apa boleh buat. Fano menutup laptopnya, menyimpan pekerjaan untuk hari esok. Setelah itu dia menghampiri Queen yang duduk di sofa ruang tengah, memeluknya dari samping lalu berbisik.


“Maaf deh.. aku udah gak kerja, sekarang aku akan memperhatikanmu”


Queen menoleh pada Fano “Beneran?”


“Iya, tadi kamu mau apa?”


Mendadak wajah Queen memerah “Itu.. eum – boleh aku tidur denganmu?”


Fano terkejut mendengarnya “Tidur?”


Queen mengangguk “Iya tidur... boleh kan?”


Fano menggeleng kuat-kuat “Gak boleh Queen, aku dilarang berbuat sejauh it –”


“Ih Fano mikir apaan sih! Cuma tidur doang kok, bukan yang aneh-aneh”


“Oh”


“Kenapa kau terlihat kecewa”


Fano terkekeh lalu menggeleng “Enggak kok”


Kemudian Queen memeluk Fano erat, menempelkan pipinya pada dada kiri Fano agar dia bisa mendengar degup jantung Fano.

__ADS_1


“Aku tau Fano tidak boleh melakukannya, karena ada rantai ini” kata Queen, tangan lentiknya meraih rantai itu lalu mengamatinya.


“Kau bisa melihat dan bahkan memegangnya?” tanya Fano.


Queen mendongak menatap wajah Fano “Iya, aku bisa, kau sendiri tidak bisa melihatnya?”


Fano menggeleng “Aku tidak bisa, aku bahkan mengetahui hal itu dari kalian”


“Ku rasa hanya aku yang bisa menyentuhnya seperti ini, bagaimana jika aku berusaha menghancurkannya?” tanya Queen, jemari lentiknya bermain di sekitar rantai yang berada di leher Fano.


Itu adalah rantai besi, setidaknya terlihat seperti rantai besi. Terlihat sangat kokoh namun transparan. Bahkan saat Queen menggerakkannya, dia dapat mendengar suara gesekan rantai itu.


Kemudian Queen memegang rantai itu dengan dua tangannya, lalu berusaha memutuskannya, tapi rantai itu sangat kuat.


“Sudah Queen, tidak apa... biarkan rantai ini berada di leherku” kata Fano.


“Tapi Fano”


Fano meraih tangan Queen yang ada di lehernya “Tidak apa, aku baik-baik saja dengan rantai ini – maksudku, aku bahkan tidak merasakan apapun”


“Baiklah”


***


Queen memandangi Fano yang sudah tertidur lelap, maklum saja dia pasti sangat lelah setelah banyak bekerja seharian. Queen ingin membantu Fano tidak mau, katanya Queen sudah mengurusi yang di Indonesia, jadi tidak perlu ikut campur dengan yang di Korea.


Sebenarnya Fano mengatakan itu agar Queen tidak ikutan sibuk, Queen juga tau itu.


Fano itu sangat aneh, kepribadiannya bisa saja berubah-ubah. Kadang bisa sangat dingin, kadang juga bisa sangat hangat. Dan menurut Queen, kepribadian yang dingin lah yang mencintainya, sedangkan yang hangat lebih menyukai Angel.


Queen tidak tau Fano sadar atau tidak, dan sepertinya kakeknya tau sesuatu tentang Fano.


Queen kembali mendekat pada Fano, tangannya terulur untuk menyentuh rantai itu lagi. Queen sudah mencoba berbagai cara untuk melepasnya, sekarang Queen jadi berpikir, bagaimana jika rantai terlepas dan nyawa Fano juga ikut terancam?


Tapi kenapa ada rantainya, pasti ada penjelasannya, entah itu masuk akal atau tidak untuk dunia ini.


Queen sudah berusaha menghancurkan kan


rantai itu dengan sihir yang dia punya, dia memiliki sihir es dan cahaya yang menurun dari orangtuanya.


Mungkin ada dari kalian yang belum paham?


Ibu dari Queen, Luna, menurunkan kekuatan sihir tersebut. Namun tentu saja tidak bisa digunakan sembarangan di dunia ini.


Energi sihir Queen cukup bagus, meski tidak sebanyak milik kakaknya, Raja, tapi nyatanya itu tidak dapat menghancurkan rantai aneh di leher Fano.


Menyerah, Queen melepaskan rantai itu, lalu mengecup pipi dan bibir Fano, kemudian beringsut turun dari ranjang.


Ini sudah dini hari, sekitar jam empat, sudah hampir pagi juga.


Ngomong-ngomong dunia lain, Queen malas sekali untuk pergi ke sana. Di dunia itu, ada sebuah kerajaan milik manusia, yang bekerjasama dengan kerajaan milik kakeknya Queen, ayah dari ibunya Queen.


Oh iya, ayah dari ibunya Queen adalah seorang Raja.


Intinya, kerajaan milik manusia itu memiliki seorang putra mahkota yang seumuran dengan Queen. Dia adalah playboy yang suka menggoda perempuan, meski begitu, dia tidak pernah lelah untu mengganggu Queen.


Queen takut dia sampai mengejar di dunia ini.


Apalagi, Hendry, sepupunya atau anak dari salah satu pamannya yang bernama Darko, mengatakan jika pangeran mahkota itu sudah tau dimana Queen berada.


Masalahnya, dia ingin menjadikan Queen ratu di kerajaannya.


Ceritanya rumit, tapi yang pasti Queen tidak mau, apalagi dengan playboy seperti dia.

__ADS_1


Karena itu, Queen berusaha keras agar Fano mencintainya, meski itu dengan mengalah pada Angel. Tapi tidak apa, Queen bersyukur karena Angel adalah gadis yang baik serta lemah lembut. Memang sangat kontras dengan sifat Queen, tapi karena perbedaan itu lah yang membuat Queen lega.


Perbedaan bisa untuk saling melengkapi bukan?


“Queen? Kau sudah bangun?”


Queen yang sedang menyeduh teh untuk ia minum di pagi sebagai kebiasaan, menoleh pada asal suara, terlihat Angel datang dengan Jungyu. Angel terlihat sangat segar, beda dengan Jungyu yang terlihat seperti mayat hidup.


Dari penampilan mereka saja Queen tau jika Jungyu terpaksa mengantar Angel ke tempat ini.


“Angel mau teh? Kak Jungyu bisa tidur lagi, Fano juga sedang tidur” kata Queen, Jungyu mengangguk saja lalu memasuki salah satu kamar.


“Aku mau teh juga, oh iya... aku bawa strawberry shortcake dan juga macaroon, kau mau?” tawar Angel sambil menunjukkan kotak kua yang dia bawa.


“Boleh juga, pas untuk minum teh” kata Queen “Bagaimana dengan pekerjaanmu?” tanya Queen kemudian.


Angel menggeser cangkir teh yang Queen berikan untuknya, menghirup wangi tehnya dulu baru kemudian meminumnya perlahan.


“Semuanya lancar, aku baru syuting untuk beberapa show” kata Angel.


“Syuting music vidionya sudah?” tanya Queen.


“Tentu saja sudah dari sebelum Fano datang kemari, untuk music vidio dan rekaman audio tentu sudah disiapkan jauh-jauh hari, sekaang tinggal untuk syuting promosi dan sebagainya” jelas Angel.


“Pasti sangat melelahkan” kata Queen.


Angel mengangguk “memang, tapi aku senang, aku sangat menyukai pekerjaanku, apalagi jika memikirkan penggemar yang selalu mendukungku – teh apa ini? Rasanya unik”


“Aku membawanya dari tempatku, teh mawar biru” jawab Queen.


Angel mengernyitkan dahinya “Mawar biru? Tapi.. warnanya agak merah”


Queen terkekeh sebentar lalu menjawab “Bunga mawarnya memang biru, tapi tehnya tidak berwarna biru juga, teh ini baik untuk kesehatan dan kecantikan, katanya begitu... tapi aku tidak tau ada efeknya atau tidak, aku menyukainya karena rasanya yang enak saja”


“Mungkin karena kau sudah sehat dan cantik, jadi tidak kelihatan efeknya, tapi aku setuju denganmu, rasanya enak... ngomong-ngomong, semalan hanya kalian berdua yang ada disini?” tanya Angel.


Queen mengangguk “Iya, benar, kami tidur bersama” kata Queen, sambil menunjukkan seringainya pada Angel.


“Aku tau kalian tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh, soalnya Fano tidak bisa”


Queen berdecak kesal, Angel tidak bisa ditipu.


“Tapi, dulu kalian pernah kan? maksudku.. kau bisa tau”


Angel mengangguk “Iya dulu.. Fano marah padaku dan hampir... melakukannya, tapi kemudian aneh sekali, Fano tiba-tiba sakit kepala, aku tidak tega melihatnya sangat kesakitan, jadi setelah itu ku rasa Fano jadi lebib berhati-hati, harusnya kau tau itu kan, kenapa bertanya lagi”


Queen menghela nafs berat “Sebenarnya Angel, Fano seperti itu karena ada rantai di lehernya”


“Rantai?”


Queen mengangguk “Iya, ku rasa karena itu dia tidak bisa berbuat sesuatu yang ‘melanggar’ kau mengerti maksudku kan?”


Angel terlihat berpikir “Jadi begitu ya..”


.


.


.


kalo kalian udah males baca novel ini gpp kok, tinggal cari bacaan lain, dimohon untuk tidak merusuh di kolom komentar ya 😔


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2