Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Menjadi babysitter


__ADS_3

.


.


Hari ini hari sabtu, weekend, yang artinya adalah hari libur.


Fano sudah olah raga, sudah mandi dan sarapan juga pagi ini.. tapi dia malas untuk beraktifitas. Terutama karena dia harus menjalankan misi wajib dari sistem.


Masih ingat misi untuk menjadi babysitter?


Itu dijalankan hari sabtu ini, sistem sudah memberi alamat dan kontak rumah yang harus Fano datangi. Harusnya satu jam lagi, yaitu jam delapan.


Tapi mengurus anak-anak... Fano tidak bisa! Dia canggung dengan anak kecil apalagi mengurusinya. Memangnya ibu mana yang membiarkan anak-anaknya diurusi oleh Fano??


[Berangkat saja kenapa sih? Ini kan misi untukmu, kau tidak takut lagi dengan hukumanya? Mau tau hukumannya apa?]


“Apa?” tanya Fano dengan malas.


[membebaskan diri dari kolam penuh piranha]


Fano segera bagkit duduk dari tidurannya, matanya melotot melihat hukuman apa yang akan dia dapatkan jika tidak menjalani misi.


“Yang benar saja!”


[Makanya pergilah, pakai baju yang sopan, dandan yang tampan]


“Aku sudah tidak perlu dandan sudah tampan!”


[Dasar]


Dengan skill fast change Fano mengubah baju rumahan yang ia kenakan menjadi celana jeans biasa, kaos putih dan kemeja biru. Fano sengaja memakai baju yang biasa saja seperti itu, kan dia mau pergi menjadi babysitter, bukan mau pamer baju mahal.. jadi memakai baju biasa saja sudah cukup baginya.


Fano bercermin dan menatap rambutnya kembali, rambutnya sudah sedikit panjang, tapi rasanya masih belum perlu dipotong, jadi masih oke.


Dengan memakai motor sportnya Fano pergi menuju alamat rumah yang diberitahu sistem, itu adalah alamat perumahan elit yang masih dekat dengan mansion keluarga Raynold dan juga mansion keluarga Verdinand.


Fano heran dengan Bima, padahal punya mansion sebesar itu tapi dia memilih untuk tinggal di apartemen sendirian hanya ditemani seorang butler saja, Fano pikir butler itu pasti dari kelurga Raynold. Verdinand kan memiliki hubungan erat dengan keluarga itu, bisa dibilang Bima masih sepupu jauh dari Queenza.


Mereka memiliki sejarah yang rumit dan keluarganya besar sekali, jadi tidak heran jika kemana-mana akan ada mereka. Mau ke Korea? Ada kok keturunan Raynold disana, Jepang? Disana juga ada kerabatnya.. kalau tidak salah dari keluarga Doma, masih kerabat Raynold. Mau ke China? Apalagi disana, di Shanghai, Hongkong dan Macau ada kerabat Raynold juga.


Eropa? Di Eropa juga ada, meski kebanyakan di London saja... termasuk Verdinand, mereka kan dari London.


Lalu Australia? Itu malah tempatnya Raynold berasal, sama seperti Indonesia.


Jika ingin bebas dari Raynold mungkin harusnya Fano pergi ke Africa atau Canada – ah, tidak juga... di Canada ada juga kerabat Raynold.


Kalau Albert dulu menguasai Eropa, seperti Italy, Spain, France, German, Swiss sampai Turki. Kekuasaan Albert cukup besar, jadi sebenarnya Albert bukankah menantu yang memalukan, akan tetapi dia sangat kejam saja.


Tapi sekarang Albert sudah tidak ada, adanya hanya Fano yang baru.


Fano berpikir dirinya juga sudah tidak seperti Albert yang dulu, mungkin lingkungan juga mempengaruhinya, karena teman-temannya adalah anak-anak yang baik.

__ADS_1


Fano sampai di depan gerbang rumah besar, seorang satpam datang mendekat menanyai keperluan Fano, setelah Fano menjawab apa adanya, satpam mempersilahkan Fano untuk masuk.


Setelah memarkirkan motornya di tempat yang aman, Fano segera berjalan cepat menuju pintu rumah besar itu, memencet bel pintu dan menunggu pintu dibukakan.


Fano terbengong melihat seorang maid membukakan pintu, masalahnya adalah itu seragam maid keluarga Raynold, tidak mungkin Fano salah mengenali.


Maid itu juga cantik dan terlihat sempurna, terlihat seperti keturunan campuran dengan rambut kecoklatan dan mata hijau.


Tidak salah lagi.


“Silahkan masuk tuan, silahkan duduk, saya akan memanggilkan nyonya” setelah itu maid kembali masuk ke dalam rumah.


“Sistem, ini rumah siapa? Jangan bilang aku harus mengurusi anak Raynold!” bisik Fano kesal.


[Uh.. sudah bukan Raynold kok]


“Maksudmu?”


[Kau tau, ada Raynold yang memilih merubah marga menjadi marga ibunya untuk mewarisi semua harta kakeknya]


Fano berpikir keras siapa gerangan yang dimaksud sistemnya, masalahnya anaknya Raynold juga banyak.


Belum juga Fano mendapat pencerahan nyonya rumah datang bersama maid yang membawakan teh dan camilan.


“Kamu Farelino yang akan menjadi babysitter anakku?” tanya seorang wanita cantik berambut pirang dan bermata emas, dia terlihat seperti wanita yang baru berumur 20 tahunan, tapi sepertinya Fano mengenal wanita ini... tapi dimana?


“Aku menerimamu karena namamu mirip dengan nama kakakku! Hehe, kau juga sangat tampan dan aku melihat kau siswa yang mendapat beasiswa kan? hebat sekali!” lanjut wanita itu.


“Hahaha, aku ini sudah berumur 40 tahunan lho, hehe apa aku masih kelihatan sangat muda? Oh iya, namaku Fellicia, panggil saja tante Felly. Aku membutuhkan seseorang untuk menjaga putriku, dia sebenarnya sudah besar, dia juga tidak memiliki keterbelakangan mental kok.. hanya saja – gimana ya bilangnya? Pokoknya putriku itu sangat aktif, dia juga sangat polos, dia tidak bisa ditinggal sendirian, dia masih butuh bimbingan dari seorang kakak.. kau mau menjaga putriku kan?”


Fano mengangguk saja untuk menjawabnya, karena dia masih shock. Tentu saja Fano tau semua keturunan Raynold, karena dia kan menantu keluarga Raynold. Dia juga tau Felicia, dia adalah adik yang diadopsi oleh keluarga Raynold, bisa dibilang adik dari ayahnya Queen, Lino.


Dulunya seperti itu, tapi sejak adik kandung Lino dari ibu yang berbeda menyukai Felicia, Felicia sudah bukan lagi adik adopsi.


Jadi intinya tidak salah lagi, rumah yang Fano kunjungi adalah rumah dari salah satu putra Raynold, adik kembar dari istrinya Albert, namanya Roi. Itu artinya Roi mengubah nama belakangnya untuk meneruskan keluarga ibunya yang tidak memiliki ahli waris, yaitu keluarga Samudra.


Keluarga Samudra memiliki bisnis hotel, resort dan penginapan terbaik. Sekarang sih sudah menjadi bagian The Royal Group, tapi tetap berdiri sendiri... hampir sama dengan Royal Ent atau Graham Group.


Apa kalian mengerti? Kalau tidak mengerti tidak apa, Fano juga pusing memikirkan silsilah mereka serta perusahaannya. Semua sambung menyambung menjadi satu seperti kepulauan Indonesia.


[Garing]


‘Oke, maaf’


“Bagimana nak Fano?” tanya Felly lagi.


“Tentu saja tante, saya bisa..” jawab Fano. Bagaimana mungkin Fano bisa menolak? Ini seperti menjaga keponakan bukan? Mengingat anak mereka harusnya keponakan Albert.


Eh, tapi Fano tidak ada hubungannya dengan mereka sih, sama sekali.


Tapi anggap saja keponakan karena masih kecil.

__ADS_1


Itu yang Fano pikirkan sampai kemudian Felly mengajak Fano ke kamar putrinya untuk melihat putrinya langsung.


“Abel! Mama membawakan kakak baru untukmu, dia akan menjagamu selama mama pergi” Felly membuka pintu kamar putrinya.


Fano bisa melihat bagaimana kamar yang sangat luas tersebut penuh dengan warna pink, lylac, dan ungu. Semuanya serba gemerlap, banyak boneka-boneka lucu tertata rapih dan indah.


Seorang gadis cantik jelita muncul, masih mengenakan gaun tidur pendek, untungnya tidak transparan. Dia terlihat lucu dengan bando telinga kucing sambil memegangi boneka hamster.


Ini gawat!


Bagaimana mungkin Fano menjaga anak gadis secantik dan seseksi – tunggu! Fano kau harus tenang... dia keponakanmu!


Tapi tidak! Fano tidak berhubungan sama sekali dengan keluarga ini, jadi bukan keponakan!


[Hentikan pikiran kotormu!]


“Hallo kakak ganteng!” gadis cantik yang dipanggil Abel tersebut lompat-lompat dan terlihat sangat bahagia melihat Fano, kemudian dia memeluk Fano erat.


“Namaku Arabelle, kakak siapa?” tanya Abel.


“Nama kakak Farelino, panggil aja Fano” jawab Fano, dia sudah berusaha untuk berpikiran positif dan bersih.


“Mama! Namanya kayak nama om Lino!” kata Abel


“Benar.. tapi beda juga sih, kakak ini Farelino, terus om Lino kan Marcelino” kata Felly


“Iya sama aja!” bantah Abel.


“Nak Fano yang sabar ya sama Abel, kalo ada apa-apa bisa hubungi saya... kalian boleh jalan-jalan asal tujuannya jelas, jika nak Fano ingin menculik putri saya, saya bisa dengan mudah menemukan kalian, jadi jangan macam -macam” kata Felly


“Tante Felly jangan khawatir, untuk apa juga saya menculik Abel”


“Bagus kalau begitu, Abel sayang.. mama tinggal ya, kamu baik-baik sama kak Fano, jangan buat kak Fano repot ya, mengerti?”


Abel mengangguk senang “Mengerti!”


Felly kemudian mengecup pipi putrinya “Mama tinggal dulu ya sayang... oh iya Fano, disini memang ada maid dan butler, tapi mereka memiliki tugas masing-masing, tidak bisa menjaga Abel.. saya juga ingin Abel punya teman, karena itu lebih memilih babysitter yang masih remaja. Abel masih umur 14 tahunan.. tapi pikiran dan kelakuannya masih bocah, jadi mohon dimaklumi ya”


Setelah itu mamanya Abel pun pergi meninggal kan mereka.


Mana mungkin Fano berani macam-macam?


Bisa habis dia jika berurusan dengan Raynold, lalu sitemnya juga akan menghukumnya.


Lalu sekarang Fano harus bagaimana?


“Kak Fano ayo main!”


.


.

__ADS_1


__ADS_2