
.
.
Fano, Andy dan Haikal sampai di depan rumah Angel. Karena Angel belum bisa dihubungi, jadi Fano sangat khawatir. Mungkin saja kan Angel sakit atau ada hal yang tidak diinginkan terjadi.
“Kenapa rumahnya sepi banget gini?” tanya Haikal.
Seorang penjaga rumah mendatangi Fano dan kedua temannya “Maaf Den, mau cari siapa ya? Tuan, nyonya dan nona sedang pergi” kata pria itu.
“Boleh saya tau mereka pergi kemana ya?” tanya Fano, perasaannya sudah tidak enak, seperti ada hal yang janggal terjadi.
“Tuan dan nyonya mengantarkan non Angel pergi ke Korea, non Angel akan tinggal disana”
Perasaan Fano hancur mendengarnya, dia tau Angel akan kesana cepat atau lambat, tapi kenapa harus mendadak? Terlebih, tidak pamit dulu pada yang lain.
“Kenapa dia tidak mengatakan apapun pada kita? Langsung pergi saja” kata Andy.
“Coba berpikir positif saja, mungkin perginya memang sangat mendadak, jadi dia tidak sempat pamit” sahut Haikal.
“Sudahlah, kita pulang saja” Fano mengenakan
helmnya kembali.
“Fano, kau bak-baik saja?” tanya Andy.
Fano mengangguk, dia tidak mengatakan apapun, hanya langsung menyalakan motornya dan pergi.
Andy dan Haikal yang khawatir dengan Fano terus mengikutinya sampai dia masuk kawasan apartemen, baru setelahnya mereka pulang. Mereka tidak bisa menemani Fano, karena mereka pikir Fano juga butuh waktu untuk sendiri.
Saat Fano sampai di apartemennya, tidak seperti biasanya yang ramai banyak teman-temannya. Kini sepi, tidak ada siapapun.
BRAK
Fano melempar helmnya ke sembarang arah, untungnya helm itu tahan banting, mungkin hanya tergores sedikit.
[Tenangkan dirimu]
“Aku tidak bisa, harusnya aku membunuh mereka semua! Lagipula mereka tidak berguna! Mereka masih bisa lolos jika membayar denda, kalau dipenjara juga beberapa tahun lagi bisa keluar, setelah itu mereka berbuat onar lagi”
[Tapi membunuh mereka bukan tugasmu, jika kau melakukannya untuk apa semua ini? Kau hidup lagi untuk apa?]
Fano merosot hingga terduduk di lantai kamarnya, punggungnya bersandar di tembok, jemarinya bergerak untuk mengacak-acak rambutnya.
“Lalu aku harus bagaimana? Diam saja?”
[Selamat! Anda telah menyelesaikan misi! Anda mendapatkan saham Deline Jewelry dan hadiah misterus, anda bisa memeriksanya di kotak penyimpanan]
Fano sebenarnya tidak terlalu mood mendapatkan hadiah apapun, tapi jarinya bergerak sendiri untuk memeriksa kotak penyimpanan. Dia menyentuh gambar peti harta karun, gambar peti itu membesar kemudian membuka.
[Selamat! Anda mendapatkan sebuah bangunan di jl.xxxx no.x]
Fano memeriksa sertifikat yang keluar, bangunan yang dimaksud adalah bangunan yang berada di jalan yang strategis dan selalu ramai pengunjung. Jika dijual harganya bisa mencapai ratusan miliar karena tempat itu selalu menjadi incaran para pebisnis. Tingkat keamanan di jalan tersebut juga telah diperketat.
Kemudian Fano mengeluarkan ponselnya, menekan nomor kontak dengan nama ‘Queen’ dan menelfonnya.
“Fano? Kau dimana? Aku sedang mencari toko yang bagus, tapi ternyata tokonya sudah terjual”
“Tidak perlu, aku sudah mendapatkan tempat yang bagus untuk toko kita, letaknya juga tidak jauh dari gedung kantor”
__ADS_1
Queen di sebrang sana terdiam sejenak, dia mungkin sadar jika suara Fano tidak seperti biasanya.
“Fano, kau baik-baik saja? Kau ada di apartemen kan? aku akan kesana”
“Tidak perlu..”
“Suaramu mengatakan sebaliknya, aku tutup”
Telfon itu terputus begitu saja, Fano melempar ponsel itu, tidak terlalu keras juga, jadi hanya tergeletak di lantai.
Beberapa menit Fano hanya terdiam seperti itu, pikirannya buntu dan hanya dipenuhi amarah dan kesedihan saja, juga kekecewaan.
Dia tidak pernah berpikir jika Angel bisa membuatnya kecewa, Fano juga tidak tau mengapa dia merasa seperti ini. Padahal dia juga mengerti keadaan Angel, bisa saja Angel dipaksa untuk segera pergi.
Tapi paling tidak Angel pamit padanya.
Tidak seperti ini..
Fano kembali memungut ponselnya, mencari informasi apapun yang ada di internet.
Ketemu!
Internet sedang dihebohkan oleh salah satu idol terkenal yang sedang menjemput seseorang di bandara. Itu adalah Dojun, fotonya tersebar dimana-mana.
Dan foto yang paling menonjol adalah foto Dojun bersama dengan Angel. Di foto itu Dojun terlihat tersenyum pada Angel, Angel juga terlihat bahagia bertemu dengan Dojun.
Banyak yang bertanya-tanya siapa Angel bagi Dojun.
Karena Angel juga terkenal akhir-akhir ini, semua orang dengan cepat menemukan informasi jika Angel adalah selebriti di instagram dengan pengikut sebanyak 4 juta orang. Mereka juga mengenali Angel sebagai model di produk kecantikan milik Fano, Flouby. Angel juga pernah muncul di majalah bersama teman-teman yang lain setelah memenangkan pertandingan game.
Jadi banyak menyimpulkan sembarangan, seperti mereka pikir Angel adalah kekasih Dojun. Ada pula yang memiliki kesimpulan lebih waras, yaitu Angel adalah calon idol yang akan memasuki agensi besar Royal Ent.
Karena dalam berita lain disebutkan jika Dojun menjemput paman dan sepupunya, Lino dan Kaisar di bandara.
Entah mengapa netizen malah hanya terpaku dengan Angel dan Dojun saja.
PRAK
Fano yang terlanjur kesal melempar ponselnya, kini ponsel itu hancur menjadi beberapa bagian.
“Fano!”
Fano terkejut karena Queen tiba-tiba sudah berada di apartemennya, membuka kamarnya.
Apa Queen memiliki kunci apartemennya? Atau dia tau password apartemennya. Tapi mungkin saja Queen mendapatkannya dari Yoshi atau Dave, dua bocah itu mudah saja memberitahu pada Queen. Seharusnya tidak terlalu mengejutkan.
Queen menatap ponsel Fano yang sudah menjadi beberapa bagian, Queen mengambilnya lalu meletakkannya di atas meja kecil yang ada di kamar tersebut.
Kemudian Queen berjongkok di depan Fano, mengangkat dagu Fano dengan jemari lentiknya.
“Kau kenapa? Patah hati?” tanya Queen, dia mengatakan itu sambil menyeringai, seakan keadaan Fano sekarang membuatnya puas.
Fano menyingkirkan jemari lentik Queen dari dagunya.
“Bukan urusanmu!”
“Ayolah Fano, dia yang pergi tidak boleh mempengaruhimu, kau harus tetap bangkit karena banyak yang harus kau kerjakan, iya kan?”
Fano tau Queen benar, dia mungkin terlalu kekanakan karena emosi remaja dalam tubuh Fano banyak mempengaruhi kejiwaannya juga. Sejak berada dalam tubuh baru, jiwa dewasa Albert terganti dengan jiwa labil kekanakan khas remajanya Fano yang asli.
__ADS_1
Tidak heran jika dia sangat sedih hanya karena hal sepele.
Padahal Fano punya banyak uang, pergi ke negara lain bukanlah hal yang sulit baginya, kalau mau sering kesana juga bisa.
Benar... ini bukanlah hal yang besar.
Bukan perpisahan juga.
“Kau benar... aku tidak boleh seperti ini”
Queen tersenyum mendengarnya “Itu bagus, ayo berdiri, kau mau makan apa? Aku akan memasakkan sesuatu untukmu”
“Seafood”
***
Angel menatap ke sekeliling, apartemen barunya. Itu adalah hadiah dari paman Subin dan Dojun. Apartemen mewah yang memiliki pemandangan sungai Han yang terkenal. Apartemen ini biasanya dimiliki oleh orang-orang kelas atas atau selebriti, Dojun juga memiliki apartemen disini, begitupun dengan keluarga Raynold.
“Huwah! Keren banget apartemennya, kau beruntung sekali Angel”
Angel menoleh pada kakak sepupunya yang tadi ikut menjemputnya di bandara, Park Jungyu, anak dari kakak ibunya Angel. Jungyu yang akan membantu Angel selama berada di negara ini, Jungyu juga akan tinggal disini dengan Angel.
Beruntung karena universitas Jungyu dekat dengan apartemen Angel. Jungyu laki-laki ya... jadi dia bisa sekalian menjaga Angel.
“Kak Gyu suka dengan apartemen ini?” tanya Angel, dia tersenyum melihat Jungyu yang begitu bersemangat melihat pemandangan indah di luar jendela.
Jungyu berbalik pada Angel lalu ikut duduk di atas ranjang dengan Angel.
“Tentu saja aku suka! Apa kau tidak suka? Aku lihat dari tadi kau cemberut terus, kenapa sih?”
Angel menundukkan kepalanya lalu menggeleng pelan “Aku baik-baik saja”
“Kau pikir aku sepupu yang kurang peka atau gimana? Aku tau kau tidak sedang baik-baik saja, kau cemberut terus ku lihat dari bandara, kau tidak bersemangat sama sekali”
Angel menggeleng lagi “Aku hanya lelah kak”
Jungyu meraih kedua bahu Angel agar Angel menatapnya “Angel.. aku sudah menganggapmu adikku sendiri, kita sepupu juga.. jangan sembunyikan apapun dariku, ya?”
Mendengar itu pertahanan Angel runtuh, dia memeluk Jungyu lalu menangis. Jungyu yang belum mengerti masalah Angel hanya mengusap punggungnya agar adik sepupunya bisa tenang.
“Sebenarnya aku... hiks – belum mau berangkat, tapi.. hiks mama dan papa ingin mempercepat semuanya, aku bahkan tidak boleh menghubungi teman-temanku..”
“Kalau begitu hubungi sekarang saja?”
Angel menggeleng lagi “Kaisar mengawasiku.. aku takut, aku dilarang menghubungi siapa pun sekarang, bahkan aku diminta untuk menonaktifkan akun media sosialku, tapi untungnya itu tidak jadi dilakukan”
“Kalau begitu, biar aku yang menghubungi mereka, bagaimana?”
Angel mendongak menatap kakak sepupunya “Kak Gyu bisa melakukannya?”
Jungyu tersenyum “Tentu saja, aku tidak terikat apapun, aku akan melakukannya diam-diam, okay?”
Angel tersenyum lalu mengangguk.
“Gitu dong senyum... aku gak suka liat adikku sedih, hatiku ikut sakit” Jungyu menghapus airmata Angel dengan lengan bajunya.
“Mulai sekarang aku akan menjagamu disini, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu” kata Jungyu.
.
__ADS_1
.