
.
.
Hari semakin larut, langit sore mulai menggelap. Berkali-kali Kaisar menghela nafas berat, disaat yang lain makan-makan sambil bercanda, dia duduk di bangku yang ada di bawah pohon. Itu adalah bangku kayu untuk beristirahat.
Dari tempatnya duduk, Kaisar bisa melihat istrinya, Fano dan Queen sedang makan. Fano yang belum pernah memakan daging berung takut sekali pada awalnya, namun setelah merasakannya, dia mulai terbiasa.
Di dunia ini beberapa hewan buruan bisa dimakan, bahkan daging serigala bertanduk juga, asal tidak beracun mereka memakannya. Yang tidak bisa dimakan hanyalah wyvern, salamander, naga ... daging mereka memiliki racun, jadi tidak bisa sembarangan.
Disaat Kaisar sibuk melamun, tiba-tiba dia merasakan bulu-bulu halus menyentuh kakinya, Kaisar menunduk untuk melihat apa yang – oh!
Kaisar mengulurkan tangannya untuk mengambil anak harimau putih yang ditemukan Fano di dalam hutan sendirian. Anak harimau itu sepertinya menyukai Kaisar, memang tadi Kaisar yang memberinya makanan segera setelah Fano tertidur karena kelelahan. Selain daging, dia juga memberi anak harimau minum susu, walau susunya adalah susu sapi.
Kaisar memeluk dan membelai bulu-bulu halusnya.
Harimau putih jenis itu sangat langka terutama di Fleurazia, atau di sekitar wilayah Clouteria. Mungkin kalian bingung, Clouteria itu seperti benua jika di bumi, merupakan wilayah diatas awan. Negara-negara yang ada diatas awan itu ada Devirtia (kerajaan iblis sebagian ada di Clouteria), lalu Skeria (kerajaan peri), kemudian Fleurazia (kerajaan peri bunga), oh iya, Floutessia juga ada di Clouteria, namun Floutessia lebih terpencil dan dilindungi.
Sangat aneh melihat harimau putih selain di Landearth, itu juga seperti benua, merupakan wilayah dengan tanah dan rerumputan. Oke, aku jelaskan dulu. Wilayah Ardez terbagi-bagi menjadi beberapa benua, mungkin tidak sebanyak di bumi. Ada Clouteria (wilayah atas awan), lalu Landearth (wilayah tanah), kemudian Hydraqua (Lautan), dan Frazeice (wilayah salju/es).
Khusus Frazeice, wilayah itu tidak banyak yang bisa dihuni, jadi hanya ada satu kerajaan saja disana, yaitu Frazeice. Meski begitu, makhluk yang menghuni cukup beragam, asal dapat beradaptasi dengan baik di wilayah dingin itu, mereka akan selalu diterima.
“Kira-kira siapa yang membawamu kemari?” gumam Kaisar, kasihan sekali, harimau itu masih kecil, masih butuh induknya. Jika kecil seperti ini jadi mirip kucing.
Fano memang aneh, bisa menemukan hal-hal yang seharusnya tidak dia temukan.
PUK
Kaisar mendongak, menatap Felix yang baru datang menghampirinya “Grandpa?”
Felix duduk di sebelah Kaisar, kemudian bertanya “Kau baik-baik saja?”
“Aku? Aku baik, Grandpa.”
Felix menoleh menatap Kaisar “Sungguh? Jika kau baik kenapa menyendiri disini? Kau bisa menceritakan apapun padaku, meski aku tidak bisa membantu, paling tidak kau bisa merasa lega, iya kan?”
Kaisar menghela nafas berat lagi “Aku hanya merenungkan apa yang telah ku lakukan, ku pikir, aku tidak akan pernah baik dimata Fano, dia tidak menyukaiku” kata Kaisar.
Felix tersenyum, lalu menepuk bahu Kaisar “Tidak seperti itu, apa kau ingat dulu saat kau masih remaja, ayahmu juga keras padamu kan? kalian itu mirip, maksudku, kalian sama-sama keras, tidak mau mengalah dan keras kepala, waktu itu aku sangat mengkhawatirkan kalian berdua. Namun setelah aku meminta kalian menghabiskan waktu berdua, bukankah kalian sudah mulai membaik.
__ADS_1
Ku rasa Fano juga seperti itu, tidak mungkin dia menerima mu secepat itu, dia itu baru saja dewasa, eum – dewasa muda? Dia masih kekanakan dan keras kepala, meski dia reinkarnasi dan pernah hidup sebelumnya, namun jiwa Fano yang asli masih ada disana, dia masih remaja seperti biasanya, banyak penasaran dengan berbagai hal, keras kepala juga, semuanya butuh waktu.” Kata Felix.
“Eum – jadi, Fano itu dua orang?” tanya Kaisar, Felix terkekeh mendengarnya lalu mengangguk “Iya, bisa dibilang begitu, namun sekarang kepribadiannya ku rasa sudah menyatu dengan baik, apa kau bisa membayangkan betapa sulitnya membuat dua kepribadian yang berbeda ada di satu tubuh?”
Kaisar kembali menoleh pada Fano, dia masih murung, meski bibirnya menarik sebuah senyuman kecil.
“Apa kau ingin dekat dengan Fano?” tanya Felix, Kaisar mengangguk pelan.
“Kalau begitu, cobalah mendekatinya, buktinya sekarang Fano sudah dekat dengan Raja, dulu kan mereka sering bertengkar.”
Kaisar kembali menghela nafas, katanya jika menghela nafas kebahagiaanmu akan berkurang, tapi Kaisar tidak peduli.
“Tapi, apa yang harus ku lakukan?” tanya Kaisar.
Felix terlihat berpikir, dia juga tidak tau bagaimana cara menakhlukkan Fano, kemudian dia mengedikkan bahunya “Entahlah, coba tanya pada kedua adikmu, atau Lylac, dia yang paling tau tentang Fano. Tapi seingatku dulu Albert suka berburu, Reina bilang dia juga suka makan terutama sayur-sayuran, juga suka buah-buahan, dia sangat pendiam, tapi kadang juga paling ramai jika ada disekitar orang-orang terdekatnya, dia juga sangat jujur dalam berpendapat, malah kadang pendapatnya yang sangat jujur menyakiti orang lain, aku tidak terlalu ingat. Tapi, bisa jadi Fano sekarang sudah berubah, kalau Fano yang asli aku tidak tau seperti apa” kata Felix.
“Aku akan mencoba mendekatinya” kata Kaisar.
Kemudian terdengar suara ribut-ribut di sekitar tempat Fano, rupanya dia bertengkar lagi dengan Dojun. Kaisar tidak tau apa yang terjadi, namun saat dia melihat, Fano sudah meraih kerah Dojun dan siap untuk memukulnya.
Jadi, Kaisar buru-buru berteriak menghentikan Fano “FANO!! Berhenti!!”
Mendengar teriakan Kaisar, Fano melepas Dojun dan mendorongnya menjauh, hingga Dojun hampir jatuh jika saja tidak ditangkap Peter.
“Siapa Devon?” Fano.
“Oh, maksudku, Dojun, nama aslinya, Devon” jawab Kaisar.
“Apa kau tau apa yang sebenarnya terjadi? Dia yang mencari gara-gara denganku duluan, tapi kenapa kau hanya marah padaku? Aku tau kau tidak menyukaiku, tapi –” Fano menghentikan ucapannya, menarik nafas dalam-dalam berusaha untuk menenangkan dirinya, padahal dia sudah tidak lelah, dia merasa sudah segar saat ini. Namun, kenapa dia masih mudah tersulut emosi?
“Fano –” Kaisar ingin menyentuh bahu Fano, namun Fano segera menepisnya “Aku ingin pulang, Lylac, bawa aku pulang” pinta Fano.
Lylac maju kemudian menyeret Fano pergi dari sana, dalam sekejap, mereka sudah sampai di kamar Fano yang ada di mansion besar di Seoul, Korea.
“Fano, tenangkan dirimu, kau kenapa sih?” tanya Lylac, bahkan Lylac yang biasanya bisa merasakan perasaan Fano, dia tidak mengerti dengan Fano. Lylac bisa merasakan sebuah kesedihan dan amarah, namun masih tidak mengerti itu apa.
Fano duduk di tepi ranjangnya, masih diam dan berusaha untuk menenangkan dirinya “Apa aku terlalu kekanakan menurutmu? Apa aku – seperti anak kecil merengek tidak jelas? Aku juga tidak tau kenapa aku marah –” Fano menghentikan ucapannya saat tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.
Terlihat Yoshi yang terlihat sangat lelah, mungkin dia baru selesai bekerja “Oh, kalian sudah pulang? Sudah makan malam?” tanya Yoshi, kemudian dia mendekati Fano dan Lylac.
__ADS_1
“Kalian kenapa? Apa ada yang ku lewatkan?” tanya Yoshi, lalu dia berjongkok di depan Fano, agar bisa melihat wajah Fano dengan jelas “Fano?”
“Yoshi ... aku – aku tidak tau kenapa” kata Fano.
“Kau bisa bercerita, jangan pendam sendiri” ucap Yoshi, baru kali ini Yoshi melihat Fano semurung ini, biasanya Fano tidak seperti ini, malah yang sering, Yoshi lah yang dihibur oleh Fano.
“Aku akan ke dapur membuatkan teh untuk Fano” kata Lylac.
“Buatkan aku juga dong!” pinta Yoshi.
“Baiklah! Kau tenangkan dan hibur Fano dulu”kata Lylac, kemudian dia pergi dari kamar Fano.
Yoshi duduk di sebelah Fano, lalu merangkul bahunya “Fano, katakan apa yang terjadi” pinta Yoshi.
“Aku bertengkar dengan Dojun, dia selalu mencari gara-gara denganku, lalu ... lalu Kaisar datang dan membentak ku, aku juga tidak tau kenapa, tapi aku langsung tersulut emosi” kata Fano.
“Oh, Dojun lagi? Apa yang dia katakan padamu?”
“Dia bilang dia akan menjadi pemeran utama pria, menjadikan Angel pemeran utama wanita apapun yang terjadi, lalu dia juga menyinggung masalah adegan kissing yang sangat banyak di dalam drama itu, aku tidak mau mudah tersulut emosi dan langsung marah, tapi – tapi Dojun sangat menyebalkan” kata Fano.
“Jadi dia yang memaksa Angel untuk ikut casting? Dia itu kenapa sih? Aku jadi ingin memukulnya” sahut Yoshi.
“Aku juga hampir meninju mukanya, namun Kaisar menghentikan ku” kata Fano.
“Ah, tentu saja dia menghentikan mu, dia kan kakak kesayangan Dojun, tentu saja dia membela Dojun” sahut Yoshi.
“Jadi, Kaisar lebih menyukai Dojun?” tanya Fano.
Yoshi mengedikkan bahunya “Yah, yang aku lihat sih begitu, lagipula, mereka kan sepupu, kata Abel, Kaisar lebih dekat dengan Dojun diantara sepupu yang lain.”
Ah, jadi begitu.
“Tumben sekali kau seperti ini Fano, apa aku kelelahan? Aku akan memelukmu agar kau merasa lebih baik” lalu Yoshi memeluk Fano dari samping, namun Yoshi malah jadi heran, Fano tidak bergerak untuk menghentikannya seperti biasa.
“Fano?” panggil Yoshi.
Namun, Fano hanya diam.
Yoshi pikir, memang ada yang aneh dengan Fano. Apa yang harus Yoshi lakukan untuk menghibur Fano?
__ADS_1
.
.