
.
.
Seperti yang sudah Fano pikirkan sebelumnya, dia dan Angel akan jadi perhatian, terutama Angel. Dia sudah selesai berganti kostum dengan kostum maid terbaik yang untuk sekali sewa harganya tidak main-main. Fano yang membayarkan sewanya, dia hanya ingin melihat Angel memakai kostum maid seperti dalam bayangannya, dan dia tidak menyesal telah membayar uang sebanyak itu. Yah.. tidak banyak sih sebenarnya, jika dibandingkan dengan koin dan rupiah yang Fano miliki saat ini.
Karena ini pertandingan resmi, ada beberapa media yang datang untuk meliput, mereka banyak sekali memotret Angel dan Fano. Fano dan teman-temannya juga diwawancarai sebentar, mereka juga langsung bisa mengenali Dave, si pemula yang langsung memenangkan lomba juara satu beberapa waktu lalu.
Dengan ini kelompok Fano jadi makin populer, ada yang sudah berharap tinggi jika mereka akan menang, ada pula kelompok lain yang merasa lebih pro malah menghina mereka. Mereka pikir Fano dan teman-temannya hanya modal tampang dan ketenaran saja, Fano dan teman-temannya tidak akan bisa memenangkan apapun dalam kompetisi ini.
Indra dan kawan-kawannya juga semakin mengompori tim yang merasa pro itu dengan ikut meremehkan tim Fano. Mereka juga menghina Andy yang lebih memilih bersama tim Fano.
Fano bisa melihat mereka kesal karena Andy berada di timnya, padahal Fano mengajak Andy kan karena selain Yoshi dan Dave, hanya Andy yang bisa dia ajak.. eh, ternyata Andy pemain yang cukup pro juga. Mana Fano tau jika dulu Indra dan kawan-kawan pernah meraih juara dua dan tiga bersama dengan Andy.
Suasana dalam pertandingan jadi agak ricuh.
Pertandingan dimulai, tim Fano ada Andy, Dave dan Angel... tim mereka ini tim yang paling sedikit. Tim yang lain berpikir pasti mudah mengalahkan mereka.
Sementara itu Yoshi hanya menonton dari pinggir sambil memakan takoyakinya dan menyemangati mereka bersama supporter Fano dan Angel, entah mengapa tiba-tiba banyak orang yang bersorak mendukung tim Fano. Fano curiga mereka itu pengikutnya dan Angel di medsos.
“MINA-SAN GANBATTE NE!!!” teriak Yoshi, yang kemudian diikuti yang lain.
Mereka sekarang fokus pada pertandingan.
Hampir semua tim yang lain bergerak menargetkan tim Fano, Angel bersembunyi karena takut, sementara Fano terus saja maju menembak semua musuh yang mendekat padanya tanpa ampun. Andy dan Dave juga menembak semuanya, tapi mereka juga bersembunyi.
Herannya meski Fano tidak bersembunyi sama sekali tidak ada yang bisa menyerangnya, seakan dia memiliki keberuntungan tingkat dewa. Fano mencari semua anggota Indra dan menembak habis semuanya, mereka langsung kalah begitu saja.
“Hoi Gendut jangan sembunyi, ada yang menyerangmu tembak mereka” kata Andy
“Aku tidak gendut sekarang! Dan aku memang akan menembak mereka jangan berisik” sahut Angel
“Kak Fano ambil perlengkapan mereka juga dan jangan dibiarin gitu aja” Dave
“Tapi aku gak butuh – baiklah” Fano
Beberapa tim telah kalah dan tersingkir, kini tinggal tim Fano dan tim yang telah berkali-kali memenangkan pertandingan, tim yang mengaku pro dan sempat mengejek Fano dan teman-temannya.
“Ku rasa mereka hanya mengincarku dan Fano, Angel dan Dave sembunyi lalu diam-diam tembak mereka, jangan sampai kehadiran kalian terdeteksi oleh mereka” bisik Andy.
Fano tersenyum mendengar intruksi Andy, sepertinya dia sudah larut dalam permainan, Fano hanya membiarkannya memberi intruksi seakan dia ketua di kelompok ini, tidak apa.. Fano memang berniat menyerahkan semua pada Andy atau Dave.
Selama bermain skill pemain Fano terus bertambah, dari yang semula level tiga kini tiba-tiba saja sudah level lima.
Fano dan Andy membiarkan mereka terkepung, tapi kemudian Angel dan Dave muncul untuk menembak semua musuh.
Dengan ini mereka memenangkan pertandingan.
“Ternyata ini permainan yang sangat sederhana” kata Fano, tiga anggotanya menoleh pada Fano, agak tidak percaya Fano menyebutnya sederhana.
“Hampir semuanya ditembak sama Fano, aku saja hanya lima” kata Angel
“Karena kau bersembunyi terus” Andy
__ADS_1
“Kan aku tidak boleh tertangkap” Angel
“Aku tidak percaya kita menang” Dave
Suasana sedang ricuh karena tim Fano menang, Yoshi dan supporter mereka bersorak bahagia.
[Selamat! Anda naik level 4! Beberapa barang di toko telah dibuka, anda juga menerima hadiah kejutan, silahkan dibuka di penyimpanan]
Tiba-tiba sistemnya sudah naik level saja, mungkin karena banyak orang yang bahagia kali ini.
[Misi penting telah berhasil! 10 wanita telah berbahagia dan lebih percaya diri, hadiah berupa saham Redpeach akan segera dikirim]
Misi dengan bathbomb juga telah berhasil.
Tinggal misi penting dengan para preman ini, ternyata belum selesai, Fano harus bagaimana lagi? Tidak mungkin Fano harus menghajar mereka satu-satu kan? tidakkah cukup mereka terkalahkan di pertandingan ini?
[Kau melupakan preman yang biasa mengganggu Fano dan Yoshi di ujung gang]
Preman ujung gang?
Sebuah ingatan terlintas dalam otak Fano, saat uang lima puluh ribu terakhir yang ia miliki direbut oleh preman jalanan, biasa nongkrong di ujung gang sekolah, mereka suka mengganggu anak-anak di sekolah Fano juga, termasuk Yoshi dan beberapa anak lain yang biasa pulang-pergi berjalan kaki.
Fano pikir, dia akan membalas mereka besok saja. Fano tidak akan memaafkan mereka yang pernah membuat Fano yang asli kelaparan beberapa hari, belum lagi dia harus pulang berjalan kaki ke rumah pamannya yang agak jauh dari sekolah.
Sampah masyarakat seperti mereka lebih buruk dari hama, harus diberi pelajaran lalu disingkirkan.
Sebelum acara penyerahan hadiah, mereka keliling tempat itu dulu untuk mencari jajanan, tidak lupa mereka membeli boba, kali ini Fano ingin rasa matcha lagi, entah mengapa dia sedang menginginkan rasa matcha. Mungkin itu karma karena dia sudah mengatakan matcha rasa rumput beberapa hari lalu.
Seorang wanita cantik mendatangi Fano dan teman-temannya yang baru saja selesai membeli boba.
Wanita itu memberi sebuah kartu nama untuk Fano, Andy, Angel, Yoshi, dan Dave... satu anak satu.
“Saya berasal dari majalah SAY YES! Ingin merekrut kalian untuk menjadi model remaja untuk bulan depan, berhubung temanya adalah remaja dan game” kata wanita itu, di kartu nama tertulis jika namanya adalah Gina.
“Tapi saya kan tidak ikut bertanding tadi” kata Yoshi, aneh sekali kenapa dia bisa ikut ditawari padahal dia hanya teriak-teriak di bangku penonton.
“Karena kamu tampan dan terlihat seperti orang Jepang, saya pikir kamu cocok untuk menjadi model kami juga” kata Gina.
“Dia memang keturunan Jepang” kata Fano, dia kemudian tersenyum kecil untuk wanita itu “Kami akan pikirkan lagi tawaran anda, akan kami hubungi nanti, terima kasih nona, kami permisi..” tambah Fano.
Setelah itu orang-orang lain juga datang menawari Fano dan teman-temannya, ada pula yang hanya menawari Fano dan Angel saja. Fano mengatakan persis seperti yang dia katakan pada Gina, jika dia akan memikirkan tawaran itu lagi nanti.
“Capek banget..” keluh Dave
“Mana panas lagi” Andy ikutan mengeluh
Sementara itu Angel yang sudah siap-siap kipas mini mengeluarkan kipasnya untuk dirinya sendiri.
“Hei kalian! Jika kalian jantan temui kami setelah acara selesai”
Fano menatap malas Indra dan teman-temannya yang sok preman itu “Kenapa? Kalian ingin baku hantam? Kalian tidak punya kerjaan lain?”
“Apa ini? Kau takut?”
__ADS_1
“Andy sudah ikut komplotan pecundang sekarang”
“Biar saja, dia kan juga pecundang”
Setelah menantang dan mengejek seperti itu mereka pergi lagi, karena memang mereka tidak bisa langsung berantem di tempat ini, ada petugas keamanannya.
“Apa sih gak jelas” Yoshi
“Panas.. gendut jangan dipake sendirian aku juga panas nih” Andy berusaha merebut kipas mini milik Angel, akhirnya mereka tarik-tarikan kipas.
Fano yang terganggu merebut kipas itu dan memakainya untuk dirinya sendiri “Biar adil aku yang pakai”
“Fano!” rengek Angel, dia sudah berkeringat, kostum maidnya juga hampir basah oleh keringatnya, tapi yang lain juga sama begitu.
“Kalo gitu sini.. kita pakai bersama” Fano menarik Angel ke dekatnya mengipasi mereka berdua.
“Bisa aja modusnya kak Fano” Dave
“Beli ice cream yuk!” ajak Yoshi
“Ayok” sahut Andy
“Aku mengajak Dave saja” Yoshi
“Apa kau bilang?” Andy
“Udah, ayo beli ice cream” Dave pun berinisiatif untuk menarik Andy dan Yoshi ke tempat stand penjual ice cream.
“Beliin kita juga hei!!” teriak Fano
“Beli sendiri!” Yoshi
“Ah, dasar.. kamu mau beli ice cream Angel?” tanya Fano
Angel mendongak agar bisa menatap wajah Fano, lalu dia mengangguk kecil “Mau”
“Kalau begitu ayo beli..”
.
.
.
gini ya teman2.. ada sebagian nama yg ku ambil dr novel yg lain. kalo mau dikaitkan silahkan enggak ya silahkan.
tapi sbnernya semua novel dr satu universe yg sama.
kalo gak mau dikaitkan sbnernya emang gak terlalu berkaitan.
aku cuma pngen kalian baca dan enjoy 😂
gitu aja, makasih lho buat yg udah mau mampir ❤
__ADS_1