Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
One year later


__ADS_3

.


.


Satu tahun kemudian.


Floutesse Beauty sudah menjadi sangat besar hingga menguasai seluruh Indonesia dan juga pasar Asia. Kantornya juga sudah pindah di kantor yang lebih besar. Kantor yang sebelumnya masih menjadi milik Fano, tapi sudah disewakan.


Fano kembali ke ruangannya setelah selesai rapat tentang pembukaan toko cabang di China, Thailand dan Korea. Yang di China dan Thailand sudah hampir selesai persiapannya, tapi yang di Korea Fano agak tidak yakin.


Fano tidak puas dengan lokasinya. Padahal Fano sudah mendapatkan lokasi yang bagus dengan bantuan Jungyu, kakak sepupunya Angel. Mereka masih ada komunikasi bahkan sering juga bekerjasama seperti ini. Jungyu adalah lelaki yang pandai dan memiliki nilai yang sangat baik di universitasnya, meski hanya universitas biasa, bukan yang elit seperti SNU.


Fano bahkan ingin mempekerjakannya jika cabang di Korea sudah selesai.


Tapi.. masalahnya adalah, lokasi yang Fano inginkan ada yang berusaha merebutnya dari Fano.


Kalian tau siapa itu?


Ryu Yohan, tunangannya Angel. Mereka melaksanakan pertunangan tepat setelah beberapa bulan Angel debut, tentu saja banyak yang patah hati karenanya. Tapi setelahnya banyak juga yang mendukung hubungan itu.


Tapi tentu saja Fano tidak.


Sudah bertunangan dengan Angel, sekarang si Yohan itu ingin merebut lokasi yang Fano inginkan juga.


Menyebalkan.


“Fano.. kenapa?”


Fano mendongak, menatap Yoshi yang baru


masuk, Yoshi sekarang menjadi sekertaris utama atau asisten Fano. Kemudian mata Fano tertuju pada dua cup ice cream yang Yosi bawa.


Yoshi duduk disebelah Fano lalu memberikan satu cup ice cream itu pada Fano.


“Pasti kau uring-uringan karena tunangannya Angel lagi, menyebalkan sekali dia, ku rasa kau sudah harus ke Korea untuk memberi pelajaran pada orang itu” kata Yoshi.


“Tapi aku malas sekali bertemu dengannya” sahut Fano, kemudian dia mulai menyendok ice creamnya, rasa vanilla dengan taburan oreo.


“Heh? Pasti cemburu ya.. hahaha” Yoshi menertawai ekspresi Fano yang sekarang terlihat kesal.


“Tidak, aku tidak cemburu, aku masih memiliki Queen”


“Ku rasa keluarganya Queen tidak akan masalah jika kau memiliki istri dua” kata Yoshi, kemudian menaik-turunkan alisnya untuk menggoda Fano.


Fano berdecak kesal, malas sekali dia jika sudah membahas hal ini “Aku tidak mau memiliki istri dua”


“Lalu? Kau ingin memutuskan Queen?”


“Yah.. tidak juga”


“Tuh kan! biar adil udah dua-duanya aja”


“Aku masih terlalu muda untuk menikah, baru aja beberapa bulan lalu lulus SMA”


“Ini udah Lama Fano, udah banyak yang nikah juga kok”


“Bagaimana denganmu? Kenapa gak cari pacar”


Setelah pertanyaan kembali pada Yoshi, dia hanya diam dan kembali memakan ice creamnya.


“Yoshi-san jawab aku”


“Aku masih kecil”


“Apanya yang kecil? Jentiknya?”

__ADS_1


“Aku belum siap! Tidak ada gadis yang menarik perhatianku”


Fano terkekeh melihat Yoshi yang kesal, karena jika kesal Yoshi terlihat jauh lebih lucu, setidaknya bagi Fano Yoshi lucu. Akhirnya dia bisa tertawa, padahal tadi sedang uring uringan, Yoshi memang teman terbaiknya.


“Padahal banyak gadis yang menyukaimu” sahut Fano setelah dia selesai tertawa.


“Maksudmu uangku? Kalau ada gadis yang menyukaiku apa adanya seperti Queen atau Angel menyukaimu mungkin aku akan mengejarnya” kata Yoshi.


“Apa maksudmu.. kan ada satu” kata Fano.


Yoshi mengerutkan dahinya bingung “Siapa?”


Fano menghela nafas bosan “Lupakan, dasar tidak peka”


Fano beranjak dari sofa ke mejanya sendiri, membawa cup ice cream bersamanya juga. Sementara Yoshi masih di sofa, makan ice cream sambil memainkan ponselnya.


“Fano kau masih ingat Indra?” tanya Yoshi sambil masih memainkan ponselnya.


“Bagaimana bisa aku melupakannya?Memangnya ada apa?”


“Dia kan sudah keluar penjara karena orangtuanya membayar denda, tapi dia membuat ulah lagi, kali ini orangtuanya tidak peduli, dia dipenjara lagi lima belas tahun”


Fano mengernyitkan dahinya “Selama itu? Memang apa yang dia lakukan?”


“Kejahatan berat ku rasa, pembunuhan berencana”


“Serius?” tanya Fano.


“Lihat saja ada beritanya dimana-mana, kau tidak lihat berita? Apa yang kau lihat hanya beritanya Angel saja?”


Fano hanya diam, Yoshi benar, Fano hanya melihat berita yang menurutnya penting saja, tentang bisnis.. saham, kalau tidak ya Angel.


Oh iya, pertunangan Angel baru satu bulan lalu, atau tiga minggu lalu? Fano lupa, dia sebenarnya diundang, tapi tentu saja dia tidak mau datang. Fano selalu menolak untuk datang ke Korea.


Kata Jungyu malah Yohan sempat bertengkar dengan Dojun. Tapi Angel yang tidak mau Dojun kenapa-napa mengiyakan saja permintaan Yohan.


Fano tidak mengerti kenapa dia peduli dengan itu.


Padahal Angel sudah bahagia dengan pria yang sangat mencintainya dan memiliki segalanya seperti Yohan.


Ponsel Fano berdering, Fano mengangkat ponselnya, rupanya ada telfon dari Queen. Baru saja Fano ingin mengangkatnya telfon itu sudah dimatikan. Tapi kemudian ada pesan datang.


Queen bilang keluarga besarnya, termasuk kakeknya akhirnya akan datang, jadi Fano harus ikut datang juga.


Selama satu tahun ini Fano belum pernah bertemu dengan kakeknya Queen. Tapi hubungan Fano dengan Queen sudah disetujui oleh keluarga Queen, meski begitu Lino, Kaisar, dan Raja tidak menyukai Fano.


Padahal Fano sudah menjadi orang yang lebih baik. Fano bahkan sudah sampai level 15 di sistemnya. Satu tahun dari level 7 hanya bisa mencapai level 15? Jangan kaget, menaikkan level tidak semudah itu.


Oh iya, Koin Fano sudah ada 100.000 lebih sekarang. Kalau soal mendapatkan koin di sistem baru sangat mudah. Koin Fano ada 125.000 saat ini, dan itu tidak Fano tabung, dia juga terus mengeluarkan koin jika butuh. Bahkan Fano sudah mengeluarkan ribuan koin untuk stok produk di tokonya.


Toko Floubby sekarang ada banyak, di Jakarta ada dua, lalu Bogor, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Medan.. pokoknya hampir ada di kota-kota besar. Jadi setiap harinya Fano pasti akan mengeluarkan banyak koin untuk bisnisnya.


Kuliah? Fano tidak kuliah.


Skill bisnis, teknologi dan semacamnya bisa dia dapat dari sistem. Jadi Fano pikir dia tidak butuh kuliah. Beda dengan Yoshi yang masih mengambil kuliah bisnis. Fano tidak menghentikannya, dia pikir Yoshi memang membutuhkannya, berhubung Yoshi juga merupakan ahli waris bisnis kakeknya.


“KAK OCIIII!!!”


Fano berjengit mendengar teriakan cempreng barusan.


Anak-anak SMA datang merusuh ke kantornya.


Yoshi yang baru saja mengambil kue bolu dari kulkas di ruangan Fano juga ikut kaget.


Abel datang dengan wajah yang ceria, dia melompat-lompat hingga kemudian memeluk Yoshi erat.

__ADS_1


“Kak Oci! Tadi Abel di sekolah dapet nilai A ples” cerita Abel.


“Pinternya Abel..” Yoshi yang gemas mencubit pipi Abel, lalu membawanya duduk di sofa untuk makan bolu.


Yang datang adalah Abel, Wawan, Vivi, Bella dan Dave. Sepertinya mereka baru pulang sekolah.


Wawan dan Abel sudah kelas satu SMA sekarang. Meski Abel umurnya satu tahun lebih muda dari Wawan, tapi mereka sekarang satu kelas. Abel senang sekali akhirnya dia sekolah reguler bersama teman-temannya.


“Kak Fano mau cireng?” tanya Dave, sambil menyodorkan cireng yang terlihat menggiurkan.


“Kok cuma Fano, aku gak dikasih?” tanya Yoshi.


“Gak penting, ngapain dikasih” saut Dave.


“Cirengnya ada di depan, kak Oci mau beli? Abel anterin” kata Abel.


“Yah.. terus bolunya gimana?” tanya Yoshi, dengan nada kekanakan agar selaras dengan Abel. Fano yang mendengar itu hanya terkekeh karena mereka berdua lucu.


“Sini biar ku habisin” Vivi merebut bolu satu wadah dari Yoshi dan Abel, lalu memakannya bersama Bella dan Wawan.


Pada akhirnya Yoshi dan Abel pun pergi ke bawah untuk membeli cireng, Fano memesan boba juga padanya.


“Kalian sudah mendapat izin dari sekolah?” tanya Fano pada Vivi dan Bella.


Vivi mengangguk “Sudah kak! Mereka dengan senang hati memperbolehkan”


“Memang kapan berangkatnya?” tanya Wawan.


“Besok sore, Vivi dan Bella bersiap-siap ya” kata Fano.


Vivi dan Bella mengangguk senang.


Dua gadis itu akan ikut Fano ke Korea untuk acara di Royal Ent, mereka menjadi model perwakilan untuk Indonesia. Dave dan Wawan juga akan ikut bersama Fano. Mereka tidak menjadi model, mereka ikut untuk menemani Fano. Sekolah sudah memperbolehkan Dave dan Wawan, tapi untuk Vivi dan Bella tidak bisa diijinkan Fano karena tujuannya berbeda.


“Aku sudah siap-siap dari tadi malam” kata Dave.


“Kak Dave terlalu Rajin... aku hanya akan membawa sedikit baju” saut Wawan.


“Kita akan jalan-jalan disana kan?” tanya Bella.


“Kita kerja disana Bella” timpal Dave.


“Aku berharap ketemu Dojun-oppa! Noa-oppa! Sama kak Angel!!” Vivi melompat-lompat bahagia.


Fano tidak tau siapa itu Noa, tapi mungkin salah satu idol di Royal Ent.


“Tapi mereka yang gak mau ketemu kamu” sahut Dave.


“Apa kamu bilang?” Vivi.


“Gak ada siaran ulang” Dave


“Ini kantor, bukan lapangan, kalo mau bertengkar di lapangan aja” Wawan.


“Kejauhan Wan, di rooftop aja” sahut Bella


“Ide bagus” Wawan.


“Jangan bertengkar di gedungku” Fano.


“Maaf boss” Dave.


.


.

__ADS_1


__ADS_2