Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Bukan anak kecil


__ADS_3

.


.


Tidak ada yang berbicara lagi di antara ketiganya, semuanya jadi canggung, dan Fano tidak menyukai ini, dia tidak suka jika mereka jadi canggung dengannya. Jadi Fano buru-buru mengalihkan pembicaraan, lalu mengajak mereka ke dalam untuk makan siang.


Setelah makan siang, Fano membiarkan semuanya istirahat, kecuali dirinya sendiri, Yoshi, Jungyu dan Hyun yang masih harus bekerja. Karena urusan Hyun selesai, jadi dia harus pergi, seperti biasa, Jungyu mengantarnya. Fano membiarkannya saja, karena tidak mungkin juga dia melarang. Jungyu sudah menyelesaikan hampir semua pekerjaannya karena dia tau dia akan mengantarkan Hyun.


Oh iya, setelah makan siang, Felix juga pergi bersama Lylac. Lylac terus mengurung dirinya di kamar, padahal Fira saja sudah pergi bersama Jehyuk, tidak berkencan, mereka pergi bekerja. Setelah kemarin Fira membantu pekerjaan Jehyuk dengan baik, Fira ingin bekerja lagi. Tentu Fano membiarkannya, jika memang pekerjaan Fira baik, Fano akan memberinya gaji sesuai dengan kemampuannya.


Fano tidak tau kemana Felix membawa Lylac pergi, yang pasti mereka ingin bicara berdua. Fano ada perasaan Lylac akan mengatakan keluh kesahnya, seperti yang dia katakan pada Fano, atau mungkin malah mengatakan jika dia bersedia dijodohkan.


Entah mengapa, Fano khawatir sekali dengan Lylac. Namun, Fano tidak tau harus membantu seperti apa. Sekeras apapun Fano memikirkan solusinya, dia tidak bisa menemukannya. Fano merasa jika dia tidal berguna bagi Lylac.


“Kak Oci, laper” Abel datang menghampiri Fano dan Yoshi yang sedang bekerja di ruang kerja, yang bersebelahan dengan ruangan game atau komputer. Bisa ditebak kan Abel habis dari mana?


Benar sekali, habis main game.


Dia bahkan tidak mau ikut makan siang tadi.


Dasar bocah.


Fano hanya melirik Abel dan Yoshi sekilas, kemudian kembali fokus dengan pekerjaannya, karena sangat menumpuk.


Yoshi menarik Abel untuk duduk dipangkuannya “Kau lapar? Suruh siapa tidak makan siang tadi?”


Abel menggumam tidak jelas setelah diomeli seperti itu.


“Kau mau makan apa?” tanya Yoshi.


“Nggak tau, mau makan samyang” kata Abel.


“Gak boleh Bel, itu pedes, ada grandpa Felix dan grandpa Chris disini, kalau mereka tau aku memberimu makanan sembarangan mereka pasti marah padaku” sahut Yoshi.


“Hmm, padahal pengen banget!” Abel mendongak menatap wajah Yoshi, yang sedang fokus pada layar laptop. Abel terpana melihat wajah tampan Yoshi, Abel tau Yoshi sangat tampan, wajahnya seperti tidak nyata, apalagi setelah satu tahun terakhir setelah Yoshi lulus SMA, Yoshi banyak berubah.


Diam-diam Abel mengetahui semua berita tentang Yoshi, termasuk yang terakhir saat Kaisar menikah. Karena Fano juga pergi ke kerajaan, jadi Yoshi mainnya dengan Jehyuk, Jungyu atau Suho, yang seumuran dengannya. Jadi saat itu Yoshi pergi dengan Suho, Shiho, Xiao Kun dan manager Ether.


Seperti biasa, jika idol keluar, pasti penggemar langsung bisa mengenali, beberapa fansite juga memotret mereka.


Lalu mereka sempat menangkap foto Yoshi juga.


Foto-foto Yoshi langsung viral karena dipikir trainee baru, setelah tau siapa Yoshi, dia semakin viral saja. Yoshi sendiri cuek saja dengan berita itu, karena tidak penting baginya. Namun, Abel tidak bisa cuek, dia kepikiran.


Abel takut, jika dia terus bertingkan kekanakan, suatu saat dia bisa kehilangan Yoshi kapanpun.


Setelah sadar Abel terus menatapnya dan terdiam, Yoshi meninggalkan dokumennya lalu menunduk menatap Abel. Kemudian dia tersenyum “Abel kenapa? Udah gak laper? Eum – gimana kalo pesen makanan, pizza misalnya? Ayam goreng bumbu pedas manis? Kalau itu boleh” kata Yoshi.


“Mau jajjangmyeon!” (mie dengan saus kedelai hitam)


Mendengar jajjangmyeon, Fano menoleh pada mereka “Aku juga mau!” sahut Fano.

__ADS_1


“Okay, kita pesan itu” timpal Yoshi.


“Biar aku yang memesan!” kata Fano, entah mengapa Fano tiba-tiba kelaparan setelah Yoshi dan Abel membahas makanan.


“Tapi – dimana ponselku?” tanya Fano, kemudian dia mencari-cari ponselnya yang tiba-tiba raib.


Yoshi yang gercep langsung meraih ponselnya sendiri lalu menelfon Fano.


Suara ponsel Fano terdengar di luar ruangan.


“Astaga aku meninggalkannya di ruang tengah!” teriak Fano, kemudian dia buru-buru keluar ruangan kerja.


“Aduh, dia itu kelupaan terus, kebanyakan melamun sih” gumam Yoshi, sebenarnya Yoshi itu khawatir dengan Fano. Dalam pikiran Yoshi, Fano selalu melamun akhir-akhir ini dan kurang fokus, bagaimana bisa dia tidak khawatir coba?


“Kak Oci”


Yoshi kembali menunduk menatap Abel “kenapa, sayang?”


Abel terkekeh mendengar Yoshi memanggilnya ‘sayang’, entah kenpa terdengar lucu baginya.


“Kenapa malah tertawa, heum?” tanya Yoshi, kemudian mencubit hidung Abel.


“Enggak, aku suka aja dipanggil begitu, coba panggil lagi” pinta Abel.


“Sayang?” panggil Yoshi.


“Hahaha” Abel kembali terkekeh, Yoshi juga ikut tertawa melihat Abel, karena Abel sangat menggemaskan di matanya.


Yoshi mencubit hidung Abel “Kamu kapan kembali ke Indonesia? Kamu harus sekolah lagi kan, Abel? Jangan disini terus” kata Yoshi.


“Kau yakin? Tidak mudah untuk beradaptasi di lingkungan baru, Abel” sahut Yoshi.


“Habisnya ... Abel takut kak Oci digodain cewek lain, apa kak Oci lihat foto-foto kak Oci viral di internet? Banyak yang menyukai kak Oci!”


“Lalu kenapa jika mereka menyukaiku? Aku hanya menyukaimu kok” kata Yoshi.


“Habisnya, kita berbeda dari pasangan lainnya.”


Yoshi mengeritkan keningnya tidak mengerti “Beda gimana Bel? Kita sama aja kok dengan pasangan lainnya.”


Abel menggeleng kuat-kuat “Tidak sama! Aku pernah melihat kak Fano mencium kak Queen, terus kak Oci gak pernah gitu kan sama Abel!”


Setelah itu Yoshi menunduk untuk mengecup pipi Abel “Udah kan?”


“Bukan di pipi, tapi di bibir!”


Yoshi tersentak mendengarnya, mendadak dia jadi gugup.


Mata Abel mulai berkaca-kaca karena Yoshi hanya diam tidak menanggapinya, sepertinya Yoshi memang tidak mau menciumnya. Sepupu laknat Abel yang bernama Chrystal pernah mengatakan jika Yoshi tidak pernah mencium bibirnya, itu artinya Yoshi tidak benar-benar menyukai Abel, jadi Abel kepikiran dengan itu.


Abel mulai mempercayai jika Yoshi tidak benar-benar menyukainya.

__ADS_1


Yoshi meraih dagu Abel agar mendongak menatapnya “Abel, kamu kenapa tiba-tiba gini? Ada yang ngomong sesuatu sama kamu?” tanya Yoshi.


“Chrystal bilang –”


Yoshi menahan diri untuk tidak mengamuk, Chrystal lagi!! Dasar nenek sihir, apa dia tidak bisa tidak meracuni otak Abel? Pasti dia mengatakan yang tidak-tidak lagi pada Abel.


“ – jika kak Yoshi tidak mau mencium bibirku, itu artinya kak Yoshi tidak mencintaiku” kata Abel.


Tuh kan.


Awas saja jika Chrystal datang kemari nanti saat pesta pernikahan Kaisar.


“Abel, itu tidak benar, aku tidak melakukannya karena kau masih kec –” Yoshi tidak meneruskan ucapannya, jika dia beralasan bahwa Abel masih kecil, pasti Abel ngambek lagi.


Yoshi jadi serba salah.


“Jangan-jangan emang kak Oci gak suka Abel ya?”


“Aku mencintaimu, Abel.”


“Kalau begitu cium aku!”


Yoshi yang tersulut emosi meraih tengkuk Abel lalu menciumnya. Dia tidak pernah melakukannya bukannya tidak ingin, dia hanya membatasi dirinya karena takut berbuat lebih. Abel sangat polos, jadi Yoshi ingin menjaga Abel seperti itu.


Ciuman itu tidak lama, Yoshi tidak segila itu untuk merusak pikiran Abel.


“Abel, maaf kan aku” kata Yoshi.


Abel menggeleng lalu memeluk leher Yoshi “Aku mencintai kakak, kakak boleh menciumku jika kakak mau, aku menyukainya.”


Yoshi hanya terdiam, lalu membalas pelukan Abel, kemudian tersenyum kecil. Mungkin Yoshi terlalu berlebihan, Abel juga remaja, dia akan terus tumbuh, bahkan pikiran dan sifatnya juga. Abel tidak terus polos selamanya.


“Aku juga mencintaimu, Abel.”


Sementara itu, Fano yang berdiri di depan pintu ruang kerja jadi canggung. Fano merasa tidak enak karena menjadi saksi perdebatan mereka, bahkan Fano menonton saat Yoshi mencium Abel.


Awalnya Fano terkejut, tapi setelahnya Fano hanya diam, tidak mau ikut campur urusan mereka. Fano jadi memikirkan Noa saat ini, jika Abel yang begitu saja bisa seperti itu, pasti Noa juga bisa kan?


Fano jadi kepikiran Lylac dan Noa lagi.


Fano pun beranjak dari sana dan kembali duduk di ruang tengah, setelah itu dengan ponselnya, Fano memeriksa jadwal Noa.


Rupanya Ether sedang benar-benar sibuk, jadwalnya padat.


Mereka pergi ke acara musik, kemudian ada fansign, belum lagi melakukan perform lain, lalu syuting konten.


Kenapa mereka lebih sibuk dari Fano?


Kemudian Fano menghubungi suatu nomor, menelfonnya.


“Halo?”

__ADS_1


.


.


__ADS_2