
.
.
Fano memasang headphone di kepalanya lalu berdehem.
Malam ini dia jadi membantu Noa mengerjakan lagunya, mereka berangkat ke studio yang khusus untuk Noa dan anggotanya. Jadi grup milik Noa, Ether, difasilitasi studio pribadi untuk mereka yang ingin mengerjakan lagu sendiri, atau sekadar coba-coba.
Sejauh ini yang sering mengerjakan lagu adalah Noa, lalu Wubin dan Suho.
Oh iya, anggota grupnya Noa itu ada tujuh orang, kalian tidak harus menghafalkan nama mereka, tapi aku beritahu saja agar kalian tidak penasaran.
Mulai dari yang tertua ada Suho, Asahi, Shiho, Wubin, Xiao Kun, Leon dan Noa. Anggota yang bukan Korea itu Asahi, Xiao Kun... atau panggil Kun saja, lalu Noa. Sedangkan Leon itu keturunan Amerika-Korea, dia adalah orang Korea karena ayahnya juga Korea, jadi dia bisa ikut wajib militer.
Sudah, segitu saja tentang grupnya Noa, kalian tidak harus menghafalnya, ingat itu, aku tidak ingin ada protes karena terlalu banyak tokoh.. maksudku, ayolah kawan! Kalian tidak harus menghafal semuanya.
Thank you, next!
Nah, jadi... Fano telah membantu Noa memperbaiki beberapa kekurangan, bahkan Fano juga membantu menuliskan beberapa lirik dalam bahasa Korea, karena Noa kan asalnya Jepang ya, tidak begitu pandai bahasa Korea, sedangkan Fano banyak memahami bahasa Korea karena dia kan sudah membeli skillnya.
Setelah lagu selesai, saatnya direkam, namun karena Noa adalah rapper dan juga dancer, vokalnya bagi Noa sendiri masih kurang. Karena itu Noa meminta Fano untuk merekam bagian vokal.
Fano sebenarnya tidak terlalu yakin dengan suaranya meski dia telah membeli skill musik, kan bukan berarti dia langsung bisa menyanyi dengan merdu sampai bisa melakukan nada tinggi. Tapi masalahnya di lagu itu ada nada tingginya, karena Shiho dan Xiao Kun adalah vokalis terbaik yang dapat melakukan nada tinggi dengan mudah.
Jadi sudah dipastikan lagu dari Ether tidak akan lengkap tanpa nada tinggi mereka.
Fano memulai merekam beberapa bagian vokal sebisanya, sedangkan Noa mengawasi dari depan. Meski Fano ragu, tapi setelah dia selesai, Noa tersenyum lebar lalu menunjukkan jempolnya.
Fano mulai merasa lega setelah melihat wajah Noa yang terlihat puas.
“Sekarang kita dengar lagunya dengan suara kak Fano”
Lagu demo ini sudah lengkap karena Noa juga sudah merekam bagian rap sebelum Fano merekam bagian vokal.
Fano melongo tidak percaya setelah lagu demonya jadi.
Bagaimana bisa dia memiliki suara sebagus dan sejernih ini tapi dia baru mengetahuinya?? Kalau tau dari dulu kan dia bisa ikutan jadi idol.
Tidak, bercanda. Fano malas menjadi idol, cukup menjadi CEO saja.
“Gimana? Suara kak Fano bagus banget! Nada tingginya juga sempurna” puji Noa.
Fano menggaruk kepalanya canggung, karena baru kali ini dia bernyanyi, dia juga baru tau suaranya bagus. Atau, mungkin itu karena efek skill musik? Entahlah.
[Selamat! Kamu berhasil menjalankan misi!]
[Hadiah kotak misteri bisa diperiksa di kotak penyimpanan]
Akhirnya misinya selesai juga.
Lalu... poin kebaikan juga bertambah lagi.
“Syukurlah jika kamu suka, setelah ini apa lagunya akan diajukan?” tanya Fano, Noa mengangguk “Aku akan menunjukkannya pada anggotaku, jika mereka setuju, baru kemudian akan kami ajukan untuk menjadi lagu kita, ku rasa ini bisa menjadi lagu utama, aku akan memberikan nama kak Fano di creditnya”
“Aku melakukan ini hanya untuk membantumu, aku takut jika ada namaku di sana nanti banyak komentar buruk lagi untukmu” kata Fano.
__ADS_1
“Tapi mana mungkin aku mendapatkan semua credit? Kak Fano juga ikut andil dalam membuatnya, pokoknya aku akan tulis nama kak Fano” ucap Noa bersikeras, Fano hanya tersenyum kemudian mengusak surai pirang Noa.
Fano tidak mengerti bagaimana bisa anak semanis dan sebaik ini ada yang membenci? Jika berwajah jelek dibenci, tubuh gendut juga dibenci, terlalu tampan juga dibenci, terlalu populer pun dibenci.
Orang-orang itu kurang kerjaan sekali mengurusi hidup orang lain, Fano yakin hidup para pembenci itu jauh lebih buruk dari yang mereka hina. Mungkin mereka tidak punya kaca di rumah mereka.
Ngomong-ngomong rumah.. Fano belum melihat mansion barunya.
“Besok kau tidak ada jadwal?” tanya Fano, Noa menggeleng “Tidak ada, kebetulan memberku juga libur, bisanya jika sudah begitu kami akan bermain game di asrama”
“Bagaimana jika main ke mansionku, aku baru membeli mansion, ada kolam yang luas juga disana, teman-temanmu pasti senang” kata Fano.
Noa terlihat bersemangat mendengar tawaran dari Fano barusan “serius kak?”
“Serius dong, kau pasti iri teman-temanmu punya tempat untuk kembali kan? kau pasti ingin punya tempat yang bisa kau sebut rumah selain asramamu, jadi aku membeli mansion untuk jadi rumah kita” kata Fano.
Noa terlihat sangat terharu dengan ucapan Fano, kemudian bocah itu menghambur memeluk Fano “Kak Fano baik sekali!! Aku sangat senang! Sangat sangat sangat senang! Teman-teman juga pasti senang bermain disana”
“Aku mendengar ada yang menyebut mansion”
Fano dan Noa yang terkejut refleks menoleh pada asal suara, ternyata manager dari Ether yang datang.
“Kak manager ngagetin aja sih!” protes Noa kesal, si manager terkekeh melihat Noa cemberut.
“Aku memang membeli mansion, agar Noa memiliki rumah untuk kembali, aku dengar teman-temannya yang lain memiliki keluarga di sini selain Noa. Karena aku adalah keluarga Noa, jadi tidak ada salahnya aku membeli rumah kan?” kata Fano dengan entengnya.
Manager mengangguk-angguk mengerti, berita tentang Noa memiliki kakak sepupu memang sudah beredar luas, tapi tidak ada yang tau jika itu Fano. Karena keluarga Noa sendiri memang tertutup dan tidak ingin tau tentang Noa, jadi selama ini keluarga Noa juga tidak ada yang tau dan menjadi rahasia.
Jadi setelah berta tentang Noa memiliki kakak sepupu yang sudah seperti kakak kandung beredar, orang-orang mulai kepo dengan kakak sepupu Noa.
“Tuan Fano, kalau boleh saya tau, mansion mana yang anda beli ya?” tanya manager.
Lalu dengan santai Fano menyebut mansion mana yang dia maksud, mendengar itu Noa serta manager langsung shock. Manager sampai harus duduk di kursi agar tidak pingsan di tempatnya.
“Tu.. tuan Fano tidak bercanda kan?”
Fano menggeleng “Tidak kok, aku serius, memangnya kenapa?” tanya Fano, dia heran kenapa orang-orang bertingkah aneh saat mendengar mansion mana yang dia beli, sebelumnya Angel Jungyu, Wonhi dan Jehyuk juga begitu, dan sekarang giliran Noa dan manager Ether.
Itu kan hanya mansion.
Manager belum menyahut, dia masih mengumpulkan udara untuk mengisi paru-parunya, dia butuh waktu untuk menetralisasi keterkejutannya.
Akhirnya Fano kembali menambahkan “Aku inginnya mansion itu atas nama Noa saja, biar gampang, aku kan tidak akan tinggal disini selamanya”
Manager kembali shock mendengarnya, Noa pun juga demikian.
“Jangan kak Fano! Jangan atas namaku... aku tidak enak, pokoknya jangan, kalau ingin dialihkan nanti saja saat menikah dengan kak Angel, bisa dialihkan untuk kak Angel”
Fano mengernyitkan dahinya, ada apa dengan orang-orang ini? Itu hanya mansion saja, cuma bangunan kok lebay sekali.
Manager mengangguki ucapan Noa “Itu benar, jangan atas nama Noa, dia bisa mendapat banyak cibiran lagi, atau jika kau mau, kita rahasiakan saja namamu sebagai pemilik mansion itu”
“Kalian kenapa sih? Itu hanya mansion biasa” kata Fano.
“Biasa apanya?! Itu adalah mansion paling mahal – apa orang kaya sepertimu mengerti? Mansion itu sangat mewah, astaga tuan Fano... ku rasa anda tidak mengerti jeritan hati orang biasa sepertiku” kata manager.
__ADS_1
Fano menghela nafas lelah “Baiklah-baiklah, akan ku rahasiakan saja”
“Tapi tuan Fano.. dari pada mansion itu dianggurkan, bagaimana jika kita gunakan untuk syuting konten” tawar manager.
Fano mengernyitkan dahinya “Konten? Konten
apa?”
Manager terlihat bersemangat saat Fano terlihat tertarik dengan kata konten.
“Konten untuk anak-anak Ether, seperti konten yutup begitu, kan repot jika harus menyewa tempat lain, karena menyewa tempat lain harus antri juga” jelas manager.
Fano mengangguk-angguk “Untuk artis Royal Ent boleh kok, aku juga akan menggunakannya untuk pemotretan produkku, besok grupnya Wonhi akan melakukan pemotretan, sekalian melihat-lihat”
“Aku dan teman-temanku akan ikut kak!” kata Noa semangat.
“Kalian mau sekalian pemotretan juga? biar sekalian, hemat waktu” kata Fano.
“Kak Fano sudah menyiapkan fotografernya?” tanya Noa.
Fano menggeleng “Tidak, kan ada aku”
Noa dan manager kembali bingung dibuatnya.
“Kalian lihat saja besok, oh Angel bilang sudah selesai syuting, ayo kita pulang Noa” Fano membereskan kekacauan yang dia buat di studio.
Manager dan Noa juga ikut membereskan studio, baru setelahnya mereka pulang ke apartemen, diantar manager.
Fano belum punya SIM setempat, dia juga tidak punya kendaraan.
Oh iya, ngomong-ngomong, hadiah yang Fano terima apa ya? Nanti akan Fano lihat setelah sendiran di apartemen.
.
.
.
jadi gini ceritanya Haruto, jadi ibunya fano itu pas lahirin fano itu umur 17 waktu itu Lino kira2 umur 25 tahunan, pokoknya selisih 8 tahun.
setelah felix dan yang lain dikurung di mansion, haruto itu diasuh jeanno sama nana, atau keluarga ferdinand.
tapi setelah lulus sma dia balik ke ke jepang, tokyo buat bantuin ngurus royal grup di jepang.
nah, yg ngurusin royal grup di jepang itu namanya nakamoto kaze sama kagamihara yoshi. masih inget gak nih?
kagamihara yoshi punya adek cewek kan, namanya Ren. nah, haruto nikah sama dia terus punya anak ibunya fano itu. bisa dibilang nikah muda juga ya, 19 atau 20 tahunan, mungkin krn terlalu muda jadinya rumah tangganya gak baik, apalagi habis itu kakaknya ren meninggal.
terus beberapa tahun kemudian haruto nikah lagi, terus lahirlah bapaknya si Noa.
sedangkan nakamoto yoshi temennya fano itu masih keturunan nakamoto kaze yg dr awal bantuin royal grup.
gitu ceritanya guys, apakah masih mbulet?? kalo masih mbulet dan puyeng bisa tanya lagi di kolom komentar, terima kasih.
oh iya, masih akhir bulan guys satu bab aja ya hemat. authot lg seret nih 😂😂 mohon dimaklumi.
__ADS_1
jangan lupa vote kalo punya vote nganggur ya. ❤