Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Mencari mutiara di dalam laut


__ADS_3

.


.


DUK


“Hey!! Pelan-pelan!!”


Fano tidak tau apa dirinya yang terlalu pemarah, atau memang teman-temannya suka sekali menguji


kesabarannya. Tapi bagaimana Fano tidak mengamuk jika Yoshi meletakkan semangka di atas pasir dengan tidak berperi-kesemangkaan, untung saja semangkanya baik-baik saja.


“Tenang saja Fano, aku sudah profesional” kata Yoshi.


“Aoi jangan dekat-dekat, nanti kena pisau” Noa mengambil Aoi yang tiba-tiba merangkak dengan cepat menghampiri semangka.


“Cepetan Kak Yoshi, pengen semangka! Gebuk pake tangan aja” sahut Leon, bocah itu sudah tidak sabar


untuk menyantap semangka, dia ingin yang segar-segar karena sungguh, hari ini matahari sedang terik-teriknya.


Meski mereka sudah berteduh, hawa panasnya masih saja terasa.


Fano yang dari tadi tidak bergerak dari tempat duduknya saja sudah berkeringat, dia heran melihat adiknya Yoshi yang baik-baik saja dan tetap semangat di hari sepanas ini.


Noa mengembalikan bayi itu pada baby sitter nya, karena semakin siang semakin panas, jadi si bayi


harus diamankan di tempat sejuk. Baby Sitter itupun membawa si bayi kembali ke dalam resort.


Yoshi selesai memotong semangka, dalam sekejap mata semua semangka itu sudah ludes mereka


lahap, Lylac sampai habis tiga potong, padahal yang memotong semangka hanya kebagian dua saja.


Masih mending sih, Fano malah hanya kebagian satu.


“Kau menghabiskan jatahku! Kan harusnya dua-dua” protes Fano, Lylac hanya nyengir saja seakan dia


tidak berdosa.


Tuh kan, mereka semua sedang menguji kesabaran Fano.


Padahal kan kemari rencananya untuk refreshing, malah mereka memberikan stress bagi Fano. Mengalahkan rasa malasnya, Fano pun berinisiatif untuk jalan-jalan di sekitar sana.


Selain mereka ada juga orang-orang berduit lain yang menyewa resort. Banyak juga dari mereka yang


sedang memancing. Mereka memancing di tepi pantai, kalau tidak salah yang ada di pesisir pantai itu adalah ikan kisu, kalau Fano tidak salah ingat, bahasa


Indonesianya ikan rejung, kalau salah bisa dikoreksi di kolom komentar ya.


Selain ikan kisu, mereka juga ada yang memancing ikan tenggiri.


Rata-rata yang memancing bapak-bapak kantoran, mungkin memancing itu untuk melepas stress setelah lama berkutat dengan kerjaan kantoran.


“Mau kemana kau?!”

__ADS_1


Baru saja Fano ingin berbalik untuk membeli alat-alat pancing karena dia tertarik untuk ikutan mancing, sudah ada Lylac yang merangkul bahunya.


“Lepas gak! Aku mau ikutan mereka mancing nih” protes Fano, dia tidak suka dirangkul-rangkul saat sedang panas-panasnya begini, kan gerah.


“Mancing boleh juga tuh”


Datang satu lagi Leon ikutan merangkul Fano juga, Fano jadi sedikit membungkuk karena mereka lebih


pendek dari Fano.


“Lepaskan aku!” Fano pun berhasil melepaskan diri Lylac dan Leon, ternyata yang datang ada Noa dan Jehyuk juga, sementara itu Yoshi dan Jungyu yang sudah tidak tahan panas sedang memesan es kelapa muda.


Karena ini adalah resort yang mewah, jadi tidak aneh jika mereka memiliki berbagai menu untuk ditawarkan, termasuk es kelapa muda sampai es kopyor dari kelapa kopyor asli. Mahal memang, namun mereka banyak uang, jadi tidak masalah.


Malu dong, masa cucu dari keluarga Nakamoto tidak kuat membeli es kopyor, iya kan?


“Dari pada mancing, ayo kita menyelam dan mencari mutiara” ajak Lylac.


Fano, Leon dan Noa terlihat tertarik dengan tawaran itu, beda dengan Jehyuk yang jadi malas.


“Mau mau cari mutiara! Tapi emang ada?” tanya Noa.


Lylac mengangguk “Ada, ada banyak malah, tapi tidak ada yang tau – cuman, memang tempatnya agak di bawah sih”


“Gak jadi ah, bahaya kalo ada di bawah tuh, nanti oksigennya habis gimana” kata Leon.


Lylac menyeringai, Fano jadi punya perasaan tidak enak melihat seringaian itu.


“Tenang saja, ada permen khusus untuk membuat kalian bisa menyelam dengan bebas di dalam air,


“Ada yang seperti itu?” tanya Fano.


“Tidak boleh diperjual-belikan, jadi kau tidak tau – tapi aku bisa mendapatkannya dengan mudah! Ayo ikut aku!”


Kemudian Lylac menyeret Fano dan Noa kembali lagi ke tempat mereka semula, Yoshi dan Jungyu sudah mendapatkan minuman dinginnya.


“Kok balik lagi sih?” tanya Yoshi.


“Gak sopan ya!” protes Fano.


“Sini sini, mau es gak?” tawar Yoshi, karena Fano kepanasan jadi dia mendekat dan meminta minuman


dingin tersebut. Katanya minum yang dingin saat sedang panas begini akan memperburuk kesehatan, tapi Fano tidak peduli, yang penting seger.


“AKU DATANG!!”


Mereka semua menoleh pada asal suara, terlihat Asahi, membernya Noa dan Leon sudah datang menghampiri mereka.


“Lama amat! Kita nungguin dari tadi nih” protes Leon.


“Hehe, maaf ada gangguan di jalan” jawab Asahi.


“Kita jadi nyari mutiara gak nih?” tanya Lylac.

__ADS_1


“Jadi!” sahut Noa dengan bersemangat.


***


Ternyata tidak hanya bisa bernafas dalam air, bahkan mereka juga bisa berbicara dalam air juga. Di dalam sini sangat dingin dan sejuk, beda sekali dengan si permukaan sana.


Fano bergerak mendekati sebuah kerang besar yang terselip di celah-celah bebatuan dan terumbu karang. Setelah dapat Fano membuka kerang itu, terdapat sekitar lima mutiara berwarna merah muda di dalamnya.


Wush!


Fano tersentak dengan suara sesuatu yang berenang dengan cepat di dekatnya, tapi setelah Fano periksa


tidak ada siapapun di sekitarnya. Memang Fano berenang lebih jauh dari yang lain karena mereka semua tidak berani jauh-jauh ke dalam, mereka hanya berenang di tempat yang aman. Lylac tentu saja lebih memilih bersama dengan Noa dari pada menemaninya.


Fano sendiri mau berenang sejauh ini karena menurutnya Angel akan suka dengan  oleh-oleh mutiara, lalu jika Fano mendapat banyak kan lumayan. Dia menyimpan semua mutiara yang dia miliki di kotak penyimpanan sistem, biar aman.


Setelah itu Fano ingin mencari mutiara lagi, namun, dia malah menangkap sesuatu yang aneh, berkilauan dan cukup besar. Sesuatu itu bersembunyi di bebatuan besar yang berada tidak jauh dari Fano.


Pelan-pelan Fano berenang mendekat, kemudian dia melihat ekor ikan.


Ikan sebesar itu apa mungkin lumba-lumba?


Fano yang makin penasaran semakin mendekat dan ingin melihat ikannya langsung.


Akan tetapi, Fano langsung shock setelah mendekat dan melihat makhluk itu langsung. Fano yang terkejut ingin segera berenang menjauh dari sana, namun makhluk itu malah menarik Fano mendekat.


Fano kali ini melihat langsung.


Seorang mermaid, atau putri duyung.


Fano terpesona dengan wajah cantiknya, mermaid itu sangat cantik, memiliki kulit pucat, bola mata biru toska yang indah, dengan rambut baby blue panjang yang berkilauan. Mermaid itu memiliki ekor ikan berwarna biru muda yang mengkilap.


Sangat cantik.


Sangat indah.


“Tolong aku”


Fano tidak salah dengar kan? mermaid itu mengatakan jika dia minta tolong.


“Apa yang harus ku lakukan untuk menolong mu?” tanya Fano, sudah ku bilang, dia bisa berbicara di dalam air setelah memakan permen mutiara warna biru.


“Aku membutuhkan sedikit saja energi sihirmu” bisik mermaid itu.


Benar juga, mungkin mermaid ini mirip dengan beruang yang Fano kalahkan di hutan perkemahan. Dia berasal dari dunia lain yang tersesat di dunia ini dan tak bisa kembali.


“Baiklah tap –”


Fano sangat terkejut, belum juga dia selesai berbicara, mermaid itu sudah meraih kedua sisi wajah Fano lalu menautkan bibir mereka. Fano merasa mermaid itu menyedot energi sihirnya lewat ciuman.


Tidak lama kemudian ciuman itu berakhir, Fano masih bingung dengan apa yang baru saja dia alami, tapi mermaid itu tiba-tiba mengeluarkan cahaya biru. Fano refleks memejamkan matanya, setelah dia pikir cahayanya telah menghilang, Fano membuka matanya kembali.


“Ka – kau ....”

__ADS_1


.


.


__ADS_2