Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Apa ini hanya prank?


__ADS_3

.


.


Pagi ini mood Fano sangat baik, jumlah koinnya sudah ada 10.500, akhirnya dia bisa mengumpulkan koin sebanyak itu juga. Target selanjutnya adalah 100 ribu koin. Hidupnya sekarang jadi seperti game, dia memiliki aturan lebih ketat dari siapapun, karena jika dia melanggar, hukumannya akan langsung didapatnya.


Bayangkan saja, Fano sekarang tidak bisa sembarangan menyentuh gadis yang dia sukai, maksimal dia hanya bisa mencium saja. Menyebalkan sekali, dinikahi juga tidak bisa karena mereka belum lulus, Fano belum sukses juga, Angel juga belum sukses..


Mana mungkin Fano menghancurkan impian Angel menjadi penyanyi terkenal? Apalagi Angel akan meraih impiannya di Korea. Kalau negara lain sih mungkin masih bisa menjadi penyanyi meski sudah menikah. Tapi kalau di Korea jauh berbeda.


Peraturannya sangat ketat, Angel juga tidak boleh memiliki kesalahan sekecil apapun, dia harus benar-benar sempurna.


Tapi setelah Fano pikir-pikir, mungkin Angel merasa tertekan, karena tekanannya bukan hanya dari agensinya, tapi juga dari keluarga Raynold, belum lagi keluarga calon tunangan sementaranya itu.


Fano memasuki kelasnya bersama Andy, karena mereka bertemu di bawah jadi sekalian ke kelas bersama.


Angel sudah berada di kelas, dia duduk termenung, pandangannya menatap jauh ke luar jendela, entah apa yang sedang dia lihat saat ini.


Fano dan Andy menghampirinya, kemudian Fano mencubit pipi Angel hingga yang punya pipi menoleh. Angel tersenyum melihat Fano sudah datang.


“Kamu mikirin apa?” tanya Fano.


Angel hanya menggeleng pelan, dia belum siap mengungkapkan masalahnya pada Fano.


“YO! Pagi semuanya!”


Haikal si anak baru datang dengan berisiknya, dia menyapa beberapa anak yang sudah ada di kelas, termasuk Fano, Andy dan...


“Angel sayang selamat pagi..” Haikal menyempatkan berdiri di depan Angel untuk menyapa secara khusus, tapi kemudian dia merasakan bulu kuduknya merinding, setelah dia menoleh.. ternyata Fano menatapnya tajam. Tidak hanya itu, Andy juga menatap Haikal tajam.


“Ka.. kalian kenapa sih? Serem tau!” kata Haikal.


“Ngapin situ godain Angel mulu hah?” sahut Andy


“Gak boleh? Emang dia pacarmu?” timpal Haikal tak mau kalah “Angelnya juga biasa aja kok” tambahnya.


“Angel itu tipe yang gak enak mau nolak atau negur, sebagai temannya sejak TK aku tau Angel merasa tidak nyaman, jadi hentikan” kata Andy.


Haikal berjongkok di depan Angel untuk melihat wajah Angel lebih jelas “Bener Angel? Kamu gak nyaman?” tanya Haikal.


Angel mengangguk pelan, sebenarnya yang membuat Angel tidak nyaman adalah Fano yang terlihat sangat tidak suka. Sejujurnya Angel tidak terlalu keberatan, dia juga tau Haikal hanya bercanda.


“Maaf deh, aku cuma bercanda” kata Haikal, kemudian Haikal berbalik pada Fano lalu menepuk bahu Fano dengan dramatis “Gak akan aku rebut bro, santai” setelah itu Haikal kembali ke kursinya sendiri.


Fano hanya diam berusaha berpikiran positif agar tidak emosian. Berada di tubuh remaja membuatnya susah mengontrol emosi. Tapi sisi baiknya, kini Fano merasa jiwanya juga kembali remaja, dia tidak banyak berpikir hal-hal berat seperti saat sudah dewasa. Intinya Fano berpikir dan bertingkah layaknya remaja lainnya. Sisi buruknya hanya dia mudah emosi, itu saja.


Andy mencondongkan tubuhnya pada Fano lalu berbisik “Fano.. lihat Zion yang baru datang”


Mendengar itu Fano memfokuskan pandangannya pada Zion dan Reno, anak-anak nakal yang dulu suka membully Fano yang asli, yang dulu temannya Andy juga.

__ADS_1


“Kenapa sih?” tanya Fano.


Andy memutar bola matanya jengah, dasar cowo gak peka “Gini, lihat penampilan Zion, kayak gak biasanya gitu, aku udah curiga dia make obat-obat terlarang gitu.. akhir-akhir ini kan viral narkoba jenis baru yang mungkin aja udah nyampe Indo”


Oh!


Jadi itu maksud Andy..


Fano mengangguk-angguk paham.


Sebagai ketua mafia legendaris pada dua puluh tahun lalu, Fano sebenarnya sudah tau banyak tentang obat terlarang. Dulu Albert juga sempat berbisnis seperti itu, dia menjual berbagai obat terlarang juga alkohol, padahal Albert sendiri tidak memakai sama sekali.


Albert merokok atau meminum alkohol juga sebenarnya jarang sekali, dia tau apa saja yang tidak baik untuk kesehatan, jika dia memakainya dia berpikir dia akan memiliki kelemahan, itu tidak boleh terjadi. Karena memakai barang seperti itu akan membuat kecanduan, nah.. itu adalah kelemahan, bisa membuatnya hilang kesadaran dan melemah.


Albert tidak mau itu terjadi.


Meski begitu, Albert tetap menjualnya, walaupun bisnis itu tidak lama juga. Albert memang mudah bosan.


Dan saat ini Zion memang tidak terlihat seperti biasa, jauh berbeda dengan dulu saat ia cambuk dengan ikat pinggang. Sekarang Zion kurusan, mukanya pucat, terlihat sangat tidak sehat, dia juga lesu terus, tingkahnya juga terlihat aneh.


“Tapi masih belum ada bukti dia memakai obat, bisa saja dia begitu karena banyak begadang atau apa” kata Fano.


Andy mengangguk setuju “Apa ku selidiki saja? Jika itu Zion, aku masih bisa mendekati..” kata Andy.


“Memangnya kita agen FBI apa?” Fano.


Andy terkekeh “Aku hanya penasaran, lagipula dia juga dulu temanku, aku hanya prihatin”


“Meski dulu dia suka mengganggumu?” Andy.


“Bukankah kau juga begitu?” Fano.


“Benar juga” Andy.


***


Seorang siswi duduk dengan tidak nyaman di sebuah kursi, namanya Bella. Baru saja bel istirahat tiba, seorang siswa tampan dan manis mendekatinya, Bella tau namanya Dave, dari kelas sebelah.


Saat Dave menghampirinya, anak-anak di kelas berlomba-lomba menghujatnya, padahal Bella tidak tau dia salah apa. Mungkin mereka iri karena akhir-akhir ini Dave terkenal di antara anak kelas satu sejak memenangkan pertandingan game, padahal dulu Dave sering dibully juga karena dia terlihat lemah dan penampilannya seperti bocah.


Tapi semenjak Dave memenangkan pertandingan game bersama teman-temannya dan menjadi viral di media sosial, pandangan mereka berubah.


Bella pikir, itu karena Dave memang pada dasarnya tampan dan manis, dia juga memiliki postur yang tinggi, tidak aneh jika langsung terkenal.


Tapi masalahnya, kenapa Dave ingin Bella mengikutinya?


Bella adalah gadis jelek, biasa saja, dan memiliki masalah kulit wajah. Orangtua Bella saja sampai angkat tangan untuk mengatasinya, karena Bella juga bukan berasal dari kalangan atas, keluarganya kalangan menengah saja.


Bella yang penasaran hanya mengkuti Dave meski mendapat banyak cibiran dari sekitarnya.

__ADS_1


Hingga sampailah dia disini, di atap gedung.


Bella disuruh duduk di sebuah kursi, ada teman-teman Dave juga disana, dengan perlengkapan kamera seakan mereka mau merekam sebuah vidio – atau mereka memang mau merekam?


Bella merasa tidak nyaman dan takut, apa yang akan mereka lakukan padanya? Apa mereka mau merundungnya? Karena disana juga ada Andy dan Bima yang terlihat seperti perundung, ada juga seorang siswi yang dia kenal dari SMP juga, Vivi. Lalu.. ada Fano dan Angel, kakak kelas yang akhir-akhir ini viral.


Fano yang viral karena terlihat makin tampan dari hari ke hari dan juga terlihat memiliki mobil mewah, meski ternyata bukan miliknya namun milik atasannya, tapi tetap saja dia keren. Kepopolerannya tidak kunjung surut, malah makin melejit sejak dia membangun sebuah perusahaan kecil, produknya juga selalu viral dimana-mana meski harganya selangit.


Lalu Angel.. dia dulu dibully hanya karena gendut, tapi sejak berat badannya berkurang, orang-orang balik memujinya. Karena Angel berubah jadi sangat cantik setelah menjadi langsing.


Disana juga ada siswa keturunan Jepang yang dulu selalu dibully para siswa karena mereka iri. Yoshi yang keturunan Jepang terlihat sangat tampan, banyak siswi yang menyukainya, tapi Yoshi bukan seorang yang kuat, bisa dibilang lemah, makanya mudah kena bully. Para siswa juga sering mengejek penampilannya, karena kulitnya yang sangat putih, matanya yang kecil, dan terlihat seperti bocah.


Tapi apa mungkin mereka yang seperti itu sekarang balik merundung seseorang setelah mereka terkenal?


PUK


Bella berjengit saat Vivi menepuk bahunya dan tersenyum padanya “Rileks aja Bel, kita disini membutuhkanmu untuk wawancara, kami akan membayarmu jika kau setuju untuk menjadi model kami” kata Vivi, dia sudah duduk di kursi di sebelah Bella.


“Mo.. model? Kamu gak salah nih?” tanya Bella dengan hati-hati.


Kemudian Angel datang mendekat, berjongkok di depan Bella lalu meraih tangan Bella dan menggenggamnya. Bella sempat terpesona dengan kecantikan alami Angel, apalagi saat Angel tersenyum seperti itu. Sebagai perempuan Bella tentu saja iri, dia juga ingin secantik itu.


“Namamu Bella kan? kami akan membantu masalah kulit wajahmu, tapi kamu harus menjadi model dari brand kosmetik kami, selain itu, kamu juga akan dibayar kok, Bella mau ya?”


Model? Dibayar? Siapa yang tidak mau?


“Apa sepuluh juta terlalu sedikit?” tanya Fano, yang membuat Bella terkejut, apakah benar dia akan dibayar sebanyak itu? Dengan uang segitu Bella bisa membantu orangtuanya yang sedang kesulitan ekonomi.


“Itu untuk sebulan?” tanya Bella.


Fano tertawa mendengarnya “Hahah kamu lucu sekali sih, itu hanya untuk sekali membuat konten vidio, ini sekalian untuk promosi”


Ini bohong kan?


Apa Bella sedang di bohongi saat ini?


Apa ini seperti vidio prank begitu?


Saat Bella sudah percaya dan melakukan semua yang mereka suruh, setelahnya dia akan ditertawakan?


“Bella?”


Bella kembali menatap Angel yang barusan memanggilnya, senyuman Angel membuat Bella kembali tenang.


“Percaya pada kami ya?” pinta Angel, refleks Bella mengangguk.


Fano tersenyum puas, memang keputusan yang tepat membuat Angel menenangkan dan meyakinkan Bella.


.

__ADS_1


.


__ADS_2