
.
.
Vidio yang mereka rekam adalah Angel dan Vivi yang sedang mewawancarai Bella tentang masalah kulitnya. Bella yang jarang memiliki teman kini setelah ada yang menanyainya tentang keluh kesahnya selama ini, sekarang menceritakan semuanya dengan detail.
Bagaimana Bella yang mengalami kesulitan dengan kulit wajahnya, memakai produk apapun juga tidak ada yang cocok, malah sebagian membuat kerusakannya semakin parah.
Tidak sampai disana, Bella juga mengalami kesulitan karena teman-teman di sekolahnya malah menghinanya, mengejeknya jika dia jelek dan sebagainya. Hal itu malah membuat Bella semakin stress dan kondisinya tak kunjung membaik, karena kondisi jiwa dan tubuh juga selaras. Bella yang stress malah membuat kulit wajahnya kian memburuk.
Bella menceritakan semuanya sambil menangis, dia sampai lupa jika sedang direkam.
Setelah itu Vivi menunjukkan produk baru dari Flouby, yaitu krim kecantikan.
Angel menjelaskan produk tersebut sesuai arahan dari Fano sebelumnya, untungnya Angel mudah menghafal.
Angel menjelaskan sambil Vivi unboxing kotaknya, disertai dengan decakan kagum Bella, karena wadah dan kemasannya yang sangat cantik, warna dan wangi krimnya juga sangat lembut.
“Meski krim ini memiliki wangi, sebenarnya tidak ada kandungan parfum di dalamnya, wanginya berasal dari wewangian bunga-bunga yang digunakan di dalam produk, produk ini juga sudah melewati ijin dari BPOM. Jika krim lain memiliki varian untuk kulit berminyak sendiri, untuk mencerahkan sendiri, untuk kulit berjerawat sendiri... tapi produk ini berbeda, segala masalah kulit wajah akan dapat teratasi. Produk ini aman untuk anak-anak, namun disarankan minimal penggunanya berusia 14 tahun ke atas. Produk ini berasal dari bahan-bahan alami, tidak menimbulkan alergi atau iritasi” jelas Angel, sudah seperti sales kecantikan, dia menjelaskan sangat detail.
“Kami akan menguji pemakaiannya pada Bella, jadi Bella akan menggunakannya dua kali sehari, di pagi hari sebelum beraktifitas dan juga di malam hari saat akan tidur” kata Vivi.
Bella terlihat senang mendengarnya “Sungguh? Krim ini untukku?” tanya Bella, dia yang terlihat senang lucu sekali dan sangat natural, karena memang tidak dibuat-buat.
“Tentu saja ini untukmu, kami ingin Bella sembuh dan jadi cantik seperti semula” kata Angel.
“Aku sedih melihatmu seperti ini, semoga kau bisa sembuh setelah ini” sahut Vivi
“Terima kasih”
***
PUK
Fano menoleh pada Haikal yang menyengir di depannya, kemudian Fano mengangkat pesawat kertas yang tadi Haikal lemparkan lalu jatuh di laptop Fano, merematnya kesal, lalu membuangnya asal.
Cengiran Haikal luntur melihatnya “Kau kenapa sih? Kelihatannya tidak menyukaiku” tanya Haikal, dia sudah terlihat kesal.
Ini sudah pulang dari sekolah, tapi ada tugas berkelompok yang harus dikerjakan, jadinya mereka mengerjakan tugas dulu. Berhubung apartemennya Fano sangat dekat, jadi mereka ke apartemennya Fano.
Kalau sudah di apartemen Fano, tentunya teman-teman yang lain juga ada disana. Yang kerja kelompok ada Fano, Angel, Haikal dan Andy saja... sedangkan yang lainnya ada Yoshi dan Dave yang sedang mengedit vidio untuk diupload di yutup.
Itu adalah vidio yang mereka rekam saat istirahat di sekolah bersama Bella.
Ada pula Vivi yang sedang mengambil foto Bella sebelum diberi krim, lalu setelah diberi Krim. Foto itu juga akan di upload di media sosial khusus untuk Floutesse Beauty.
Semuanya sibuk memang, makanya Fano kesal sekali karena Haikal kurang bisa fokus, dia main terus dari tadi bahkan sampai pekerjaan kelompok mereka selesai.
“Aku memang tidak menyukaimu” kata Fano, membalas pertanyaan Haikal tadi. Fano ingin meraih cup boba miliknya, tapi Haikal mendahuluinya lalu meminumnya dengan wajah seolah dia tidak memiliki dosa.
__ADS_1
[Peringatan!]
‘Iya iya!’
Fano berdecak kesal, kesabarannya menghadapi Haikal sangat diuji, ini lebih dari pada seperti saat Fano menjaga Abel. Meski keponakan Albert tersebut sangat aktif serta lincah dan ceria, tapi Haikal jauh lebih menguji kesabaran Fano.
Bagaimana tidak? Sepanjang kerja kelompok, Haikal hanya main saja, mengganggu Fano yang sedang konsentrasi, mengganggu Angel dan menggodanya, dia bahkan berani mengganggu Andy. Tidak berhenti sampai disitu, Haikal juga sempat-sempatnya menggoda Vivi yang sedang sibuk bersama Bella.
Andai yang Haikal hadapi bukan Fano tapi Albert, mungkin Haikal sudah tinggal nyawa.
Yang paling membuat Fano kesal adalah, Haikal tidak merasa bersalah sama sekali.
“Padahal aku menyukaimu Fano” kata Haikal, dia bertingkah seolah sedang tersakiti.
“Aku bisa saja menyukaimu” balas Fano, Angel dan Andy menoleh pada Fano, menanti apa yang akan Fano katakan selanjutnya.
“Kalau saja kau tidak menyebalkan seperti ini” lanjut Fano.
“Eh? Apa aku menyebalkan?” tanya Haikal.
Mereka yang ada disana menatap Haikal seolah mengatakan ‘Kau serius mengatakan itu?’
“Tidak menyebalkan, hanya berisik saja kak” sahut Dave.
Haikal hanya tertawa menanggapi ucapan Dave.
Fano menghela nafas lelah lalu kembali fokus pada laptopnya, sampai kemudian Andy menyenggol rusuk Fano.
Kemudian Andy menunjukkan beberapa pesannya dengan Zion “Dia tidak mau mengatakan apapun, tapi aku malah semakin curiga”
Fano melihat pesan-pesan antara Andy dan Zion, jelas sekali jika Zion mencoba mengelak dan tidak mau berterus terang padahal sudah ketahuan.
Pantas saja misi ini waktunya lama sekali sampai satu bulan, ternyata memang susah untuk menelusuri kasus ini, terutama karena belum ada titik terang, andai ada satu saja korban mungkin masih bisa dicari.
Tapi Fano tidak ingin ada korban jatuh, apalagi jika sampai tidak bisa diselamatkan.
Fano mengembalikan ponsel Andy.
“Meski begitu, kita tidak boleh lengah, pasti dia menyembunyikan sesuatu” kata Fano.
“Apa yang kalian bicarakan?” tanya Haikal.
“Obat terlarang” sahut Fano enteng.
“Apa maksudnya? Kalian ingin mendapatkan obat terlarang?” tanya Haikal dengan antusias.
“Kau tidak tau tentang itu? Sedang viral saat ini” sahut Andy.
“Aku tau kok, obat jenis baru yang beredar di Eropa kan? memangnya akan masuk ke negara ini? Negara Asia lain saja belum” Haikal terkekeh seolah bahasan mereka adalah lelucon.
__ADS_1
Kini Fano benar-benar menatap Haikal “apa kau tau pasar yang sangat menjanjikan? Itu adalah negara dimana penduduknya sangat banyak, penduduknya juga konsumtif... lalu untuk barang seperti itu, ku rasa yang memiliki banyak anak mudanya, tentu saja Indonesia adalah pasar yang cukup bagus untuk itu, terutama untuk memulai” kata Fano.
Haikal benar-benar tidak bisa tertawa sekarang “jadi begitu ya?” saat ini Haikal jadi terlihat cemas, malah menimbulkan kecurigaan Fano dan Andy.
“Bagaimana Fano bisa tau?” suara lembut Angel menyahut.
Fano menoleh pada Angel lalu tersenyum “Aku hanya mengira-ngira saja, bisa dibilang, itu dugaanku”
“Jadi rumor itu bisa saja terjadi? Jika obat itu akan beredar di negara ini juga?” tanya Angel.
“Kemungkinan seperti itu bukan nol persen” sahut Andy.
Fano menggeleng “Tidak, ku rasa itu sudah mencapai 75% atau 80%”
“Berhenti membahas itu, aku jadi tidak nyaman” timpal Haikal.
Fano menatapnya kesal “Oh begitu? Kenapa kau tidak nyaman? Aku sedang menyelidiki penyebarannya saat ini, aku bahkan mungkin sudah tau siapa yang –”
“CUKUP!”
Fano berhenti melihat Haikal terlihat kesal dan juga gelisah, Fano tidak mengerti dia kenapa, karena untuk menuduh juga tidak ada bukti.
Haikal membereskan barangnya lalu beranjak “Aku pergi, maaf sudah merepotkan dari tadi”
Setelah itu Haikal benar-benar pergi dari apartemen Fano.
“Bukankah dia aneh? Kenapa dia bertingkah seperti itu?” tanya Andy tidak habis pikir, tingkah Haikal sangat aneh baginya bahkan meski Haikal selalu bertingkah aneh sejauh yang ia ingat.
“Kita tidak boleh menuduhnya, tidak ada bukti” sahut Fano.
“Aku yakin dia tidak ada sangkut pautnya dengan obat itu” timpal Angel.
“Angel, kau tidak lihat dia bertingkah aneh begitu? Dia mencurigakan!” sahut Andy.
“Tapi Haikal itu baik Andy, jika ada yang menjadi pelaku palingan adalah anak sepertimu” kata Angel.
“Kau sungguh menganggapku seburuk itu?” Andy.
“Maaf, aku tidak bermaksud” Angel.
“Sudah, berhenti! Kau tidak boleh menuduh sembarangan Andy, dan Angel... apapun bisa terjadi, bahkan anak yang terlihat manis dan imut seperti Yoshi bisa saja jadi tersangka, jangan tertipu dengan penampilan yang baik” kata Fano.
“Kok aku dibawa-bawa?” tanya Yoshi tidak terima, dia sudah diam masih saja dibawa-bawa.
“Hanya contoh” Fano.
“Kan bisa Dave!” Yoshi.
.
__ADS_1
.