
.
.
Akhirnya Fano dan Raja sampai di kota Fleur, yang berada di wilayah kerajaan Fleurezia. Mereka pergi ke sana dari Floutessia menggunakan portal. Karena pada dasarnya Floutessia adalah wilayah tertutup, yang bahkan orang-orang di dunia itu mendengarnya dari rumor saja. itulah kenapa felix hanya memberi tahu Raja saja.
Kalau kalian masih ingat di bab dulu-dulu (author lupa bab mana) Queen saja menelfon Crystal dan membicarakan wilayah itu tapi mereka masih menganggap wilayah itu hanya rumor.
Floutessia adalah wilayah khusus milik Charlize, yang sebenarnya ada di Clouteria, yaitu negri di atas awan. Kerajaan peri bunga, atau Fleurezia juga berada di Clouteria. Kemudian kerajaan Iblis, atau Devirtia, memiliki wilayah di darat atau Landearth, dan sebagian juga ada di Clouteria.
Untuk selengkapnya bisa bisa membaca novelku yang sistem pemburu, penjelasannya lebih lengkap disana, jika tidak mau, juga tidak masalah.
Kini yang mengetahui keberadaan Floutessia hanyalah para peri, Felix, Chris, Sky, Lino, Raja, dan Fano.
Sampai kerajaan sudah tengah malam, semuanya sudah tertidur, begitupun dengan Queen. Raja mengantarkan Fano ke kamar Queen, kemudian dia pergi meninggalkan Fano disana.
Kamar Queen terlihat sangat megah bak kamar-kamar putri kerajaan, sangat indah dan memiliki banyak permata yang berkilauan. Ranjang yang Queen tiduri juga sangat luas, saat Fano duduk di atasnya, rasanya sangat empuk dan nyaman.
Kalau Fano boleh sok tau, sepertinya ranjang itu memiliki isi bukan seperti spons atau dakron, melainkan bulu angsa yang halus, karena rasanya sangat empuk.
Fano berbaring menyamping sambil menatap Queen, dia bimbang antara mau membangunkan Queen atau ikut tidur saja di sampingnya. Tapi pada akhirnya, Fano yang tadi sudah berjalan kesana-kemari bersama Raja, banyak berdebat dan juga sudah mandi segala ... merasa sangat nyaman di atas hingga lama-kelamaan dia tertidur sambil menggenggam tangan Queen.
Keesokan harinya Queen terbangun terlalu pagi, maklum saja, saat Raja pergi menjemput Fano, Queen yang sedang marah-marah memilih untuk tidur. Lagipula jika dia tidak tidur, ada Arthur, pangeran gila yang tidak kapok juga untuk mengejar cinta Queen. Padahal Queen sudah menolaknya sampai dia sendiri lelah, jangankan Queen, seluruh isi istana Fleurezia juga sudah lelah dengan pangeran Arthur.
Queen membalikkan tubuhnya dan dia hampir saja terlonjak kaget, bagaimana dia tidak terkejut jika tiba-tiba ada sosok Fano tidur dengan tenang di sampingnya. Fano memang tidurnya tidak banyak tingkah, dia tidur seperti batu.
Setelah jiwa Queen sudah terkumpul seluruhnya, dia pun kembali terkejut dan terheran-heran melihat leher Fano sudah tidak memiliki rantai. Senyum lebar menghiasi wajah Queen, dia pun mendekati Fano dan memeluknya.
Queen tidak mengerti apa yang terjadi, tapi semoga saja dengan sudah tidak adanya rantai Fano akan terbebas dari apapun, semoga itu pertanda yang bagus.
Fano yang merasa ada sesuatu yang berat menimpa dadanya akhirnya terbangun, ternyata itu hanya Queen yang sedang memeluknya.
“Queen?” panggil Fano dengan suara berat khas bangun tidur.
Queen mengangkat kepalanya lalu tersenyum “Fano ... hehe, kamu udah bangun? Ayo kita jalan-jalan!”
Queen beringsut mundur dari tubuh Fano lalu duduk, Fano juga ikut duduk kemudian mengusak kedua matanya dan menguap “Jalan-jalan? Oh iya, aku meninggalkan Angel di apartemen” kata Fano.
Queen cemberut mendengar Fano menyebut Angel padahal sekarang hanya ada mereka berdua “Fano tidak boleh pergi dulu, kita kirim pesan saja padanya jika kau baik-baik saja” pinta Queen.
Fano tersenyum kecil lalu mengangguk “Baiklah, tapi aku hanya bisa disini sampai siang ya? Karena besok aku ada janji untuk camping” kata Fano.
__ADS_1
“Camping? Sama siapa? Dimana?” tanya Queen.
“Bersama Jungyu, Jehyuk dan grupnya Noa. Kami akan camping di pantai” kata Fano.
Queen cemberut lagi, karena dia tidak bisa ikut Fano jika besok, karena ada urusan penting “Apa Angel tidak ikut juga?” tanya Queen.
“Angel tidak ikut, karena dia ada jadwal besok, ku rasa siang ini juga ada” jawab Fano.
“Oh iya Queen, aku dengar dari Raja kau marah karena mengira aku ada hubungan dengan Lylac, itu tidak benar, aku dan Lylac lebih seperti saudara, tapi lebih dekat dari itu, tidak ada perasaan romantis di dalamnya” kata Fano.
“Fano yakin?”
Fano mengangguk “Tentu saja, aku tidak berbohong”
Kemudian Queen menunjuk leher Fano “Lalu rantaimu ada dimana? Sekarang sudah tidak ada” kata Queen.
Fano meraih tangan Queen yang tadi menunjuk lehernya lalu tersenyum “untuk sementara ini tidak ada”
Queen mengerutkan keningnya tidak mengerti “sementara? Jadi bisa kembali lagi?”
Fano mengangguk “Iya, jangan khawatir, rantai bukanlah sesuatu yang buruk, oh iya, akau bilang ingin jalan-jalan bukan? ayo”
***
bermata abu-abu. Iya dia tampan, namun tentu saja lebih tampan Fano, menurut Fano sendiri.
Tapi yah ... bahkan para maid yang melihat Fano saja langsung menjerit dan jatuh hati padanya, walau ujung-ujungnya mereka terdiam karena takut dipelototi oleh Queen.
Arthur selalu menatap Fano dengan tatapan tidak suka, tapi kemudian setelah Fano menatapnya balik dengan tatapan tajam, dia malah menciut. Pangeran macam apa dia itu.
Queen mengajak Fano sarapan berdua di taman bunga mawar, itu adalah taman yang paling Queen suka. Bunga mawar yang ditanam disana memiliki berbagai warna, ada mawar merah, pink, ungu, ungu muda,
biru tua, biru muda, putih, kuning, orange, dan warna-warna cantik lain. Lalu di tengah taman itu terdapat air mancur dan juga tempat untuk melangsungkan pesta teh.
Queen dan Fano sarapan disana. Menunya hanya berupa sandwich dan juga teh, tehnya adalah teh mawar biru. Warna tehnya biru muda, rasanya cukup unik, sudah manis meski tidak diberi gula. Queen meminum teh itu dengan diberi susu, warnanya menjadi baby blue saat diberi susu.
Sangat unik.
“Itu teh beneran dari mawar? Kok bisa biru gitu?” tanya Fano.
“Ini mawar khusus memang, hanya kelopak mawar yang dikeringkan, lalu diseduh menjadi teh, kelopaknya bisa saja jika mau dimakan begitu saja, rasanya sangat manis. Banyak terdapat di wilayah ini saja” kata Queen.
__ADS_1
“Apa tidak bisa ditanam di wilayah lain?” tanya Fano.
Queen menggeleng “Sayangnya tidak, hanya bisa ditanam oleh seseorang yang memiliki sihir khusus, oh – tapi Raja bisa menanamnya” kata Queen.
“Karena dia Pangeran mahkota?” tanya Fano lagi.
“karena dia keturunan langsung bangsa peri bunga, kalau aku kan hanya setengah, tapi Raja bahkan memiliki sihir yang lebih banyak dari papa dan mamanya”
Fano hanya mengangguk-angguk mengerti “Lalu mamanya Kaisar itu, aku jarang melihat, dia masih hidup kan?” tanya Fano.
Queen mengangguk “Tentu saja, sekarang saja ada di Devirtia, agak jauh dari sini, tapi masih satu wilayah di Clouteria” kata Queen.
“Ah, begitu”
“Apa ada yang ingin kau tanyakan lagi?”
Fano menggeleng “Tidak ada, untuk saat ini” kemudian dia menyesap teh mawar birunya.
“Kenapa teh ini tidak dijual oleh Royal Group?” tanya Fano.
“Baru saja kau bilang tidak memiliki pertanyaan, Fano” protes Queen.
“Hehe, maaf” Fano.
“Karena produksinya terbatas, yang bisa hanya mawar merah, Royal Group memiliki teh mawar, itu berasal dari mawar merah, kami memiliki kebunnya di kota Malang” jelas Queen.
“Oh begitu, katanya jalan-jalan?”
Queen mengangguk antusias “Ayo kita jalan-jalan pagi ini!”
Setelah sarapan ala bangsawan, mereka pun pergi untuk jalan-jalan. Fano pikir mereka hanya akan jalan-jalan berdua, nyatanya ada Raja yang mengekori mereka.
Mereka bertiga pergi mengunjungi banyak tempat di kota Fleur, lalu melihat danau besar di kota itu, yang memiliki banyak sekali bunga teratai raksasa warna biru dan ungu. Kata Queen teratai itu akan mekar di pagi hari mulai dari jam enam pagi sampai jam sepuluh pagi, setelahnya menguncup lagi, kemudian kembali mekar di malam hari mulai dari jam tujuh malam sampai jam satu dini hari.
Dikatakan raksasa karena memang sangat besar,
seukuran rumah kecil. Kalau kalian bersanding di sebelahnya akan terlihat seperti tumbelina. Kalian tau tumbelina?
.
.
__ADS_1
.