Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Membantu menangkap yakuza


__ADS_3

.


.


Fano tidak tau jika berita mengenai dirinya yang merupakan cucu pertama keluarga Doma akan tersebar begitu cepat. Penggemar Fano dan juga Noa juga sedang heboh. Mereka mulai membandingkan wajah keduanya yang sangat mirip, apalagi setelah foto Fano dan Noa yang berpose di depan potret kakek mereka diupload oleh Fano.


Makin hebohlah mereka.


Sekarang mereka jadi tau, jika mansion yang sering dipakai untuk konten adalah milik Fano, dan wali Noa selama berada di Korea itu juga Fano.


Saking hebohnya orang-orang, sampai berita tidak mengenakkan yang terjadi pada Noa, Leon, Lylac dan ibunya Noa kemarin jadi terlupakan begitu saja. Berita itu perlahan menghilang tidak berbekas.


Yah, bukannya Fano tidak memperkirakan hal ini, dia memang berencana membongkar semuanya untuk


menutupi berita itu. Tapi Fano tidak menyangka akan bisa tersebar secepat ini, dan responnya juga banyak yang positif. Fano berharap setelah ini tidak ada


lagi yang memberi Noa cap yang buruk karena selalu dekat dengannya. Karena masih banyak orang mengatakan hal buruk seperti Noa sengaja mendekati Fano untuk popularitas, padahal kan Noa sudah populer tanpa Fano.


Lalu ....


“Yoshi, bayi siapa itu?”


Fano terkejut saat tiba-tiba Yoshi datang membawa bayi perempuan yang memakai kostum beruang pink,


lucu dan sangat menggemaskan.


“Kenalkan, ini Aoi, adikku, aku menculiknya dari ibunya, hahahaha”


“Dadadada!”


Bayi Aoi mengangkat tangannya minta gendong pada Fano.


“Nih calon istrimu minta gendong” Yoshi menyerahkan adiknya pada Fano.


“Heh mulutnya! Aku bukan pedo ya, enak aja! Adikmu lebih cocok jadi anakku” sahut Fano, Yoshi kembali tertawa melihat ekspresi kesal Fano.


Dengan kesal Fano menggendong bayi itu, dia tidak berdaya jika itu dengan bayi, apalagi bayinya terlihat menyukai Fano. Bayi juga tau yang mana yang lebih bening, maklum saja ya.


“Yang lain mana? Kok cuma ada kalian sih?” tanya Yoshi. Setelah Fano dan yang lain pulang dari rumah


besar Noa, Yoshi sempat pulang, ini baru kembali lagi ke hotel dan dia sudah menculik adik bayinya.


Di kamar Fano hanya terlihat Jungyu, Jehyuk dan Leon saja. Lylac dan Noa tidak ada.


“Lylac pergi, Noa lagi di kamar mandi” jawab Fano.


Yoshi mendekati Jungyu, Jehyuk dan Leon, mereka sibuk di sofa dengan laptop dan ponsel. Sementara


itu Fano hanya duduk di atas ranjang sambil menggendong bayi dan juga memainkan ponselnya.


“Bagaimana dengan Kawada?” tanya Yoshi.


“Kita sudah mengumpulkan semua bukti, ada pihak di kepolisian yang bekerjasama dengan Kawada, itulah kenapa mereka bisa selalu lolos dari tidak kejahatan mereka, ada orang dalam. Namun, atasan di kepolisian malah tidak tau apa-apa tentang itu” kata Jungyu.


“Jadi kami sudah bekerjasama dengan atasan kepolisian setempat untuk membantu mengungkap


kejahatan mereka, karena sudah bertahun-tahun kasus kawada belum selesai – nih, kau bisa membaca sendiri” Jehyuk memberikan laptop itu pada Yoshi.


“Jadi kita tidak jadi membantai? Gak seru ah” keluh Leon.

__ADS_1


“Jadi kau pikir kita akan main tambak-tembakan bunuh-bunuhan seperti orang tidak sayang nyawa gitu? Kau harus ingat status idol mu Leon, jaga image” sahut Fano.


“Tapi kita akan membantu para polisi menangkap keluarga itu, jika mereka memberontak, boleh


dibunuh, karena kejahatan mereka sudah bukan main-main, paling tidak, kita bisa melukainya, apalagi jika mereka menyerang kita – kau mau ikut?” kata Yoshi.


Leon buru-buru mengangguk tapi Fano menyelanya “Leon tidak boleh ikut, kau tetap disini bersama Noa dan Jehyuk, jangan kemana-mana”


“Yah kok gitu? Kak Fano, please?” pinta Leon.


“Gak boleh, jika ingin selamat harus nurut” kata Fano.


Leon pun terdiam karena Fano sudah mode serius, dia juga mengerti ini berbahaya, tapi dia serius ingin ikut. Leon bahkan sudah pandai tembak-menembak sejak masih kecil, karena memang diajari oleh kakeknya, dia juga suka sekali main game yang tembak-tembakan dan sering pula jadi juara.


Kali ini dia ingin main tembak-tembakan secara langsung, malah dilarang.


Andai dia bukan idol pasti boleh, tapi jika Leon bukan idol tidak akan bertemu Fano dan yang lainnya. Sudahlah, nurut saja.


***


Yang ikut mengepung keluarga Kawada hanya ada Fano, Lylac, Yoshi dan Jungyu. Adiknya Yoshi sudah


diserahkan lagi pada baby sitternya, tidak mungkin mereka titipkan pada Leon, Jehyuk dan Noa. Bisa-bisa dibuat mainan itu bayi orang. Jehyuk masih mending


ya, dia punya adik bayi juga. Tapi kalau Leon dan Noa ... sudah lah.


Kembali lagi pada Fano yang bekerjasama dengan para polisi. Polisi yang ikut adalah tim khusus,


yang paling mahir dalam urusan beladiri. Karena rumah Kawada itu sama seperti rumah yakuza atau mafia lainnya, tentu saja dijaga ketat oleh orang-orang


berbadan kekar nan menyeramkan, keamanannya sangat teramat ketat, jadi pasti sulit untuk menggrebek mereka.


Karena itulah para polisi butuh Fano dan teman-temannya, dalam sekejap, gerbang dengan keamanan canggih itu dapat dibobol dengan mudah karena telah diretas. Kemudian beberapa orang yang menjaga gerbang mendapat serangan mendadak dari Lylac, jadi mereka kemudian pingsan tanpa menimbulkan banyak suara.


Fano dan yang lain mengendap-endap untuk masuk ke rumah untuk mengepung keluarga kawada yang sepertinya sedang makan malam.


Mereka memang sengaja memilih waktu di malam hari agar bisa dengan bebas bergerak, karena kan sedang hari gelap.


Satu persatu semua penjaga telah dibuat pingsan, sementara kelurga Kawada makan malam dengan bahagia, tidak tau jika mereka sedang diserang secara diam-diam.


Hingga setelah semua penjaga dan orang-orang yang bisa melindungi mereka telah pingsan tidak berdaya, Fano dan yang lainnya mendatangi keluarga besar itu.


“Selamat malam semuanya” sapa Yoshi.


“Kenapa kau ada disini?” tanya Rina, tiba-tiba dia merasa gugup dan takut, apalagi melihat seringaian mereka.


“Bagaimana bisa kalian masuk? Penjaga!!” teriak ayahnya Rina.


Yoshi tertawa keras “Penjaga kalian, semuanya tidak bisa membantu kalian lagi. Aku kan sudah bilang, salah besar jika kalian macam-macan dengan kami, terutama kau, Rina” kata Yoshi.


“Bukankah kau cucu keluarga Nakamoto?” tanya salah satu wanita yang mungkin istri dari ayahnya


Rina, entahlah, Yoshi hanya mengenali ayahnya Rina dan Rina saja, ibunya Rina Yoshi tidak tau, tapi yang pasti ayahnya memiliki 4 istri.


“Kau cucu keluarga Nakamoto?” ulang Rina, dia terlihat begitu terkejut hingga matanya yang sudah besar itu membelalak sempurna.


Yoshi tertawa “Itu benar, makanya jika mencari gara-gara itu cari tau informasinya dulu, kau beruntung karena aku baru membalas sekarang”


“Kalian tidak bisa menangkap kami!!” teriak salah satu wanita yang mungkin istri entah keberapa dari ayahnya Rina.

__ADS_1


“Maaf nyonya, itu tidak bisa, kami sudah menemukan semua bukti-bukti kejahatan kalian, bahkan orang dalam yang biasa membantu kalian sudah ditangkap” kata Fano.


“Tidak mungkin ....” ucap Rina, dia terlihat sangat takut. Karena dia panik mau ditangkap, diapun meraih pisau buah, kemudian dengan gerakan cepat berlari untuk menyerang Yoshi.


Namun Lylac lebih cepat menghentikan Rina, dia mencekal pergelangan tangan perempuan itu hingga


pisau terjatuh di lantai dengan bunyi yang cukup keras. Dengan cepat Lylac sudah meringkus perempuan itu hingga tidak dapat bergerak lagi.


“Tenang saja Rina, aku akan memastikan kau membayar semua perbuatan burukmu, aku baik bukan?” bisik Yoshi pada Rina.


“Kau brengsek!!”


Fano mendekati ayahnya Rina, namun pria itu langsung menodongkan pistol ke arah Fano. Fanonya


sendiri tidak kaget, dia tetap tenang, bahkan setelah tau pria itu tidak ragu-ragu untuk menarik pelatuk pistolnya.


DOR


Peluru dengan cepat meluncur ke arah Fano, namun di mata Fano gerakan peluru itu begitu lambat, dia


sampai bisa menghentikan peluru itu dengan tangan kosong. Fano menggunakan sihir angin yang masih level satu itu. Memperlambat gerakan peluru, lalu


menangkapnya dengan tangan kosong tanpa menimbulkan luka apapun.


Yoshi dan Jungyu, serta polisi yang baru datang sampai shock melihat Fano melakukan itu. Namun Fano hanya membuang peluru itu, lalu kembali berjalan mendekati ayahnya Rina.


Pria itu kini sudah gemetar setelah melihat Fano yang tidak mempan ditembak, saking gemetarnya dia hingga Fano dapat dengan mudah merebut pistolnya dan memukul tengkuknya hingga pingsan.


Maaf jika kalian mengharapkan adegan yang epik banyak tembakan atau jurus-jurus beladiri, tapi


Fano masih tidak boleh melakukan hal-hal yang lebih dari ini. Memang tidak ada rantai dilehernya kini, karena Lylac memilih keluar.


Namun, Fano tetap saja memiliki larangan untuk melakukan hal kejam.


Fano berusaha menjadi orang baik, yang akan melawan dengan lembut namun juga tepat sasaran.


Ketua yakuza?


Mafia?


Fano tidak takut sama sekali.


Akhirnya keluarga kawada dapat ditangkap dengan mudah, termasuk para pengikut mereka juga, selain


beberapa harta mereka juga disita untuk menggantikan berbagai kerugian yang telah mereka akibatkan. Karena mereka sudah sering membuat tindak kejahatan.


Fano akan memastikan mereka dihukum seberat-beratnya, tidak boleh ada keringanan, bahkan kalau perlu Fano bisa menyuap hukum untuk memberikan mereka hukuman mati. Tapi Fano tidak


perlu melakukannya.


“Kau sudah puas, Yoshi?” tanya Fano.


Yoshi mengedikkan bahunya “Entahlah Fano, aku senang mereka dihukum, tapi disisi lain aku juga merasa sedikit bersalah”


“Tidak perlu merasa bersalah, mereka sudah sepantasnya mendapatkan semua itu, urusan kita selesai, ayo pergi”


Yoshi mengangguk lalu mengikuti Fano untuk pergi dari kantor polisi, Jungyu dan Lylac juga ikut pergi bersama mereka.


.

__ADS_1


.


__ADS_2