
.
.
Hadiah yang Fano terima adalah sebuah mobil, lengkap dengan SIM untuk negara ini. Itu adalah mobil dari Mercedez yang harganya miliaran, warnanya hitam dan terlihat elegan. Mobil itu sudah terparkir di parkiran apartemen saat Fano sudah kembali dari studio.
Saat Fano sampai di apartemen, sudah larut malam, Fano agak terkejut melihat Queen dan Angel tidur satu ranjang. Mereka berdua memakai piyama yang mirip satu sama lain, hanya saja punya Queen warna ungu muda, jika Angel merah muda.
Noa tidak pulang bersama Fano, manager hanya mengantar Fano ke apartemen, setelahnya kembali ke asrama Noa.
Lalu, yang membuat Fano terkejut dan sekaligus jengkel, ada Raja tidur di salah satu kamar. Padahal dia bilangnya akan menginap di rumah pamannya, Subin. Mana kamar yang Raja tempati adalah kamar yang biasa Fano pakai tidur.
Sebenarnya Fano tidak mengerti kenapa Raja bisa ada di Korea. Padahal itu harusnya sibuk membantu mengurusi perusahaan besar kakeknya. Tapi mungkin dia disini hanya mengikuti kakeknya, Fano tidak terlalu peduli juga.
Setelah melepas jaket dan menyampirkannya ke tempat yang seharusnya, Fano beranjak menuju dapur. Menyeduh teh untuk menenangkan dirinya, itu adalah teh herbal yang Jungyu siapkan. Dia tidak pernah lelah meminta Fano, Angel atau siapapun untuk meminum teh itu.
Apalagi, akhir-akhir ini Fano merasa tidurnya tidak terlalu berkualitas. Mungkin karena terlalu sering bermimpi buruk? Entahlah. Yang pasti Fano selalu merasa kurang tidur dan tubuhnya kurang fit. Padahal dia juga sudah meminum ramuan penyembuh.
[Aku ada produk yang bisa membantumu]
[Tapi aku tidak terlalu yakin itu akan benar-benar membantu]
“Yang benar yang mana?”
Kemudian sebuah botol kaca cantik muncul di depan Fano. Botol itu transparan, isinya berupa cairan ungu pekat dengan kerlipan perak.
“Gratis?”
[Karena itu ramuan masih percobaan, jadi gratis dulu]
[Tapi setelah khasiatnya terlihat bagus, akan ada harga, kau bisa membelinya di toko nanti]
Fano meraih botol itu, mengamatinya dengan seksama lalu kembali bertanya “jadi ini ramuan apa?”
[Namanya dreamless potion]
[Ramuan yang akan membantumu untuk tidur nyenyak tanpa bermimpi]
“Apa ramuan ini dibuat karena kau kasihan dengan keadaanku?”
[Kau terlalu percaya diri Fano]
[Tapi itu benar, aku tidak tega melihatmu terus bermimpi buruk]
“Mimpi buruk itu apa hanya untuk menghantuiku, mengingatkanku pada perbuatanku di masa lalu, atau hanya sekedar
mimpi buruk”
[Aku tidak tau, mungkin semuanya benar, yang pasti hanya itu yang bisa ku lakukan untuk membantumu]
Fano menghela nafas lelah, lalu meminum ramuan itu hingga kandas. Setelahnya dia bersiap untuk tidur, berharap tidak ada mimpi buruk yang mendatanginya lagi.
Ternyata ramuan itu sukses, Fano tidak mengalami mimpi apapun saat tidur. Bahkan saking nyenyaknya dia tidur, saat dia dibangunkan dengan suara kekehan yang bisa dia kenali itu suara Queen dan Angel, Fano tidak merasa lelah saat bangun tidur dan malah sangat segar.
__ADS_1
Tapi.. Queen dan Angel menertawakan apa ya?
Perlahan Fano mengusak matanya lalu membuka mata, dia bisa melihat Queen bersama Angel, Queen memegang ponsel dan... memotret Fano?
Tunggu! Siapa yang sedang memeluk Fano seperti guling ini?
Buru-buru Fano menoleh pada orang yang ada di sebelahnya, kemudian Fano refleks berteriak saat melihat sosok Raja tidur di sampingnya.
Fano saja tidak tau kenapa dia teriak.
Yang pasti dalam ingatan Fano kemarin dia tidak tidur di kamar yang ada Raja nya, kenapa bocah ini tiba-tiba tidur di sampingnya? Apa dia tidur sambil berjalan?
Raja juga ikut bangun setelah mendengar teriakan Fano, dia menguap sebentar, lalu menoleh pada Queen dan Angel yang masik terkekeh entah karena apa.
“Kalian berdua kenapa? Pergi sana!” usir Raja.
“Heh, kau yang harusnya pergi, kenapa kau tidur disini?” sahut Fano.
“Kalian bangun-bangun sudah berantem saja, beda sekali dengan saat masih tidur” kata Queen, kemudian Angel kembali terkekeh. Fano punya perasaan buruk, sepertinya ada sesuatu yang salah hingga mereka ketawa sampai segitunya.
Hal yang membuat aneh lainnya adalah karena Queen dan Angel terlihat sangat akur, itu hanya membuat Fano aneh saja.
“Apaan sih, aku emang tidur disini kok dari semalam” bantah Raja.
“Lihat sekitarmu! Kemarin kau tidur di kamar sebelah” sahut Fano tidak terima.
Raja menggaruk kepalanya karena bingung, tapi kemudian dia seperti menyadari sesuatu “Aku tengah malam terbangun lalu minum dan tidur lagi, mungkin saat itu aku salah kamar” kata Raja.
Fano berdecak malas.
Mendengar itu refleks Fano mendorong Raja menjauh darinya “Jangan deket-deket!”
“Apaan, aku alergi ya sama kamu!” balas Raja.
“Anak kembar gak boleh berantem ya” sahut Queen.
“Anak kembar kepalamu!” Raja.
“Jangan kasar sama pacarku ya!” Fano.
“Heh, dia adikku!” Raja.
“Oh iya, maaf kakak ipar... tapi, kita gak kembar ya Queen, aku juga gak terima” Fano.
“Kalian sekilas mirip, postur juga mirip” sahut Angel.
Queen mengangguk antusias “Apa kalian tau? Fano mirip Haruto, Raja mirip kakek, sedangkan kata Grandpa Chris, kakek sama Haruto itu mirip, jadi intinya kalian sama Noa udah kayak triplets” kata Queen panjang lebar.
“Aku gak mau kembaran sama dia! Sama Noa masih mending” bantah Fano.
“iya nih, kamu juga mirip sama Abel dan Christal, apa kalian triplets juga hah?!” kata Raja yang tidak terima dengan ucapan adiknya.
“Berisik banget, ada apa sih?” Jungyu dan Jehyuk yang baru datang melongok ke dalam kamar mereka.
__ADS_1
“Kita datang bawa makanan, kalian mau sarapan?” tawar Jehyuk
“MAU!!” sahut Fano dan Raja kompak, tapi kemudian mereka saling pandang dan menunjukkan wajah kesal, sedangkan Queen dan Angel kembali terkekeh.
“Kak Gyu, menurut kakak, apa Fano dan Raja mirip?” tanya Angel, sambil menunjuk Fano dan Raja yang masih duduk di atas ranjang.
Jungyu dan Jehyuk terlihat berpikir tapi kemudian mereka kompak mengangguk.
“Enak aja! Aku gak mirip sama cecunguk ini” kata Raja.
“Apa kau bilang?” Fano.
“Gak ada siaran ulang, emangnya aku radio!” Raja.
Fano berdecak malas, untung dia calon kakak ipar, kalo bukan sudah Fano tendang sampe planet kepler.
“Udah udah jangan berteman, kita sarapan dulu aja, kalian cuci muka ya” perintah Queen, kemudian dia mengajak Angel untuk keluar kamar.
Setelah semuanya meninggalkan Fano berdua dengan Raja, Fano kembali menatap Raja sengit, Raja juga menatap Fano tidak suka.
Mereka sempat perang bantal dulu sebelum akhirnya cuci muka lalu sarapan.
Ini hari yang indah untuk memulai aktifitas, harusnya begitu... tapi mood Fano hancur karena dikatakan mirip dengan Raja.
[Kalian memang mirip sih, meski lebih mirip lagi dengan Noa]
[jadi presentase kamu mirip Raja ada 70% sedangkan Noa ada 85%]
‘Diam Lylac!’
[Jangan panggil aku seperti itu!]
‘Tapi aku suka nama Lylac’
[Hhh – baiklah jika kau suka, terserah saja]
Pagi ini Fano akan mengajak semuanya untuk melihat mansion barunya, Fano juga sudah meminta Noa beserta anggotanya, lalu Wonhi beserta anggotanya untuk pergi ke sana diantar manager masing-masing.
Anggap saja mereka sedang wisata ya.
Semua orang sangat antusias ingin melihat manson yang digadang-gadang paling mewah itu. Tidak hanya melihat-lihat, mereka juga akan merekam saat mereka berkeliling mansion.
Bukan sebagai mansion dari Fano, tapi sebagai mansion dari kakak sepupunya Noa, sedangkan siapa kakak sepupunya Noa itu dirahasiakan. Untuk privasi.
Padahal ya, untuk menutupi nama Fano saja sih, agar orang-orang tidak heboh.
Fano tentu saja memakai mobil mewah barunya bersama Angel dan Queen, sedangkan Raja tidak mau ikut Fano, dia bersama mobilnya Jungyu, bersama Jehyuk juga. Hari ini Jehyuk tidak membawa adik bayinya, karena ibunya sedang libur tidak bekerja. Ayahnya Jehyuk, ibu serta adiknya akan pergi piknik, Jehyuk memang tidak ingin ikut karena dia
lebih memilih bekerja sambil berwista di mansion baru Fano.
Lagi pula melihat-lihat mansion mewah lebih mengasyikkan dari pada berpiknik di tepi sungai Han.
.
__ADS_1
.