
.
.
Setelah capek berbelanja, mereka jalan lagi ke sebuah restoran tempat mereka janjian akan bertemu. Grup Yoshi sudah sampai duluan ke tempat privat yang telah dipesan.
Saat Fano sampai tau-tau Noa berdiri dan memeluknya, Fano bingung, ada apa lagi dengan bocah satu ini? Kemudian Fano menoleh pada Yoshi dan Jungyu meminta penjelasan.
Noa sedikit terisak, Leon dan Sahi diam saja dan menundukkan kepala mereka.
“Ayo kita duduk dulu” ajak Fano, kemudian Fano duduk di kursi kosong, Lylac memilih duduk di sebelah Noa. Sedangkan Jehyuk menyeret Fira untuk duduk bersamanya, rupanya dia belum menyerah dengan memodusi Fira.
“Bisa kalian jelaskan kenapa kesayanganku menangis?” tanya Lylac dengan wajah garang, tapi karena dia cantik dan imut jadi tidak terlihat garang sama sekali.
“Itu bukan salah kami, tapi salah Noa sendiri, dia hampir saja diculik orang tadi” kata Yoshi, yang kemudian diangguki oleh Jungyu.
“Ada orang aneh yang mengikuti kita, saat kami sibuk memilih-milih dia mendekati Noa lalu mengajak Noa pergi, untung saja Leon dan kak Yoshi melihatnya” kata Sahi.
“Beraninya dia ingin menculik Noa!” Lylac menggebrak meja, membuat Leon dan Jungyu berjengit, yang lain juga kaget tapi tidak terlalu terkejut, Fano sendiri sudah biasa, jadi tidak kaget.
Namun Noa yang sedang sedih malah mengeraskan tangisnya.
“Aduh, maaf membuatmu terkejut Noa, aku hanya marah kok, maaf ya” Lylac.
“Lalu bagaimana dengan orang itu?” tanya Fano.
“Kami ingin menangkapnya, tapi kemudian dia berlari kencang, ada banyak orang, jadi susah untuk menemukannya” kata Yoshi.
Fano mengusap-usap punggung Noa “Shh, jangan menangis, apa kau takut?” tanya Fano.
“Aku – tidak tau, dia bilang – bilang mau ... memberiku kue yang enak, aku pikir, dia punya toko kue – jadi, aku ....” Noa tidak meneruskan ucapannya yang terbata-bata itu, kembali menangis dalam diam, kali ini dia tidak terisak sama sekali.
Pelayan restoran datang untuk mencatat pesanan mereka.
“Noa juga pernah seperti itu di Korea, waktu itu belum debut, Dia, Kun, dan Wubin, kami main ke tepi sungai Han, mereka hampir tertipu dan diculik orang” cerita Leon.
“Untungnya Kun sadar duluan dan pergi menyeret dua bocah itu untuk tidak mengikuti penipu” sahut Sahi.
“Ku rasa dimana-mana penipu seperti itu banyak, Abel juga pernah hampir diculik, tapi untungnya aku bisa menangkapnya, dibantu satpam bank waktu itu, orangnya tertangkap” cerita Yoshi.
Lylac berdiri dari duduknya “Aku akan mencari orang itu dan memberi pelajaran, memang Noa bisa lolos, tapi aku tidak ingin ada korban lain” kata Lylac.
Kemudian Fano menariknya untuk kembali duduk “Tenangkan dirimu, kita belum tentu bisa menemukannya, yang penting kan Noa sudah selamat” kata Fano.
Tiba-tiba Sahi mengangkat tangannya “Anou – sebenarnya, aku mendengar ini dari paman dan
sepupuku, ada banyak orang hilang di sekitaran Tokyo, terutama di Shibuya, karena kan memang padat sekali orang-orang lewat, namun hampir semuanya tidak saling peduli dan sibuk sendiri, baru tiga hari lalu – eh, sudah empat hari, ada gadis yang hilang karena diculik, sampai sekarang masih dicari oleh polisi” kata Asahi.
__ADS_1
“Maaf ya Noa, aku tadi memarahimu, karena aku takut kau bernasib sama dengan gadis itu, maaf ya?” tambah Asahi.
Noa sudah tidak menangis, dia lebih tenang saat ini, kemudian mengangguk pelan “Tidak apa, aku mengerti kalian mengkhawatirkan ku” ucap Noa, lalu Lylac membantu Noa menghapus air matanya dengan tisu yang dia ambil dari meja.
“Noa hampir diculik karena hari ini banyak melamun kan? apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Lylac, dengan nada lembut, yang membuat Fano shock, tidak percaya Lylac bisa berbicara selembut dan semanis itu.
Kemudian Noa menatap Yoshi, lalu mendongak menatap Fano di sebelahnya, baru kemudian menggeleng “Tidak ada kok”
Tapi, malah apa yang kau lakukan membuat Lylac semakin yakin jika Fano dan Yoshi telah melakukan sesuatu terhadapmu, Noa.
“Baiklah kalau begitu” Lylac tersenyum, tapi kemudian menatap Yoshi tajam, mau menatap Fano begitu juga tapi tidak bisa, kan Fano ada di sebelah Noa.
Yoshi sendiri merinding mendapatkan tatapan itu.
***
“Kita tunda dulu ke Indonesia”
Ini ucapan pertama Lylac setelah mereka selesai jalan-jalan di Shibuya dan kembali lagi ke hotel. Lylac menyeret Fano dan Fira ke kamar hotelnya, lalu mengatakan hal itu.
“Aku tau, pasti Noa kan?” sahut Fano.
“Tapi aku setuju dengan Lylac! Bagaimana jika penculik itu jahat dan mencari mangsa lain? Aku yang hanya mendengar ceritanya saja merasa takut” kata Fira, dia memeluk bantal dengan erat, kemudian bergidik ngeri membayangkan jika yang diculik adalah
dirinya.
Takuutt!
Fano menoleh pada Fira yang ketakutan, lalu dia terkekeh karena Fira terlihat lucu.
“Fano yang serius dong!” Lylac malah sensi dan memarahi Fano, jadi Fano langsung diam dan cemberut, padahal kan dia tidak salah, tapi kena semprot terus.
“Baiklah, kau ingin kita menangkapnya? Membantu polisi lagi? Lama-lama kita menjadi agen rahasia polisi Tokyo” kata Fano malas.
“Tidak apa kan? itu malah bagus, aku memaksa seperti ini itu karena ada alasannya” Lylac menyeret kursi agar bisa duduk di depan Fano dan Fira yang duduk di atas ranjang.
“Alasannya apa?” tanya Fira.
“Aku memakai sihir pencarian yang sebenarnya membutuhkan banyak energi sihir, jadi –”
“Tunggu! Boleh aku tau berapa energi sihirmu?” tanya Fano, memotong ucapan Lylac.
“Aku? Ada sekitar 200 ribu an” jawab Lylac.
“Kalau aku ada 45 ribu” sahut Fira.
Tentu saja Lylac memiliki banyak energi sihir, mengingat dia itu keturunan dewi. Fano yang sekarang hanya memiliki 50 ribu jadi minder, tapi tidak apa, dia bisa menambah energi sihirnya nanti.
__ADS_1
Sekarang masih belum membutuhkan banyak-banyak energi, kan Fano juga tidak banyak menggunakannya, beda dengan Lylac.
“Pokoknya, yang aku temukan, penculik yang diceritakan Asahi dengan yang hampir menculik Noa
ternyata orang yang sama. Informasi lain yang ku dapatkan hanyalah lokasinya saat ini dan juga alamat apartemennya, dia memiliki apartemen kecil di pinggir kota Shibuya” kata Lylac.
“Serius?” sahut Fano, dia mulai merasakan ngeri karena adik kesayangannya hampir diculik oleh orang yang sama yang telah menculik gadis empat hari lalu.
“Ku rasa aku bisa merasakan aura buruk dari orang itu, namun belum yakin, jadi ayo kita datangi dan tangkap dia, kemudian baru lapor polisi” kata Lylac lagi, kali ini dengan ekspresi yang begitu bersemangat.
Fano sudah sering disuruh membantu polisi seperti ini dari sejak Lylac belum keluar dari layar sistem. Jadi dia sudah tidak kaget.
“Baiklah aku setuju, tapi ku rasa kita juga harus mengatakan rencana kita pada yang lain, atau paling tidak hanya Yoshi, Jehyuk dan Jungyu” usul Fano.
Lylac mengangguk “Baiklah, mereka boleh tau dan boleh membantu kita”
Lalu Fira mengangkat tangannya “Boleh aku tidak ikut? Aku takut” kata Fira.
“Baiklah kau boleh tetap disini Fira, jaga anak-anak yang lain, jangan sampai mereka hilang atau mengacau, tapi ingat untuk tidak genit pada Noa, karena dia milikku” Lylac.
BUGH
Fano melempar bantal yang tadinya dipegang Fira, dia melempar sampai mengenai wajah Lylac.
Hitung-hitung balas dendam setelah tadi siang Lylac melemparinya dengan pakaian dalam wanita, membuatnya ditertawai pelanggan dan juga pelayan toko.
“Apa kita perlu perang bantal dulu sebelum menangkap penculik?” Lylac kemudian melempar bantal itu kembali pada Fano tapi Fano berhasil menghindar.
“Gak kena!”
“Cih, cepat panggil teman-temanmu! Kita tidak punya banyak waktu tau!”
“Iya iya, cerewet!”
Fano pun keluar untuk memanggil teman-temannya.
.
.
.
.
hai semuanya ☺️ aku bawa rekomendasi novel baru nih buat kalian, yang butuh bacaan baru bisa mampir.
__ADS_1
terimakasih ❤️