Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Sore yang indah di villa


__ADS_3

.


.


Angel turun dari motor lalu melepas helmnya, dia menatap ke sekelilingnya, ini bukan rumahnya. Fano membawanya jauh sampai puncak, Angel tidak tau ini rumah siapa.


Seorang laki-laki datang mendekat “Apa tuan ini pemilik baru villa ini?” tanya laki-laki itu, Fano mengangguk “Benar” jawab Fano singkat.


Kemudian Fano memberikan buktinya berupa sertifikat, dia mengeluarkan sertifikat dari tas ransel yang dia bawa, tapi sebenarnya sertifikat itu dia keluarkan dari kotak penyimpanan sistem.


Saat itu baru sadar jika dia belum membuka hadiah naik level lima juga, dia penasaran kira-kira dapat apa ya?


“Baik tuan, silahkan masuk...” pria itu mengembalikan sertifikat Fano, lalu mempersilahkan mereka berdua untuk masuk.


Itu adalah villa dengan pemandangan di atas puncak yang indah, berada di perumahan villa elit yang satu villanya bisa berharga ratusan miliar. Kalian masih ingat kan Fano mendapat villa itu dari hadiah naik level?


Baru kali ini Fano bisa mengunjunginya.


Angel menatap sekeliling villa sambil berdecak kagum, villanya bagus sekali.


Kemudian Fano membawa Angel ke balkon, disana pemandangan jauh lebih indah, disisi balkon yang ini mereka bisa melihat matahari tenggelam, tapi masih lama untuk itu, meski begitu pemandangannya sangat indah menyejukkan mata.


“Kenapa tadi kau bisa bersama Kaisar?” tanya Fano


Angel menoleh pada Fano “Kak Kai mengajakku makan tiram... ada abalone juga tadi, semuanya enak, katanya itu semua didapat kak Kai sendiri – eh.. Fano?” Angel menghentikan ucapannya saat tiba-tiba Fano memeluknya dari belakang.


Tentu saja Angel terkejut, wajahnya memerah dan dadanya berdegup sangat kencang.


Fano memeluk pinggang Angel, meletakkan dagunya di bahu kiri Angel.


Jantung Angel semakin ribut di dalam sana, dia tidak dapat bergerak, dia sangat gugup.


Kenapa tiba-tiba Fano seperti ini?


“Aku tidak suka melihatmu dekat dengan yang lain, mengerti?” bisik Fano tepat di depan telinga Angel, membuat Angel merinding seketika.


“Tapi... ke – kenapa?” tanya Angel gugup.


“Aku tidak tau, pokoknya aku tidak suka” balas Fano, dia masih belum yakin dia memang menyukai Angel. Sebenarnya dia tidak ingin jatuh cinta lagi setelah dengan istrinya, dia takut akan membuat istrinya menderita seperti dulu, dia tidak ingin menyakiti seseorang lagi.


Terutama Angel...


Karena Angel gadis yang sangat baik.


Angel berusaha melepas tangan Fano dari pinggangnya, kemudian dia berbalik dan memeluk leher Fano erat. Fano kembali melingkarkan lengannya di pinggang Angel.


Sekarang Angel sangat kurus, rasanya Angel kecil sekali dalam pelukan Fano.


“Aku juga tidak suka Fano bersama perempuan lain... tapi aku tau aku tidak berhak melarangmu” Angel melonggarkan pelukannya, menatap wajah Fano, lalu mengangkat tangannya dan menyentuh pipi Fano yang terasa dingin.


“Maafkan aku Fano, aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu, mama dan om Lino sudah sepakat menjodohkanku dengan seseorang, aku tidak bisa menolaknya.. lagipula aku masih pergi –”


“Siapa?”


“Iya?”


“Siapa yang dijodohkan denganmu?”


Angel menggeleng “Aku tidak tau, yang pasti aku harus melakukannya”


“Tapi kenapa Angel?!”


Angel tersentak saat Fano tiba-tiba berteriak padanya.


“Fano...”


Angel ketakutan, Fano terlihat marah padanya, dia menatap Angel lekat dengan tatapan tajamnya.


Kemudian Fano mengangkat tubuh Angel yang ringan dengan satu tangan, Angel memberontak ingin melepaskan diri tapi dia terlalu lemah jika dibandingkan dengan Fano.


Fano membawanya ke salah satu kamar, melemparkan tubuh Angel ke atas ranjang, tapi tidak terlalu keras agar Angel tidak kesakitan.

__ADS_1


Kemudian Fano naik, mengungkung tubuh Angel diantara kedua lengannya.


“Fano..” panggil Angel lirih, saat ini Fano terlihat sangat menyeramkan, Angel ingin menangis tapi disaat yang bersamaan, dia juga menyukai sosok Fano yang seperti ini, terlihat liar, begitu mendominasi dan juga seksi.


Apa Angel sedang bermimpi ya?


Benar, ini pasti mim – eh?


Tiba-tiba Fano mencium bibirnya, dengan agak kasar. Angel bimbang harus mendorong Fano, atau menikmati ciuman ini, atau membalasnya?


“Fano..” panggil Angel lagi disela-sela ciuman mereka.


Tapi Fano menulikan pendengarannya, dia tetap mencium Angel dengan kasar.


Sampai kemudian dia berhenti dan menjauhkan kepalanya dari Angel, Fano memegangi kepalanya yang sakit. Sangat sakit hingga rasanya seperti kepalanya mau pecah.


Fano menggerang kesakitan, Angel bangkit duduk, menatap Fano khawatir.


“Fano? Fano kenapa?”


Fano masih menggerang kesakitan, tanpa terasa Angel menitikkan airmatanya, refleks karena dia sangat khawatir dengan Fano yang sepertinya sangat kesakitan.


Angel menarik Fano untuk dipeluknya, berharap dengan begitu Fano akan berhenti kesakitan.


Harapan Angel terkabulkan, sakit kepala Fano lenyap setelahnya, tapi Fano tetap membiarkan Angel memeluknya.


“Maaf Angel.. aku tidak akan memaksamu lagi”


Kemudian Fano melepas pelukan itu, tersenyum kecil, lalu mengusap air mata Angel dengan ibu jarinya.


“Maaf membuatmu menangis... aku akan mengantarmu pulang, ayo”


Fano beranjak dari ranjang.


Angel menangis lagi, dia ingin mengatakan jika dia juga menyukai Fano. Tapi bagaimana dengan keputusan dari keluarga Raynold untuk menjodohkannya dengan seseorang itu? Bahkan orangtua Angel atau kakeknya saja tidak bisa berbuat apapun, Angel tidak mungkin bisa menolaknya juga.


Tapi..


“Kenapa menangis lagi? Maaf kan aku, aku tidak akan seperti itu lagi” kata Fano, dia kembali mendekat dan duduk di depan Angel yang masih berada di atas ranjang.


Fano mengangkat dagu Angel dengan jari telunjuknya, wajah Angel memerah dan basah karena airmata. Fano kembali menghapusnya dengan ibu jarinya.


“Jangan menangis, maafkan aku” gumam Fano.


Angel kembali memeluk Fano, lalu menangis lagi, kali ini lebih keras. Fano membalas pelukan Angel, membelai belakang kepala Angel dengan lembut.


Fano mendapat hukuman karena sudah berbuat buruk dan memiliki niatan yang buruk juga, kalau tidak dihentikan sistemnya mungkin Fano sudah melakukan tindakan yang tidak terpuji.


Selain mendapatkan sakit kepala, sistem juga memotong koinnya sebanyak 500 koin. Sekarang koinnya tinggal 4.250, tapi tidak apa.. koin bisa didapat lagi nanti.


Fano juga tidak mengerti kenapa dia bisa seperti itu.


Tapi.. dulu Albert seperti itu, dia memenang kasar, tapi kadang lembut juga, meski kebanyakan kasar sih.


Angel sudah berhenti menangis, dia mengusap airmatanya dengan lengan bajunya lalu mendongak menatap wajah Fano yang terlihat sangat bersalah.


“Angel.. maafkan aku ya? Aku tidak tau kenapa tiba-tiba seperti itu, aku sangat marah dan...” ucapan Fano terhenti saat tiba-tiba Angel meraih kedua sisi wajah Fano lalu menyatukan kedua belah bibir mereka.


Kali ini ciuman tersebut lebih lembut dari sebelumnya.


Ciuman yang lembut tersebut berubah semakin memanas.


Langit telah berubah menjadi semburat jingga yang indah, dari jendela kamar yang lebar dapat terlihat mentari telah tenggelam, langit perlahan mulai gelap.


Fano sangat menyukai suara Angel, sangat lembut dan merdu, apalagi saat memanggil namanya. Suara Angel menggema di dalam ruangan yang tidak kedap suara tersebut.


Namun di dalam villa yang besar ini hanya ada mereka berdua. Pengurus villa sudah pulang saat hari mulai sore, lagipula Fano memiliki kuncinya.


Malam itu mereka menghabiskan waktu berdua, semakin tenggelam dalam pesona masing-masing.


“Aku mencintaimu, Fano..”

__ADS_1


***


BUGH


BUGH


“AARRGHHH SIAL!!”


Kaisar hanya duduk diam melihat adiknya yang sedang marah tersebut, Queen tidak henti-hentinya berteriak marah. Di tangan Queen terdapat busur panah kecil, dia gunakan untuk memanah buah kelapa agar jatuh.


Biasanya saat marah Queen akan pergi berburu, memanah beberapa rusa atau kelinci di hutan. Tapi karena sekarang sudah gelap, mereka tidak mungkin pergi ke hutan.


Mereka ada di villa pinggir laut milik keluarga mereka.


Queen mengulurkan tangannya pada Kaisar “minta panah lagi”


“Sudah habis” jawab Kaisar.


Queen melempar busur panahnya ke lantai, untungnya busur itu baik-baik saja.


“Kau belum baikan?” tanya Kaisar


“Menurutmu?”


Kaisar menggelengkan kepalanya.


“Aku ingin membun*h seseorang”


“Hei!!”


“Aku sangat kesal Kai!!”


“Aku bisa melihatnya, kau sangat kesal!! Lalu aku harus bagaimana?!”


Queen duduk di kursi di sebelah Kaisar, menekuk lututnya di depan dada dan memeluknya, dia menyembunyikan wajahnya disana.


Kaisar mulai panik melihat adiknya seperti akan menangis. Dia segera bangkit lalu memeluk adiknya dan berusaha menenangkannya, tapi bukannya tenang Queen malah semakin menangis kencang.


“Ssshh tenanglah.. kau mau ku bantu? Katakan saja masalahmu”


“Angel itu! Singkirkan dia!”


“Kita tidak perlu melakukannya”


Queen mendongak menatap kakaknya “Maksudmu?”


Kaisar menyeringai “Kau kan sudah membuatnya akan berkuliah di Korea, dia tidak bisa menolak lagi.. selain dia akan masuk Royal Ent, dia juga mendapat misi untuk bertunangan dengan anak dari seorang mafia yang menjadi incaran keluarga kita”


“Tapi kan itu hanya pura-pura!”


“Memang tunangannya pura-pura.. tapi dia tidak bisa berbuat banyak, dia akan tetap melaksanakannya”


“Tapi untuk apa keluarga kita meminta hal seperti itu padanya?”


“Untuk menemukan sepupu kita”


“Maksudmu anaknya Aunty Reina?”


Kaisar mengangguk “Benar, dia akan sibuk juga nantinya.. kau masih punya kesempatan. Lagipula... apa bagusnya pemuda itu? Lehernya saja dirantai, pasti ada sesuatu yang buruk”


“Kau tidak mengerti! Dia memiliki produk kecantikan yang sudah tidak bisa diproduksi keluarga kita”


Kaisar terkekeh mendengarnya “Tidak mungkin Queen, persik putih sudah tidak bisa berbuah... banyak tanaman sihir tidak dapat ditumbuhkan lagi”


Queen berdecak kesal “Kau tidak percaya padaku ya sudah, yang pasti Fano harus ku dapatkan”


Kaisar menggelengkan kepalanya, tidak mengerti lagi dengan adiknya yang sangat ambisius.


.


.

__ADS_1


__ADS_2