
.
.
Seorang bocah berbadan tinggi gemuk dengan kulit putih susu mengenakan kaca mata bulat datang ke apartemen Fano tepat lima menit setelah Fano baru pulang sekolah. Di apartemen Fano ada Dave, Yoshi, Andy, Bima dan Angel.. mereka akan melakukan pemotretan untuk tampilan baru toko online serta website mereka agar lebih aestetik, Fano bahkan sudah membeli kamera paling bagus untuk itu dan segala keperluan lainnya. Beruntung Yoshi dan Bima tau banyak tentang kamera.
Dave yang membukakan pintu untuk bocah gemuk itu, dia terlihat gugup setelah tau ada banyak orang di apartemen Fano.
“Wawan!” teriak Dave, membuat bocah yang dipanggil Wawan itu berjengit.
Fano menghampiri mereka “Siapa ini? Kau mengenalnya Dave?”
Dave mengangguk antusias “Kenal! Dia adik kelasku di SMP dulu, sekarang Wawan sudah kelas tiga SMP, ya kan Wan?” tanya Dave, si Wawan hanya mengangguk mengiyakan, dia masih terlihat gugup.
“Jadi begitu, ayo masuk Wan, jangan sungkan.. maaf ya disini berisik” Fano mengajak Wawan untuk masuk lalu duduk di ruang tamu.
“Aku akan ambilkan camilan dan minuman untuk Wawan!” kata Dave, setelahnya dia berjalan dengan cepat menuju dapur. Fano tidak tau kenapa tapi Dave kelihatannya semangat sekali.
“Oh iya, Wawan ada perlu apa kemari?” tanya Fano setelah Dave pergi ke dapur. Wawan membuka tas ransel yang ia kenakan lalu mengeluarkan sesuatu kemudian ia tunjukkan untuk Fano.
Kartu nama Fano.
“Apa kamu putra bungsu Tuan Tara?” tanya Fano, Wawan mengangguk mengiyakan.
Fano tersenyum lebar “Jadi kamu yang sangat menyukai produk dariku?”
Wawan kembali mengangguk.
Fano bingung, sebenarnya si Wawan bisa bicara atau tidak sih?
“Kak.. se – sebenarnya namaku Ridwan”
Baru saja Fano pikir Wawan tidak bisa bicara.
“Tapi kenapa kau dipanggil Wawan?” tanya Fano
Wawan menggeleng “Tidak tau, teman-temanku memanggilku seperti itu, katanya Ridwan terlalu bagus untukku”
Apa? Siapa yang berkata seperti itu?
Fano terkekeh pelan, Wawan mendongak menatap Fano bingung, tidak tau apa yang lucu sampai Fano tertawa.
“Kak Fano..”
“Maaf maaf – apa kau tidak suka dipanggil Wawan?” tanya Fano lagi, Fano kembali heran saat Wawan menggeleng “Tidak juga.. aku senang saat kak Dave atau kak Fano memanggilku seperti itu”
“Jadi kau hanya tidak suka dipanggil seperti itu oleh teman-teman yang suka mengejekmu?”
__ADS_1
Wawan mengangguk mengiyakan.
Fano tersenyum lalu beranjak dari duduknya, kemudian duduk di sebelah Wawan, lalu menepuk bahunya pelan.
“Jangan hiraukan mereka yang suka mengejekmu, kau juga tidak perlu membalas jika tidak bisa, balaslah dengan prestasimu saja, buktikan jika kau lebih baik dari mereka”
Wawan menatap Fano dengan raut penuh kekaguman, tidak salah dia kagum dengan sosok Fano. Keren sekali!
Wawan sudah tau sosok Fano sebelumnya, Fano adalah siswa miskin yang bisa sekolah di SMA karena beasiswa, selain itu, Fano juga sering mengambil beberapa pekerjaan remeh untuk dikerjakan sepulang sekolah.
Fano pernah menjadi pelayan di toko roti kecil saat Wawan masih kelas satu SMP, itu artinya Fano masih kelas satu SMA. Fano membantu Wawan yang sedang diganggu anak-anak nakal yang lain, mereka mengatai Wawan gendut dan memukulnya tanpa alasan.
Sejak saat itu Wawan mengenal sosok Fano, saat Fano diganggu preman di gang, kadang Wawan diam-diam membantunya.
Fano adalah siswa teladan juga di sekolah, Wawan ingin jadi seperti itu juga, karenanya dia berusaha belajar dengan keras. Perjuangan Wawan membuahkan hasil, dari yang dulu nilainya hanya rata-rata saja, kini Wawan bisa menjadi juara dua atau tiga di kelasnya. Meski masih belum bisa menjadi juara satu, tapi Wawan sudah senang dan akan terus belajar dengan giat.
Lalu tiba-tiba ada kabar Fano jauh dari atap gedung, Wawan sangat sedih, dia ingin mengunjungi Fano ke rumah sakit tapi takut, pasti ayahnya tidak mengijinkannya, kakaknya juga tidak akan mau membantunya.
Jadi saat kabar lain tentang Fano yang sudah sembuh membuat Wawan bahagia, hingga kemudian Wawan menemukan Fano
menjual barang secara online. Jadi kali ini, Wawan ingin membantu Fano secara langsung.
“Kenapa menangis?” Fano mengusap air mata Wawan dengan tisu, dia heran mengapa bocah itu tiba-tiba mengeluarkan airmata.
Buru-buru Wawan mengambil tisu dari tangan Fano lalu mengusap air matanya sendiri.
“Ini makanan dan minuman kesukaanmu Wan, habiskan ya..” kata Dave, Wawan menatap makanan dan minuman itu dengan antusias.
“Oh iya, kenapa Wawan kemari?” tanya Dave.
“Dia kemari untuk berinvestasi pada pada bisnis kita” kata Fano, bantu menjawabkan karena Wawan sudah memenuhi mulutnya dengan pie.
“Ide yang bagus wan, kau bisa bekerja dengan kami” kata Dave
“Dave, dia ingin berinvestasi, bukan menjadi karyawan” sahut Fano
“Tapi Wawan kandidat yang bagus untuk bekerja dengan kita, dia pintar komputer juga kak Fano, dia juga seorang hacker yang handal, kakak pikir kenapa H.Z Group bisa sebesar itu?” kata Dave.
Fano kembali menoleh pada Wawan yang masih memakan pie sambil mengangguk -angguk setuju dengan Dave.
“Memangnya orangtuamu akan setuju jika kau bekerja denganku?” tanya Fano, Wawan kembali mengangguk senang.
“Baiklah, makan makananmu pelan-pelan, nanti kamu tersedak” Fano mengusap kepala Wawan gemas, baginya wawan yang berpipi bulat sedang makan begini lucu sekali.
[Selamat! Poin kebaikanmu sudah mencapai 400!]
[Kamu naik ke level 5!]
__ADS_1
[Kamu mendapat hadiah naik level, periksa hadiahmu di kotak penyimpanan]
Rupanya poin kebaikan Fano naik berkat Wawan, terima kasih Wan.
Sebenarnya ingatan Fano tentang Wawan masih ada, saat Fano menolong Wawan dari anak-anak nakal, hanya saja Fano yang asli tidak tau siapa nama Wawan. Fano bahkan tidak tau jika Wawan anak orang kaya, dia pikir Wawan adalah anak biasa yang menyedihkan sama sepertinya.
“Wawan makin kurus sekarang, apa Wawan juga memakai bathbomb?” tanya Dave
Wawan mengangguk antusias “Iya! Aku baru memakai sekali.. karena sayang sekali jika aku memakai semuanya” kata
Wawan setelah meminum jus mangganya.
“SIAPA YANG BUAT JUS MANGGA AKU MINTA!” teriak Bima dari arah dapur, itu anak malu-maluin aja, dia yang berbuat Fano yang malu.
“BOKU MO!!” sahut Yoshi dari arah ruang tengah.
Astaga.
“Kenapa cuma pakai sekali, coba pakai dua atau tiga kali lagi biar lebih sehat kayak kak Angel” kata Dave.
“Tapi kan sayang kalo sering dipake” sahut Wawan.
“Wan.. kamu udah berapa kali kena penyakit karena kelebihan lemak? Aku bilang gini buat kesehetanmu juga” kata Dave
Wawan menunduk merasa bersalah “Maaf
kak, aku pakai lagi nanti”
‘Sistem naikkan kegunaan bathbomb punya Wawan sampai 70%’
[Oke, beres]
“Dave benar, biar kamu lebih sehat aja.. biar makin ganteng” kata Fano.
“Kalo aku pake itu apa bisa ganteng kayak kak Fano?” tanya Wawan.
“Aku tidak tau, tapi aku pake sehari sekali” kata Fano, itu sungguhan kok dia memakainya sehari sekali untuk merawat tubuhnya, kalau shampoo baru hanya dua hari sekali, dia memakai yang aroma lavender semua.
“Aku juga pake!” sahut Dave “Aku suka yang orange, baunya seger” lanjutnya
“Wawan juga suka yang orange kak!” sahut Wawan.
Setelah itu mereka kembali melakukan pemotretan, modelnya Angel dan Fano saja, biar hemat. Soalnya nanti jika Bima ikut jadi model juga, Fano harus membayar banyak uang. Bima juga termasuk model terkenal lho, dia pernah ikut paris fashion week, juga menjadi model brand pakaian dari Paris yang sangat terkenal.
Jadi, Bima kapan-kapan saja menjadi model.
.
__ADS_1
.