Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Pangeran bertopeng


__ADS_3

.


.


Fano tau dia terkenal, terutama diantara gadis-gadis muda. Tapi siapa sangka jika banyak yang datang? Selain para media yang datang dengan kamera-kamera unggulan mereka, banyak juga para gadis yang berjejer dengan kamera atau smartphone, bahkan beberapa membawa banner juga.


Poster dengan gambar Fano.


Padahal Fano bukan idol, bukan juga selebriti, tapi mereka bahkan datang hanya untuk menyambutnya dan menyemangatinya. Fano tidak tau mereka ada berapa, apakah sistem robot bisa menghitung mereka semua?


[15 media dan 48 penggemar]


Jawaban yang kaku sekali, terimakasih. Meski menyebalkan, memang lebih nyaman bersama Lylac yang cerewet itu.


Fano hanya tersenyum pada mereka semua, selain Fano, mereka juga menyapa Jungyu, Jehyuk dan Yoshi. Tidak sampai disana, saat mereka memasuki gedung, untuk menuju studio yang telah disiapkan, beberapa staff dan kru terlihat terpana saat Fano dan yang lain datang. Fano sampai kebingungan sendiri, kenapa mereka hanya diam sambil menatapnya. Fano bahkan berpikir jika ada yang salah dengan penampilannya, tapi saat dia bertanya pada Jehyuk, dia bilang Fano baik-baik saja.


Fano sudah biasa terkenal dan dielu-elukan oleh banyak orang, namun untuk diberi perhatian seperti ini secara mendadak, terutama karena hal yang bagus, adalah bukan hal yang biasa baginya. Apalagi dia dulu dielu-elukan karena dia ketua mafia kan, sesuatu yang buruk, gelap, dan menakutkan.


Setelah sampai di tempat, Fano masuk ke ruangan khusus untuk bersiap-siap. Karena penampil harus memakai topeng, jadi Fano sekalian memakai kostum. Fano memilih kostum yang klasik, yaitu kostum pangeran tampan, agar bisa menyaingi Raja. Tapi ini pangerannya, pangeran Korea.


“Aduh ganteng banget Fano kalo gitu” kata Yoshi, setelah Fano memakai topengnya.


“Apa kamu bilang?” tanya Fano setelah melepas topengnya kembali.


“Kan dia tadi muji kamu, gimana sih? Ayo dong apa gak bisa gak ribut sehari aja?” tegur Jungyu, memang hanya dia yang paling waras di antara mereka.


“Gak bisa” sahut Yoshi.


“Dia bilang gitu pas muka ku ketutup topeng!” kata Fano.


“Terus? Kamu emang ganteng kok pas make topeng” timpal Jehyuk.


“Kalo gak make?” tanya Fano.


“Biasa aja” Yoshi.


“Aku lebih ganteng” tambah Jungyu.


“Kenapa kamu ikutan juga sih?” Fano.


“Udah Fano latihan dulu sana, kamu tuh bacot mulu ya, heran deh” kata Yoshi, dia kemudian memasangkan Fano topengnya kembali.


Padahal dia duluan yang mulai kan.


“Kan aku cuma bales –”


“Ssshh, jangan berisik, hemat suara” sahut Yoshi, menghentikan ucapan Fano. Fano sih menurut saja, karena dia setuju untuk hemat suara. Akan sangat pemborosan jika dia menghabiskan suara hanya untuk menghujat kawan-kawan tidak berakhlaknya ini, ngabisin tenang aja. Mending nyanyi buat orang ya kan, dapet poin, bahkan bisa dapet koin juga jika beruntung.


Untungnya meski menggunakan topeng Fano masih bisa melihat dan berbicara dengan baik, jadi dia bisa membalas semua chat yang masuk. Ada Angel dan Queen yang sama-sama memberi Fano semangat untuk tampil, Queen juga mengatakan jika dia sudah baikan. Fano lega mengetahui Queen baik-baik saja.

__ADS_1


Ada pula chat dari Raja, agak tidak penting, dia hanya ingin meledek Fano yang ikut kompetisi menyanyi di acara televisi saja, jadi Fano meledeknya balik, mengatakan jika Raja tidak bisa menyanyi. Akhirnya Fano dan Raja berdebat di aplikasi chat, sampai Fano malas sendiri, akhirnya dia biarkan si Raja.


Ada pula semangat dari anak-anak Ether dan juga grupnya Wonhi.


Kemudian ada kiriman vidio pendek dari Subin bersama tiga bocah yang Fano tolong itu, masih ingat kan? Jiho, Jia dan Jino? Mereka diajak liburan oleh Subin ke pulau Jeju kan, karena ternyata anak-anak itu masih punya kakek nenek di Jeju. Kakek nenek mereka berterimakasih pada Fano dan Subin yang sudah membantu ketiga cucu mereka.


Sedang asyik-asyik melihat semua chat, Fano mendengar bisik-bisik entah itu staff atau kru, pokoknya beberapa wanita, yang membicarakan mereka. Kira-kira pembicaraan para wanita itu seperti ini.


‘Itu Fano kan? dari jauh aja udah kelihatan ganteng ya?’


‘Meski wajahnya ditutup dia masih ganteng’


‘Suaranya itu asli gak sih? Di vidio bagus gitu’


‘Di acara ini gak boleh ada kecurangan, kita lihat aja nanti’


‘Itu yang gendong anak siapa ya? Ganteng banget, anaknya kali ya’


‘Mau jadi ibunya dong’


‘Hush, kalo punya istri gimana?’


‘Siapa sih? Oh, itu Yoshi kan? masih jomblo dia, anaknya Fano kali’


Fano terbatuk-batuk mendengarnya, gila, kapan buatnya udah punya anak aja, gak bener nih mereka.


‘Terus bayi itu anak siapa?’


“Jehyuk gendong adek kamu, haus mau minum dulu” kata Yoshi kencang-kencang, sengaja dia agar para wanita bergosip itu sadar dan pergi. Lagian bergunjing kok deket orangnya, sengaja kali ya?


Setelah mendnegar ucapan Yoshi, para wanita tadi sadar mereka disindir, mereka pun pergi dari sana, mungkin lanjut untuk bicara di tempat lain.


“Aku kok ga diomongin ya? Apa aku gak menarik?” bisik Jungyu.


“Situ pake masker sih, kan gak kelihatan gantengnya” sahut Yoshi.


“Orang-orang udah tau aku kakak sepupunya Angel, aku hanya menghindari omongan gak penting” balas Jungyu.


“Kamu maunya apa sih? Menghindari atau pengen diomongin? Plin-plan amat, heran” balas Jehyuk “Kalo aku sih gak mungkin diomongin ya, mereka kenal keluargaku, lihat sendiri mereka langsung kabur setelah Yoshi bilang Jisung adikku” kata Jehyuk.


“Kenapa bisa gitu? Kok mereka gak takut sama aku?” tanya Fano.


“Gedung ini masih punya keluargaku soalnya” jawab Jehyuk.


“Itu benar, gedung ini punya keluarganya Jehyuk, yang di samping dan di depan juga masih punya keluarganya Jehyuk” sahut Jungyu.


Fano mengangguk mengerti, tidak heran sih, Fano kan juga membeli gedung dari ayahnya Jehyuk.


“Padahal Jehyuk diam aja gak mungkin miskin, tapi masih milih kerja sama Fano ya” sahut Yoshi.

__ADS_1


“Aku mencari pengalaman, bukan uang” timpal Jehyuk.


“Iya iya, aku mengerti, tuan muda Jehyuk” Yoshi.


“Yoshi bukannya tuan muda juga di Jepang, kau kasusnya sama dengan Jehyuk kan?” tanya Jungyu.


“Etto – agak beda sih, soalnya kan Jehyuk udah ketahuan ya dia memang ahli waris, tapi kalo aku tuh – gimana ya, kakek ingin langsung mewariskannya padaku, tapi ayahku tidak setuju, rumit pokoknya, mana ayahku punya anak dari istri barunya pula. Kalau kakek mewariskan pada ayahku, palingan akan diwariskan pada anak itu dan bukan aku. Aku sebenarnya tidak ingin berebut, tapi gimana ya, aku gak tega sama kakek juga, karena aku tau ayah memang tidak bisa dipercaya” cerita Yoshi.


Jehhyuk menepuk bahu Yoshi pelan “Yang sabar bro”


Tidak lama kemudian nama Fano dipanggil karena acara akan segera berlangsung.


“Silahkan pergi ke panggung yang mulia pangeran Fano” Yoshi.


“Jangan lupa sebut namaku tiga kali ya” Jehyuk.


“Emang situ jin apa?” Yoshi.


“Kita akan mendukung di bangku penonton Fano, semangat!” Jungyu.


“Thanks” kata Fano singkat, sebelum pergi meninggalkan teman-temannya.


Tiba-tiba Fano merasa gugup sekaligus bersemangat.


Kemudian Fano mendengar namanya disebut, namun bukan nama asli Fano, kan identitas dirahasiakan, yang disebut hanyalah julukan, yaitu pangeran, karena Fano memakai kostum pangeran.


Ada beberapa kontestan lain bersama Fano.


Ada Raja, prajurit, mentri, putri, dan Ratu ... serta pangeran, yaitu Fano. itu artinya ada enam kontestan.


Penonton sudah tau jika ada Fano diantara mereka, namun tidak tau Fano yang mana, banyak yang mengira Fano adalah yang memakai kostum Raja.ada pula yang menebak Fano yang memakai kostum mentri, ada juga yang aneh mengatakan Fano yang memakai kostum Ratu, yang benar saja.


Satu persatu para peserta menyanyikan sebuah lagu, yang tidak menyanyi ya duduk di tempat yang disediakan. Fano tidak suka menunggu, tapi gilirannya adalah yang terakhir, mau tidak mau dia harus sabar.


Kontestan lain sepertinya penyanyi profesional, Fano bisa mendengar suara mereka yang sangat merdu. Entah Fano bisa menang atau tidak jika mereka semua sebagus itu. Kenapa juga Fano harus terakhir? Kan orang-orang sudah capek, jika Fano tidak lebih bagus, mereka akan langsung menghempaskan Fano begitu saja. tiba-tiba beban jadi sangat berat.


Saat Fano mulai mencoba menenangkan diri, nama pangeran disebut.


Ini sudah giliran Fano untuk maju.


[Semoga berhasil Fano]


Eh? Lylac? Itu kau?


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2