
.
.
Black Beast.
Itu adalah nama yang Fano temukan setelah semalaman begadang bersama Wawan untuk menemukan informasi apapun yang bisa mereka dapat dari ponsel jarahan, ponsel yang Fano ambil dari geng kalajengking hitam.
Mereka telah mengutak-atik benda itu, mereka juga meretas informasi tentang mereka.
Ternyata Black Beast adalah mafia dari entah negara mana di Eropa yang mendukung penyebaran obat terlarang Kalajengking Hitam. Kerja mereka sangat bagus hingga Fano tidak bisa menemukan siapa dalang dibalik mereka semua.
Ketua mereka tidak diketahui.
Meski begitu Fano yakin jika Black Beast adalah kelompok mafia Albert yang dulu, yang sekarang telah diambil alih oleh Gio.
Belum ada bukti memang... tapi Fano sangat yakin.
Tapi... karena keyakinan Fano pernah salah saat menuduh Haikal ada hubungan obat terlarang membuatnya sedikit ragu.
Mungkin ini hanya cocoklogi tapi Fano berpikir itu tidak mustahil.
Yang pertama, perusahaan perhiasan Gio memiliki cabang di Jakarta, di kota ini... jadi akan mudah untuk menyelundupkan barang laknat tersebut tanpa ketahuan.
Yang kedua, mafia terbesar di Eropa adalah kelompok mafia Albert dulu, yang kemungkinan besar akan diambil alih Gio setelahnya. Maksudnya.. siapa lagi jika bukan dia? Tidak mungkin Alfred karena
Alfred dulu masih sangat kecil.
TUK
Fano berjengit saat merasakan sebuah kepala bersandar di bahunya.
“Kak Dave ketiduran tuh” gumam Wawan.
Benar, Dave yang menemani mereka ketiduran di bahu Fano, dia juga membantu Fano dan wawan. Seperti menyiapkan minuman dan camilan.
Besok adalah hari libur, karena itu malam-malam begini mereka masih tersadar, ini sudah jam setengah dua belas malam.
Fano meletakkan laptopnya di meja, lalu mengangkat Dave dan menidurkannya di kamar.
Setelahnya Fano menggeliat, merenggangkan otot-otonya yang kaku. Dia capek.
Berita telah ditangkapnya geng kalajengking hitam sebegai pengedar telah tersebar dimana-mana. Berita itu menjadi sangat viral, apalagi setelah ada berita lain menyebutkan bahwa Fano sempat dituduh oleh salah satu pelaku.
Banyak netizen berbondong-bondong untuk menghujat mereka. Banyak juga yang jadi ketakutan, terutama para orangtua, takut anak-anak mereka tidak aman dan menjadi korban.
Zion juga pulih dengan perlahan, seperti keajaiban, pihak rumah sakit juga tidak percaya. Fano meminta Zion untuk merahasiakan tentang ramuan yang dia berikan dan Zion telah menyetujuinya, dia tidak punya pilihan. Lagipula sebenarnya Zion masih takut dengan Fano setelah dicambuk dengan ikat pinggang.
Zion juga tidak habis pikir dengan Reno dan Indra yang tidak kapok dan malah menantang Fano dan berusaha menjebaknya, sekarang mereka yang sudah terjebak. Netizen tidak mau melepaskan mereka, jadi kemungkinan besar mereka mendapatkan hukuman yang setimpal, apalagi mereka sudah tidak di bawah umur lagi saat ini.
__ADS_1
“Wawan, cepat tidur... sisanya biar aku yang urus” kata Fano.
Wawan mengangguk saja lalu membereskan pekerjaannya, kemudian dia beranjak tidur, tentu saja dia tidur bersama kakak kesayangannya, Dave. Fano pikir Wawan lebih menganggap Dave kakaknya dibanding kakak kandungnya, Tian. Wawan juga lebih menempel ke Dave dan Fano dari pada kakaknya.
Oh iya ngomong-ngomong Wawan sudah tidak segemuk dulu, dia sudah terlihat lebih sehat, dia juga memperhatikan makanannya meski masih banyak makan. Bocah kelas tiga SMP itu makin tampan saja dari hari ke hari.
Fano kembali pada laptopnya, kali ini dia memeriksa akun media sosialnya untuk melihat-lihat informasi terbaru.
Ada banyak informasi masuk, karena Fano mencari info tentang Angel maka banyak info tentangnya yang Fano temukan.
Angel sepertinya mendapat banyak perhatian dari netizen baik di Korea maupun luar negri. Dia memperoleh banyak sekali fans hingga akun media sosial Angel yang sebelumnya memiliki pengikut 4 juta kini makin naik menjadi 6 juta dan itu terus bertambah.
Angel juga mendapat banyak dukungan dari fans Dojun sejak Royal Ent mengenalkan Angel sebagai trainee mereka, Royal Ent juga merilis pernyataan jika Dojun dan Angel adalah teman sejak kecil, keluarga Angel juga memiliki hubungan baik dengan keluarga Raynold.
Meski begitu, bukan berarti Angel tidak memiliki haters.
Banyak haters berdatangan dari fans trainee lain atau artis lain yang menilai Royal Ent tidak adil dan pilih kasih, mereka menilai lebih mendahulukan Angel yang baru saja masuk. Banyak juga yang mengatakan Angel tidak memiliki talenta apapun selain wajah cantik dan tubuh indahnya.
Ada juga haters mencari-cari informasi dengan sangat detail hingga mengetahui foto Angel saat masih berbadan gemuk dulu. Banyak haters yang mengolok-olok Angel dan mengatakan Angel oprasi plastik.
Tapi banyak juga yang membela Angel karena tau Angel mendapatkan tubuh yang indah dan wajah cantik bukan karena oprasi plastik, melainkan diet sehat juga produk yang menjadikan Angel sebagai brand ambasadornya.
Karena masalah itu, produk Fano jadi makin dikenal luas.
Pantas saja Fano mendapat pesan dari Surya, salah satu karyawan barunya, jika produk mereka penjualannya makin meningkat saja. Ternyata ini yang membuat produk Fano meningkat drastis.
Karena Queen juga memiliki andil dalam The Royal Group, jadi hal seperti itu mudah saja baginya.
Fano tidak keberatan, ini seperti hubungan simbiosis mutualismu, dimana produk Fano meningkatkan popularitas Angel, dan jika popularitas Angel meningkat, itu artinya penjualan bisa meningkat juga.
Bahkan, Fano sudah membuat kontrak resmi agar Angel tetap menjadi brand ambasador produknya, Queen yang mengurusi hal itu.
Toko juga telah disiapkan oleh Queen, mereka mengadakan audisi dan wawancara untuk menjadi karyawan di toko baru. Dalam hal itu Queen dibantu oleh Dave.
Vivi dan Bella selaku model juga turut melamar menjadi karyawan. Bella semakin populer terutama setelah kulit wajahnya sudah mulus setelah pemakaian krim kecantikan lima atau enam kali. Bella sekarang menjadi sama seperti arti dari namanya, cantik.
Semua orang yang dulu mengolok-oloknya jadi bungkam seribu bahasa.
Sayang sekali Queen tidak mengijinkan Vivi dan Bella menjadi karyawan, Queen hanya menjadikan mereka model tetap, Queen bahkan mengarahkan mereka pada agensi model yang terbaik.
Yang terbaik?
Tentu saja Royal Ent Indonesia, mereka adalah agensi penyanyi, aktor/aktris, juga model. Meski yang mendominasi adalah model dan penyanyi. Untuk menjadi artis dia Royal Ent Indonesia tidak mudah, ada seleksi ketat dan pelatihan juga, jadi tidak main-main.
Mengetahui itu, Fano jadi berpikir keras mengapa Angel harus pergi ke Korea segala padahal di Indonesia juga seharusnya bisa.
Ini aneh dan mencurigakan.
Apa iya Raynold melakukannya hanya untuk menjadi tunangan sementara dari entah siapa itu? Tapi, kenapa Angel jadi tunangan sementara? Apa yang sebenarnya mereka kerjakan disana?
__ADS_1
Fano ingin tau.
Dan lagi... kenapa Angel belum menghubunginya sampai saat ini? Ini sudah dua hari sejak Angel pergi dan masih tidak ada kabar.
Sebuah DM masuk di akun medsosnya membuat Fano tertarik.
DM itu berasal dari sebuah akun Park_Jungyu.
Park adalah marga Koreanya Angel, saat ini saja nama panggung Angel menjadi Park Angel.
Apa Park Jungyu ini ada hubungannya dengan Angel ya?
DM itu ternyata sudah sehari yang lalu.
Fano segera membukanya, dia langsung disuguhi huruf-huruf hangul yang membuat kepalanya pusing.
“Apa artinya ini?”
[Dengan membeli 5 koin kau bisa mendapatkan kacamata segala bahasa, mau mencoba?]
“Apa itu bisa membuatku memahami tulisan ini?” tanya Fano.
[Tentu! Selain itu balasanmu akan diterjemahkan ke dalam bahasa yang digunakan]
[Jika mau membayar lebih, 15 koin, maka kau bisa mendapatkan kemampuan berbahasa apapun yang kau pilih]
“Itu 15 koin hanya satu bahasa saja?”
[Benar]
[Jika kau ingin bisa berbahasa Korea dan Jepang, maka kau harus membayar 30 koin]
Sebenarnya itu adalah harga yang sangat banyak, namun dari pada hanya menggunakan kacamata yang hanya bisa menterjemahkan, Fano lebih memilih membeli 15 koin.
“Baiklah, aku memilih bahasa Korea, Jepang dan China, keluarkan saja 45 koin”
Albert sendiri bisa berbahasa Inggris, Perancis, Italy, German dan Spanyol. Jadi jika ditambah dengan tiga bahasa yang baru di beli, bahasa yang Fano kuasai ada 10 bahasa.
Inggris, Perancis, Spanyol, Italy, German, Korea, Jepang, Mandarin, Indonesia dan Jawa.
Bahasa Indonesia dan bahasa Jawa berasal dari Fano yang asli.
Semoga kepala Fano sekarang tidak meledak karena kebanyakan bahasa.
“Oke, sekarang kita lihat pesannya”
.
.
__ADS_1