
.
.
Angel memasuki kamar Fano, saat itu Noa baru saja keluar.
“Fano, Noa kenapa? Dia diam saja saat ku sapa” tanya Angel, dia memeluk boneka kelinci besar yang membawa wortel. Boneka itu adalah boneka dari hasil jalan-jalan Lylac dan ayahnya, di beri dengan cuma-cuma.
“Oh, hanya masalah anak remaja saja, tidak perlu dipikirkan, kamu habis dari mana?” tanya Fano, sekarang dia kembali mengeringkan rambutnya, kali ini dengan hair dryer, karena rambutnya belum kering sempurna. Fano berdiri di depan cermin besar ukuran dua meter yang ada di kamarnya, tepat di depan ranjang. Sedangkan Angel duduk sambil memeluk bonekanya di atas ranjang.
“Dari kamar Lylac, kami mendengarkan cerita Lylac saat jalan-jalan dengan ayahnya” jawab Angel.
“Ada siapa saja disana? Apa yang dia ceritakan?” tanya Fano lagi.
“Aku, Queen, Fira, dan istrinya Kaisar, siapa sih namanya? Aku lupa” kata Angel.
“Panggil saja Lady, Abel tidak bersama kalian?”
Angel menggeleng, meski Fano tidak bisa melihatnya, karena sedang memunggungi Angel.
“Tidak, sepertinya habis main game sama Noa, dia disuruh tidur sama Kaisar, Abel sempat diomeli juga oleh kakeknya, oh iya – besok sudah mulai disiapkan dekorasinya ya?” tanya Angel.
Fano sudah selesai mengeringkan rambutnya, dia meletakkan hair dryer lalu berbalik menghadap Angel, kemudian berjalan dan duduk di sampingnya “Besok akan menjadi hari yang sibuk, kita akan meminta restu kedua orangtuamu juga” kata Fano.
“Kalau mama ada di rumah paman, tapi kalo papa, sedang ada bisnis di Hongkong” sahut Angel.
“Kalau begitu, kita akan minta restu mama, paman dan bibimu dulu, baru setelahnya ayahmu” kata Fano.
“Tapi, bagaimana dengan agensi ku?” tanya Angel, “Aku bahkan tidak bisa menolak permintaan untuk disuruh casting itu, bagaimana bisa aku tiba-tiba mengatakan jika ingin mempublikasi hubunganku denganmu?” tambahnya.
Fano menarik dagu Angel agar mendongak menatapnya “Agensi biar menjadi urusanku, aku akan menyuap media agar tidak menyebar berita yang buruk, kita bisa memanipulasi berita dan membuat opini publik berbalik untuk mendukung kita, aku sempat membicarakan hal itu dengan Om Subin dan Grandpa Felix, eum – dan grandpa Chris juga, kalau tidak salah, saat setelah upacara pernikahan Kaisar. Kita bisa melakukan apapun, jadi jangan khawatirkan itu, okay? Yang perlu kita khawatirkan hanyalah restu orangtuamu” kata Fano.
Angel meletakkan bonekanya lalu memeluk Fano “Mamaku sudah luluh padamu, karena kau sudah menyelamatkanku dari Yohan, apalagi setelah melihatmu ikut acara menyanyi waktu itu, mama jadi sangat menyukaimu, sedangkan papa, karena papa sibuk bekerja, aku tidak tau” kata Angel.
“Ku harap papa mu tidak memiliki masalah denganku” ucap Fano.
“Ku harap juga begitu” sahut Angel.
“Jadi kau akan tetap ikut casting?” tanya Fano.
Angel mengangguk pelan “Tentu saja, kenapa?”
“Jika aku melarang mu? Aku akan gunakan sedikit kekuasaan ku di Royal Ent untuk itu, bagaimana?”
“Eum –”
__ADS_1
“Tapi jika kau memang ingin berakting, aku tidak akan melarang mu,” tambah Fano.
Angel terkikik melihat ekspresi Fano, sedangkan Fano terlihat bingung, tidak mengerti apa yang lucu hingga Angel tertawa seperti itu.
Habisnya, terlihat sekali jika Fano sedang cemburu. Fano melarang Angel hanya karena cemburu saja, apalagi Dojun malah memprovokasi Fano.
“Apa ada yang lucu?” akhirnya Fano bertanya, dengan raut wajah masam. Angel yang gemas mencubit pipi Fano “Yang lucu itu Fano! Gemes banget sih!”
Normalnya Fano akan mengamuk jika ada yang mengatakan Fano menggemaskan, karena demi apapun, itu tidak mungkin! Fano tidak menggemaskan dan manis, tapi jika itu Noa atau Yoshi masih mungkin karena wajah mereka, tapi Fano?
Namun karena itu Angel, tentu saja Fano tidak marah.
“Aku tau Fano melarang ku karena cemburu pada kak Dojun kan? apalagi kak Dojun mengajakmu ribut terus, aku sebenarnya juga tidak ingin melakukannya, jadi ku rasa kau bisa melarang ku” kata Angel.
“Sungguh? Kau tidak akan berpikir aku terlalu berlebihan, kan?” tanya Fano.
Angel menggeleng lalu mengecup pipi Fano “Tentu saja tidak, aku malah senang, karena jika Fano cemburu, itu artinya Fano mencintaiku” kata Angel, lalu memeluk Fano erat.
Fano membalas pelukan Angel “tentu saja aku mencintaimu, meskipun ada beberapa hal yang belum aku beritahukan padamu” kata Fano.
Angel melepas pelukan mereka, menatap Fano tidak mengerti “Kau menyembunyikan sesuatu?” tanya Angel.
Fano mengangguk “Ada beberapa hal, yang tidak aku beritahu padamu, namun bukan berarti aku tidak mencintaimu” kata Fano.
“Apa Queen tau tentang itu?”
“Apa aku memang tidak boleh tau?”
Fano mengangguk “Iya, rahasia yang tidak boleh diketahui, apa kau keberatan?”
Angel menggeleng pelan “Tidak juga, aku bisa mengerti, terkadang, ada hal yang tidak harus diketahui juga” kata Angel.
Fano menangkup pipi Angel “Terimakasih jika kau bisa mengerti, mungkin suatu saat aku bisa mengatakannya padamu tanpa ragu, hanya saja tidak untuk hari ini.”
“Apa Fano mengatakan ini untuk mengujiku?” tanya Angel. Fano terkekeh mendengarnya lalu menjawab “Iya! Hehe.”
Angel berdecak malas, Fano memang suka aneh-aneh, namun, justru karena Fano aneh, Angel jadi menyukainya. Jika Fano tidak aneh, tidak mungkin dia mau dekat-dekat gadis gendut sepertinya. Memang sekarang Angel sudah tidak gendut seperti dulu, namun, dulu Fano adalah seseorang yang mau menerimanya apa adanya.
Fano menarik kepala Angel mendekat, lalu mengecup bibirnya. Awalnya hanya kecupan ringan saja, namun setelah itu berubah menjadi ciuman yang intens. Angel yang terbawa suasana, mengalungkan lengannya di leher Fano, menarik Fano lebih dekat dengannya.
Kriieekk
“Fa – apa yang kalian lakukan tanpa ku?”
Buru-buru Fano menjauhkan Angel darinya, lalu menoleh pada asal suara, kemudian dia mendesah lega saat ternyata itu hanya Queen.
__ADS_1
Queen berkacak pinggang, menatap Fano dan Angel dengan tatapan kesal.
“Tidak ada, kita tidak melakukan apapun” sahut Angel.
“Kau pikir aku mudah dibodohi seperti Abel?” timpal Queen.
“Jangan bawa-bawa Abel” balas Fano.
Queen mendekati mereka lalu duduk di pangkuan Fano sambil mengalungkan lengannya pada leher Fano.
“Queen, turun!” Angel berusaha melepaskan Queen dari Fano, namun berhenti setelah Queen menoleh dan menatapnya tajam.
“Kenapa? Kau cemburu?” tanya Queen.
Angel berdecak kesal “Tentu saja aku cemburu! Tapi alasanku menghentikan mu adalah karena ada kakekmu disini, kakekmu bisa marah jika tau kau berbuat yang tidak-tidak” kata Angel.
Queen mencebikkan bibirnya, dia kesal sekali karena Angel benar. Bahkan kakeknya, ayahnya dan juga Kaisar mengatakan jika Queen melebihi batas, Queen tidak akan direstui menikah dengan Fano.
Itu kan gawat sekali.
“Sebenarnya, jika kau tidak mengadukan ku, aku tidak akan ketahuan” kata Queen.
Fano memeluk pinggang Queen lalu mengecup bibirnya sekilas “Tapi itu benar, aku tidak mau hubunganku dengan Kaisar jadi lebih canggung lagi dari sekarang” kata Fano.
“Masalahmu dengannya belum selesai juga?” tanya Queen.
“Sebenarnya ada masalah apa? Fano dan kaisar aneh sekali” sahut Angel.
“Itu masalah dengan Devon juga, tidak, maksudku Dojun, cih, kenapa aku ketularan memanggil dia Devon sih? menyebalkan” Queen menyandarkan kepalanya pada bahu Fano.
“Aku tau itu juga, nama asli kak Dojun kan?” tanya Angel.
“Jadi mereka memiliki nama asli? Bukannya namanya memang Dojun ya?” sahut Fano, seingat dia saat masih menjadi Alfred, saat Dojun dulu dilahirkan, Subin langsung memberinya nama Dojun kok.
“Itu adalah nama internasional yang diberi oleh kakek, Devon Raynold, Yua juga punya, Yuanna Raynold, namun karena mereka hidup di Korea, jadi namanya berubah Kim Dojun, dan juga Kim Yoo-ah” kata Queen.
“Ah, aku mengerti sekarang” sahut Fano.
“Aku sudah mengantuk, ayo kita pergi” Angel berdiri, mengambil boneka kelincinya kembali, lalu menyeret Queen menjauh dari Fano.
“Selamat malam, Fano” ucap mereka, sebelum kemudian meninggalkan Fano di kamarnya, sendirian.
Besok Fano akan menemui mamanya Angel, serta paman dan bibinya. Semoga semua berjalan dengan lancar.
.
__ADS_1
.