Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Menjebak dan dijebak


__ADS_3

.


.


SRET


Penutup kepala Fano telah dibuka, kini dia bisa melihat jika dia ada di... eum – sebuah gudang?


Ada beberapa pria berbadan besar-besar mengelilinginya.


Tidak lama kemudian mereka menyibak dan memberi jalan pada seseorang untuk mendekati Fano.


Fano hanya memasang muka datarnya saat orang itu menyeringai padanya, habisnya ini terlalu mudah ditebak.


Tidak ada orang lain yang bermasalah dengan Fano selain Yohan.


Dojun kelihatan tidak menyukai Fano, tapi tidak mungkin dia berbuah sesuatu apalagi Fano adalah kerabat jauh dari Dojun juga.


[Aku sedang membantumu Fano, kau harus berterima kasih nanti]


[Beraktinglah yang menyedihkan, aku merekam semuanya]


[Jangan melawan jika tidak terdesak]


‘Beres’


Fano tersenyum lebar dalam hatinya, namun raut mukanya saat ini terlihat kesal menatap Yohan.


Yohan mencengkram dagu Fano lalu memaksa Fano untuk mendongak.


“Jangan pikir kau bisa mengalahkanku, siapa peduli jika Angel menyukaimu? Aku akan menjadikannya milikku! Aku akan melakukan apapun agar dia jatuh ke dalam pelukanku, jadi... aku harus menyingkirkanmu, tapi aku tidak suka mengotori tanganku sendiri, aku harus tetap bersih agar keluarga Angel menyukaiku”


Setelah bicara seperti itu Yohan melepas cengkramannya dari dagu Fano, kemudian tertawa keras, Fano tidak mengerti apa yang lucu tapi dia muak mendengar suara tawa itu.


“Apa kau begitu menyukai Angel sampai berbuat seperti ini?” tanya Fano.


Yohan menatap Fano tidak suka “Tentu saja tidak, aku hanya tidak menyukaimu, aku tau kau bukan lawab yang sebanding denganku, tidak melakukan ini juga aku pasti bisa merebut Angel – maksudku, aku sudah melakukannya. Aku akan membunuhmu hanya karena ingin saja, kau tidak spesial, aku sering menyingkirkan orang seperti ini”


“Kau akan menyesal nanti Yohan”


Mendengar itu Yohan kembali tertawa keras “menyesal? Hahaha memang apa yang akan terjadi padaku? Hukum bisa dibeli dengan uang, aku bisa menutupi semua kesalahanku dengan uang juga”


Dia tidak tau, ada yang lebih berkuasa darinya, dia hanya sebagian kecil, namun sudah sangat sombong melebihi dewa. Fano merasa kasihan, tapi mau bagaimana lagi kan? sudah takdirnya seperti itu.


Fano juga tidak terlalu peduli padanya.


“Kalian habisi dia” kata Yohan sebelum akhirnya berjalan untuk pergi dari sana.


Pria-pria berbadan besar itu memukuli Fano yang kadaannya masih terikat di sebuah kursi. Dia membiarkan dirinya babak belur hingga akhirnya sistem bilang cukup.


Fano pun menggunakan kakinya yang bebas untuk menendang mereka satu-satu, tidak butuh waktu lama bagi Fano untuk melepas ikatannya sendiri. Fano sempat memukul mereka satu-satu karen mereka sudah memukul Fano, jadi Fano memiliki kesempatan untuk memukul. Mana mungkin Fano menyia-nyiakan kesempatan itu?


Setelah puas memukuli mereka, Fano menembak mereka dengan tembakan imajiner agar mereka pingsan. Setelah itu Fano berjalan dengan perlahan dan tanpa suara, mencari keberadaan Yohan yang ada di luar ruangan.

__ADS_1


Pasti dia berpikir Fano sudah babak belur atau mati.


Dia sedang sibuk main ponsel saat akhirnya Fano menemukannya.


Fano menembak kepala Yohan hingga dia pingsan.


Fano ingin memukulnya tapi tidak bisa, Yohan tidak memukulnya, jadi Fano tidak memiliki kesempatan. Fano berdecak kesal, kesal karena tidak bisa menghajar Yohan.


Setelahnya Fano menghubungi 119 untuk bantuan. Itu sama seperti 911 di Amerika, nomor untuk dihubungi saat keadaan darurat, tapi di Korea nomornya 119.


Setelah menghubungi 119, Fano ikut menghubungi Angel, kebetulan Angel bersama keluarganya saat ini. Sistem sudah mengatur semuanya, jadi itu bukan kebetulan sebenarnya.


Fano pura-pura ketakutan saat menghubungi Angel dan keluarganya, kemudian Fano meminta mereka untuk ke kantor polisi saja.


Tidak lama kemudian bantuan datang.


Pas sekali orang-orang yang pingsan sudah sadar, Fano kembali ke kursinya pura-pura kesakitan dan tangannya kembali diikat oleh sistem.


Orang-orang yang sadar ingin mencelakai Fano lagi, mereka tidak tau jika polisi sudah datang.


Akhirnya mereka diringkus, sekalian  dengan Yohan juga.


Fano pun ikut dibawa ke kantor polisi, Fano masih pura-pura ketakutan, ada polisi wanita cantik yang menenangkan Fano. Gak apa-apalah ya, sekalian modus, sekali-kali.


Sampai di kantor kepolisian mereka ditahan dan diselidiki lebih lanjut.


Tentu saja, Yohan tidak mengakui perbuatannya, dia berkelit jika dia hanya kebetulan ada disana, dia juga tidak kenal dengan pria-pria yang memukuli Fano. Orang-orang itu juga mengatakan hal serupa, jika Yohan hanya lewat dan tidak ada hubungannya dengan mereka, mereka juga mengatakan bahwa mereka sebenarnya ingin merampok Fano saja, karena mereka tau Fano banyak uangnya.


Tapi karena Fano pintar akting, dia pura-pura sedih dan ketakutan lalu mengatakan jika Yohan hanya berbohong, Fano juga mengatakan apa saja yang Yohan katakan padanya, juga mengatakan Yohan membayar orang-orang itu untuk melenyapkan Fano.


Polisi kelihatan kesal dan pusing.


Pada akhirnya Fano meminta polisi untuk memeriksa cctv yang ada dilokasi kejadian, dan tempat Fano diculik.


Yohan sudah terlihat senang karena dia merasa tidak ada cctv sama sekali di gudang yang mereka gunakan tadi.


Tapi kemudian polisi wanita yang tadi menenangkan Fano sudah memeriksa tempat kejadian dan menemukan rekaman cctv.


Tentu saja Yohan langsung pucat dan panik.


Kini ganti Fano yang tersenyum penuh kemenangan dan menyeringai.


Dia benar-benar terjebak.


Polisi berjanji akan menyelidiki lebih lanjut, apalagi dalam rekaman, Yohan mengatakan dia pernah melakukan hal serupa beberapa kali, Yohan juga mengatakan jika hukum bisa dibayar dengan uang. Karena itu, rasanya Yohan tidak selamat kali ini.


Seluruh latar belakang Yohan akan diungkap.


Tidak hanya polisi, para media juga berbondong-bondong ingin meliput.


Akhirnya Fano boleh pulang setelah jam telah menunjukkan pukul 2 dini hari.


Angel segera memeluk Fano, bertanya apakah Fano baik-baik saja.

__ADS_1


“Jangan khawatir Angel, aku sangat kuat, jadi aku baik-baik saja” kata Fano.


“Tapi lihat dirimu, kau babak belur begini” Angel menatap luka-luka Fano yang terlihat cukup parah. Tentu saja Fano sengaja melakukannya, jika dia tidak terluka kan aneh, nani tidak ada yang mempercayainya, dan keluarga Angel tidak akan simpati padanya, kan gawat.


Setelah itu tentu saja keluarga Angel memutuskan pertunangan Angel dengan Yohan, bahkan memberitahu media segala. Kemudian media menanyai siapakah Fano bagi Angel.


Angel tidak tau harus menjawab seperti apa, tapi kemudian Fano menjawab dengan lantang.


“Kami hanya teman, namun aku sangat menyayangi Angel, aku akan melakukan apapun agar Angel tidak terluka”


Beberapa media bersorak karena pengakuan Fano yang terdengar romantis di telinga mereka. Setelah ini pasti di berita-berita akan ada cerita dramatis antara Fano, Angel dan Yohan. Fano yakin itu.


Tapi yang paling utama sekarang adalah istirahat, Fano lelah, teman-temannya pasti juga khawatir di apartemen sana.


Fano kembali ke apartemen bersama Angel dan Jungyu.


Sementara itu keluarga Angel akan mengurus pemutusan pertunangan serta kerjasama mereka dengan keluarga Ryu.


Di apartemen, semuanya ternyata sudah tidur. Tidak apa, mereka sudah harus pergi keesokan hari, jadi Fano lega karena mereka tidak terbangun.


Angel membawa Fano ke kamar yang kosong lalu mengobati luka-luka Fano.


“Kau tidak perlu mengobatinya, aku baik-baik saja Angel” kata Fano.


“Tidak bisa, harus segera diobati agar tidak infeksi... Fano diam”


Angel mengobati Fano dengan raut wajah yang serius.


Sementara itu Fano menikmati wajah serius Angel karena terlihat sangat menarik di matanya, Angel juga sangat menggemaskan saat cemberut begitu.


“Apa kau memang menjebak Yohan?”


Senyum Fano lenyap mendengarnya “Maksudmu? Apa aku terlihat seperti akan melakukan hal seperti itu?”


Angel berhenti mengobati luka Fano, kemudian mengangguk “Kau bilang.. akan membantuku lepas dari dia, jadi aku pikir, kau sengaja melakukannya”


“Jika aku memang melakukannya, apa kau akan kecewa padaku?”


Angel menggeleng pelan “Tentu saja tidak, aku malah senang karena kau mau melakukan apapun untukku”


Lalu Fano meraih pinggang Angel agar mendekat padanya “Tapi aku tidak merencanakannya, sebenarnya aku bisa saja lari dan menghabisi mereka tapi aku memilih untuk menerimanya, kemudian membuat mereka tertangkap”


“Jadi.. kau rela dipukuli seperti ini?” tanya Angel, kemudian jemari lentiknya menyentuh luka di wajah Fano.


“Ssshh sakit Angel”


“Maaf”


Kemudian Fano menarik tengkuk Angel lalu menciumnya. Angel mengalungkan lengannya di leher Fano dan membalas ciuman itu, melupakan jika Fano sedang terluka.


“Aku janji tidak akan melepasmu lagi, Angel”


.

__ADS_1


.


__ADS_2