
.
.
Sebenarnya, Dojun hanya mem-posting foto naskah untuk drama yang akan dia ikuti, namun, pada caption dia mengatakan ‘Pasti seru sekali jika @Fanno_A juga ikutan casting denganku, ku dengar dia tertarik melakukannya’.
Seperti itu.
“Apa maksudnya coba?”
Yoshi menoleh dari laptopnya, menatap Fano yang masih saja kesal dengan tatapan datar. Ini sudah beberapa menit sejak siaran langsung selesai, Suho bahkan sudah kembali latihan dengan anggotanya.
“Sudahlah Fano, biarkan saja, lebih baik kerjakan saja perkerjaanmu” kata Yoshi.
Fano kembali membuka dokumen yang ingin dia periksa, ada banyak laporan menunggu untuk diperiksa, dan Fano malah sibuk mendumel gara-gara postingan Dojun.
Padahal Fano dan Dojun jarang sekali berinteraksi, jika bertemu mereka hanya saling sapa lalu ya sudah. Tapi kalau tidak bertemu saja, mereka jadi – yah, pokoknya aneh sekali. Yoshi tidak mengerti lagi dengan persaingan mereka. Menurut Yoshi, ini tidak mungkin hanya karena Dojun menyukai Angel, pasti ada hal lain.
“Aku heran saja dengan Dojun, padahal ayahnya sangat baik, tapi kenapa anaknya jadi seperti itu, mana sok akrab lagi” dumel Fano, untuk entah yang keberapa kalinya dalam beberapa menit terakhir.
“Ada apa ini, Fano kenapa lagi bisa ngomel-ngomel begitu?”
Fano dan Yoshi menoleh pada orang yang barusan bertanya, Jungyu, dia datang bersama seorang bidadari – maksudnya, perempuan cantik.
Fano dan Yoshi jadi bengong, padahal kan Jungyu bilang akan mengenalkan Fano pada seorang desainer kenalannya, anak yang satu sekolah dengan Jungyu dan suka sekali mendesain sesuatu. Katanya anaknya masih kuliah.
Tapi ternyata yang Jungyu bawa adalah seorang gadis cantik dengan bentuk tubuh proporsional, dia juga tinggi, sekitar 170 cm atau lebih. Perempuan itu berulit putih bersih, berambut coklat gelap dan panjang sepinggang. Penampilannya juga sangat modis, seperti model saja.
“Selamat siang” sapa perempuan itu dengan sopan.
Fano dan Yoshi membalas seadanya, lalu Fano mempersilahkan perempuan itu duduk.
“Ini desainer yang aku janjikan Fano, aku tau dia baru kuliah semester satu, namun bakatnya dalam seni sangat luar biasa, ku pikir jika kau ingin membuat perhiasan sesuai keinginanmu, kau harus menemui dia, namanya Kim Jihyun – oh iya, dia ini sepupunya
Dojun dan Yua” kata Jungyu, dia sangat bersemangat mengenalkan Jihyun pada Fano dan Yoshi.
“Itu benar, ayah saya adalah adik dari ayahnya kak Dojun, paman Subin, dan ... kak Jungyu terlalu memujiku, aku tidak sehebat itu, tapi memang benar aku suka menggambar dan mendesain, kebetulan, aku juga suka mendesain perhiasan, aku sangat suka permata yang berkilauan, ngomong-ngomong, kalian bisa memanggilku Hyun saja” kata Hyun.
“Berarti anak dari paman Doyong kan? kenalkan aku Fano, ini temanku Yoshi, tidak apa meski kau belum profesional, aku juga tidak membutuhkan profesional, asal desainmu menarik perhatianku, maka aku bersedia bekerjasama denganmu” kata Fano.
Lalu Jungyu berdiri “Sebentar ya, aku akan mengambilkan minuman untukmu” kata Jungyu.
“Eh, tidak perlu kak, jangan repot-repot” sahut Hyun.
“Tidak repot kok,.kalian lanjutkan mengobrol” kata Jungyu, dia kemudian pergi ke dapur, untuk menyiapkan minuman dan camilan untuk Hyun.
__ADS_1
Setelah Jungyu pergi, Hyun jadi terlihat canggung dan sungkan.
“Rileks saja, anggap rumah sendiri, Yua juga jika kemari suka seenaknya” kata Yoshi, kemudian Hyun tersenyum manis.
Fano ingat sekali, Subin memiliki adik yang tiga tahun atau empat tahun lebih muda darinya. Adiknya Subin laki-laki, dia juga tampan dan manis, seingat Fano, dia juga anak yang penurut dan rajin, dia juga sederhana. Yang pasti Subin dan adiknya adalah orang yang baik-baik.
Entah Dojun dan Yua menurun dari siapa, keduanya sangat menyebalkan
Kecantikan Hyun mengingatkan Fano pada adiknya Subin itu, sepertinya perempuan ini memang mendapatkan gen ayahnya, bahkan perilakunya yang sopan dan lemah lembut juga sama. Seperti melihat Doyong versi perempuan.
(Kim Doyong itu anak dari Kim Raymond dan juga Sua – yang mengikuti cerita Felix pasti ingat Raymond
kan? Xeon Company? Itu masih ada di bawah Royal Group dan di handle oleh Subin dan Doyong, namun setelah Subin mengurusi Royal ent, Xeon dihandle sepenuhnya oleh Doyong)
Agar tidak canggung, kemudian Hyun menunjukkan beberapa desain yang dia buat di buku sketsa.
Ternyata memang benar, Hyun memiliki bakat dalam menggambar atau melukis, semua desain perhiasan yang menurut Hyun sendiri hanya corat-coret saja terlihat seperti mahakarya.
Ini benar-benar bakat.
Fano harus.mendapatkan prempuan cantik ini untuk menjadi desainernya.
Tapi, terlalu dini untuk langsung menawarinya, jadi Fano akan memberikan tugas dulu untuk Hyun.
Yoshi dan Hyun sontak berdecak kagum melihat semua berlian tersebut, terlihat seperti berlian kualitas tinggi.
“Produk-produk kecantikan Floutesse beauty memiliki ciri khas yang lembut, elegan, anggun, glamor, sederhana, dan mewah. Aku ingin kau membuat desain set perhiasan yang sangat menggambarkan produk kami, dengan warna-warna berlian ini, jika desainmu membuatku puas, kau akan kami kotrak, bagaimana?” tawar Fano.
Hyun langsung saja mengangguk dengan senang hati “Saya akan mencobanya, tapi, boleh saya meminta foto semua berlian ini? Tanya Hyun.”
“Oh? Kau tidak.membawanya pulang?” tanya Fano.
“Heh, Fano, bisa gawat jika dia bawa pulang” desis Yoshi, sambil menyengol rusuk Fano. Bukannya Yoshi khawatir jika Hyun berniat mencurinya atau apa, namun jika ada yang tau Hyun membawa berlian sebanyak itu maka keselamatan Hyun akan terancam juga.
“Itu benar, saya hanya butuh gambarnya saja kok” sahut Hyun.
“Oh, baiklah silahkan” kata Fano.
Selain Hyun, Yoshi juga tertarik dengan berlian itu, dia mulai menyentuhnya setelah Hyun selesai, tapi Fano mulai menghentikan sobatnya itu setelah dia beniat untuk foto selfie dengan berlian.
“Jika kau ingin selamat, lebih baik jangan foto dengan berlian sebesar ini” kata Fano.
“Yah, aku hanya menunjukkannya pada Abel” keluh Yoshi, dia meletakkan berlian kembali diatas meja.
“Apalagi Abel, nanti dia minta, jadi jangan. oh iya, aku akan menghubungi Alfred” kata Fano.
__ADS_1
“Aku ikut ke London” sahut Yoshi.
“Kau pikir aku akan pergi tamasya?” tanya Fano jengkel.
“Iya, Lylac bilang kalian akan jalan-jalan!”
“Itu bisa dipikir nanti, lagipula masih lama ke Londonnya, mungkin bulan depan” sahut Fano.
“Kalau begitu dua minggu lagi, oke.” Yoshi.
“Bagaimana?” tanya Jungyu yang sudah datang kembali, membawakan minuman dan camilan untuk Hyun.
“Terimakasih, kak Jungyu” kata Hyun, dia menerima minuman itu, ice americano. Di dapur memang ada alat pembuat kopi, membuat ice cream, semuanya lengkap. Tapi Fano dan Yoshi tidak menyangka perempuan cantik suka yang pahit-pahit juga, padahal Fano saja untuk meminum americano kalau sedang lembur atau ingin menghilangkan kantuk.
Tapi Hyun malah meminum minuman pahit itu disaat siang dan sedang santai, sambil tersenyum juga. Apa dia tidak merasa pahit ya?
“Ehem! Fano ngapain lihatin Hyun terus?” tegur Jungyu.
“Hah? Oh, enggak, hehe” Fano.
“Fano pasti heran melihat Hyun meminum amerikano disaat seperti ini” sahut Yoshi.
“Aku suka saja, membuatku lebih rileks” timpal Hyun.
“Ice amerikano sedang tren juga, tapi Hyun memang menyukai americano sejak belum trend” kata Jungyu.
“Avocado juga trend gak sih?” tanya Yoshi.
“Afogatto kali” sahut Fano.
“Iya, itu pokoknya, aku pernah beli, enak sih, tapi ya ... biasa aja” kata Yoshi.
“Aku suka, tapi lebih suka lagi teh herbal” Jungyu.
“Iya deh, iya paham” Yoshi.
“Kak Jungyu selalu begitu dari jaman masih sekolah, dia selalu membawa teh herbal atau vitamin, kadang aku dipaksa meminumnya” kata Hyun.
“Itu agar kau lebih sehat, dulu kau sangat kurus, padahal kau setinggi ini” Jungyu.
Fano dan Yoshi berasa seperti nyamuk disini.
.
.
__ADS_1