
.
.
Siang ini Fano akhirnya jadi juga terbang kembali ke Indonesia, sedangkan yang lain juga kembali ke Korea. Fano duduk bersama Lylac, lalu Fira duduk dengan Yoshi.
Fira terus melirik Yoshi yang hanya diam dan merenung sepanjang perjalanan, kan Fira bosan jika hanya diam tidak melakukan sesuatu.
Sementara itu, Fano sengaja satu kursi dengan Lylac agar bisa berbicara dengannya. Namun, malah Lylac duluan yang bertanya.
“Sebenarnya apa yang kau lakukan pada Noa?” tanya Lylac.
“Bukankah biasanya kau tau segalanya yang ku pikirkan, kenapa sekarang jadi tidak tau?” Fano malah balik bertanya.
Lylac menoleh menatap Fano yang sedang asyik memakan camilannya “Aku sekarang dalam wadah manusia Fano, bukan sistem lagi, tidak bisa membaca pikiranmu saat aku jauh, mengaku saja, sekarang kau melindungi pikiranmu agar tidak bisa ku baca kan?”
Fano berdecih karena Lylac bisa mengetahui hal itu dengan cepat “Baiklah aku mengaku, Yoshi yang meracuni otak Noa dengan vidio por – ”
“Kau juga ikutan, malah kau yang paling bersemangat!”
Tau-tau Yoshi yang dari tadi hanya termenung seakan nyawanya sedang melayang-layang entah kemana,
ikut nimbrung. Dia dan Fira duduk di depan Fano dan Lylac, jadi Yoshi membalik tubuhnya, mengintip Fano sedikit dengan menyembulkan sebagian kepalanya. Sementara itu Fira ikut berbalik dengan menyembulkan seluruh kepalanya.
“Halo Fira” sapa Fano pada Fira, untuk mengalihkan pembicaraan, sayangnya ini adalah Lylac, yang tidak
mudah untuk ditipu.
“Tidak perlu mengalihkan perhatian, Fano – jadi, intinya kalian berdua yang salah kan?” tanya Lylac.
Yoshi mengangguk pelan “Gomen ne.”
“Meminta maaf sambil bertingkah manis tidak akan membuatku luluh” lalu Lylac mengulurkan tangannya
untuk menjitak kepala Yoshi, Yoshi hanya mengaduh sebentar, lalu kembali menghadap depan.
Sementara itu Fira mengusap-usap kepala Yoshi, dia pikir dengan begitu rasa sakitnya akan hilang. Kemudian Fano dan Lylac tidak bisa melihat Fira lagi, sepertinya sudah diminta Yoshi untuk duduk dengan benar.
“Tidak perlu kasar begitu pada Yoshi, dia anak baik kok” kata Fano, yang kemudian dia sesali, karena detik berikutnya Lylac menginjak kakinya dengan keras.
“Aduuh – sakit!” keluh Fano sambil mengusap kakinya yang baru diinjak Lylac, dia berharap kakinya tidak membengkak setelah ini.
“Lagian, untuk apa kamu meracuni pikiran polos Noa dengan hal-hal yang tidak berguna, nanti biar aku yang ajari langsung” kata Lylac, kini ganti Fano yang menginjak kaki Lylac, tapi Fano tidak tega dengan seluruh kekuatan, padahal Lylac kan lebih kuat dari Fano.
“Jangan menginjakku!” Lylac.
“Kau duluan tadi kan?” Fano.
Kepala Fira kembali muncul “Anu ... kalian jangan berisik ya, Yoshi bilang tidak bisa tidur” kata Fira, kemudian dia kembali menghilang.
“Apa sih gak jelas banget mereka” gumam Lylac kesal.
Sedangkan Fano yang tidak percaya Yoshi tidur, malah melongok, mengintip Yoshi dan Fira.
Yoshi sungguhan tidur, sambil memeluk Fira.
Fano kemudian mencubit pipinya.
__ADS_1
“Aduduh Fano apaan sih? Aku tuh ngantuk!” protes Yoshi, sambil mengusap-usap pipinya yang memerah.
“Aku tau Fira itu polos, tapi jangan polosin anak orang juga, kau mending duduk sama Lylac sana” Fano.
“Gak mau, mau sama Fira aja” Yoshi.
Lalu dengan matanya Fano memberi isyarat pada Fira agar meninggalkan mereka berdua, dan dia bisa
duduk dengan Lylac saja. Fira sih menurut saja. kemudian Fano menempati tempat duduk Fira.
“Kok jadi kamu yang duduk disini sih?” keluh Yoshi lagi.
“Agar kau tidak macam-macam, masih trauma dengan kejadian semalam?” tanya Fano.
“Kenapa? Kau ingin mengejekku karena lemah?” Yoshi.
Fano berdecak kesal “Bukan gitu, jangan baperan ah, aku serius mengkhawatirkanmu tau!”
Yoshi terlihat sangat terharu dengan ucapan Fano “Sungguh? Aww – sini peluk”
TAK
Kembali Yoshi mendapat jitakan, kali ini oleh Fano. Untungnya Fano tidak memukul dengan segenap kekuatan seperti Lylac, hanya pelan saja, tapi Yoshi pura-pura kesakitan sambil memegangi kepalanya.
“Lemah!” Fano.
“Kejam!” Yoshi.
“Btw, karena lama gak main sama Dave sama Wawan, ayo kita main ke villa di puncak, udah lama gak ke sama” kata Fano.
“Ya kan itu karena kamu gak mau pergi dari Korea” sambar Yoshi.
“Haruskah Abel aku suruh sekolah di Korea aja? Ah – gak ah, entar Abel kecantol kakel ganteng kan bahaya” Yoshi.
“Mana ada, kamu udah ganteng kok, Yoshi” kata Fano, sambil tersenyum konyol.
“Gak tau kenapa kalo kamu yang muji aku itu rasanya malah pengen nabok ya” Yoshi.
“Dih, aku kalo kamu puji biasa aja tuh, coba puji aku” Fano.
“Pengen banget dipuji ya?” Yoshi.
“Ya udah kalo ga mau” Fano.
“Fano kamu imut deh, gemesin” Yoshi.
“Itu bukan muji, tapi penghinaan, mau digetok lagi?” Fano sudah siap-siap mengulurkan tangannya untuk menjitak Yoshi sekali lagi.
“Hahaha”
Fano menyerah dan kembali duduk dengan tenang. Mereka ini di pesawat, tapi malah ribut. Tapi di kursi VIP kali ini tidak ada banyak orang sih, hanya ada Fano dan ketiga temannya, dan juga seorang selebriti dan managernya.
Selebriti itu sangat cantik, model juga.
Tapi karena Fano tidak kenal jadi ya biarkan saja.
Ngomong-ngomong, managernya ada dua, mereka tiga orang.
__ADS_1
“Ssstt Fano”
Fano menoleh ke belakangnya, menatap Lylac yang barusan berbisik.
“Coba beli skill yang kemarin malam lagi” kata Lylac.
Fano mengernyitkan dahinya bingung, tapi dia turutu keinginan Lylac.
Eh, ngomong-ngomong, Yoshi dan Jehyuk tidak mengatakan apapun lagi tentang Fira yang seekor duyung lho. Normalnya manusia akan heboh dong.
Tapi mereka tidak, Jehyuk tetap saja memodusi Fira, mengajak Fira mojok sebelum berangkat ke bandara. Sedangkan Yoshi, dia hanya diam saja.
[Skill mata kebenaran diaktifkan sampai satu jam ke depan]
Fano menoleh pada Yoshi, auranya tetap saja kuning terang, lalu Fano menoleh ke belakang. Ternyata Fira punya aura, warnanya biru muda. Fano tidak tau arti biru muda apa.
Lalu .... eh?
Saat Fano menoleh pada arah selebriti dan dua managernya, Fano cukup terkejut.
Selebriti wanita cantik dan sexy itu memiliki aura jingga agak kemerahan, salah satu manager jingga pucat, nah – yang membuat kaget adalah manager satunya lagi.
Hitam pekat.
Kemudian manager dengan aura hitam pamit ke toilet pada selebriti dan manager yang satunya.
Perasaan Fano sudah tidak enak.
Jangan bilang akan ada pembunuhan lagi di pesawat ini. Mentang-mentang di pesawat tidak ada polisinya.
Sebenarnya Fano agak malas untuk berbuat baik pada orang, mengingat sistemnya masih error. Itu gara-gara Lylac tidak mau masuk sistem, jadi sistemnya agak rusak dan perlu diperbaiki. Jadinya hadiah Fano yang berbuat baik kemarin belum ada muncul, jadi jika sekarang Fano berbuat baik lagi, hadiahnya pun akan tertunda. namun fasilitas lain masih berjalan seperti biasa, seperti Fano bisa membeli dari toko sistem.
Lylac memang menyebalkan, perlu diberi hukuman memang.
Akan tetapi, meski tidak ada hadiah, jiwa kemanusiaan Fano, yang meski tidak banyak, tidak ingin membiarkan kejadian ini begitu saja.
Katakan saja Fano ketagihan menjadi sosok hero.
Yang pasti, dia akan menolong selebriti itu, meski tidak kenal.
Manager dengan aura hitam kembali lagi, kini dengan membawa jus jeruk.
“Lily, kau bilang kau haus tadi kan?” kata manager itu.
Selebriti itu, yang ternyata namanya Lily, tersenyum kecil “Tumben kau baik sekali membawakanku minuman” kata Lily, dia sudah mengangkat tangannya untuk mengambil gelas jus itu.
Namun Fano datang untuk mencari gara-gara. Dia berdiri dari duduknya, pura-pura menyenggol si manager aura hitam, hingga jus itu tumpah mengenai gaun si selebriti.
“Hei! Kau kalau jalan lihat-lihat do – aduh, kenapa panas sekali?” Lily yang ingin menyumpah serapahi Fano tidak jadi setelah merasakan bekas jus tadi terasa panas di kulitnya.
Fano pun dengan entengnya menyahut “biasanya yang seperti itu ada racunnya”
Lily akhirnya mendongak menatap Fano, dari yang tadinya ingin marah, sekarang perlahan mereda. Bahkan warna auranya sudah berubah, dari yang tadinya jingga kemerahan, sekarang menjadi jingga biasa.
Ternyata aura bisa berubah secepat itu.
.
__ADS_1
.