
.
.
“Apa yang ingin kau bicarakan?” kata Lylac.
Saat ini waktu masih menunjukkan pukul empat pagi, Fano bangun awal dan tidak bisa tidur lagi, jadi dia memanggil Lylac untuk membicarakan sesuatu. Mereka duduk di kursi yang ada di dalam dapur.
Fano belum menjawab, dia mengeluarkan toples berisi kelopak mawar biru. Masih ingat Fano menanam mawar biru di taman yang ada di halaman mansionnya? Fano hanya menanam sepuluh benih saja, namun sekarang sudah merambat dan berbunga banyak setiap minggunya.
Jadi, setiap minggu juga bunga itu dipanen lalu kelopaknya dimasukkan ke dalam toples.
Dan saat ini, Fano membuat teh mawar biru di dalam teko kaca transparan, lalu mengeluarkan dua cangkir kaca yang transparan juga. Setelah itu Fano duduk di depan Lylac, sambil menunggu tehnya selesai. Fano juga mengeluarkan cookies, karena dia juga lapar setelah bangun tidur.
“Aku hanya ingin bicara, sejak kemarin kamu diam terus, apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Fano.
Lylac meraih satu cookies, memakannya sedikit, baru kemudian menyahut “Aku hanya, merasa bersalah padamu, sepertinya aku terlalu memanjakan Noa ya? Jadi kau yang repot” kata Lylac.
“Sekarang kau sadar? Kau terlalu menyukainya, sebenarnya rasa sukamu itu suka yang romantis, atau kau hanya menyukainya karena dia sangat manis?” tanya Fano.
“Dua-duanya? Mungkin aku terdengar konyol karena menyukai bocah sepolos dia, tapi – dia benar-benar tipeku, mungkin kalian tidak menganggap ku serius, namun, aku sangat serius. Meski begitu, aku sadar, sepertinya Noa masih belum mengerti artinya suka secara romantis, kadang aku juga merasa sangat konyol, lagipula belum tentu dia bisa menerimaku yang hybrid ini” kata Lylac.
Tehnya sudah selesai, jadi Fano menuangkan teh pada cangkir Lylac, lalu cangkirnya sendiri, warna teh itu kebiruan, terlihat cantik karena gelasnya transparan, jadi warnanya bisa terlihat dengan jelas.
Lylac meraih cangkir tehnya, menghirup aroma teh itu sebentar sebelum menyesapnya sedikit.
“Jadi itu yang kau pikirkan, jangan terlalu memikirkanya, seperti yang kau bilang, Noa sedang tumbuh, ku pikir kau bisa dantai dulu, jangan terburu-buru” kata Fano.
Lylac menghela nafas lelah “Entahlah Fano, aku kadang juga merasa bersalah, tidak mau memaksakan perasaan Noa. Kak Lino banyak memberitahuku, mengomeliku sampai aku kebal sendiri. Coba saja yang ku sukai itu seperti Jungyu atau Suho yang sudah dewasa, pasti tidak akan seperti ini” kata Lylac.
“Itu hanya seperti Yoshi dan Abel kan? pasti tidak apa-apa, keluargamu akan mengerti” sahut Fano.
Lylac menggeleng “itu berbeda, aku adalah setengah peri roh, Fano, dan aku pihak perempuan. Ayahku sangat menyayangi Noa, namun, untuk menjadikan Noa sebagai suamiku, ayahku pasti akan berpikir seribu kali.”
Fano mengangguk-angguk mengerti. Pasti Felix tidak akan mempercayai Noa yang manusia biasa dan sangat polos itu, untuk Lylac yang setengah peri. Pasti banyak pertimbangan yang dipikirkan.
“Haruskah kita memberitahu Noa?” usul Fano.
“Tentang aku yang setengah peri?” tanya Lylac, kemudian dia menggeleng “Aku ragu.”
Fano menghela nafas berat, dia pun ragu dengan itu. Beda lagi jika Noa itu Xiao Kun yang menyukai cerita fantasi, pasti jika itu Xiao Kun, dia akan merasa sangat bersemangat. Tidak beda jauh dengan Jehyuk dan Fira.
“Lalu, apa yang kau inginkan sekarang, Lylac?” tanya Fano.
__ADS_1
“Eum, mungkin aku ingin menerima usulan orangtuaku, untuk perjodohan itu, aku sadar aku terlalu kekanakan dan egois, sampai kabur segala dan memberontak, mungkin pilihan dari orangtua yang terbaik” kata Lylac.
Fano tidak percaya Lylac bisa mengatakannya, karena Fano bisa merasakan perasaan Lylac, dia jadi sedih. Karena saat mengatakan itu, Fano merasakan sebuah perasaan yang begitu menyakitkan. Fano tau, Lylac mencoba tegar, tidak ingin menunjukkan kesedihannya, mungkin dia lupa jika Fano bisa merasakan apapun yang dia rasakan, termasuk rasa sedihnya.
Fano meninggalkan kursinya, mendekati Lylac, lalu memeluknya. Lylac yang awalnya berusaha tegar, kini mulai menangis dipelukan Fano.
“Kau bisa selalu mengeluarkan keluh kesahmu, aku tidak sepertimu yang bisa membaca pikiranku, jadi jika kau tidak mengatakannya, aku tidak akan tahu. Tapi, apapun itu aku akan selalu mendukungmu, kau sudah banyak membantuku, jadi sekarang giliranku untuk membantumu, jangan menangis ya?”
Fano menghapus air mata Lylac dengan ibu jarinya.
Ini masih pagi, dan suasananya sudah mendung seperti ini.
“Noa hanya butuh waktu, jadi –”
Lylac menggeleng pelan “Tidak apa Fano, aku akan mencoba dengan pilihan orangtuaku dulu, jika aku tidak merasa cocok, aku akan mengatakannya dengan jujur” kata Lylac.
Entah mengapa, Fano tidak rela Lylac dijodohkan dengan penguasa dunia lain, Fano takut jika Lylac melakukannya dan mereka cocok, Lylac akan dibawa ke dunia itu dan tidak akan bertemu dengan Fano lagi.
“Mungkin kau benar, jika aku menikah dengannya, aku akan sulit untuk bertemu denganmu” kata Lylac.
“Aku – aku akan tetap mendukungmu, apapun pilihanmu, aku akan tetap menghargainya” kata Fano.
“Terimakasih, Fano.”
Lalu buru-buru dia kembali ke kamarnya, melupakan rasa hausnya.
Klik.
Noa mengunci kamarnya, agar tidak ada yang bisa masuk.
“Apa tadi yang ku dengar? Apa itu sungguhan? Kak Lylac setengah peri – berarti istri grandpa Felix itu peri? Lalu – kenapa kak Lylac mau saja dijodohkan?” gumam Noa, kemudian dia mengacak-acak rambutnya, yang sekarang sudah bukan pirang lagi, sudah ganti menjadi warna hitam, tapi tidak dicat di salon, hanya dirubah oleh Fano saja.
“Dengan seorang dewa? Apa itu sungguhan? Ini tidak masuk akal” gumamnya lagi.
“Tapi kenapa?”
Noa mulai merasa sedih, dia juga tidak mengerti kenapa dia sedih mendengar hal itu, mendengar Lylac menerima perjodohan dengan orang lain. Dia ingin menyerah pada Noa, kenapa? Kenapa Lylac melakukan itu?
Apakah karena Noa yang jadi nakal belakangan ini? jadi Lylac marah?
Noa mengacak rambutnya lagi “Ugh – aku kenapa sih?”
Noa tidak mengerti, kenapa dia tidak terima?
__ADS_1
Sepertinya ada yang salah dengannya.
***
Fano memeriksa semua desain perhiasan dari Hyun, pagi ini Hyun datang bersama Jungyu untuk menunjukkan desain yang dia buat pada Fano.
Bahkan Yoshi yang tidak terlalu mengerti perhiasan saja, mengatakan semuanya sangat cantik. Fano juga puas dengan desainnya. Hyun dapat mengerti dengan baik bagaimana desain yang Fano inginkan, semua desain sangat cocok dengan image dari produk kecantikannya.
Tidak ada pilihan lain, Fano harus menjadikan Hyun sebagai desainernya, jadi Hyun menandatangani kontrak yang sudah disiapkan Jungyu, karena Jungyu tau bagaimana kemampuan Hyun dan bagaimana selera Fano, dia tau jika pada akhirnya semua akan berjalan dengan baik.
“Itu seminggu lagi, Hyun harus siap-siap untuk pergi ke London bersama kami” kata Fano “Semua tiket dan biaya aku yang menanggung, jadi jangan khawatir” tambahnya.
“Apa aku ikut?” tanya Jungyu.
“Tidak, sudah ada Yoshi, kau bantu Jehyuk saja disini” sahut Fano, Jungyu berdecak kesal, lalu melirik Yoshi malas.
“Jangan lirik-lirik! Aku belum pernah ke London, jadi biarkan aku yang pergi” kata Yoshi, setelah tau Jungyu meliriknya.
“Jangan berantem kalian, kita kesana untuk bekerja, bukan liburan” sahut Fano.
“Tidak, kita juga sekalian liburan kan? Lylac yang mengatakannya padaku” timpal Yoshi. Fano meliriknya jengkel, dia ini tidak ada filter apa bagaimana di mulutnya, jujur sekali.
“Gimana kalo kamu disini aja, Yoshi?” gumam Fano.
“Gak mau, aku kan pengen ketemu kak Alfred juga, pengen tau gimana tokonya disana, pengen tau sungai thames secara langsung juga” kata Yoshi, sekarang dia menatap Fano dengan mata memohon.
“Aku akan baik-baik saja, kak Jungyu tidak perlu ikut” kata Hyun.
“Baiklah, aku menyerah” Jungyu.
Tidak berapa lama kemudian seorang pelayan di mansion ini datang pada mereka, mengatakan jika ada beberapa orang yang datang.
“Baiklah, aku akan menyambut mereka – aku akan menyambut tamu dulu, kalian bisa santai dulu disini” kata Fano, dia kemudian beranjak dari saja. kemudian berjalan menuju tangga untuk turun ke lantai satu.
Senyuman Fano terbit tatkala melihat Lady Lydia datang, dia terlihat sangat cantik memakai gaun sederhana moderen. Dia datang bersama Kaisar, Raja, Felix dan Chris.
Fano pun berjalan cepat mendekati mereka.
“Selamat datang!”
.
.
__ADS_1