Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Wujud asli Lylac


__ADS_3

.


.


“Jangan dipikirin, kita tidur aja ya” Queen.


“Bertiga” Angel.


“Hah? Bertiga? Jangan dong” pinta Fano, dia takut khilaf lah, kalau ada apa-apa nanti sistemnya menghukum dia kan gawat. Iya kalau hukumannya ringan, kalau berat gimana? Fano bahkan pernah mendapat hukuman yang aneh, yaitu membebaskan diri dari rawa buaya.


Ngeri bukan?


Itu saja hanya karena Fano tidak sengaja terlambat menolong anak anjing yang terluka, kalau tidak salah siberian husky. Padahal anak anjingnya pada akhirnya selamat, tap Fano masih mendapat hukuman menyebalkan itu.


Kalau ingat jadi merinding sendiri, untung


buayanya baik-baik, mereka tidak menyerang Fano, hanya ada satu buaya yang mengejar Fano, tapi kemudian Fano bisa lolos.


“Kenapa?” tanya Queen, sambil membelai perut Fano yang memiliki abs kotak-kotak, dari luar pakaian saja dia bisa merasakannya. Tapi kemudian Angel menjauhkan tangan nakal Queen dari perut Fano.


“Jangan sentuh Fano!” Angel.


“Kenapa? Dia milikku” Queen.


“Maksudku, jangan sekarang... ada banyak anak kecil disini” kata Angel.


“Iya juga ya, kan gawat kalau Noa lihat, nanti dia trauma kayak Abel” sahut Queen.


“Hah? Abel trauma apa?” tanya Fano.


“Dia gak sengaja liat vidio punya Aron, jadi deh Aron dimarahi oleh ayahku, paman Roi, bibi Felly, mama, mama Hanna, kakekku, kakek Chris.... dan banyak lagi, tapi setelahnya Aron


belum kapok juga, dia masih berusaha mendapatkan vidio yang seperti itu lagi, dia bersekongkol dengan Kaisar, Raja, dan Bima” cerita Queen.


“Astaga, kasihan Abel” timpal Angel.


“Kalo cowok emang biasa gitu, gak usah kaget” sahut Fano.


Angel dan Queen menatap Fano dengan tatapan curiga “Jadi.. kamu juga sama?”


“Hah? Eng – enggak kok.. hehe” Fano.


“Gak sekali, tapi berkali-kali gitu maksudnya?” Angel.


“Enggak, beneran! Aku mana boleh lihat gituan” Fano menunjukkan dua jarinya membentuk peace sign.


“Itu benar, Angel, Fano gak boleh sembarangan... haha kasihan” kata Queen sambil mengusak kepala Fano. Meski Fano


jengkel, tapi dia menikmati usapan Queen, jadi dia diam saja.


“Tapi kenapa? Fano juga pernah gitu dulu pas di villa, dia gak jadi –” Angel.


“Apa? Gak jadi apa? Kenapa berhenti?” Queen menatap Angel penuh selidik.


Angel menggeleng kuat-kuat “Gak jadi.. hehe”


Queen beralih menatap Fano penuh selidik, tapi Fano hanya menggelengkan kepalanya, mana mungkin dia mengaku jika pernah berniat buruk dan ingin melakukan hal yang iya-iya dengan Angel.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka.


Buru-buru Angel dan Queen menjauh dari Fano.


“Kalian ngapain bertiga?”


Fano sudah panas dingin mendengar pertanyaan itu, padahal dia tidak berbuat salah. Tapi bagaimana mau tidak takut jika yang membuka pintu kamarnya adalah Felix?

__ADS_1


Lagian kenapa dia bisa ada disini?


Queen turun dari ranjang lalu menggandeng lengan kakeknya yang masih mengenakan pakaian formal.


“Kenapa kakek ada disini?” tanya Queen.


“Untuk menghentikan kalian berbuat yang iya-iya” jawab Felix, masih menatap penuh selidik pada Fano. Sedangkan Fano hanya menggeleng pelan sambil menunjukkan muka polosnya, untung saja dia masih memiliki wajah anak-anak polos nan baik.


“Kami tidak berbuat apapun” kata Fano.


“Kau pikir aku percaya padamu?” Felix.


Iya juga ya? Percuma Fano memasang wajah anak baik, Felix tau lebih dari apapun jika Fano yang sekarang bukanlah orang baik.


“Kita hanya mengobrol saja Grandpa” sahut Angel, dia juga memanggil Felix grandpa sama seperti cucu Felix yang lain. Karena Angel kan cucu dari teman Felix sendiri, namanya Fabian, jadi sejak bayi juga Felix sering menemui keluarga Angel, makanya Angel terbiasa memanggil Grandpa juga.


Felix tersenyum manis pada Angel, Fano berdecih malas. Jika dengan Angel saja jadi malaikat, jika dengan Fano berubah jadi malaikat pencabut nyawa.


“Yang lain sedang nonton film di bioskop lho.. bagaimana jika kalian pergi untuk menonton juga? Aku dan Fano ada urusan” kata Felix, yang tentu saja membuat Fano jadi merinding di tempatnya.


“Okay Grandpa, ayo Angel” kemudian Queen menarik lengan Angel keluar dari kamar, meninggalkan Fano dengan Felix.


Pintu kamar di tutup, ganti Felix yang naik ke ranjang, ranjangnya sangat luas, jadi muat saja meski badan Fano dan Felix besar-besar.


Felix duduk bersandar pada kepala ranjang, kemudian mengeluarkan ponselnya, ponsel itu agak berbeda, berwarna perak dan terlihat sangat indah.


Kemudian Felix melirik Fano yang masih diam saja.


“Fano..” panggil Felix.


“Iya?”


“Aku boleh meminjam Lylac?”


[Jangan mau Fano]


“Aku perlu bicara denganmu Lylac, hanya denganmu” kata Felix.


[Aku tidak mau]


“Ini penting... Fano tidak boleh tau, please?” tanya Felix, Fano yang tidak mengerti hanya bengong, dia tidak tau harus berpihak pada siapa.


[Tapi..]


“Menurut saja pada ayahmu” Felix.


Hmm?


Ayah?


“AYAH?!” teriak Fano refleks.


[Tidak, dia bukan ayahku, dia hanya bercanda, aku tidak punya ayah kok]


“Tapi kau ada karena aku kan?” kata Felix lagi, yang membuat Fano makin terbengong. Apa yang terjadi di dunia mereka?


[Aku akan menganggap Charlize ibuku, tapi jika kau ayahku itu sangat.. absurd]


[Terlalu tidak mungkin]


Kemudian Felix menatap Fano dengan tatapan serius “Jangan katakan pada siapapun, tapi aku memang ayahnya, dia saja yang tidak percaya, Charlize itu – eum.. istriku? Tapi tidak di dunia ini, tidak bisa dihitung istri juga, ceritanya rumit, intinya, kau harus percaya padaku dan jangan katakan ini pada siapapun, yang tau hanya kau dan Chris, okay?”


Fano hanya mengangguk saja meski tidak terlalu mengerti – okay, dia mengerti, tapi... entahlah.


“Jadi Charlize itu bukan manusia?” tanya Fano.

__ADS_1


Felix mengangguk “iya, dia adalah seorang... eum – apa ya? Dewi? Yang pasti, aku yang memintanya untuk mengatur reinkarnasimu, dan sosok misterius yang menemuimu pertama kali itu adalah anak buah Charlize”


“Yang memberiku sistem?” tanya Fano, Felix mengangguk “Benar, dia yang mengutus Lylac untuk mengawasimu, sengaja mencari yang seumuran dengan usia tubuhmu, maksudku Fano, jadilah Lylac yang dipilih”


Fano kemudian menatap layar sistemnya, dia tidak percaya sistemnya ini seumuran dengannya saat ini.


[Terserah saja, tapi jangan lama-lama]


Melihat itu Felix tersenyum lebar “Aku tidak akan lama”


Kemudian yang terjadi selanjutnya di luar ekspektasi Fano, Felix mengulurkan tangannya hingga menembus layar sistemnya, kemudian saat dia menarik tangannya kembali, ada sosok gadis cantik bergaun ungu muda, berambut perak dan bermata ungu, keluar dari layar sistemnya.


“Ini wujud Lylac?” tanya Fano.


“Jangan tatap aku!” teriak Lylac.


“A – aku tidak menatapmu!” Fano membuang mukanya ke arah lain, tapi kemudian dia melirik lagi pada Lylac.


“Lylac masih kecil, jangan tertarik padanya atau aku akan mencincangmu” ancam Felix, yang kemudian membuat Lylac terkekeh.


Akan tetapi, tubuh Lylac tidak sempurna, agak transparan, seperti hologram atau AI.


Tapi dia sangat cantik, jujur saja.


“Aku tidak tertarik kok, aku akan menonton juga, kalian bisa bicara” kata Fano, kemudian dia beranjak pergi dari sana. Felix bilang pembicaraan mereka bersifat privat, jadi Fano harus pergi untuk memberi mereka privasi.


Fano mengerti banyak hal aneh di dunia ini, dia tidak perlu mengetahui segalanya. Tapi mungkin suatu saat nanti Fano bisa tau, semua butuh proses juga. Lagipula, Fano masih belum siap menerima informasi yang terlalu aneh ini.


Mereka dunianya sudah berbeda dan jauh dari jangkauan Fano.


Di ruang bioskop anak-anak sudah duduk berjajar sambil membawa popcorn masing-masing dan juga minuman, semuanya disiapkan oleh pelayan. Bahkan saat Fano baru masuk, Fano juga diberi popcorn dan minumannya.


Angel dan Queen duduk di deretan belakang, mereka melambai pada Fano yang baru bergabung, kemudian Fano duduk di antara mereka. Bahkan, ada manager juga yang ikutan nonton.


Mansion Fano benar-benar seperti taman bermain.


Tapi tidak apa, dia suka suasana ramai seperti ini, apalagi semuanya terlihat bahagia.


Oh iya, ngomong-ngomong, meski Lylac sudah keluar, layar sistem Fano masih ada lho, Fano sampai harus menyentuh tombol X agar layarnya menghilang, dan dia bisa fokus menonton filmnya.


Film telah diputar, semuanya terlihat antusias dengan film itu.


Ternyata film horror thriller.


Belum apa-apa Angel sudah memeluk lengan Fano, tidak apa lah, lumayan, hehe.


Fano jadi memikirkan Lylac, biasanya dia selalu menyahut dengan random. Fano terus terpikir dengan sosok Lylac yang baru dia lihat sampai kemudian tiba-tiba Queen menarik kedua sisi kepala Fano ke arahnya, kemudian menciumnya.


Angel yang kesal kemudian memisahkan mereka, lalu dia juga ikut mencium Fano.


Apa ini? Meski sudah akrab mereka masih bersaing?


Lalu Fano harus gimana?


“Stop!” Fano.


Sontak Jehyuk dan Jungyu yang duduk di depan mereka bertiga menoleh “Kenapa?” tanya Jungyu.


Fano tertawa canggung “Enggak, gak ada apa-apa, lanjut nonton aja”


Tapi Jungyu dan Jehyuk menatap mereka bertiga dengan tatapan menyelidik.


.


.

__ADS_1


__ADS_2