
.
.
Yoshi terbengong melihat Fano dan Kaisar terlihat lebih akrab, mereka bahkan baru saja datang dari bersepeda di tepi sungai Han, pulang-pulang membawa corndog, itupun Fano mengatakan mereka sudah memakan roti bawang sebelumnya.
“Hei hei hei! Itu punyaku!” teriak Fano, saat Yoshi mengambil corndog dengan potongan kentang di luarnya. Saat ini mereka ada di dapur, Fano sedang membuat teh seperti biasa, karena akhir-akhir ini selalu membuat teh di pagi hari, teh yang Fano pilih adalah teh bunga levare warna biru, yang ada sensasi mint di dalamnya.
“Tapi aku mau yang kentang!” Yoshi tetap bersikeras mengambil corndog milik Fano, Fano sudah membuka mulutnya, siap untuk membalas Yoshi, namun Kaisar datang ke dapur, membuat Fano dan Yoshi terdiam seketika.
Fano tidak mengerti, padahal ini rumahnya, kenapa malah dia yang takut menghadapi Kaisar, ini menyebalkan sekali!
“Letakkan itu, kau bisa memakan punyaku” kata Kaisar, memberikan corndog kentang yang lain pada Yoshi. Yoshi hanya menurut saja, lalu memakan corndog yang diberi Kaisar dengan tenang.
Yoshi tidak suka seperti ini, dia merasa tertekan jika ada kaisar, tidak sebebas biasanya. Fano juga kenapa sih membiarkan Kaisar ada disini dan bahkan mempersilahkan Kaisar menggelar pesta disini juga! Sepertinya Fano sudah tidak waras. Yoshi mana tahan jika ada Kaisar selama seminggu disini.
Benar, pasti Fano sudah tidak waras.
Lihat saja itu! Dia tersenyum seperti idiot saat Kaisar memuji tehnya.
Benarkah itu Fano? Jangan-jangan jiwa Fano tertukar dengan orang lain, ini benar-benar aneh. Yoshi tidak akan bosan mengatakan Fano aneh karena dia memang terlihat aneh.
Astaga, apa yang kau pikirkan sih, Yoshi!
“Selamat pagi! Ohayou Yoshi-san!” Queen dan Angel datang ke dapur, dan yang barusan menyapa adalah Queen.
“Oha” Yoshi menyahut dengan tidak bersemangat.
“Wajahmu kenapa Yoshi, tidurmu tidak nyenyak?” tanya Angel, dia duduk di sebelah Yoshi lalu mengambil corndog milik Fano.
“Ini punya siapa? Aku makan ya?” kata Angel, Fano menoleh padanya dan tersenyum “Makan saja.”
Yoshi menatap Fano jengkel, sepertinya Fano memang sengaja tadi saat tidak memperbolehkannya –
“Kenapa kau menatapku Yoshi?” tanya Fano, kemudian memberikan secangkir teh untuk Yoshi.
“Gak ada, kamu ganteng banget Fano, pengen bunuh aja rasanya” Yoshi.
“Kamu juga gemes banget Yoshi, pengen ku cekek aja rasanya” Fano.
“Fano, tidak baik, bercanda seperti itu” tegur Kaisar.
“Maaf, maafkan aku, Yoshi” kata Fano.
“Ssstt, Angel” bisik Yoshi pada Angel, Angel pun menoleh dan mendekatkan kepalanya “Apa?”
Kemudian Yoshi berbisik pada Angel “Apa menurutmu Fano tidak aneh, sejak kapan dia seakrab itu dengan Kaisar? Fano juga memperbolehkan Kaisar mengadakan pesta di mansion ini” bisik Yoshi tepat di telinga Angel, yang sebenarnya bisa dilihat yang Lain. Fano dan Queen jadi heran, kenapa Yoshi dan Angel berbisik-bisik. Sedangkan Kaisar terlihat tidak peduli, dia lebih memilih minum teh sambil memakan sandwich. Selain corndog, mereka juga membeli sandwich.
Dilihat dari gelagatnya, Fano yakin Yoshi sedang membicarakannya.
Ini mencurigakan.
Angel terlihat berpikir, kemudian menatap Fano dan kaisar bergantian, membuat Fano semakin yakin dengan kecurigaannya.
“Kau rasa kau benar, Yoshi, mereka aneh” bisik Angel.
__ADS_1
“Ayolah, untuk apa kalian membicarakan orang di depan orangnya langsung?” protes Fano, Queen terkekeh mendengarnya.
“Kami tidak membicarakan mu kok, Fano” kata Angel.
“Dan kau berharap aku mempercayai itu?” sahut Fano jengkel, Angel hanya nyengir lebar, lalu kembali memakan corndog yang dia tinggalkan.
“Kak Oci sarapan kok lama banget!” Abel datang bersama Lylac dan Fira, mereka bertiga sudah berpakaian rapi dan berdandan cantik.
Ini baru jam tujuh pagi dan mereka sudah siap saja?
“Maaf, Fano mengajakku berdebat dulu” kata Yoshi.
“Asyik ada makanan!” Lylac langsung menyambar semua makanan yang ada, termasuk menuangkan teh untuk dirinya sendiri.
“Pelan-pelan, makanannya tidak akan kabur” kata Fano.
“Kalian sudah rapi begitu mau kemana?” tanya Kaisar.
“Eh, kok Kaisar masih disini?” Abel malah balik bertanya “Ku pikir kau akan pulang” tambahnya.
“Kau mengusirku?” Kaisar.
“Ti ... tidak kok, hehe” Abel ternyata takut juga dengan Kaisar.
“Aku akan pergi setelah ini, menjemput Lydia dan kembali lagi” kata Kaisar.
“Kami akan mendatangi comeback showcase dari grupnya Noa” sahut Lylac, setelah menelan makanannya.
Kaisar menatap Lylac tidak mengerti “Kau masih mengejar Noa? Bukankah ayah sudah menegurmu?”
“Kalian tidak berhak me –mmpp!” Fano buru-buru membekap mulut Lylac yang ingin protes “Sshh – tenang, jangan emosi dulu” bisik Fano kemudian. Untungnya hal itu berhasil membuat Lylac benar-benar tenang.
Setelah Lylac sudah diam, Fano menoleh pada Kaisar “kita bisa membicarakan itu nanti, yang pasti, kita semua akan menghadirinya untuk mendukung mereka. Ini hal yang sangat penting, mereka membutuhkan dukungan orang-orang terdekat, terutama karena Ether memiliki banyak kesulitan, mereka hanya anak-anak, jadi harus didukung” kata Fano.
Kaisar mengangguk-angguk paham “jadi begitu, maaf aku berpikiran buruk, aku tidak memarahimu, Lila” ucap Kaisar.
“Hmm” Lylac hanya menggumam tidak jelas, sambil meneruskan makan, masih dengan perasaan kesal sih.
“A – anu....”
Mereka semua menoleh pada Fira, yang dari tadi hanya diam mellihat mereka berbicara dan berdebat.
“Iya, Fira?” tanya Fano.
“Oh, ini yang namanya Fira” sahut Queen.
“Siapa?” tanya Kaisar.
“Anaknya Om Randy, putri Bluequa” jawab Queen.
“Hah?” Angel dan Yoshi bingung mendengar ucapan Queen.
“Queen, tidak perlu mengatakan dia putri segala” desis Kaisar kesal.
Queen menutupi mulutnya yang tidak bisa dia kontrol, dia lupa jika Angel dan Yoshi tidak tau apa-apa tetang dunia lain. Apalagi tentang Fira yang seorang putri duyung juga sudah hilang dari ingatan Yoshi.
__ADS_1
Mengerti jika Angel dan Yoshi kebingungan Fira segera melanjutkan ucapannya “Aku hari ini akan dijemput Jehyuk untuk pergi ke kantor” kata Fira.
“APA?” Yoshi.
“Fira, untuk apa kau ke kantor?” Angel.
Untungnya Angel dan Yoshi langsung teralihkan dengan ucapan Fira selanjutnya, walau Fano juga sama terkejutnya dengan mereka, dia kira Fira akan ikutan pergi ke showcase.
“Karena aku ingin bekerja juga! Aku yakin aku bisa melakukan sesuatu untuk membantu” kata Fira.
“Jehyuk itu banyak uangnya, kau tidak perlu bekerja segala” sahut Angel.
“Kalau begitu kenapa kau sendiri bekerja?” timpal Queen.
“Aku menjadi idol karena aku suka bernyanyi” Angel.
“Lalu, apa kau sekarang bersenang-senang?” Queen.
Angel terdiam mendengar ucapan Queen tersebut.
“Ja – jangan bertengkar, Jehyuk bilang, dia akan membiarkanku membantunya sehari saja kok, aku akan baik-baik saja” sahut Fira, dia mulai panik melihat Queen dan Angel, suasananya juga mulai memburuk.
Sret.
Angel berdiri setelah menghabiskan tehnya, tanpa mengatakan apapun dia pergi lagi ke kamar yang semalam dia tempati.
“Aku tidak bermaksud membuatnya marah” gumam Queen, yang dapat di dengar oleh semuanya, karena mereka semua terdiam dan tak mengeluarkan suara sedikitpun. Fira tidak enak hati karena ucapannya membuat Queen dan Angel bertengkar.
Fano juga berdiri “Tidak apa, biar aku yang menenangkannya, kalian lanjutkan makan saja” kata Fano. Kemudian dia menyusul Angel ke kamarnya.
Setelah sampai di kamar, Fano bisa melihat Angel duduk termenung di tepi ranjangnya, sambil memeluk boneka kelinci yang Fano berikan untuknya.
“Angel? Apa kau marah?” tanya Fano, dia duduk di sebelah Angel lalu memeluk pinggangnya.
Angel menggeleng pelan, lalu membalas pelukan Fano.
“Fano ... Queen benar, aku menjadi idol agar aku bisa bernyanyi, karena aku suka melakukannya, namun – sekarang aku merasa terkekang, aku tidak bebas dan – tidak bisa merasa bahagia. Aku tidak bisa sembarangan bertindak, juga tidak bisa memelukmu seperti ini sembarangan di depan publik, aku –”
“Ssshh – jangan sedih, aku ada bersamamu, siap memelukmu saat kau terluka, lagipula semuanya sama saja, menjadi apapun dirimu, pasti ada saja tekanannya, mungkin kau lebih menderita karena kau seorang publik figur, begini saja, mau menikah denganku?”
Angel mendongak menatap Fano “Menikah?”
Fano tersenyum lalu mengangguk “Aku sudah berhasil merebut hati penggemarmu dan masyarakat bukan? Bagaimana jika kita coba mengumumkan hubungan kita?”
Angel menggigit bibir bawahnya, tidak percaya dengan ucapan Fano, Fano juga begitu percaya diri saat mengatakannya.
Perlahan Angel mengangguk “Aku mau! Aku mau!” setelah itu Angel memeluk leher Fano.
“Aku tidak peduli apa pendapat orang lain, aku hanya ingin bersama Fano” tambah Angel.
“Aku juga, jadi jangan sedih ya? Aku ada bersamamu.”
Angel mengangguk, kemudian mengecup bibir Fano “terimakasih.”
.
__ADS_1
.