Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Kecewa namun tidak terkejut


__ADS_3

.


.


Mungkin ekspektasi Fano terlalu tinggi, dia pikir saat dia membuka pintu, dia akan disambut oleh Lylac yang sudah bangun.


Tapi ternyata dia salah.


Yang menyambut mereka adalah peri lain.


Dia sangat cantik dengan sayap kupu-kupu, rambut berwarna merah muda, bola mata juga merah muda. Peri ini mengenakan gaun merah yang cantik seperti mawar.


Apa Raja semangat karena peri ini?


“Selamat malam Rosette” sapa Raja.


Rosette tersenyum pada Raja “Selamat malam pangeran dan juga Fano, aku memanggil kalian kemari karena tadi siang aku bisa merasakan Lylac sudah sadar, aku sebagai perawat Lylac ingin tau, apakah


Fano mengetahui sesuatu tetang itu?”


Dari yang Fano tangkap, peri kupu-kupu merah muda bernama Rosette ini adalah perawat dari Lylac. Kemudian Fano menoleh pada ranjang tempat Lylac terbaring.


Dia masih sama seperti itu, seperti yang terakhir Fano ingat.


“Dia memberiku ucapan semangat beberapa detik sebelum aku mulai, namun hanya itu saja, setelahnya tidak ada apa-apa lagi” kata Fano.


Rosette mengangguk mengerti “Itu artinya dia memang sudah sadar, namun masih terlalu lemah untuk bangun, bolehkah aku melihat riwayat panggilan itu?”


Riwayat panggilan? Fano tidak mengerti tapi dia mengangguk mengiyakan.


Kemudian Rosette memunculkan layar sistem, Fano melirik pada Raja, yang sepertinya tidak bisa melihat layar sistem itu, si Raja hanya fokus menatap Rosette bekerja.


“Dasar playboy” bisik Fano, Raja melirik sinis pada Fano kemudian ikut berbisik “bukan urusanmu”


Rosette selesai memeriksa layar sistem, dia kembali tersenyum cantik “Sepertinya Lylac bertahan selama lima menit setelah itu – jangan khawatir, semuanya akan berangsur membaik, kalian boleh pergi, atau kalian boleh jalan-jalan dulu disekitar sini” kata Rosette.


Sebelum pergi, Fano menghampiri Lylac dulu sebentar, menggumamkan kata ‘cepat kembali’ lalu pergi dari sana.


Kecewa? Tentu saja Fano kecewa.


Dia pikir Lylac sudah bangun dan bisa bersamanya lagi, Fano mulai merindukannya. Mungkin Lylac bangun selama lima menit untuk melihatnya bernyanyi. Fano rasa Lylac suka jika dia bernyanyi.


“Tunggu! Bawa ini bersama kalian”


Rosette memberikan Fano dan Raja sebuah permen. Permen itu berbentuk bunga mawar, dibungkus plastik dan diikat dengan pita merah muda. Fano menerima permen itu karena merasa tidak enak jika menolak.


Mereka berduapun pergi dari kamar Lylac.


“Kau kecewa?” tanya Raja.


Fano menoleh padanya “menurutmu?”, Raja berdecak kesal kemudian memberikan permennya pada Fano “untukmu saja, itu bukan permen biasa, itu adalah permen peri, biasanya digunakan untuk menenangkan


pikiran, membantu tubuh untuk rileks, meredakan pusing, permen itu hanya ada di Floutessia, aku punya beberapa toples di kamarku, diberi kakek” kata Raja.


“Kenapa kau punya permen seperti ini?” tanya Fano.


“Menurutmu? Tentu saja aku butuh ketenangan, kau pikir mudah apa menjadi seorang pangeran? Kepalaku rasanya mau pecah” kata Raja.


Mereka sudah sampai di depan kastil, Raja membuka portal namun Fano menahannya “tunggu Raja, ada yang ingin ku tanyakan” kata Fano.


“Apa itu?” tanya Raja, dia berhenti dan menghadap pada Fano.

__ADS_1


“Eum – apa memiliki energi sihir saja bisa untuk melakukan sebuah sihir? Apakah butuh elemen juga untuk melakukannya?” tanya Fano.


Raja menatap Fano tidak mengerti “kau kan tidak membutuhkan sihir Fano, untuk apa kau menanyakan ini? Yah, ada sihir yang masih bisa dilakukan meski kau tidak memiliki elemen, namun itu tidak banyak. Elemen juga ada beberapa jenisnya, tidak ada elemen yang lebih unggul dari elemen lain, namun ada elemen yang lebih langka dari yang lainnya – apa kau ingin mempelajari sihir?”


Fano mengangguk “aku hanya penasaran saja, apa kau ahli dalam sihir?”


Raja mengangguk “Aku cukup ahli, namun ibuku lebih ahli lagi, aku juga masih belajar, sihir tidak semudah itu – kau harus segera pulang, nanti yang lain mencarimu, terutama si kulit pucat itu, apa dia memakai pemutih? Kenapa bisa seputih itu? Aku tidak mengerti kenapa Abel menyukainya”


“Maksudmu Yoshi? Dia memang putih dari lahir, sudahlah, aku pergi” Fano mulai berjalan memasuki portal, tidak ingin mendengarkan ocehan Raja tentang Yoshi dan Abel, Fano sudah mendengar terlalu banyak dari Yoshi sendiri, jadi dia mulai bosan.


“Okay, jika kau melihat ada tanda-tanda Lylac bangun kau beritahu aku ya, biar kita bisa kemari lagi” kata Raja.


“Kau hanya ingin melihat Rosette saja kan?” tanya Fano sambil menatap Raja penuh selidik.


Raja hanya cengengesan sebelum menutup portal yang Fano pakai.


Setelah itu Fano sudah kembali berdiri di depan cermin, Fano menyentuh cermin itu. Sudah tidak ada reaksi seperti sebelumnya. Fano mengedikkan bahu, dia masih belum mengerti dengan sihir, tapi dia ingin mempelajari.


“Tidak sekarang, aku harus istirahat – ugh, cermin ini berdebu” Fano membersihkan sedikit debu yang menempel di jari-jarinya setelah menyentuh permukaan cermin.


***


“Fano fano fano”


“UGH BERISIK!!”


Fano mengambil bantal yang ia gunakan lalu memakainya untuk menutupi kepalanya, dia masih ngantuk setelah semalam sampai tangah malam dan Fano baru bisa tidur jam satu pagi. Jangan tanya kenapa Fano bisa tidur telat, karena dia sudah biasa seperti itu sekarang.


Memang kurang sehat, dia akui itu.


“Fano”


Fano langsung membuka matanya, menyingkirkan bantal dan menatap angel yang barusan membisikkan namanya dengan mesra. Yah, enggak sih, Angel hanya menyebut biasa saja, tapi Fano yang rindu jadi terdengar luar biasa.


Fano menarik Angel ke dalam pelukannya “Kamu kemana aja aku kangen!!”


“Halah, kalo angel aja langsung lebay!” cibir Yoshi dari sofa di pojok kamar, dia sibuk nyemil semangkuk sereal. Iya, bagi Yoshi itu bukan sarapan, tapi camilan, sarapannya masih dimasakkan Jungyu dan Jehyuk. Bukan masak sih, mereka hanya membantu para pelayan memasak saja.


“Diam kau! Ngapain disini sih?” sahut Fano, padahal Fano kan ingin kangen-kangenan sama Angel, tapi ada Yoshi nyempil, kan jadi malas.


“Terserah aku lah!” sahut Yoshi.


“Ganggu aja” kata Angel.


“Kok kamu gitu sih Angel, aku ngambek nih” Yoshi.


“Ngambek aja sana, aku bodo amat” Angel.


“Tumben kalian berantem?” tanya Fano yang tidak tidak menyangka angel dan yoshi tidak kompak seperti biasanya, padahal biasanya mereka suka sekali kompak membuat Fano kesal.


“Ya udah ini sereal aku balikin!” Yoshi mengulurkan mangkuk serealnya.


“Gak mau! Buatin yang baru” Angel.


“Iya iya, nyonya!” Yoshi pun kemudian pergi sambil membawa mangkuk serealnya.


Fano yang masih tidak mengerti hanya menatap Angel bingung, tapi setelah Yoshi pergi Angel malah tersenyum lebar “aku sudah mengusirnya”


“Hah?”


Angel tidak menjawab, dia hanya memeluk Fano erat “Fano, aku kangen!! Semua jadwalku udah selesai, hari ini libur tapi besok ada lagi” keluh Angel.

__ADS_1


“Kamu sibuk banget ya? Gak apa-apa kok, aku sabar menunggumu disini” kata Fano.


Angel mendongak menatap Fano “Aku belum ngucapin Selamat, Selamat ya Fano! Aku tau kamu akan menang”


“Kok kamu tau?”


“Karena aku tau”


“Jawaban macam apa itu?”


Angel terkekeh “Pokoknya aku tau, dan aku yakin, aku sangat yakin jika Fano akan menang”


“Terimakasih, apa respon orang-orang positif?” tanya Fano.


Angel mengangguk antusias “Sangat positif ku rasa, kau yang menang dan juga penampilanmu sekarang sedang trending, baik di Korea maupun luar negri, di Indonesia malah trending nomor satu, Fano yang terbaik!”


“Mungkin karena aku membawakan lagumu” kata Fano.


Angel menggeleng “Tidak! Jika orang lain yang membawa belum tentu bisa sebagus Fano”


Fano terkekeh lalu kembali memeluk angel erat, hanya dengan memeluk angel seperti ini fano bisa sedikit tenang. Setelah kemarin malam dia kecewa karena Lylac ternyata belum bangun.


“Berhubung hari ini kamu libur, mau camping? Eh, tapi besok kamu ada jadwal ya? Padahal aku ingin liburan” kata Fano.


“Fano gak kerja?” tanya Angel.


Fano menggeleng “aku mau meliburkan diri”


Angel terkekeh mendengarnya “Fano kan bossnya ya, bisa libur kapan saja, aku iri dengan Fano”


“Tidak juga, kadang aku harus kerja lebih berat dari yang lainnya, tanggung jawab juga lebih berat dari siapapun”


“Iya sih, tapi kan paling tidak Fano mengatur libur sesuai keinginan, kita bisa camping kok! Ayo kita double date” kata Angel, dia melepas pelukannya pada Fano menatap Fano dengan mata berbinar-binar senang.


“Double date? Sama siapa?”


“Yoshi dan Abel”


“Abel ada disini?” tanya Fano tidak mengerti.


Angel mengangguk senang “Iya! Aron dan Yua juga ada, itulah kenapa tadi Yoshi sembunyi di kamarmu, hahahaha”


“Yua itu ...”


“Adiknya kak Dojun”


“Oh? Yang itu, mana mungkin aron membiarkan abel camping dengan kita”


“Pasti boleh, biar aku yang bujuk” kata Angel, setelahnya dia beranjak dari ranjang Fano.


Angel mengecup pipi Fano “cepat mandi lalu sarapan di bawah ya? Aku menunggumu!”


Pagi Fano sangat cerah karena baru bangun sudah ada Angel saja.


Eh tapi, itu si Aron mau datang ke mansionnya kenapa tidak ada bilang-bilang dulu, apa dia ingin memberi kejutan? Dasar bocah, Fano akan memarahinya nanti.


.


.


.

__ADS_1


ini harusnya up jam 16.00 tapi review terus, maaf telat ya kawan2 😭😭


__ADS_2