
.
.
Fano tidak percaya jika dia sudah menginjakkan kakinya di rumah keluarga besar Doma. Rumahnya kali
ini bukan rumah tradisional Jepang, hanya rumah mewah seperti mansion saja. mansionnya juga sangat besar, tidak kalah besar dari mansion keluarga Raynold, atau mansion Fano di Korea. Fano juga memiliki mansion di Indonesia, tapi lebih besar miliknya di Korea.
Meski mansion keluarga Doma bergaya modern, namun suasana Jepangnya masih sangat terasa,
apalagi para pelayan disana juga memakai pakaian tradisional Jepang, bahkan yang perempuan juga.
Fano tidak menyangka saja, karena pakaian seperti kimono bagi Fano terlihat sangat ribet dan seperti
susah untuk digunakan untuk beraktifitas. Tapi mungkin mereka sudah terbiasa melakukan apapun dengan pakaian itu.
Yang datang ke mansion ini tentu saja ada Fano, Noa, ibunya Noa, Lylac dan Leon. Sedangkan Yoshi, Jehyuk dan Jungyu sedang ada tugas penting, sebagian untuk menjalankan rencana mereka terhadap Kawada, sebagian lagi mengurusi kerjasama bisnis dengan
bisnis kakeknya Yoshi. Fano tau mereka dapat melakukannya dengan baik, jadi Fano serahkan pada mereka.
Karena yang disini juga penting.
Fano, kakek Kaze, pengacara keluarga Doma telah berunding pagi ini, untuk mengungkapkan siapa
Fano sebenarnya. Meski begitu, Fano tetap tidak mau mengambil bagian dari harta keluarga Doma. Fano setuju melakukannya hanya agar dia bisa melindungi Noa.
Jika semua orang tau bahwa Fano adalah cucu pertama keluarga Doma, maka mereka bisa sedikit
menghormati atau menghargai Fano. Dengan begitu Fano memiliki dalih untuk menjaga Noa, karena sebagai cucu pertama dia harusnya memiliki hak.
Tapi kalaupun mereka menolak, Fano tidak peduli juga sih. Lagipula mereka sudah membuang Noa, keterlaluan jika mereka masih mengatur-ngatur kehidupan Noa setelah mengusirnya dari rumah.
Jadi, kakek Kaze dan pengacara keluarga Doma juga datang ke rumah itu.
Semua keluarga berkumpul disana.
Mereka terlihat tidak suka melihat Noa kembali, beberapa sepupu juga memandang Noa tidak suka,
padahal beberapa dari mereka lebih muda dari Noa, ada pula yang seumuran.
Kakaknya Noa, Dai, memandang Noa dengan tatapan tidak suka yang sangat terang-terangan. Dai tidak setampan Noa, tapi dia memiliki tubuh yang lebih besar dan terlihat lebih garang.
Jika Dai terlihat seperti singa jantan yang menyeramkan, maka Noa hanya terlihat seperti anak kucing yang menggemaskan.
Memang perbedaannya sangat jauh, padahal mereka hanya terpaut satu setengah tahun. Umur Dai kira-kira
sudah 17 jalan 18.
“Kenapa anak ini ada disini? Kau ingin memohon-mohon untuk kembali? Bukankah kau bilang tidak akan pulang setelah sukses? Jika uangmu belum miliaran mana bisa kau pulang” kata Dai.
“Aku lihat di berita dia mendapat banyak masalah” sahut salah satu sepupu perempuan mereka, kelihatannya dia berada di pihak Dai, yah ... sebagian besar sepupu memang ada di pihak Dai. Karena mereka taunya Dai lah yang cucu pertama keluarga ini.
__ADS_1
“Tidak heran, dia memang suka membuat masalah” sahut sepupu yang lain.
Melihat bagaimana Noa selama ini, Fano pikir Noa akan sedih mendapat perlakuan seperti itu, tapi ternyata Noa hanya diam dan menganggap mereka seakan tidak mengatakan apapun. Noa tidak mempedulikan mereka dan terus mengajak Fano, Lylac dan Leon berjalan-jalan di sekitar mansion tersebut.
“Hei kau mau kemana?!”
Noa tidak peduli dan terus berjalan.
Acara belum mulai karena mereka menunggu kakek Kaze dan pengacara dulu, jika mereka sudah datang
maka acara baru akan dimulai. Semua orang sedang panik dan cemas. Karena kakek Kaze mengatakan pada mereka jika dia akan mulai mengumumkan pembagian harta waris.
Ayahnya Noa dan Dai sudah yakin jika harta akan diturunkan pada mereka, makanya kebanyakan saudara yang lain mendekati ayahnya Noa, Haruo, atau kakaknya Noa, si Dai itu.
“Mansion ini besar juga” kata Leon.
“Ini adalah mansion yang dibeli Haruto sendiri dengan jerih payahnya, kata ayahku begitu” sahut Lylac.
“Kata tuan besar Raynold?” tanya Leon.
“Iya, ayahku” Lylac, “Harusnya mansion ini diberikan pada anak pertama Haruto, itu ibunya Fano, namun tentu saja adiknya, ayahnya Noa tidak terima” tambah Lylac.
“Kau yakin?” tanya Fano.
Lylac mengangguk “Iya, ceritanya dulu begitu, karena ibumu tidak tahan, makanya dia memilih kabur kan?
aku tau lebih banyak tentang keluargamu Fano, karena kan aku - sudahlah”
“Karena apa sih? Aku penasaran” sahut Noa.
“Aku mengetahui banyak hal tentang keluarga kalian karena kan – aku ingin menikah denganmu, hehe” kata Lylac, kemudian dia menggandeng lengan Noa. Fano sudah malas untuk memisahkan mereka, jadi diam saja, capek.
Lagian Noa kelihatannya tidak keberatan, malah dia senang-senang saja, jadi yah ... Fano malas untuk memisahkan, asal tidak keterlaluan saja sih.
“Sebenernya kamu tuh serius ga sih sama Noa? Tapi kan Noa masih kecil, gak bisa nikah, jangankan nikah, pacaran aja masih dilarang” kata Leon.
“Siapa yang larang?” tanya Lylac kesal.
“Aku” sahut Fano, Lylac menoleh malas pada Fano “Kau tidak bisa melarangku Fano, tidak bisa”
“Aku bisa”
“Tidak”
“Aku bisa”
“Wah!” tiba-tiba Leon berteriak, menghentikan perdebatan konyol Fano dan Lylac.
Leon sudah berjalan di depan mereka, lalu dia berdiri di depan sebuah potret besar, ada foto seorang pria yang dipajang di ujung lorong.
“Ini kak Fano bukan?” tanya Leon sambil menunjuk potret itu.
__ADS_1
“Bukan, itu kakekku, kakek kak Fano juga” jawab Noa.
Leon mengangguk-angguk mengerti “Sekarang aku paham kenapa kak Fano disebut-sebut mirip kakek kalian, memang mirip sih, banget banget miripnya, keren! Aku juga mirip dengan kakekku lho” kata Leon.
“Siapa?” Fano.
“Yang nanya? Dah basi kak!” Leon.
Setelah puas melihat-lihat seisi mansion, mereka juga sudah foto-foto untuk diposting di akun medsos. Fano dan Noa juga berfoto bersama potret kakek mereka, mereka terlihat mirip satu sama lain. Leon yang memotret mereka sampai bingung.
Setelah itu kakek Kaze dan pengacara datang, tidak hanya itu, bahkan beberapa mediapun datang.
Fano jadi bingung kenapa acara ini jadi meriah sekali.
Saat dia kebingungan kenapa ada pihak media datang, Noa baru mengatakan padanya jika itu bukan media, itu bibi mereka, anak paling bungsu yang masih memiliki satu anak bayi. Bibi mereka suka sekali mengabadikan momen-momen berkumpul satu keluarga begitu, bahkan bibi mereka juga membayar tim khusus untuk mengabadikannya.
Aneh sekali memang.
Katanya semua vidio akan diupload di yutup keluarga Doma. Jangan meremehkan akun yutup itu, sekarang sudah memiliki sekitar 5 juta subs, maklum saja mereka kan masih kerabat keluarga Raynold jadi sangat terkenal.
Dan bibi mereka sangat berharap subs naik setelah tau Noa adalah bagian keluarga Doma, karena itu bibi sangat bersemangat. Apalagi kan ada Fano yang ikutan, Fano cukup terkenal juga di Jepang lho, sepertinya aku sudah menuliskan hal ini ya? Fano
dan Yoshi sekarang memiliki banyak penggemar gadis muda di Jepang.
Akhirnya acara dimulai, mereka semua berkumpul di aula besar. Fano, Noa,Lylac dan Leon hanya duduk di pojok ruangan menunggu dengan sabar apa yang akan disampaikan kakek Kaze dan juga pengacara.
Pertama-tama, mereka mengungkapkan jika harta akan dibagi rata dan semuanya akan mendapat bagian. Ayahnya Noa dan juga Dai tidak setuju dengan hal ini, ayahnya Noa mengatakan dia adalah anak pertamadan dai adalah cucu pertama, sudah sewajarnya mereka memiliki bagian yang lebih besar.
Hingga kemudian kakek Kaze kembali mengatakan sesuatu yang membuat mereka sangat terkejut.
Kakek Kaze menyampaikan jika ayahnya Noa bukanlah anak pertama, anak pertama adalah Haruka, sedangkan cucu pertama adalah Fano, anak dari Haruka.
Merekapun terkejut mendengar hal itu, mereka menatap Fano tidak percaya.
Kemudian pengacara melanjutkan ucapan kakek Kaze, jika Fano tidak akan mengambil bagian apapun
dari harta yang diwariskan, Fano hanya meminta agar dirinya menjadi wali bagi Noa, karena Noa bekerja di Korea dan masih membutuhkan wali.
Mereka tentu saja tidak bisa menolak, saudara lain sangat senang dengan keputusan pembagian secara merata itu.
Fano tidak terlalu ambil pusing dengan pandangan ayahnya Noa dan juga Dai yang terlihat membencinya. Harusnya mereka tidak memiliki alasan untuk tidak menyukai Fano, kan Fano juga tidak mengambil harta sedikitpun, Fano hanya mengambil alih Noa saja dan menjadi walinya. Aneh sekali jika mereka membencinya karena itu kan?
Setelah acara selesai, mereka semua mengambil foto untuk kenang-kenangan, satu keluarga besar. Awalnya Fano menolak, tapi kakek Kaze dan pengacara terus memaksa Fano, jadi Fano ikut, Lylac pun juga ikut sambil menggandeng lengan Noa. Lylac bilang dia nyempil sebagai calon istri Noa di masa depan.
Untungnya tidak ada yang memprotes itu, mungkin bahkan hanya Fano yang tidak menyukainya.
Urusan keluarga Doma akhirnya selesai, yah ... meski ayahnya Noa dan Dai membencinya, tapi Fano sudah menganggapnya selesai, semua sudah terungkap jadi Fano merasa sedikit lega, dia pun juga mendapat ijin menjadi wali Noa.
Sekarang tinggal urusan dengan Kawada.
.
__ADS_1
.