Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Dalam masa pubertas


__ADS_3

.


.


Comeback showcase berjalan dengan baik, banyak sekali yang datang menghadirinya, termasuk Subin


juga. Karena sangat ramai, jadi Fano, Yoshi, Lylac dan Abel masuk ke dalam, tidak sanggup untuk menghadapi banyak media dan keramaian.


“Kak Fano, bagaimana penampilanku tadi? Hari ini musik vidionya rilis, kalian menonton ya?” kata Noa, dia terlihat sangat bersemangat, padahal penampilannya sudah acak-acakan dan banyak berkeringat setelah melakukan pertunjukan.


Fano mengusak kepalanya “Kerja yang bagus, kalian sangat hebat” puji Fano. Kemudian Lylac mendekat untuk memeluk Noa “Kau sangat hebat!”


“Hehe, apa aku sangat keren?” tanya Noa pada Lylac, yang dibalas dengan anggukan semangat “tentu saja! Noa sangat keren!”


Fano terdiam melihat interaksi mereka berdua, seakan dunia milik mereka berdua, perlahan Fano tersenyum, ternyata mereka manis juga.


Lylac menoleh pada Fano, lalu memicingkan matanya, Fano pura-pura tidak melihat, kemudian menghentikan Xiao Kun dan Shiho lalu memuji mereka juga.


Fano selalu lupa jika Lylac bisa membaca pikirannya.


Kemudian setelah Fano selesai berbicara dengan Xiao Kun dan Shiho, Suho pun datang dan bercanda sebentar dengan Fano, sampai Fano menoleh kembali ke tempat tadi Lylac dan Noa berada, namun ... mereka sudah lenyap.


“Leon, kau tau dimana Noa dan Lylac?” Fano menghentikan Leon yang lewat, dia mengedikkan bahunya “Aku tidak tau.” Fano pun melepaskan Leon dan Leon berjalan menuju Abel dan Yoshi. Leon cukup akrab dengan Abel karena mereka berdua suka bermain game. Leon yang tidak suka dikalahkan oleh perempuan jadi tertantang dengan Abel yang diam-diam ahli memainkan game apapun, itulah kenapa mereka bisa akrab.


“Sahi, tau dimana Lylac dan Noa?” Fano bahkan bertanya pada Asahi yang terlihat kelelahan sambil mengipasi dirinya dengan kipas angin portabel.


Asahi menggeleng pelan “tidak tau” jawabnya singkat.


Fano mengambil kipas itu dari Asahi lalu mematikannya, Asahi yang tidak terima menggeram kesal.


“Kau mudah sakit, saat berkeringat begini lebih baik mengipasi dirimu dengan kipas biasa saja – oh tidak perlu” kemudian Fano mengeluarkan sesuatu dari kantongnya, snow gel lotion, salah satu produk yang cukup mahal dari Floutesse beauty. Itu adalah lotion yang berbentuk gel transparan dengan kepingan salju dan kerlipan yang Fano sendiri tidak tau apa, kata Lylac sih serbuk kristal salju, tapi Fano tidak pernah tau bagaimana rupa kristal salju.


Selain bisa melembabkan kulit dan melindungi dari sinar uv, gel lotion itu bisa mendinginkan tubuh dengan alami, cocok sekali untuk musim panas atau negara tropis. Bisa agak mahal karena sangat laris. Harga pasarannya adalah satu juta untuk 250ml.


“Pakai ini saja” kata Fano, memberikan snow gel lotion yang masih disegel itu untuk Asahi.


“Gratis?” tanya Asahi, Fano menghela nafas lelah “Iya, gratis, pakai saja.”


“YESS!” Asahi.


“Ada apa gratis? Aku mau juga!” Shiho.


“Aku juga!” Suho.


“Minta saja pada Asahi sana” Fano.


Fano kembali mencari Noa dan Lylac yang menghilang, sepertinya Fano salah sudah mempercayai Lylac, harusnya Fano tidak pernah –


“Fano!”


Fano berbalik, lalu tersenyum melihat Queen dan Angel datang. Tadi Angel tidak bisa datang lebih awal karena ada keperluan, Queen menemaninya karena Angel tidak mau sendirian.


Fano sudah melupakan Noa dan Lylac saat ini.

__ADS_1


“Tadi di luar sangat ramai! Semuanya terkejut melihat kami akrab, haha” kata Angel.


“Padahal harusnya tidak aneh melihat kita akrab, kan kita pernah berfoto bersama dan diunggah ke medsos” sahut Queen.


“Eum, tapi itu bisa dihitung dengan jari, Queen” timpal Angel.


“Seingatku hanya tiga kali” tambah Fano.


“Ternyata sedikit sekali ya? Oh iya, dimana anak-anak Ether, aku membawakan bunga untuk mereka – hey kau! Aku membawakan buket bunga untuk kalian” Queen menghentikan Wubin, dan memberi bocah itu buket bunga.


Wubin yang tidak tau harus diapakan bunga itu hanya menggaruk kepalanya bingung.


“Kenapa? Kau tidak suka?” tanya Queen, Wubin tersentak lalu buru-buru menggeleng “Tidak aku suka sekali! Bunga Lily! Sangat cantik aku suka bunga Lily, hehe” kata Wubin.


“Tapi itu bunga tulip!” sahut Queen.


Fano menarik Wubin dan merangkul bahunya “Kau tadi juga sangat keren, Wubin! Aku bangga padamu” kata Fano.


“Apa aku sudah keren?” tanya Wubin antusias, Fano mengangguk yakin “Tentu saja, kau paling keren, apalagi saat ku banyak melakukan high note” kata Fano.


“Tapi, aku hanya sekali saja melakukannya” Wubin.


“Hahaha, duduklah, kau pasti lelah” Fano mengajaknya untuk duduk di sofa.


“Kak Fano tidak fokus pasti tadi ya?” tuduh Wubin.


“Aku fokus kok! Hanya saja fokusnya pada dance kalian, kalian bergerak sangat cepat, jadi susah untuk menangkapnya dalam satu kali lihat saja” kata Fano.


“Ngomong-ngomong anakku mana?” tanya Queen.


“Anak? Kau sudah punya anak dengan Fano? Kapan hamilnya coba?” sahut Yoshi, dia sudah lelah dengan Abel dan Leon yang terus membicarakan game, jadi memilih untuk meninggalkan dua bocah itu untuk mendekati Fano dan yang lain.


Queen berdecak malas “maksudku Noa, Yoshi.”


“Iya, Suho ada, Xiao Kun, Shiho, Sahi, Leon, Wubin ... Noa dimana? Lylac juga, ku pikir dia ikut juga kan?” sahut Angel.


Fano ingat lagi jika Noa dan Lylac menghilang, dia mulai panik lagi.


“Aku harus mencari mereka!” teriak Fano.


“Mereka ada disini!” sahut Shiho, sambil menunjuk pojok ruangan, yang agak tersembunyi.


Fano berdecak malas, melihat Lylac menyuapi Noa dengan entah apa, seperti ...eum – kue? Puding? Entahlah.


“Kalian membuatku panik” kata Fano, dia sudah menahan diri untuk tidak meledak, tidak enak marah-marah karena ada staff dan stylish juga. Oh iya, ada kameraman juga.


“Aku hanya menyuapi Noa dessert box yang dia inginkan, aku takut kau marah jika menyuapinya makanan” kata Lylac.


“Manager menyuruh kami untuk tidak makan banyak manisan, jadi - maaf” sahut Noa, dia terlihat sangat


bersalah setelah memakan manisan.


“Kami memang tidak boleh sembarangan makan saat sedang promosi comeback” kata Shiho.

__ADS_1


Fano memegangi kepalanya, Noa benar-benar ... huh! Akhir-akhir ini Noa banyak membantah dan tidak mau mendengarkan yang lebih tua. Suho dan manager banyak melapor dan komplain pada Fano tentang itu.


Fano yang menyayangi Noa tidak ingin mengambil pusing tentang itu, dan Fano rasa, Lylac yang sangat menyukai Noa akhirnya luluh juga dan berakhir tidak melarangnya.


Namun kali ini Fano ingin tegas dengan Noa.


“Kita harus bicara berdua, Noa” kata Fano.


Noa tersentak, dia pikir Fano sedang marah padanya. Noa yang tidak tau harus bagaimana hanya diam dan menunduk.


“Noa?”


Noa pun berdiri, lalu mengikuti Fano pergi. Lylac juga ingin berdiri, namun Fano menghentikannya “Kau tetap disana.”


Karena acara telah selesai, jadi Fano bisa berbicara dengan Noa selama yang dia bisa. Mereka memasuki mobil yang ada di parkiran, karena disanalah tempat yang aman dan tidak bisa diganggu orang.


“Kak Fano –”


“Noa, ada apa denganmu? Apa kau tau berapa banyak laporan dari manager dan Suho? Laporan yang datang selalu sama saja, sekarang kau sulit diatur, kau juga banyak membantah, bukan seperti dirimu yang biasanya, aku tidak akan marah, kau bisa mengatakan apapun yang kau rasakan, katakan saja.”


Noa mendongak menatap wajah Fano, meski tidak mengatakan akan marah, tapi sudah jelas, Fano sedang menahan amarahnya.


“Aku – aku....” Noa menghentikan ucapannya, dia berdebar-debar karena takut dengan reaksi Fano selanjutnya.


“Aku menunggu, Noa.”


“Aku hanya lelah menjadi anak yang baik, aku – tidak sebaik itu” kata Noa.


Fano menatap Noa tidak percaya “Kau – apa?”


“Aku ingin sekali-kali memberontak! Aku tidak suka dibilang menjadi anak baik! Aku bukan anak yang baik, aku juga bisa menjadi nakal dan – aku tidak lemah.”


Fano mengumpat dalam hatinya, ada apa dengan orang-orang terdekatnya? Tadi pagi ada Angel, sekarang Noa, besok siapa lagi? Yoshi? Queen? Fira? Tapi yah ... Fano sendiri saja memiliki masalahnya sendiri, masalah dengan mental dan jiwanya.


Fano tau dia tidak bisa menyalahkan siapapun.


PUK


Fano meraih kedua bahu Noa, dia bisa melihat Noa berusaha keras untuk tidak menangis seperti biasa. Noa pasti berpikir Fano akan sangat marah padanya, namun, yang terjadi malah sebaliknya.


Fano menepuk kepalanya dan tersenyum.


“Noa, kau hanya sedang puber, ini sudah biasa, namun ... bukan berarti kau bisa seenaknya, kami melarang mu bukan karena ingin mengekang mu, tapi kami memiliki alasan dan itu untuk kebaikanmu sendiri. Manager melarang banyak makan manisan karena tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk, bukankah Noa bisa sakit gigi nanti? Kau sedang promosi comeback, jika terjadi sesuatu yang buruk, semua rencana yang telah tersusun rapi akan kacau. Noa sekarang sudah bekerja, menjadi idol, memiliki


tanggung jawab, jika terjadi sesuatu, agensi yang akan menanggung semuanya kan? fansmu juga akan khawatir, banyak hal buruk bisa terjadi. Aku tidak ingin bicara panjang lebar tapi – ku harap kau mengerti.”


“Maafkan aku, kak Fano, aku sangat merepotkan” gumam Noa.


“Tidak apa, aku tidak keberatan, karena aku sangat menyayangimu, kita adalah keluarga.”


.


.

__ADS_1


__ADS_2