
.
.
Queen sebenarnya membagi uangnya bukan karena dia ingin pamer banyak uang, tapi melihat mereka senang seperti itu dia juga ikut senang. Lagipula buat apa juga uang banyak hanya disimpan saja kan?
“Aku?” Bima menadahkan tangannya pada
Queenza.
PLAK
Queenza menampik tangan Bima dengan keras “Kalo kamu gak usah! Yang ada rugi”
“Jahatnya.. kan aku ikut main tadi” keluh Bima.
“Kak Ayo main lagi!!” Abel menarik Wawan dan Dave untuk kembali main lempar-lemparan piring, akhirnya Yoshi dan Bima kembali ikut main, meski kali ini tidak dapat uang.
***
Sementara itu di mansion besar keluarga Raynold sedang mengadakan sebuah pertemuan dan juga pesta kecil-kecilan.
“Kau sudah datang Fel?” Lino menyambut Felly yang baru datang “Kau tidak membawa Abel? Memang dia bisa ditinggal sendiri?” lanjutnya.
“Gak mungkin lah Bang, Abel sudah ada babysitter... dia anak yang baik dan cukup menarik, Abel menyukainya, jadi aku tidak punya pilihan lain selain mengikuti kemauan Abel” kata Felly.
“Babysitternya perempuan kan?” seorang pria berkaca mata datang sambil membawa gelas jus semangkanya. Kacamata itu bukan kacamata minus, hanya pajangan saja.
“Oh Randy.. kapan kamu sampai? Babysitternya Abel laki-laki” jawab Felly.
“Yang bener aja Fel! Kenapa laki-laki?” protes Lino
Felly hanya terkekeh saja melihat Lino panik begitu “Jangan khawatir, dia tidak bisa berbuat macam-macam kok, ada rantai di lehernya, sesuatu mengikatnya untuk tidak bertindak buruk”
“Apa maksudnya?” tanya Randy, tapi Felly hanya menggeleng “Kalian tidak perlu tau, oh iya dimana Queen dan Bima? Aku tidak melihatnya dimanapun?”
Luna datang membawakan minuman untuk
Felly “mereka kabur lagi, biasalah.. anak-anak bandel”
Kemudian seorang gadis cantik datang membawakan kue untuk mereka.
“Eh, ini siapa cantik banget?” tanya Felly
“Ini anaknya Elena.. Angel” Luna merangkul bahu Angel yang masih malu-malu.
“Berarti Graham ya? Kelihatannya kamu kurusan deh” sahut Randy
Felly mengangguk setuju “Bener nih.. kamu makan yang banyak ya”
“Kai! Kaisar!” panggil Lino setengah teriak, Kaisar yang tadinya mojok sambil memakan pizza langsung datang mendekat.
“Kenapa pa?” Kai
“Ajak Angel makan, kamu ngapain sih sendirian di pojokan?” Lino
Kai hanya menggusap tengkuknya canggung, apalagi ada Angel yang tidak terlalu kenal, tapi kemudian dia mengajak Angel pergi dari sana “ayo makan kerang bakar”
Setelah anak muda itu pergi, Lino kembali berbicara “Kita sudah menemukan tempat persembunyian Gio, ku rasa dia memang menyembunyikan Alfred”
“Bagaimana bisa dia menyembunyikan anak itu selama ini?” sahut Randy.
“Tapi aku sudah curiga sejak kekayaan dan kekuasaan Albert berpindah pada dia semua, kini anak buah Albert tunduk padanya dan menguasai sebagian besar Eropa dan juga Timur tengah” kata Luna.
“Apalagi dia tiba-tiba menceraikan Thalia tanpa sebab, itu aneh sekali” sahut Lino.
“Kabar terakhir mengatakan Gio ada di Dubai, tapi saat Sky menyelidikinya dia tidak ada disana” kata Felly.
“Sepertinya dia pintar bersembunyi” timpal Randy.
__ADS_1
“Aku tidak peduli dengan harta Albert, aku hanya ingin keponakanku kembali” kata Lino.
“Tenang saja kak Lino, kita akan menemukan Alfred segera” Luna mendekat untuk memeluk lengan Lino dan tersenyum menenangkan suaminya.
“Aku juga akan mencari informasi” kata Randy.
“Aku mendapat info jika saat Gio menikahi Lia, dia sudah punya selingkuhan – tapi informasinya hanya sampai situ” ibunya Angel, Elena mendekat dan mengatakan hal itu.
“Bagaimana kau bisa tau?” tanya Lino.
“Aku mendapat informasi itu dari teman kakakku, teman kakakku itu mendapatkannya dengan harga yang mahal, kalau kalian mau, kita bisa mencari pemberi informasi itu.. tapi masalahnya –” Elena menggantung ucapannya, agak ragu untuk meneruskan kalimatnya.
“Kenapa? Katakan pada kami” desak Lino.
“Pemberi informasi itu adalah seorang mafia... ku rasa masih ada dibawah kekuasaan Gio, tapi dia sudah berpisah juga dan memiliki kekuasaan sendiri di China dan Korea. Dia mau saja membocorkan semuanya asal Angel mau bertunangan dengan putranya” kata Elena, Felly kemudian mendatangi Elena dan menepuk bahunya agar Elena lebih tenang.
“Bukankah putrimu akan berkuliah di Korea sana? Kita bisa pura-pura setuju” sahut Randy.
“Tapi.. putriku...” Elena
“Dia akan baik-baik saja, percaya padaku” Lino
Sebenarnya Elena tidak terlalu mempercayai Lino tapi mau bagaimana lagi?
***
Abel menguap sebentar, lalu mengusak kedua matanya pelan.
Fano dan Queen mengantar Abel pulang dengan supir jemputan dari rumah Abel. Ini sudah jam setengah dua siang, sudah saatnya Abel tidur siang. Bima juga sudah pulang dengan mobilnya, dia membawa Yoshi, Dave dan Wawan bersamanya.
Queen sudah membantu Abel berganti piyama untuk tidur, Abel juga sudah berbaring di ranjangnya sambil memeluk boneka dolphin besar. Queen menyenandungkan sebuah lagu yang indah agar Abel segera tertidur, Fano yang duduk di sofa pojok ruangan hanya tersenyum melihatnya.
Fano tidak menyangka Queen juga akan memiliki suara yang indah, meski bagi Fano lebih merdu suara Angel tapi tetap saja suara Queen juga indah.
Entah mengapa, tidak seperti saat pertama kali bertemu, pandangan Fano terhadap Queen sudah berubah, dia juga sudah merasa nyaman dan tidak terganggu dengan keberadaan gadis itu.
Fano sepertinya juga sudah menyerah untuk menjauh dari keluarga Raynold, mungkin sudah takdirnya berada di sekitar mereka.
Entah mengapa.. tapi rasanya Fano melupakan sesuatu, apa itu ya?
Fano melirik Queen yang sepertinya tidak dapat melihatnya, jadi Fano memeriksa panel status sistemnya.
Sejak kapan dia sudah naik level lima ya?
Fano menggaruk kepalanya bingung, ini dia yang lupa atau memang tiba-tiba levelnya naik?
[Kemarin! Saat pertama bertemu Wawan!]
Oh iya.. kan Fano mendapatkan banyak poin kebaikan berkat membuat Wawan bahagia.
Fano tersenyum lebar, sekarang dia bisa membeli skill baru!
[Mau membeli semua skill? Harganya 250 koin]
Mata Fano membelalak lebar melihat harganya 250 koin itu sama dengan 125 juta lho. Tapi memang banyak skill baru sih.
Ada skill bisnis, skill teknologi, skill keberuntungan, skill imaginary gun? Apaan tuh?
[Dasar pikun! Aku kan sudah menjelaskannya kemarin!]
‘Pokoknya aku beli semuanya, nanti saja jelaskan lagi’
[Dasar!]
[250 koin telah dikeluarkan untuk membeli semua skill baru]
[skill baru telah ditambahkan, lihat panel status]
[koin anda sekarang tersisa 4.750 koin]
__ADS_1
Fano tersenyum puas.
“Kenapa kau senyum-senyum sendiri?”
Fano mendongak, menatap Queenza yang sudah berdiri di depannya “Abel sudah tidur?” tanya Fano, dia ikut berdiri.
“Sudah, kita bisa pergi”
“Eh, tapi.. aku harus menjaganya, aku kan babysitternya hari ini” kata Fano
“Jangan khawatir, Abel tidur sangat lama, aku akan bilang pada aunty jika aku membawamu, lagipula ada maid disini yang menjaga Abel” Queen menarik lengan Fano keluar dari kamar Abel.
“Aku tidak menyangka kau tidak tergoda untuk berbuat yang tidak-tidak pada Abel.. kau ini lelaki normal kan?” kata Queen
“Justru karena aku normal, aku tidak akan berbuat lebih, kau pikir aku sebodoh itu untuk menyerahkan diri ke penjara? Lagi pula jika aku macam-macam akan ada hukuman berat..”
Queen melirik pada Fano “Aku senang karena kau pria yang baik”
“Aku tidak terlalu yakin tapi.. terima kasih”
Dengan menaiki motor, Fano mengantar Queen pulang. Dia tidak mengerti bagaimana bisa tapi seorang butler datang membawakan helm pink untuk Queen, seolah dia sudah tau jika tuan putrinya akan naik motor.
Fano pikir Queen akan dimarahi jika menaiki motor, mungkin sekarang aturannya beda, perempuan sudah boleh naik motor.
Tepat jam tiga sore mereka sampai di mansion besar keluarga Raynold. Baru saja Fano sampai, dia sudah menahan kesal karena melihat Angel ada disana bersama seorang laki-laki.
Buru-buru Fano turun dari motornya lalu melepas helmnya “Angel!” panggil Fano.
Angel dan Kaisar yang berada di taman depan sambil memakan sate kerang menoleh, Angel tersenyum melihat Fano ada disana “Fano!” tapi senyum Angel luntur melihat Queenza ada di sebelah Fano, menatap tidak suka pada Angel.
Fano berjalan cepat menghampiri Angel “Kenapa kau ada disini?” tanya Fano “Bukankah kau bilang ke rumah kakekmu?” lanjutnya.
“Itu benar, aku tadi ke rumah kakek, lalu kemari bersama mama” jawab Angel
“Apa kau masih lama disini?” tanya Fano
Angel menggeleng “Tidak juga, aku hanya menunggu mama pulang”
Fano meraih lengan Angel, membawanya kembali ke motornya “Ku antar kau pulang”
“Tapi Fano..”
Fano merebut helm Queen dari tangan Queen “Pinjam dulu ya, aku akan mengantar Angel pulang, bilang pada tante Elena jika Angel ada bersamaku”
“Fano!”
Queen hanya bisa melihat Fano yang sudah pergi membawa Angel dengan motornya.
“Apa ini? Ternyata dia tidak menyukaimu” kaisar sudah berada disamping Queen, menyeringai jahil.
“Tidak ada kata kalah dalam kamus keluarga Raynold!” Queen.
“Kau siap jadi antagonis dalam hubungan mereka?” Kaisar
Queen melirik kakaknya malas “Antagonis? Aku adalah pemeran utama dalam ceritaku sendiri”
Kaisar tertawa mendengarnya “Aku tidak mengerti apa yang spesial dari bocah itu.. apa kau tidak bisa melihatnya? Ada rantai di lehernya”
“Aku bisa melihatnya! Sudahlah, aku tidak mood, bawa aku ke pantai”
“Kau baru pulang!”
“Aku tidak peduli”
“Baiklah.. aku ingin mencoba Lamborghini aventador”
“Terserah, yang penting sampai villa”
.
__ADS_1
.