
.
.
Saat Fano terbangun dari tidurnya, dia masih ada di villa. Ini hari senin, dia harus berangkat sekolah. Seingat Fano, yang masih di villa hanya dia, Angel, Yoshi... lalu Bima juga sudah pulang dari semalam.
Yoshi tertidur sangat tenang di sampingnya, padahal sudah tau hari senin sekolah, dia malah menantang Fano main game semalam. Fano saja saat ini masih mengantuk.
Sambil masih mengumpulkan nyawanya, Fano memeriksa ponsel, akun medsosnya ramai seperti biasa. Apalagi kemarin Fano mengupload banyak foto, dengan Yoshi, Dave, bersama dengan yang lain juga, berdua dengan Angel, di pantai, di balkon villa. Satu postingan rata-rata memiliki likes sebanyak 500 ribu, bisa kurang atau lebih.
Bosan dengan media sosial, Fano beralih melihat berita-berita terkini.
Banyak sekali berita yang sedang viral. Salah satunya adalah penyebaran obat-obat terlarang jenis baru yang dicurigai disebarkan oleh sekelompok mafia yang sangat besar dan kuat.
Akan tetapi obat terlarang itu hanya menyebar di Eropa, meski begitu Asia juga dikhawatirkan akan terkena juga. Pihak kepolisian susah sekali menemukan pelakunya.
Ada juga yang berpendapat, jika saat ini penyebarannya mungkin sudah sampai Asia, namun belum terkespos saja.
Biasanya yang menjadi korban adalah siswa SMP atau SMA, usia-usia yang masih labil dan butuh bimbingan lebih.
[Misi baru datang!]
[Hentikan penyebaran lebih lanjut yang dimulai dari sekolahmu]
Sekolah Fano?
[Benar, yang pertama adalah sekolahmu, tapi kau harus menghentikannya]
[Cari pelaku atau pengedarnya segera]
[Jika ada satu korban meninggal atas kejadian ini, koinmu dikurangi 500]
Fano melotot melihat pesan dari sistem, tidak kah ini terlalu berat?
...--*--...
...MISI PENTING!...
...Hentikan pengedaran narkoba, tangkap pelakunya!...
...Jangan biarkan ada korban dalam kasus ini....
...Waktu hanya satu bulan....
...Hadiah: 30% saham Deline Jewelry...
...Note: hukuman paling ringan adalah pengurangan koin, paling berat dalah rahasia....
...--*--...
Brand Deline adalah perusahaan perhiasan ternama yang sangat terkenal di Eropa, Asia, Australia, Afrika Selatan, Amerika dan Canada. Pusatnya di Swiss, tapi memiliki cabang yang besar di beberapa kota-kota besar seperti Los Angeles, Las Vegas, Macau, Bangkok, London, Berlin, Vancouver, Melbourne, Jakarta.. dan banyak lainnya.
Bisa dibilang, Deline adalah merek dunia yang sangat terkenal, hanya orang-orang berduit yang bisa membeli produk perhiasan mereka. Meski masih belum bisa mengalahkan The Royal Group, tapi mereka juga perusahaan yang sangat besar.
Fano menyeringai “Deline?? Hahaha sekarang perusahaan itu sudah sebesar ini dari mana dia bisa mendapatkannya?? Perusahaan ini mulai besar sejak dia menceraikan Lia, kenapa ini bisa terjadi?” gumam Fano.
Benar, Deline adalah perusahaan milik Gio, orang yang dulu Albert pikir teman baiknya, orang kepercayaannya.
Tentu saja, Fano harus mendapat 30% saham itu.
Ini misi yang sangat berat, tapi Fano ingin melakukannya, demi saham itu. Fano ingin bisa menemui Gio, lalu memukul wajahnya hingga hancur.
[Tenang, kau harus punya rencana yang matang]
__ADS_1
‘Aku tau, akan ku pikirkan rencana itu setelah menyelesaikan misi’
[Semoga berhasil]
Setelah itu Fano meletakkan ponselnya, kepalanya penuh hanya karena banyak informasi masuk di otaknya.
Setelah cuci muka, Fano memilih untuk menjalankan misi pagi seperti biasanya, agar tubuhnya makin sehat, ototnya makin kuat.
Yang biasanya Fano berlari di jogging track, kini beralih berlari di pantai.
Ini masih sangat pagi, udara di pantai begitu dingin, karenanya Fano mengenakan celana training panjang dan juga hoodie.
Fano terus berlari ditemani deburan ombak.
Mentari pagi belum terbit, tapi langit sudah sedikit terang.
Setelah dia menyelesaikan lari paginya, dia melihat sosok Queenza berada di tepi pantai, memakai gaun tidur dan selendang rajutan untuk menghangatkan tubuhnya. Rambutnya yang pirang bergerak tertiup angin.
Dari belakang dia terlihat mirip dengan Reina.
Mungkin Albert masih belum melupakan Reina, meski sudah berada di dalam tubuh Fano.
Fano menghampiri Queen yang berdiri di tepi pantai, mungkin dia ingin melihat matahari terbit.
“Kenapa kau ada disini?” tanya Fano, kemudian dia membenarkan selendang yang sedikit turun dari bahu Queenza.
Queen menoleh pada Fano, lalu tersenyum sebentar, kemudian kembali menatap jauh ke depan.
“Fano, kau suka melihat matahari terbit?” tanya Queenza
“Tidak terlalu, itu memang indah... tapi – entahlah, pokoknya aku biasa saja” jawab Fano.
“Kakekku suka melihat pemandangan yang indah, dia sering mengajak kami pergi melihat matahari terbit atau tenggelam, aku suka diajak ke tempat-tempat yang indah. Apa kau tau ada sebuah gua yang penuh dengan permata? apa kau pernah melihat kerajaan bawah laut? Semua tempat itu sangat indah”
Dia pernah berpesan pada Albert untuk menjaga keluarganya suatu saat nanti, tapi Albert menganggap itu angin lalu saja, karena kan Albert mati duluan karena mendapat hukuman mati.
Tapi, jika yang mertua Albert maksud adalah Fano, dia bisa saja melakukannya.
Tapi Fano tidak ingin berurusan dengan mereka lagi, terlebih saat ini dia sedang marah pada mereka sejak mereka membuat Angel bertunangan dengan orang yang tidak jelas.
“Apa ada tempat seperti itu di dunia ini?” gumam Fano.
“Tidak, tidak di dunia ini, aku tidak bilang ada di dunia ini..” sahut Queen.
“Apa di dunia itu ada bibimu, Reina?”
Queen menoleh pada Fano “Kenapa kau terus menanyakan bibiku? Itu bukan urusanmu”
“Kalau begitu, aku hanya akan menanyakan yang ada urusannya denganku, kau tau Alfredo Maverick?”
Queen menatap Fano tidak mengerti “Bukankah dia majikanmu? Aku belum pernah mendengar nama itu sebelum aku mencari tau tentangmu, dia punya saham di H.Z Group kan? dan juga Redpeach Company, sepertinya dia bukan orang Indonesia”
Sepertinya Queenza tidak mengenal Alfred, tapi kenapa bisa begitu?
“Aku akan kembali ke villa” kata Fano setelah dia sadar waktu telah banyak berlalu, dia harus membangunkan yang lain untuk sekolah.
Tapi kemudian Queen menahan lengannya, Fano kembali berbalik pada Queen.
“Kenapa?” tanya Fano.
“Aku tidak pernah melihat bibi Reina seumur hidupku, aku hanya tau dia saudari kembar paman Roi saja, oh iya.. Roi adalah ayahnya Abel” kata Queenza.
Fano tersenyum “Terima kasih sudah memberitahuku”
__ADS_1
“Tapi kenapa kau ingin tau tentang itu?”
Fano menggeleng “Tidak, tidak ada.. kau tidak perlu tau”
Fano menepuk-nepuk kepala Queen sebentar sebelum kembali berbalik dan pergi.
Queen terus menatap Fano yang berjalan menjauh, di mata Queen Fano memiliki rantai di lehernya. Tapi dia juga tau tidak semua orang bisa melihatnya, hanya sebagian saja..
Queen ingin tau, kenapa Fano seperti itu? Dan lagi, Fano memiliki produk yang sudah lama tidak bisa diproduksi.
Queen menrogoh sakunya mengeluarkan ponsel warna pink miliknya.
“Crystal, kau ada dimana?” Queen berbicara dengan seseorang disebrang telfon.
‘Aku ada di Sidney, kau mau kemari? Ayahku baru saja pulang dari Dubai’
“Tidak, aku hanya ingin tanya, apa pohon persik putih disana sudah berbuah?”
‘Hahaha pertanyaan apa ini? Tentu saja tidak, Peter juga mengatakan bahkan di Cloutra juga tidak berbuah, eh tapi –’
“Tapi apa? Cepat katakan”
‘Kau tau Floutesia?’
Queen mengerutkan keningnya “Tidak, tempat apa itu?”
‘Peter bilang, ada yang mengatakan jika di Floutesia buah persik sedang berbunga... itu adalah sebuah pulau terpencil yang jarang dikunjungi – tidak, bahkan hampir tidak ada yang mengunjungi’
“Jika tidak pernah mengunjungi bagaimana bisa dia tau di Floutesia buah persik sedang berbunga”
‘Itu sudah bertahun-tahun lalu.. banyak rumor yang beredar, seperti di Floutesia ada kastil berlian, ada yang mengatakan energi sihir disana sangat kuat.. semua orang suka dengan rumor-rumor seperti itu’
“Kau membuatku makin pusing Crissy, aku tutup telfonnya”
‘Kau tidak mau mengunjungi Floutesia? Kalau kau mau kita bisa kesana dengan Kaisar, Abel, Aron, Peter..’
“No, thanks”
‘Oh c’mon!’
“Aku sedang sibuk Crissy, bye”
Queenza menutup telfonnya, berbicara dengan Crystal membuatnya makin pusing. Crystal adalah gadis seusianya, dia masih sepupu jauh. Kan kakek Queen punya kakak, kakaknya punya seorang putri, nah, putrinya itu menikah dengan seorang laki-laki yang masih saudara dari ibunya Queen, lalu punya anak Crystal.
Apa kalian pusing dengan silsilah ini? Jangan terlalu dipikirkan. Intinya Crystal masih sepupu Queenza dan Kaisar, juga sepupu Bima, karena Ibunya Crystal adalah saudara sepersusuan dari ibunya Bima.
Crystal sangat menyukai sesuatu yang misterius, karena itu Queen agak malas menelfonnya, tapi sebagian besar ucapan Crystal mungkin ada benarnya.
Floutesia itu dimana kira-kira?
.
.
.
akhir tahun guys, jadi up satu aja biar hemat.
oh iya... kalian ngerti artinya naif gak sih? knp kalian bilang fano naif hanya krn suka sama Angel? itu gak masuk akal. ayo dicari lagi artinya naif itu apa, jgn semuanya dikatain naif, belajarlah jd pembaca yg budiman.
dan juga... padahal author gak yakin di akhir cerita fano udah nikaha atau belum, nikmati aja prosesnya, jgn terburu2
makasih sebelumnya 🤗❤
__ADS_1