
.
.
Fano menghela nafas lelah, padahal harusnya ini hari bahagia karena pernikahan Kaisar dan Lady Lydia, namun Lylac bad mood pagi ini. Ini bukan karena semalam Fano menyeret Lylac pergi dari kamar Noa, yah ... Lylac juga marah karena itu – tapi yang membuat dia bad mood adalah hal lain yang lebih ... eum, menghebohkan?
Itu sebenarnya hanyalah rumor konyol yang dibuat oleh entah fans atau malah haters, yang pasti, rumornya Noa berkencan dan memiliki kekasih seorang trainee di agensi lain. Lalu ada lagi akun tidak jelas yang mengaku sebagai pacarnya Noa.
Itu hanya seperti bualan tidak jelas, tentu saja. Lylac tidak saja memiliki kekuatan, dia juga memiliki sihirnya sendiri. Jadi, dia mematikan semua akun yang menyebar rumor dan mengaku-ngaku sebagai pacar Noa. Lylac membuat mereka tidak bisa membuat akun baru selama seminggu ke depan.
Meski begitu, dia masih bad mood.
Padahal untuk menenangkan Lylac, Noa sampai membuatkannya sarapan segala, meski hanya berupa sandwich, tapi untuk ukuran bocah yang tidak bisa memasak itu sudah sangat luar biasa.
“Berhenti cemberut, kau akan menodai pesta pernikahan orangtuaku” bisik Fano, dia duduk di sebelah Lylac.
Pestanya ada di halaman istana dan juga aula istana, tempatnya didekorasi sangat indah. Berbagai orang penting dari berbagai wilayah juga datang.
Raja sempat.mengatakan pada Fano jika kerajaan Bluequa tidak datang, Fano memang menanyakan kerajaan itu karena Fira kan dari sana. Fano hanya ingin tau apakah mereka mencari Fira, tapi menurut Raja, tidak ada kabar tentang putri mereka yang hilang.
Berbagai kerajaan lain datang, perwakilan dari Elvestra, Frazeice, Skeria, dan lain-lain.
Menyenangkan sekali melihat-lihat bangsa lain yang berbeda-beda, ada juga Darko dan putranya Hendry yang menyapa Fano dari kerajaan Iblis, Devirtia.
Lalu, Fano juga sempat dikenalkan oleh perwakilan dari kerajaan Frazeice, karena Fano sangat penasaran, jadi dia menanyakan kerajaan itu pada Raja juga. Eh, Raja malah langsung mengenalkan Fano pada mereka.
Mereka adalah bangsa gabungan dari elf dan vampire, Bisa dibilang hybrid, namun sudah ada sejak ratusan tahun lalu, sering disebut dengan frost elf, karena mereka tahan di daerah es atau bersalju.
Penampilan mereka sangat cantik, dengan kulit pucat, warna mata biru cerah, rambut warna perak. Sejauh yang Fano lihat, mereka semua memiliki postur tinggi dan ramping. Yang datang.adalah Raja, Ratu, putri dan pangeran kecil mereka.
Pangeran kecil mereka sangat ceria, dia main-main bersama anak-anak lainnya, berbeda sekali dengan Raja, Ratu dan Putri mereka. Seperti es, mereka terlihat dingin dan tidak banyak berekspresi.
“Pernikahan mereka tidak ternoda, lagipula ini hanya pesta saja, lupakan aku, biarkan aku sendiri, aku tidak mood untuk meladeni mu” kata Lylac, akhirnya dia membalas ucapan Fano juga, meski dengan nada ketus.
“Ya sudah, tapi aku tidak suka melihatmu cemberut begini” kata Fano.
“Kalau kau berjanji untuk mengabulkan satu permintaanku, aku mungkin akan senang” Lylac mengambil gelas minumannya kembali, berisi nektar dingin yang di dalamnya terdapat jelly-jelly yang terbuat dari bunga levare kuning.
“Jadi kau ingin memanfaatkan kejadian ini untuk membodohi ku?” tanya Fano malas.
“Aku tidak membodohi mu, kalau kau tidak mau ya sudah” Lylac meletakkan gelasnya dengan agak kasar, hingga menimbulkan dentingan antara meja marmer dan gelas.
__ADS_1
Fano menghela nafas lelah, lalu mengedikkan bahunya “Asal permintaanmu masuk akal dan dapat ku lakukan, aku tidak masalah untuk mengabulkannya, lagipula kau sudah banyak membantuku selama ini, jadi sekarang giliran ku untuk membantumu bukan?”
Lylac menatap Fano dengan mata terharu berkaca-kaca, yang Fano yakin itu hanya dibuat-buat. Namun karena Fano tidak tega, jadi Fano menghentikan dirinya untuk mengejek Lylac seperti biasa.
“Ini permintaan yang mudah sekali kok Fano, biarkan aku berkencan dengan Noa –”
“Tidak boleh”
“Hei! Kau bilang ingin mengabulkan permintaanku!”
“Itu kan jika aku bisa dan mampu.”
“Ayolah, apa sulitnya untuk mengijinkan ku jalan-jalan dengannya?”
“Lylac” Fano menggeser tempat duduknya untuk mendekati Lylac, lalu meraih kedua bahu Lylac, menatapnya dengan serius.
“Begini, apa kau – berpikir jika Noa akan membalas perasaanmu? Aku saja tidak yakin Noa akan menyukai – maksudku, secara romantis ....”
“Fano, Noa berumur 17 tahun, maksudku, sebentar lagi tujuh belas, apa kau pikir dia akan tetap seperti bocah dan tidak tumbuh?”
“Bukankah kau yang membatasi pikirannya, agar tetap polos? Jika terus seperti itu, mana bisa dia beranjak dewasa?”
Lylac mengernyitkan dahinya “Oh itu? Aku hanya membatasinya untuk tidak terpengaruh hal buruk dan kecanduan dengan vidio yang buruk, tapi hanya itu, dia tetap bisa memiliki perasaan yang dewasa atau fantasi dewasa, dia akan tumbuh, jangan seperti orang
“Aku tidak seperti om Zeus!” bantah Fano, karena setahu Fano, yang paling parah memperlakukan anaknya seperti anak kecil ya ayahnya Dave itu. Eh tapi, Dave bisa tumbuh dewasa kok.
Mungkin benar, Noa hanya lambat.
Bisa-bisanya bocah sepolos Noa dirumorkan memiliki pacar dan pernah pergi ke hotel – itu sangat random. Bahkan Fano saja tidak percaya jika Noa akan menyukai seorang perempuan.
“Kalian membicarakan apa? Aku lihat dari jauh sepertinya seru sekali” tanya Queen, dia datang membawakan sepiring kue untuk Fano, namun Lylac merebutnya dengan cepat.
“Terima kasih, aku suka kue persik” kata Lylac, dia mulai memakan kue krim yang dihiasi potongan buah persik yang dibawakan Queen.
“Kami hanya membicarakan Lylac yang ingin membawa Noa berkecan” jawab Fano, Queen mengernyitkan dahinya “Kau ingin mengajak Noa berkencan? Boleh saja asalkan aku dan Fano ikut, atau Fano dan Angel – jika hanya berdua tidak boleh” kata Queen.
“Memangnya kau ibunya apa?” Lylac.
“Iya, aku ibunya, jadi kau harus mendapat restuku dulu” sambar Queen.
Fano pun berdiri “Ayo kita pergi, biarkan Lylac sendiri, dia sedang bad mood, butuh sendiri” kata Fano.
__ADS_1
Queen menggandeng lengan Fano “Baiklah, ngomong-ngomong Fano, aku capek, dari kemarin-kemarin aku banyak melakukan sesuatu, aku bahkan tidak bekerja untukmu di perusahaan” keluh Queen, dia merasa bersalah karena lebih banyak sibuk di kerajaannya dari pada di bumi.
“Tidak apa, aku bisa mengerti kok, kau tidak perlu bekerja untukku lagi, kau bisa mulai fokus di kerajaan saja” kata Fano. Sekarang mereka berjalan menuju tangga, lalu naik ke lantai dua, sepertinya Queen mengajak Fano untuk ke kamarnya, karena seingat Fano ini adalah jalan menuju kamar Queen.
“Apa ada cerita menarik selagi aku tidak ada di bumi?” tanya Queen, Fano mengangguk lalu tersenyum “tentu saja banyak kejadian menarik, mau ku ceritakan?”
Queen mengangguk antusias “ceritakan di kamarku, aku lelah jika ada di keramaian.”
Kemudian mereka memasuki kamar Queen, sudah ada banyak sekali lilin unik berbentuk bunga teratai. Itu adalah lilin aroma terapi, yang baunya sangat wangi dan dapat menenangkan, bisa dibeli dengan bebas di toko-toko milik Royal Group, bahkan jika kau pergi ke Royal ent, ada toko sovenir yang menjualnya juga.
Banyak orang menyebutnya lilin ajaib, karena meski ada api diatasnya, lilin itu akan awet sampai satu minggu, apinya juga akan tetap menyala, kecuali jika ditiup.
Queen merebahkan tubuhnya di ranjang besar miliknya “Capek....” keluhnya.
“Mau ku pijit?” tawar Fano.
“Boleh, sambil bercerita ya” pinta Queen.
“Eum, mulai dari mana ya? Sebenarnya ada banyak kejadian, apa yang terakhir kau tau?” tanya Fano.
“Kau melawan beruang di hutan perkemahan?”
“Oh, setelah itu aku pergi ke Jepang, aku tidak ada pilihan lain selain mengakui jika aku masih keluarga Doma, namun margaku tidak berubah sih, masih tetap memakai marga ayahku, Adhitama. Oh iya, kami juga menangkap yakuza dan juga pembunuh berantai yang suka mencari mangsa di Shibuya. Menangkap yakuza masih mending, tapi saat menangkap pembunuh berantai, itu sangat mengerikan, kami menemukan banyak potongan tubuh korban, Yoshi sampai trauma, tapi Lylac menyembuhkan traumanya. Lalu kami bersenang-senang di pantai, menemukan putri Bluequa yang kabur untuk menemui ayahnya” cerita Fano.
“Putri Bluequa? Yang mana?” tanya Queen.
“Eum, namanya Safira, dia adalah putri dari teman ayahmu, om Randy.”
“Oh, aku pernah dengar itu, Om Randy pernah menikahi putri Bluequa, kalau tidak salah namanya Mutiara, dulu Om Sky menyukainya, tapi tante Ara sepertinya lebih menyukai Om Randy, jadi om Sky move on dan bertemu dengan aunty Rin. Ceritanya seru sekali, apalagi jika Om Sam yang cerita” kata Queen.
“Tapi mereka tidak direstui oleh kerajaan Bluequa kan?” tanya Fano.
“Iya, kasihan sekali, sekarang om Randy terpaksa menikah dengan perempuan yang dijodohkan dengannya, oh iya, apa kau tau Lily? Yang seleb itu lho, itu anaknya Om Randy” kata Queen.
“Iya, aku tau, kan aku yang menemukan Fira dengan Om Randy, Lily awalnya tidak menyukai Fira, tapi akhirnya dia luluh juga karena Fira sangat baik” kata Fano.
“Jadi sekarang Fira tinggal bersama om Randy?” tanya Queen.
“Tidak, dia tinggal denganku”
Mendengar itu Queen buru-buru bangun dan menatap Fano tajam “Apa?”
__ADS_1
.
.