Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Fakta yang mengejutkan


__ADS_3

.


.


Fano menunggu penjelasan dari mereka berdua, tapi mereka memilih untuk minum wine lagi, sampai kemudian bartender memberikan satu gelas dengan cairan ungu di dalamnya.


“Minumlah, itu jus anggur” kata Felix.


“Aku baik-baik saja minum wine” sahut Fano, meski begitu dia menggeser gelas jus anggur ke depannya, lalu menyesapnya sedikit.


Manis.


Rasa anggur.


“Tidak boleh, kau terlalu kecil untuk minum wine” sahut Felix.


Fano merasa de javu dengan ucapan Felix barusan, mengingatkannya pada ucapan Yoshi. Seharusnya Felix mengatakan itu pada Yoshi saja, karena Fano merasa dia sudah besar dan dewasa.


Tapi.. hmm – kadang Fano juga bisa bertingkah seperti bocah jika sudah kumpul dengan teman-temannya. Apalagi jika sudah main game.


“Jadi.. apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Fano sekali lagi “Aku pikir kalian membenciku” tambahnya.


Felix tersenyum mendengarnya “Itu benar, aku membenci Albert. Dia sangat jahat memisahkanku dengan putriku, dia juga sangat kejam – tidak aneh kan jika aku membencimu?Meski begitu aku berharap sangat besar darimu. Aku yakin kau jadi kejam karena lingkunganmu saja, aku juga merasa tidak enak hati karena membiarkanmu dihukum mati. Putriku sakit-sakitan setelah kehilangamu, kami juga juga kehilangan putra kalian. Jadi kami memutuskan untuk mengabulkan keinginan ibumu, untuk memberimu kesempatan sekali lagi” kata Felix.


“Ibumu bereinkarnasi di dunia lain dan tidak henti-hentinya memohon untukmu” sahut Chris.


“Ibu? Jadi dia sekarang masih hidup?” tanya Fano, jujur saja Fano sangat senang mendengar ibunya masih hidup meski bereinkarnasi. Tapi Fano juga merasa sedih karena ternyata ibunya masih sangat mempedulikannya meski sudah bukan jadi ibunya.


“Ibumu mungkin sudah bahagia karena akhirnya keinginannya terkabul dan kau juga semakin hari menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Oh iya, Fano... meski jiwamu yang dominan adalah Albert, tapi sekarang kau adalah Fano, jiwa Fano juga masih ada. Karena itu, jangan terkejut jika kau merasa sifatmu banyak berubah” kata Chris.


“Lalu apa aku bisa bertemu dengan ibu?” tanya Fano.


Felix menggeleng “maaf, belum bisa. Tapi kau tidak perlu khawatir, dia baik-baik saja”


Fano sedih karena tidak bisa bertemu ibunya, tapi dia mengerti ibunya sudah ada di dunia lain. Apa itu adalah dunia lain yang Queen ceritakan padanya?


“Tanyakan hal yang lain” tambah Felix, kemudian dia menghabiskan minumannya.


“Kalau begitu.. kenapa ruangan ini remang-remang?” tanya Fano.


Mendengar pertanyaan Fano Chris terkekeh, sedangkan Felix tersedak. Dari banyak pertanyaan yang bisa dia tanyakan kenapa malah menanyakan ruangan?


“Kau serius menanyakan itu? uhuk” Felix


“Kita tidak butuh banyak cahaya Fano, i have Felix, he’s my sunshine” Chris


“Shut up Chris, you said i look like chicken the other day, and now sunshine?” (diam Chris, kau bilang aku seperti ayam kemarin dan sekarang sunshine) Felix


“But you do look like a chick” (tapi kau memang terlihat seperti anak ayam) Chris


“Shut up wolfie” (diam wolfie) Felix.


“Wolfie is Lino’s friend” (wolfie kan temannya Lino) Chris


“What? Who?” Felix


“The grey haired guy” (lelaki yang berambut abu-abu) Chris


“No, his name is Alpha, now shut up” Felix kembali menoleh pada Fano “Anyway – apa kau tidak ingin menanyai tentang Lylac?”


Fano yang tadinya menikmati perdebatan mereka kini terbengong “Hah? Lylac? Siapa itu?” perasaan Fano tidak kenal siapapun yang bernama Lylac.


“You always with Lylac all the time son, how come you didn't know her?” (kau selalu bersama Lylac setiap waktu nak, gimana bisa kau tidak tau?) tanya Felix ikutan bingung.


“Maksudnya sistem” bisik Chris pada Fano.


“Oh sistem... JADI NAMANYA LYLAC??!!” Fano yang terkejut refleks berteriak.


“Berisik! Namanya memang Lylac kan?” kata Felix.

__ADS_1


[Aku tidak setuju dengan nama itu, terlalu feminim, aku ingin nama yang lebih maskulin]


“Kenapa gadis kecil sepertimu ingin nama yang maskulin?” tanya Chris.


“GADIS KECIL?! Dia bilang dia tidak punya gender!” Fano


“Son, be qiuet” Felix


“I’m sorry” Fano


“No, said sorry in Japanesse” Felix


“Gomen nasai” Fano


“Haruto.. aitakata yo” (aku kangen) Felix


[Dia bukan Haruto, hanya cucunya saja - ups]


Mereka semua terdiam melihat balasan dari sistem yang bernama Lylac tersebut.


“Katakan sekali lagi” desak Felix.


“Jadi Farelino ini cucunya Haru – apa kau yakin Lylac?” tanya Chris.


[Haruto memiliki anak saat dia umur dua puluh tahun, dia lari dengan pacarnya yang orang Indonesia saat umur 17 tahun lalu melahirkan Fano. Jika dia masih hidup mungkin sudah umur 36 tahunan]


“Tapi kenapa.. Haruto tidak cerita dia punya anak? Berarti lebih muda dari Lino? Tunggu, aku sangat bingung” Felix memegangi kepalanya yang tiba-tiba pusing karena harus berpikir keras.


“Itu artinya aku masih keluarga Raynold?” tanya Fano.


[Tidaklah, kau harusnya keluarga Doma]


[Haruto tidak bercerita karena anak perempuannya pergi dibawa ibunya, saat kalian berhasil dikeluarkan dalam kurungan, anak itu sudah berumur 11 tahun. Haruto bercerai lalu menikah lagi, dia tidak bercerita karena tidak ingin membuat kalian khawatir]


[Ku rasa aku bicara terlalu banyak]


[Ku rasa bisa]


“Tidak! Queen masih bayi, tidak boleh menikah” Felix.


“Felix, come on bro” Chris.


[Aku pergi saja]


Layar sistem kembali hilang, Fano pun hanya terdiam. Dia tidak menyangka dia memiliki hubungan keluarga yang sangat jauh dengan Raynold.


Jadi itu lah kenapa banyak orang bilang Fano wajahnya terlihat seperti campuran. Dia memang campuran. Kenapa pamannya tidak mengatakan apapun ya? Apa pamannya juga tidak tau?


“Tenang saja nak, hubunganmu dengan kami sangat jauh, kau bisa menikah dengan Queen” kata Chris, dia merangkul bahu Fano yang kini jadi lesu.


“Jangan suruh dia menikahi Queen terus, kenapa tidak Chrystal saja” sahut Felix.


“Kenapa sekarang jadi cucuku sih? Yang pacarnya Fano itu Queen, yang Reina itu juga Queen” Chris.


Felix menatap Chris tidak percaya, Fano juga sama.


Chris membekap mulutnya sendiri.


“CHRIS!!” Felix.


“Sepertinya aku salah bicara” Chris.


“That’s suppose to be our secret Chris!” (itu harusnya menjadi rahasia kita Chris!) Felix.


“I’m sorry, i forgot” Chris.


“You’re dumb!” Felix.


“STOP!! Diam semuanya, jadi.. jadi.. itu – ” Fano tidak bisa melanjutkan kata-katanya, terlalu banyak informasi yang mengejutkannya hari ini.

__ADS_1


“Ayo kita keluar makan daging dulu, sudah saatnya makan malam” Felix menarik Fano untuk keluar dari tempat itu, Chris mengikuti dari belakang.


“I’m sorry son, aku tidak bermaksud untuk menyembunyikannya darimu, hanya saja.. kau seharusnya belum boleh tau” kata Felix.


“Tidak apa, aku sudah menyangka jika Queen adalah Reina, tapi mengetahui kebenarannya membuatku terkejut” kata Fano.


“Lupakan dulu tentang pembicaraan kita tadi, lebih baik makan daging dulu” sahut Chris.


Pesta kecil-kecilan tengah dimulai, beberapa maid menyiapkan barbeque, ada pula yang menyediakan makanan lain.


Ini hanya pesta di dalam keluarga dimana semua mengobrol dan makan.


Felix dan Chris mengajak Fano duduk di salah satu meja di tepi kolam yang kosong. Fano masih diam melamun saat maid datang membawakan makanan terbaik untuk meja mereka.


“Tentang aku yang sebenarnya keluarga Doma, bisakah itu jadi rahasia saja? Aku tidak ingin keluarga Doma yang lain merasa tidak nyaman denganku” kata Fano.


“Tidak masalah, lagipula kau tidak butuh harta mereka juga kan? aku tidak ingin kau ikutan memperebutkan harta warisan” timpal Felix.


Fano menggeleng pelan “Aku tidak akan


melakukannya”


“Fano, kau harus menyebarkan banyak kebaikan dan menaikkan level sampai 30. Setelah itu, kau mungkin bisa bertemu ibumu, jika kau mau” kata Felix lagi.


Fano menatap Felix lalu tersenyum “Sungguh? Aku akan berusaha”


Felix menepuk-nepuk kepala Fano “Kau anak yang baik”


Fano tau menaikkan level sampai level 30 tidak akan semudah itu, level Fano juga masih 15. Akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencapai level sebanyak itu. Tapi tidak apa, Fano juga masih muda, dia bisa melakukan banyak hal.


“GRANDPA!!”


Abel berlarian menuju tempat mereka lalu memeluk Felix.


“Baby... how’s your day?” tanya


Felix.


“Semuanya sangat menyenangkan, Abel punya banyak teman baru, Abel kesini diantar kak Oci, hehe” cerita Abel, dengan nada ceria seperti biasa.


Felix menoleh pada Fano, dia tidak terlihat senang “Siapa Oci?”


Fano merinding melihat tatapan Felix, ini sama seperti saat dulu Felix baru bertemu dengan Albert. Tatapannya seolah bisa membunuh kapan saja.


“It.. itu.. Yo – Yoshi itu temanku” kata Fano, dia gugup karena dua hal. Pertama karena Felix terlihat seram, kedua karena karena dia takut Yoshi sahabat baiknya kenapa-napa.


“Panggil dia kemari” Felix.


“Kenapa kak Oci disuruh kemari?” tanya Abel.


Felix kembali memasang senyuman manis pada Abel “Grandpa ingin menemuinya saja”


Abel tersenyum “Boleh deh, Abel mau main sama kak Oci”


“Main apa?” Felix.


“Apa ya?” Abel.


Meski ragu, akhirnya Fano menelfon Yoshi agar kembali ke mansion ini. Setelah Fano menjelaskan situasinya Yoshi juga ikutan takut, tapi jika tidak datang dia lebih takut lagi.


.


.


.


maaf ya telat, author lg sakit... kyaknya hari ini satu bab aja ya.


maaf dan terimakasih udah baca

__ADS_1


__ADS_2