Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Bertemu Lady Lydia


__ADS_3

.


.


Fano sangat bersemangat malam ini, karena Raja menjemputnya. Yah, bukan bagian Raja nya, tapi dia bersemangat karena dia akan bertemu dengan Lady Lydia. Lady berjanji akan mengajari Fano beberapa bumbu yang penting, karena banyak sekali karakteristik bumbu yang dapat Fano pelajari, dan juga berbagai kegunaannya.


Fano dibawa menuju dapur di restoran milik Lady Lydia, ada sebuah dapur khusus di lantai paling atas. Di lantai itu juga ada kamar dan juga ruang tengah dengan perapian yang hangat. Jadi seperti apartemen kecil di atas restoran.


Ruangan tersebut cukup luas dan nyaman, mengingatkan Fano akan rumah di Eropa jaman dulu. Dulu Albert dan ibunya memiliki rumah kecil yang kuno, dan sekarang melihat ruangan ini membuatnya nostalgia.


“Kemarilah Fano” kata Lady, kita panggil Lady saja ya biar mudah.


Lady menuangkan secangkir teh hangat untuk Fano, hanya ada Fano dan Lady disana, Raja sudah pergi karena dia bilang dia pangeran yang sibuk, dia mengantar Fano hanya sampai depan restoran saja.


“Ini adalah teh bunga dan buah, kegunaannya bagus untuk menghangatkan tubuh dan membuat pikiran lebih rileks” kata Lady.


Fano meraih cangkir tehnya, menghirup aromanya sebentar sebelum meminumnya. Aromanya sangat manis dan harum, namun ternyata rasanya tidak terlalu manis, sangat pas dan ada berbagai rasa buah


seperti ... eum – acai berry? Ada juga rasa seperti teh mawar, ada rasa manis madu, ada pula rasa buah lain yang tidak dapat Fano deskripsikan, yang pasti Fano sangat menyukainya.


Lady ikut tersenyum melihat fano tersenyum.


“Ngomong-ngomong, Fano umur berapa sekarang?” tanya Lady.


“Saya berumur 19 tahun, akan 20 tahun dua bulan lagi” kata Fano.


Lady mengangguk, dia masih tersenyum sebelum


menyesap tehnya sendiri.


“Kalau saya boleh tau, Lady Lydia ini manusia kan?” tanya Fano.


Mendengar Itu Lady terkekeh sebentar lalu menggeleng “Tidak Fano, aku adalah keturunan peri bunga dan juga bangsa Elf, ayahku peri bunga dan ibuku adalah Elf. Namun mereka sudah meninggal saat aku berusia dua puluh tahun, belum lama ini. Ayahku adalah pemilik asli restoran ini, sedangkan ibuku dulunya adalah petualang. Setelah mereka meninggal aku yang meneruskan restoran hingga menjadi sebesar ini, dulu restoran kami kecil sih. Aku tidak menyangka aku akan sesukses ini hingga mendapat gelar bangsawan juga dari Raja” cerita Lady.


“Itu artinya Lady mendapat gelar bangsawan dengan sendirinya? Hebat sekali” puji Fano, kemudian Lady menggeleng “Tidak, tidak sehebat itu Fano”


Mereka kembali menyesap teh mereka.


“Oh iya, Fano sudah menikah?” tanya Lady.


“Uhuk – be – uhuk ... belum, maksudku  aku masih sangat muda, itu ... di duniaku, aku masih sangat muda, hehe” ucap Fano, kenapa harus ditanyai hal itu dari hal-hal lain yang dapat ditanyakan?


Lady terkekeh pelan, “Maaf, aku lupa jika Fano bukan berasal dari dunia ini”


“Kalau Lady Lydia sendiri, sudah menikah?” tanya Fano.


Lady wajahnya terlihat memerah kemudian menggeleng “belum, tapi – ah, tidak jadi”


Lah, Fano jadi makin penasaran kan.

__ADS_1


“Tapi apa? Lady akan segera menikah?” tanya Fano.


Kemudian Lady mengangguk pelan.


Entah mengapa, Fano merasa aneh, seperti ada rasa tidak rela, namun buka berarti Fano cemburu secara romantis, Fano tidak bisa menjabarkannya, yang pasti dia merasa aneh saja.


“Benar, aku akan segera menikah” kata Lady.


“Boleh aku tau dia siapa?” tanya Fano.


Lady kembali tersenyum “Ku rasa jika kau mengenal Pangeran mahkota, maka kau mengenalnya” kata Lady.


Perasaan Fano tiba-tiba tidak enak “Siapa?”


“Dia juga seorang pangeran, putra dari Raja di negri ini” kata Lady.


Yang dimaksud pangeran mahkota itu Raja, dia dipanggil putra mahkota. Sedangkan yang dimaksud Raja negri ini itu adalah Lino.


Yang itu artinya, tidak lain dan tidak bukan, anak laki-laki lain dari Lino selain Raja adalah Kaisar.


Perasaan tidak enak Fano terjawab kini.


Fano tidak terlalu menyukai Kaisar, dia terlihat sangat dingin, dia menyeramkan. Mungkin karena dia memiliki darah iblis, jadi dia seperti itu.


“Fano tidak perlu terlalu khawatir, Pangeran Kaisar adalah orang baik, dia mungkin terlihat keras, namun dia sangat mencintaiku” kata Lady.


Jadi Fano yang merasakan Lady Lydia adalah ibunya yang bereinkarnasi merasa tidak nyaman jika Lady memiliki hubungan dengan seseorang seperti Kaisar.


Namun saat ini Fano bukan siapa-siapa, dia tidak bisa melarang Lady juga.


Fano memaksakan diri untuk tersenyum “Selamat ya Lady”


“Apakah Fano mau datang saat pernikahan kami nanti?”


Fano masih tersenyum, dia kemudian mengangguk “Jika aku tidak sibuk, aku akan dengan senang hati untuk mendatanginya” meski Fano tau dia pasti akan diundang dalam pernikahan itu.


Kenapa harus Kaisar dari sekian banyak laki-laki di dunia ini? Kenapa bukan orang biasa yang ramah dan baik hati?


“Ayo kita mulai pelajarannya” kata Lady.


Kemudian mereka memulai pelajaran mereka, Lady mengajari Fano berbagai hal tentang bumbu, dengan rajin Fano mencatatnya. Selain teori, Lady juga meminta Fano untuk mencicipi sendiri bagaimana rasa dari semua bumbu itu.


Ada sekitar 20 bumbu yang malam ini Lady ajarkan untuk Fano.


Setelahnya Fano sudah merasa lelah.


“Jika Fano mengantuk, Fano bisa tidur dulu” kata Lady.


Namun Fano menggeleng “Tidak perlu Lady, aku akan kembali ke istana dan meminta Raja membawaku pulang, aku memiliki banyak pekerjaan untuk dikerjakan besok” kata Fano.

__ADS_1


“Ah, begitu ya, kalau begitu –” setelah itu Lady kembali membekali Fano dengan beberapa toples kaca kecil berisi bumbu yang tadi mereka pelajari. Semua toples kecilnya ada dua puluh.


Fano menyimpannya di kotak penyimpanan sistemnya. Lady tentu saja tidak terkejut, sihir seperti penyimpanan sudah lumrah di dunia ini, ada banyak yang memilikinya. Meski yah, Lady sedikit terkejut juga, karena kan Fano bukan berasal dari dunia ini.


“Terimakasih Lady, kalau begitu saya kembali dulu” kata Fano.


“Fano tunggu!” kata Lady, Fano kembali berbalik. Dia merasa seperti Lady ingin mengucapkan sesuatu, namun dia tahan.


Kemudian Lady akhirnya mengatakan “Bagaimana dengan orangtuamu di – di duniamu sendiri?” tanya Lady dengan sedikit terbata.


Fano tersenyum kecil “Mereka sudah meninggal, saat aku masih kecil” kata Fano.


Lady terlihat sangat terkejut, Fano bahkan bisa melihat mata Lady berkaca-kaca.


“Lady Lydia jangan khawatir, saya baik-baik saja, saya memiliki banyak teman-teman yang baik, yang selalu menemani saya”


Lady Lydia mendekat lalu tiba-tiba memeluk Fano.


Fano yang bingung hanya diam tidak tau harus bagaimana, dia juga ragu untuk membalas pelukan Lady.


“Fano aku –”


Lady menghentikan ucapannya dan menjauh dari Fano setelah tiba-tiba pintu kamarnya dibuka oleh seseorang.


“Hei! Apa yang kau lakukan disini!”


Fano berbalik dan melihat Kaisar datang mendekat, saat Fano sudah tersadar, Kaisar sudah memukulnya hingga Fano jatuh ke lantai.


“Pangeran hentikan!” teriak Lady.


“Kamu diam! Dia pasti ingin menggodamu! Hei kau sudah berhubungan dengan adikku dan sekarang menggoda tunanganku juga? Kau –”


“HENTIKAN!”


Kaisar yang berniat ingin memukul Fano pun berhenti setelah Lady berteriak lebih kencang.


“Kenapa kau menghentikanku? Kau juga menyukai dia?”


Melihat Kaisar yang sudah tidak fokus padanya, Fanopun balik memukul Kaisar, menjatuhkannya lalu menahan pergerakannya.


“Hei lepaskan aku!!”


“Diam!! Atau aku tidak akan pernah merestuimu menikah dengan ibuku!!” kata Fano.


Kaisar berhenti memberontak lalu menatap Fano bingung “Apa yang tadi kau katakan?”


.


.

__ADS_1


__ADS_2