
.
.
Hari ini adalah hari yang sibuk, seharian Fano bersama Jungyu dan Yoshi menyeleksi beberapa karyawan yang bekerja di toko Fano. Sedangkan Jehyuk, Dave dan Wawan sedang mengerjakan pekerjaan lain, seperti membuat akun toko online khusus untuk Korea, website, dan lain-lain. Mereka semua ada di kantor atau gedung yang baru Fano beli dari Yuno.
Menyeleksi karyawan tidak tidak terlalu susah memang, kalo Fano tidak suka dengan tingkah lakunya, Fano tidak akan menerimanya. Tidak harus berpendidikan tinggi untuk menjadi karyawan Fano, dia hanya harus benar-benar menyukai produk dari toko Fano, rajin, dan yang pasti perilakunya tidak boleh minus.
Para calon karyawan tidak harus menunggu beberapa hari untuk tau dia diterima atau tidak, karena Fano langsung memberitahu segera setelah interwiew berakhir. Lagipula, ada sistem yang memberitahu Fano mana orang yang dapat dipercaya dan tidak.
Oh iya, sempat ada ricuh beberapa saat sebelum jam makan siang. Ada yang tidak terima dia ditolak oleh Fano, padahal pendidikannya tinggi, penampilannya juga menarik, dia bahkan kuliah di luar negri. Dia marah karena ada orang lain lagi yang hanya lulusan SMA malah diterima.
Jadilah Fano menjelaskan dengan detail pada orang keras kepala itu, jika kelakukannya sangat kurang bagi Fano, jadi tidak mungkin Fano mau bekerja dengan dia mau dia cantik atau tampan atau kuliah tinggi-tinggi, jika kelakuannya minus mana mungkin Fano mau menerimanya.
Akhirnya orang itu keluar dari gedung dengan wajah menahan malu, Fano sudah memberitahu untuk merubah sikap dulu jika ingin masuk ke perusahaannya.
Akhirnya istirahat juga, Jungyu sudah memesankan makanan untuk mereka, jadi tinggal menunggu makanan datang saja.
Entah kenapa Fano merasa sangat lelah, jadi dia memilih untuk berbaring di sofa saja lalu menutup kedua matanya. Oh iya, Angel tidak ada bersama Fano, dia membawa Vivi dan Bella ke agensi. Akan tetapi Noa dan Wonhi main ke gedung baru Fano, mereka diantar managernya Angel.
Sekarang Wonhi main game dengan Dave dan Wawan, sedangkan Noa berbincang-bincang entah apa dengan Yoshi, mungkin membahas tentang kampung halaman mereka di Jepang.
Rasa kantuk dengan cepat menyerang Fano, tidak butuh waktu lama baginya untuk memasuki alam mimpi.
Ini aneh.
Fano sudah berada di tempat lain. Dia terus berjalan di lorong-lorong gelap, hingga kemudian sampai di sebuah ruangan.
Di ruangan itu ada seorang pria yang memohon-mohon kepadanya untuk tidak dibunh. Fano ingat, dia adalah pria yang berhianat pada Albert dulu, dia membuat Albert marah hingga kemudian.
DOR
Suara tembakan pistol menggema di ruangan yang tidak kedap suara itu. Pria tadi telah terkapar dengan cairan merah menggenang di bawah tubuhnya.
Pria itu memiliki istri dan anak yang masih kecil.
Fano mengingatnya.
Mereka berdua pada akhirnya mati, istri dan anaknya itu, karena kelaparan dan terlalu sedih. Pada saat itu, Albert tidak kasihan pada mereka sama sekali.
“Fano.. Fano, hey bangunlah”
Fano merasakan sebuah tepukan lembut di pipinya, saat akhirnya kedua matanya terbuka, ada wajah cantik Wonhi, juga wajah imut Dave dan Yoshi yang terlihat khawatir dengannya.
Memangnya Fano kenapa? Mereka terlihat sekhawatir itu.
“Kak Fano gak apa-apa?” tanya Dave.
Fano bangkit duduk lalu memegangi kepalanya, bayangan pria yang ditembak oleh Alfred masih melekat dalam ingatannya. Dia tau dia banyak memiliki kesalahan, penyesalan akan selalu dia bawa sampai kapanpun. Akan tetapi, sekarang dia menyesal, karena dengan membunh pria itu berarti dia juga telah membunuh istri dan anaknya yang tidak bersalah.
“Kau kelihatan pucat, apa kau sakit?” tanya Yoshi.
Fano tersenyum kecil lalu menggeleng “Tidak, aku baik-baik saja, hanya.. itu – aku bermimpi buruk tadi”
__ADS_1
Jungyu dan Jehyuk datang membawakan beberapa makanan pesanan mereka.
Akhirnya mereka makan siang dulu.
Fano hanya tidur beberapa menit, namun rasanya sudah sangat capek berkat mimpi buruknya. Pada akhirnya, setelah makan siang Fano memilih untuk keluar dan jalan-jalan. Yang lain tentu saja mengijinkan Fano, karena Fano kelihatannya tidak baik-baik saja, pasti butuh udara segar atau sesuatu untuk membuatnya rileks.
Sebenarnya Fano tidak benar-benar keluar, dia hanya pergi ke atap lalu melamun sambil menyedot susu almond yang dia bawa.
[Apa kamu merasa bersalah?]
“Iya, tapi pada istri dan anaknya, apa aku dulu sekejam itu? Tidak memikirkan keluarga si pria sama sekali”
[Kau tidak ingat? Kau juga pernah membunuh seorang pria dan juga istrinya yang tidak bersalah?]
“Karena istrinya mengganggu, dia menghalangiku membunuh suaminya, jadi aku bunuh sekalian”
[Jika sekarang ada seperti itu lagi, apa kau akan tetap melakukannya?]
Fano terdiam cukup lama, jika nanti ada yang menghianatinya, akankah dia tetap seperti dulu? Tidak memiliki belas kasih dan berhati dingin.
“Aku –”
“Kak Fano!!”
Fano buru-buru menoleh, menatap Wonhi
yang datang membawakan minuman boba matcha favorit Fano, Wonhi sendiri membawa boba rasa taro.
Fano tersenyum pada gadis itu saat boba matcha sudah sampai ke tangannya, kebetulan susu almond yang Fano bawa sudah habis.
“Kak Fano benar baik-baik saja?” tanya Wonhi.
“Aku baik, hanya saja mimpi buruk itu menghantuiku”
Wonhi mendongak menatap Fano dengan kedua matanya yang besar dan indah “Padahal baru tidur beberapa menit, memangnya kak Fano mimpi apa?”
“Kalau aku cerita, nanti kejadian buruk menimpaku bagaimana?”
“Itu mitos dari mana kak?”
“Eh? Eum.. entahlah, hehe”
Fano kembali menyedot minumannya, dia juga tidak tau pikiran itu datangnya dari mana, mungkin Fano yang asli, karena dia sudah tinggal di Indonesia sejak lahir. Pasti banyak sekali mitos yang masuk pikiran Fano kan?
“Kalau aku kadang juga mendapat mimpi buruk, tapi tidak lama kemudian aku lupa lagi, jadi kak Fano tidak perlu terlalu memikirkan mimpi buruk” kata Wonhi.
“Benar juga ya, oh iya.. besok kau dan anggota girlband mu harus siap untuk pemotretan” kata Fano.
Mendengar itu Wonhi jadi bersemangat “Sungguh? Kami akan jadi iklan produk kecantikan yang sama dengan kak Angel?”
Fano mengangguk “Iya, tentu saja.. kalian dan grupnya Noa juga, tapi grupnya Noa masih besok lusa”
“Jadi aku dan grupku dulu?”
__ADS_1
“Iya, kau senang? Aku juga akan memberi kalian satu paket produk kecantikan, masing-masing satu”
Wonhi berseru karena senang, bagaimana tidak senang? Jika satu produk krim saja harganya jutaan, apalagi jika satu paket, itu biasanya ada berbagai macam produk, nilainya bisa puluhan juta satu paket saja.
“Oh iya Wonhi”
Wonhi kembali mendongak menatap wajah Tampan Fano yang sedang tersenyum padanya, Wonhi heran kenapa bisa ada orang sesempurna ini ya? Paling tidak, sempurna di mata Wonhi saja sih. Sayangnya Fano sudah ada yang punya, Wonhi tidak ingin kembali menyakiti Angel dengan menggoda Fano. Dia tidak ingin melakukan hal buruk pada Angel sekali lagi.
Tapi... bagaimana bisa Wonhi tidak jatuh cinta pada Fano? Sangat sulit.
“Kenapa kak?”
“Aku pikir, kau sangat kurus, kau harus banyak makan makanan yang sehat, ya?”
Wonhi menundukkan kepalanya, memainkan sedotan bobanya lalu menyahut “Tapi.. aku sedang diet kak, aku takut jika makan berlebihan berat badanku akan banyak bertambah”
“Aku memiliki produk bathbomb yang bisa membantu mengurangi lemak yang tidak diperlukan tubuh. Asal kau memakainya sebulan sekali saja, kau tidak akan menambah lemak, aku melihatmu sangat kurus, jadi aku ingin kau lebih banyak makan” kata Fano.
Sungguh, Wonhi tersentuh mendengarnya, dia senang karena Fano sangat memperhatikannya. Kemudian dia mengangguk “Aku akan banyak makan makanan sehat mulai sekarang”
Fano tersenyum lalu mengurlukan tangannya untuk menepuk-nepuk kepala Wonhi pelan “Itu bagus, makanlah yang seimbang, ada sayur, buah, daging.. juga minum susu, kurangi makan makanan manis. Tapi jika kau ingin makan makanan yang berat tidak masalah, aku punya bathbomb untuk membantumu”
Wonhi kembali mendongak menatap Fano “Apa
kak Angel bisa jadi kurus karena bathbomb?”
Fano mengangguk “Iya, dulu Angel gemuk dan chubby, dia lucu sekali... hehe, sekarang sudah kurus dan pipi chubbynya hilang”
“Apa kak Fano sudah menyukai kak Angel saat masih gemuk?”
Fano berpikir sejenak sebelum mengangguk “Ku rasa iya.. dia gadis yang sangat baik dan banyak membantuku, dia juga sangat manis, karena itu, aku sangat menyukainya”
Wonhi sekarang benar-benar iri dengan Angel, dia memiliki seseorang yang mencintainya tulus apa adanya.
“Wonhi?” panggil Fano.
Wonhi kembali mendongak, menatap pada
kedua mata Fano yang selalu bisa menghipnotis Wonhi, mata itu sangat jernih dan indah “Iya kak?”
“Apa kau masih menyukaiku?”
Wonhi tersenyum pahit “Kak Fano jangan khawatir, aku tidak akan merebut kak Fano dari kak Angel... kalian sangat cocok”
“Maaf ya, aku tidak ingin menyakitimu, tapi kita masih bisa mengenal satu sama lain”
“Sama seperti Noa yang bersandar pada kak Fano, bolehkah aku melakukannya juga?”
.
.
.
__ADS_1
maaf telat bgt up nya 😢 author kurang semangat krn gaji belum turun.
oh iya, apa kalian lebih suka novelnya santai gini, atau mending dicepetin aja??