
.
.
Fano sudah sampai di apartemennya saat sore sekitar jam 4. Dia segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang, dia sangat lelah hari ini. Padahal saat pergi kesana kemari tadi dia tidak merasa capek tapi, setelah dia diam tidak melakukan apapun begini semua rasa capeknya berkumpul.
Meski sudah rutin mengerjakan misi pagi, ternyata Fano masih tergolong lemah, coba saja jika Fano tidak memiliki kemampuan bela dirinya Albert, pasti tadi dia langsung kalah saat dikeroyok oleh Indra dan teman-temannya, Tim pemain pro, dan preman jalanan.
Fano tidak ingin tau mereka diapakan di kantor polisi, tapi semoga saja mereka dipenjara atau apa. Meski rasanya tidak mungkin juga.
Tapi Fano ingin memastikan jika mereka mendapat malu.
Dave dan Yoshi diam-diam merekam sampai keamanan dan polisi datang, Fano sudah meminta Dave dan Yoshi untuk mengeditnya lalu mengirim vidionya ke media sosial dengan akun anonim.
Fano memeriksa ponselnya, rupanya sudah diupload oleh mereka.
Caption dari vidio itu adalah ‘Mereka mengeroyok Tim Fano karena tidak terima Tim Fano memenangkan pertandingan’.
Fano bisa langsung tau karena akunnya ditandai di vidio itu.
Dave cukup pandai bermain internet, dia bisa menghilangkan jejak dan menghapus alamat dimana akun anonim yang mengupload vidio tersebut berasal. sedangkanYoshi bertugas untuk mengedit vidionya agar terlihat seolah-olah Fano dan Andy hanya diserang saja dan tidak bersalah.
Fano tau vidio tersebut akan menjadi viral, jadi Fano keluar dari akunnya dan mematikan ponselnya.
Oh iya, kan Fano sudah naik level sistem menjadi level 4. Fano membuka menu STATUS di layar sistem untuk memeriksanya.
...--*--...
...Nama: Farelino Adhitama / Alberto Maverick...
...Umur: 18 tahun / -...
...Level: 4 (200/400)...
...Koin: 2.450...
...Skill:...
...Skill bertarung level 10...
...Skill kecerdasan level 8...
...Skill memasak level 8...
...Skill kharisma level 8...
...Skill mengemudi level 10...
...Skill berkebun level 1...
...Skill pemain level 5...
...Skill senjata level 4...
...--*--...
Rupanya sekarang membutuhkan 200 poin kebaikan untuk naik level lagi.
Keluar dari menu status, Fano pergi ke menu penyimpanan. Dia mendapat hadiah lagi karena naik ke level 4. Fano membuka gambar peti harta karun.
__ADS_1
[Selamat! Anda mendapat hadiah sebuah gedung berharga 200 miliar!]
Fano mengeluarkan sertifikat gedung tersebut, kemudian menyalakan ponselnya untuk mencari informasi tentang gedung yang dihadiahkan padanya.
“Alihkan namanya menjadi milik Alfred”
[Baiklah]
[Oh iya, kalau ada yang ingin bertemu dengan Alfred bagaimana?]
Fano berpikir sejenak, karena hal seperti itu mungkin saja terjadi, tidak menutup kemungkinan.
“Ku rasa aku bisa menyamar”
[Aku ada sesuatu yang bagus untuk itu, mau membelinya?]
Fano jadi tertarik dengan usulan sistem “Oh ya? Apa itu?”
[Ini membutuhkan 400 koin, skill fast change]
[Dengan skill ini kau bisa mengubah dirimu dengan cepat hanya menggunakan imajinasi]
[Misalnya kau ingin merubah rambutmu menjadi merah, warna mata menjadi hijau, atau mengenakan seragam yang masih ada di lemari dengan kilat]
[Tapi skill ini membutuhkan kemampuan sihir, jadi kau harus membeli sinkronisasi sihir seharga 50 koin]
Fano berpikir itu sangat berguna, tapi kok membutuhkan terlalu banyak koin? Fano bahkan malas untuk menghitung 450 koin dikalikan 500 ribu ada berapa, itu uang yang banyak untuk sebuah kemampuan.
Tapi, karena sihir seperti itu sepertinya keren jadi 450 koin masih murah.
“Baiklah ku terima”
[Kemampuan menerima dan menggunakan sihir telah ditambahkan]
[Levelnya langsung 10 karena kau telah membeli sinkronisasi sihir]
Fano ingin tau cara kerja skill unik barunya tersebut, ia berjalan menuju cermin besar yang dapat memperlihatkan seluruh badannya.
Fano membayangkan dirinya memakai setelan jas baru yang dia beli untuk jaga-jaga karena dia pikir mungkin akan berguna suatu saat.
Saat Fano membuka mata, bajunya telah tergantikan menjadi setelan jas formal.
Kemudian Fano memejamkan matanya lagi, membayangkan dirinya berambut pirang dan bermata biru.
Setelah membuka mata, dia pun telah berubah sesuai dengan imajinasinya.
Ponsel Fano berdering, nomor tidak dikenal menelfon, tapi Fano segera mengangkatnya. Rupanya itu adalah orang dari Redpeach Company, yang meminta tuan Alfredo Maverick untuk datang menandatangani saham yang telah dibelinya.
“Aku sangat sibuk, bagaimana ini?” kata Fano pada orang di seberang telfon.
“Kalau begitu biar saya yang datang untuk menemui tuan"
Fano tersenyum “Baik, datanglah sebuah cafe, alamatnya akan ku kirim lewat pesan” kata Fano sebelum kemudian mengakhiri telfon tersebut.
Kemudian ponselnya berdering lagi, nomor tidak dikenal lagi, Fano segera mengangkatnya. Kali ini adalah utusan H.Z Group. Fano meminta hal yang sama dengan yang ia beritahu pada utusan Redpeach.
Sebenarnya Fano sudah kenyang setelah makan banyak di restoran keluarganya Tari, tapi menandatangani saham juga penting.
Fano bersiap-siap untuk pergi, tidak lupa ia mengenakan masker hitam untuk menutupi sebagian wajahnya, jadi yang terlihat hanya rambut pirang dan mata birunya saja.
__ADS_1
***
Fano sudah berada di cafe depan gedung apartemennya, dia hanya memesan chappuchino latte dan matcha chifon cake. Sepertinya Fano mulai menyukai rasa matcha ini, kalau Yoshi tau pasti dia akan ditertawakan.
Beberapa pengunjung cafe terus-terusan menatap Fano, terutama setelah pesanan datang dan Fano harus melepas masker hitamnya untuk makan.
Sistem bilang, penyamaran seperti ini menggunakan skill fast change hanya bisa bertahan paling tidak 5 hari saja, jika ingin menambah waktu bisa diubah secara manual lagi setelah lima hari kemudian.
Tapi hari ini Fano hanya butuh beberapa jam saja sih.
Utusan Redpeach dan H.Z sudah datang, Fano yang kini menyamar menjadi Alfred menandatangani semuanya dengan cepat, mereka pun cepat pergi. Meski sahamnya hanya 20% atau 15% tapi itu sudah cukup banyak apalagi perusahaan mereka telah berkembang sangat pesat, harga saham mereka juga terus naik.
Mereka pasti heboh ada orang yang bisa membeli lebih dari 10%.
H.Z bilang akan ada rapat pemegang saham, untuk lebih lengkapnya akan diinfokan nanti, tapi utusan H.Z bilang itu adalah rapat penting yang mengharuskan Alfred datang.
Tapi Fano mengatakan jika dia sibuk dan tidak yakin akan datang, jadi Fano mengatakan Alfred akan diwakilkan oleh asistennya. Utusan itu menyetujui permintaan tersebut.
Setelah selesai memakan kue dan juga minumannya, Fano pergi dari sana.
Tapi sistem tiba-tiba memberinya misi dadakan lagi.
Akhirnya Fano pergi ke tempat sepi dan mengubah penampilannya kembali memakai baju kasual, rambut dan warna matanya juga kembali ia ubah.
[Misi kali ini adalah untuk menolong seorang gadis yang sedang dibully di taman yang sepi beberapa meter dari tempat ini]
[Kau akan mendapat hadiah 500 koin setelah membantu gadis itu]
Bagus, setelah kelihangan 450 koin, Fano mendapat 500 koin.
Fano tau taman itu, itu memang taman sepi yang jarang dikunjungi orang. Dave saja mengatakan dia merasa aneh saat melewati taman itu, karena sangat sepi.
Fano berjalan cepat melangkahkan kaki jenjangnya menuju taman yang dimaksud.
Gerombolan gadis-gadis terlihat mengelilingi seseorang, salah satunya membawa gunting di tangannya, dengan paksa memotong rambut panjang gadis yang dikelilingi.
“Apa yang kalian lakukan?!” teriak Fano
“Kau siapa? Ingin jadi pahlawan kesiangan hah?!” sahut salah satu dari mereka, tapi setelah melihat rupa Fano yang tampan rupawan, mereka terkejut.
Fano menunjukkan ponselnya “Aku sudah merekam kalian tadi, kalian tau internet sekarang sangat kejam bukan?”
Mendengar itu mereka pun ketakutan, tanpa mengatakan apapun gadis-gadis kurang kerjaan itu segera pergi dari sana, biasalah, perempuan kan sangat lemah, digertak sedikit saja sudah lari. Beda dengan laki-laki yang memilih baku hantan dulu.
Fano segera mendekati gadis itu.
Rambutnya sudah tidak berbentuk lagi, potongannya sangat berantakan.
“Hei, kau baik-baik saja?” tanya Fano, berusaha untuk terdengar khawatir, padahal sebenarnya dia tidak terlalu peduli. Meski gadis itu menangis hingga mengeluarkan banyak air mata, tapi rasa kasihan Fano terhadap orang lain sangat tipis, makanya dia merasa biasa saja.
Gadis itu menggeleng “Aku... hiks tidak tau kesalahanku apa – mereka bilang aku merebut pacarnya tapi – hiks.. aku tidak mengenal nama laki-laki itu.. hiks”
[Di saku jaketmu ada tisu, berikan padanya]
Fano mengeluarkan tisu dari saku jaketnya, yang diselipkan sistem entah kapan.
“Hapus air matamu.. ayo kita pergi ke tempat yang aman, atau mau ku antar pulang?”
Gadis itu hanya mengangguk, dia bingung harus bagaimana, ada orang baik yang terdengar tulus menolongnya, jadi dia memilih untuk mempercayai Fano begitu saja.
__ADS_1
.
.