Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Apa yang Noa pikirkan


__ADS_3

.


.


Sebenarnya, Noa tidak mau pergi ke mansion Fano, rencananya dia ingin menginap di asramanya saja,


bermain game terbaru yang sedang viral bersama Leon dan Wubin, Asahi bahkan bilang ingin ikut jika memang seru.


Tapi kemudian Suho dan manager bilang, Noa harus pulang.


Jadi disinilah Noa, berdiri di depan pintu. Dia bisa mendengar jika di dalam mansion sudah ada banyak orang. Suho dan manager yang mengantarnya langsung pergi untuk makan malam dengan member yang lain dan juga staff.


Noa berpikir, jika dia diminta untuk pulang oleh Fano, pasti ada sesuatu yang penting. Namun, Noa berharap sesuatu yang penting itu bukan membahas Lylac, karena dia masih bingung, tidak mengerti, dan masih berusaha mencerna situasinya.


Lylac setengah peri dan akan dijodohkan dengan seorang dewa?


Hal konyol apa itu?


“Oh, kau sudah datang? Kemarilah nak.”


Noa tersadar dari lamunannya mendengar suara itu, perlahan senyumnya terbit melihat sosok tersebut datang lalu memeluknya.


“Grandpa....”


“Noa kenapa? Pasti capek ya? Kau telah bekerja sangat keras, aku bangga padamu” kata sosok itu, Felix. Noa terkekeh pelan saat Felix mengusak rambutnya. Meski bukan kakeknya, namun Noa sudah mengenal Felix dari kecil, Felix dan juga Chris sering mengunjungi Noa, memberikan banyak hadiah dan kasih sayang. Sepupu Noa yang lain sampai iri dengan Noa, karena Felix dan Chris terlihat lebih menyayangi Noa.


Felix dan Chris seperti itu sebenarnya karena Noa mirip sekali dengan sosok Haruto, karena mereka rindu, jadi mereka suka mengunjungi Noa.


Noa juga anak yang baik dan pintar, meski masih kecil, dia sudah belajar sopan-santun, dia pun belajar bahasa Inggris karena Felix dan Chris, dan itu sangat menggemaskan melihat bocah berumur lima tahun sudah bisa berbahasa Inggris, meski tidak terlalu lancar.


Karena itu, Noa merasa tenang dan damai jika berada di dekat Felix, karena sudah seperti sosok ayah atau kakek baginya.


Noa jadi berpikir, apakah dia akan mengecewakan Felix jika dia mulai menyukai putri bungsunya?


Iya, pasti kecewa, buktinya mereka melarang Lylac mendekati Noa. Pasti karena Noa hanya manusia biasa. Astaga pikiran Noa bercabang kemana-mana.


“Noa? Hei!”


Noa tersentak, kembali tersadar dari lamunannya.


“Apa kau sangat lelah? Tidak masalah, ayo duduk dulu, kita minum teh sambil menunggu makan malam selesai, Fano dan yang lain sedang memasak makan malam, oh iya, aku punya hadiah untukmu.” Felix mengajak Noa untuk duduk di sofa yang ada di ruang tengah lantai satu, kemudian memberikan boneka anak singa untuk Noa – atau anak harimau? Entahlah, yang pasti bonekanya lucu sekali.


“Grandpa dapat ini darimana?” tanya Noa, sambil memandangi boneka itu dengan dahi berkerut. Hanya saja dia bingung itu singa, harimau atau apa?


“Boneka jaguar itu? Dari permainan, aku dan Lylac pergi ke taman bermain, kami memainkan permainan dan mendapat banyak boneka, apa kau suka – aku tidak tau itu aku yang dapat atau Lylac” kata Felix.


Ternyata memang bukan singa atau harimau, tapi jaguar.

__ADS_1


Sangat aneh melihat boneka jaguar, mirip dengan harimau, Noa tidak tau perbedaannya apa.


“Grandpa, aku ingin bicara –”


“NOA!!!”


Suara Noa tersamarkan oleh teriakan Abel, yang baru datang bersama Kaisar dan seorang wanita cantik, yang sepertinya istri baru Kaisar.


“Nanti habis makan malem kita main game, yuk!” ajak Abel.


“Game?” sahut Noa.


“Iya, game yang lagi viral itu lho, mau nyoba” kata Abel dengan semangat, hingga kemudian mata Abel menangkap boneka yang Noa pegang “Kau dapat boneka itu dari mana?” tanya Abel.


“Ini ada untuk Abel juga” Felix memberikan boneka gurita besar untuk Abel, yang langsung diterima dengan senang hati.


Padahal Noa ingin berbicara dengan Felix, mungkin nanti saja setelah ada waktu, lagipula, Noa juga belum siap untuk menanyakan apapun.


“Oh! Noa sudah datang?”


Noa mendongak, menatap Lylac yang baru keluar dari dapur bersama Fira. Noa hanya terdiam menatapnya, Lylac sudah tersenyum, sudah tidak sedih lagi seperti terakhir kali Noa lihat, jadi, Noa merasa sedikit lega.


“Sepertinya Noa capek, bagaimana jika main gamenya ditunda saja?” saran Felix, dia melihat Noa hanya diam tidak bersemangat seperti biasanya, dia juga terlihat kelelahan.


“Kalau kamu kelelahan, coba makan ini, mungkin kamu akan merasa lebih baik” istrinya Kaisar datang mendekat, lalu memberi Noa sebuah kantung kecil, yang setelah dibuka berisi bulatan-bulatan beraroma jahe.


Noa mengambil satu lalu memakannya.


Enak.


“Abel mau juga” kata Abel, pada Lady Lydia.


Kemudian Lady memberi satu kantong juga untuk Abel, lalu satu kantong lagi untuk Fira dan Lylac, karena Lylac tidak mau, jadi Fira yang memakannya.


***


“Kak Fano” panggil Noa, pada Fano yang baru saja selesai membersihkan dirinya dan kini mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


Sementara itu, Noa duduk di atas ranjang Fano, sudah siap dengan piyama warna biru. Noa baru saja selesai main game dengan Abel, seperti biasa, Abel yang menang, jadi Noa sudah tidak ada semangat, makanya sekarang Noa sudah ada bersama Fano.


“Kenapa?” sahut Fano, kemudian dia mendekati Noa dan duduk di sebelahnya setelah yakin rambutnya sudah lebih kering dari sebelumnya.


“Aku ingin bicara” kata Noa.


“Aku memanggilmu kemari juga karena ingin bicara denganmu, Noa” sahut Fano.


“Apa yang kak Fano ingin bicarakan?” tanya Noa, jujur saja, Noa sudah tidak sabar ingin mengetahui apa yang Fano ingin bicarakan dengannya.

__ADS_1


“Ini tentang Lylac” kata Fano.


“Oh” sudah Noa duga sih, pasti membicarakan ini, tapi ... Noa belum siap.


“Aku hanya ingin memberitahu jika, eum –”


“Kak Fano, sebenarnya, aku mendengar pembicaraan kak Fano dan kak Lylac di pagi hari, aku mendengar semuanya” kata Noa.


Fano tercekat dengan pengakuan Noa barusan “Jadi, kau mendengar semuanya? Apa saja yang kau dengar?” tanya Fano.


“Tentang kak Lylac yang setengah peri, juga tentang perjodohannya” jawab Noa.


Fano menghembuskan nafas berat “Jadi begitu? Bagaimana menurutmu tentang itu?” tanya Fano lagi, Noa mendongak menatap Fano, lalu kembali menundukkan kepalanya.


“Aku tidak tau, kenapa kak Lylac harus dimarahi karena mendekatiku? Kenapa?”


“Noa, itu –”


“Apa karena aku manusia biasa? Karena aku bukan peri atau dewa? Aku tau aku dan Kak Lylac sangat berbeda, pasti aku tidak pantas untuknya, ya?”


Fano terdiam mendengar ucapan Noa barusan, ini serius Noa berpikir seperti itu? Sepertinya benar, sama seperti Abel dan Dave, Noa juga akan terus tumbuh, meski itu tidak cepat dan hanya perlahan-lahan.


Fano jadi merasa bersalah, karena selama ini memandang Noa sebelah mata saja, Fano terus menganggapnya anak kecil, padahal tanpa dia sadari, Noa juga sedang tumbuh. Noa hanya polos karena lingkungannya sangat baik, dan dia juga dituntut untuk menjadi polos, karena dia adalah yang termuda dalam grupnya. Pasti semua orang berharap Noa menjadi sosok adik yang menggemaskan dan polos.


Padahal, Noa hanya remaja biasa, dia tidak bisa terus seperti itu, dia pasti tumbuh dan perlahan-lahan mengetahui banyak hal seperti orang dewasa. Tidak mungkin selamanya dia terjebak dalam gelarnya sebagai adik yang manis dan polos.


Pasti Noa juga tertekan dengan hal itu, buktinya Noa sempat memberontak juga.


Remaja.


“Kak Fano? Kenapa kakak diam saja?” tanya Noa.


Fano menghembuskan nafas berat, kemudian kembali menatap Noa, lalu tersenyum kecil “Noa, Lylac bilang akan menyetujui perjodohan itu, apa yang akan kau lakukan?” tanya Fano.


Noa kembali menundukkan kepalanya “Tidak tau.”


“Apa kau kesal dengan itu?” tanya Fano, Noa menjawabnya dengan anggukan.


“Bagaimana perasaanmu jika Lylac memilih orang lain secara tiba-tiba?”


“Eum ... aku akan sangat kesal? Rasanya seperti dadaku sesak, aku ingin marah, tapi tidak bisa marah, pada akhirnya, aku hanya memendam perasaanku” kata Noa.


Fano mengulurkan tangannya, kemudian menepuk bahu Noa.


“Ku pikir, kau belum terlambat untuk menghentikannya” kata Fano.


Noa perlahan mendongak, menatap Fano bingung “Maksud kak Fano?”

__ADS_1


.


.


__ADS_2