
.
.
“Fano? Fano! Ini udah pagi tauk! Bagun! Hey!”
Mendengar suara Yoshi membangunkannya Fano malah menarik selimutnya untuk menutupi kepalanya juga.
“Aku tau ini, pasti kau tidur larut malam lagi, atau jangan-jangan kau baru tidur di pagi hari? Memang apa yang lakukan hah? Bangun gak!” Yoshi yang sudah tidak sabar memilih untuk membuka selimut Fano dan menyingkirkannya.
Berhasil, Fano membuka matanya.
“Berisik banget sih!” keluh Fano.
“Kau gak mau sarapan ya? Ada sarapan aja Jepang yang menunggumu” kata Yoshi.
“Apa tuh?” tanya Fano.
“Salmon sama sup miso” jawab Yoshi.
Fano berusaha merebut selimutnya kembali, tapi Yoshi malah melempar selimut itu sampai mengenai Noa yang sedang asyik memainkan ponselnya.
“AAAAA! Aku kalah deh!” keluh Noa “Ini semua gara-gara kalian!” tambahnya.
“Kok aku? Kan yang salah cuma dia?” tanya Fano sambil menunjuk-nunjuk muka Yoshi, Yoshi langsung menyingkirkan tangan Fano dari depan mukanya.
“Kalian semua salah! Kalo kak Fano gak susah bangun kak Yoshi ga bakal lempar selimut, terus aku juga gak bakal kalah main game!” bantah Noa.
“Lagian kau ini baru tidur di pagi hari, apa yang kau lakukan dimalam hari hah? Apa kau menyelinap ke kamar perempuan dan –”
BUGH
Fano buru-buru menendang Yoshi sebelum dia melanjutkan ucapannya “Sembarangan! Kamu pikir aku cowo apaan! Aku tuh cuma – cuma keluar kamar aja” Fano jadi bingung harus beralasan seperti apa, mana mungkin dia mengatakan jika semalam pergi ke wilayah peri, masuk kastil permata yang megah, melihat cermin besar, lalu pergi ke pamandian goa, menghangatkan kaki, baru kemudian lanjut mempelajari sihir permata dan sihir siren.
Tidak mungkin Fano mengatakan semua itu bukan? Yang ada Yoshi akan langsung menganggapnya gila.
“Iya keluar kamar terus menyelinap ke kamar perempuan – Aduh!”
Kini Fano meraih bantalnya lalu memukul Yoshi kuat-kuat, sengaja memilih bantal agar tidak
terlalu sakit, Fano tidak tau saja tenaganya itu kuat sekali sampai Yoshi berasa seperti dipukul dengan kayu, dan bukan bantal.
Noa kemudian beranjak dari pojok ruangan mendekati Fano dan Yoshi, Fano sudah capek memukuli Yoshi jadi dia berhenti.
__ADS_1
“Memang kalo habis menyelinap ke kamar perempuan ngapain?” tanya Noa.
Fano memandangi wajah polos adik sepupunya itu, begitupun dengan Yoshi, mereka heran sekali kok bisa
pikiran Noa itu polos sekali. Dia sudah mendapat internet dan berbagai fasilitas yang bisa kapan saja meracuni otaknya, namun seakan ada sekat tebal yang menghalangi otaknya untuk menerima hal-hal dewasa.
Memang bagus jika otaknya tidak terkontaminasi, namun itu juga buruk jika keterlaluan. Suatu saat Noa mendapat pelecehan, dia tidak akan sadar karena terlalu polos. Itulah kenapa ***-education sangat penting bagi remaja.
“Begini Noa, apa kau tau apa itu pacaran dan menikah?” tanya Fano.
Noa mengangguk, dan anggukan itu begitu mencurigakan di mata Fano dan Yoshi.
“Baiklah, jika kau mengerti coba jelaskan pada kami”
“Itu ... eum, seperti ayah dan ibu kan? menikah, mereka bersama-sama mengurusi anak dan juga
membangun rumah tangga. Kalau pacaran itu, eum seperti dua orang saling suka yang menjalin hubungan” jawab Noa.
Fano menganggukkan kepalanya “Pintar sekali ya”
“Tidak! Jangan puji dia – itu memang benar, tapi kurang tepat” kata Yoshi.
“Heh! Kurang tepat gimana? Jawaban Noa bener kok” sahut Fano tidak terima.
Fano mengangguk “Itu benar, anak dibuat didalam perut ibu, Noa pasti paham dengan melahirkan bukan?”
Noa tersenyum lebar lalu mengangguk antusias “Aku tau kok! Kan aku pernah nungguin bibiku melahirkan! Bayinya katanya keluar dari perut, perutnya dibelah dulu, terus bayinya dikeluarin, terus perutnya dijahit lagi” cerita Noa, dia masih sangat ingat bagaimana dia menunggu bibinya sangat lama untuk bersalin, Noa juga membawakan tas berisi berbagai keperluan untuk bibi dan bayinya.
Fano dan Yoshi jadi sedih mendengar cerita Noa, berarti bibinya melahirkan secara cecar dong ya? Membayangkan perut dibelah saja ngilu.
“Nah, kau tau kan jika bayi itu ada di dalam perut, apa kau tau proses membuatnya bagaimana? Biasanya
dijelaskan dalam pelajaran biologi kan? proses reproduksi manusia” kata Yoshi.
“Tapi apa hubungannya dengan kak Fano menyelinap kamar?” tanya Noa, dia masih tidak paham dengan arah perbincangan mereka, kenapa random sekali.
“Kan Fano lagi proses membuat anak – ADUH!!”
Fano lagi-lagi memukul Yoshi, kali ini tepat di kepalanya, menggunakan bantal lagi.
“FITNAH!! Aku tidak melakukan hal sekeji itu!! Kalo mau mah mending sama Angel atau Queen” sahut
Fano.
__ADS_1
“Tapi kan kamu suka kan sama itu siapa namanya, oh Fira! Pasti kamu habis nglakuin yang iya iya sama dia kan?” tuduh Yoshi.
Fano memukul kepala Yoshi lagi dengan bantal, ternyata seru ya memukul orang seperti ini. Fano suka melihat orang kesakitan – astaga!!
Tidak tidak!
Jangan munculkan jiwa psikopatmu, Fano.
Yoshi heran melihat Fano tiba-tiba berhenti dan diam, aneh sekali si Fano ini.
“Begini ya Nakamoto Yoshiaki –”
“Heh! Namaku Yoshi doang, ga ada tambahannya!”
“Gini ya Yoshi doang, aku aja gak pernah nyentuh pacarku sembarangan, mana mungkin nyentuh seseorang yang bukan siapa-siapa? Jangan aneh-aneh!”
Yoshi berdecak malas “Iya iya maaf, gak usah ngambek, aku cuma becanda aja kok” kemudian Yoshi menoleh pada Noa.
“Oh iya, Noa, ngerti proses buat anak?” tanya Yoshi.
Noa menggeleng “Ada prosesnya ya kak? Aku pikir kalo udah nikah nanti bakal dikasih sendiri gitu” kata Noa.
“Kalo gitu, bisa kamu jelasin kenapa ada banyak yang hamil di luar nikah?” tanya Yoshi lagi, Noa menggeleng “Aku juga gak tau, emang cara buat anak gimana? Bukannya kita cuma harus do’a aja ya? Terus kalo udah saatnya dikabulin bakal dapet anak dan hamil”
Fano dan Yoshi rasanya sudah ingin menyerah dengan kepolosan Noa, ingin memukul kepalanya tapi kasihan.
“Fano, haruskah kita meracuni pikirannya? aku kok ga tega ya?” tanya Yoshi.
“Kau aja gak tega, apalagi aku? Tapi kalau dia gak dikasih tau, takutnya dia dibodoh-bodohin sama Lylac mau aja, kan gawat” kata Fano, Yoshi mengangguk setuju “Aku pikir juga begitu, karena Lylac kelihatannya sangat ganas, apa dia sejenis alpha female?”
Fano mengernyit bingung “Apa lagi itu Alpha Female, aku taunya cuma alfa maret sama alfa medium” jawab Fano.
“Kalo itu sih mini market Fano! Pokoknya gitu deh, kalo ga tau ga masalah, itu tuh kayak cewek yang lebih dominan gitu dari cowonya” kata Yoshi.
Fano mengangguk paham “Ah, gitu – jadi, Noa, kamu mau tau proses buat anak? Biar kamu gak salah langkah, aku ajarin step by step” kata Fano.
Yoshi terkekeh mendengar ucapan Fano barusan, sementara itu Noa yang masih bingung hanya mengangguk saja.
“Sini, Noa deketan, aku kasih tau” kata Fano, sambil menyeringai bersama Yoshi. Entah kenapa Fano dan Yoshi merasa sangat berdosa, tapi juga merasa sangat seru disaat yang bersamaan.
“Jadi gini, ....”
.
__ADS_1
.