Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Tanda-tanda jatuh cinta


__ADS_3

.


.


Selain Noa, Kaisar juga ikut bersepeda dengan Fano. Sepanjang perjalan, mereka selalu menjadi bahan tontonan orang, karena terlihat sangat menarik perhatian. Padahal mereka hanya mengenakan pakaian biasa saja.


Karena ini weekend, sudah banyak orang berdatangan di tepi sungai Han. Ada yang piknik, ada yang olah raga, ada pula yang sekedar jalan-jalan saja.


Mereka bertiga tidak membicarakan banyak hal, hanya saja Kaisar banyak menanyai Fano dan Noa tentang pekerjaan masing-masing, berbeda dari kemarin-kemarin, kali ini Fano sudah merasa Kaisar lebih nyaman bersamanya, Fano sendiri juga tidak merasa canggung.


Noa yang sedang bersemangat juga banyak membicarakan musik, apa saja proyek yang akan dia buat ke depannya, juga berbagai jadwal yang harus dia penuhi. Kaisar kagum sekali melihat Noa yang masih bocah di matanya bisa memenuhi jadwal yang sangat sibuk. Kemudian Kaisar berpesan agar Noa juga menikmati hidupnya, bagaimanapun juga, Noa masih remaja. Tidak perlu memaksakan diri terlalu jauh.


Selain berkeliling dengan sepeda, mereka juga membeli beberapa jajanan yang dijual, beberapa makanan jalanan disana sangat unik, jadi Kaisar ingin membelinya dan menunjukkannya pada Lady. Meskipun Lady pernah hidup di bumi sebelumnya, dia dulu hidup di Eropa, dan jaman sudah banyak berubah, jadi Lady masih kesulitan untuk menyesuaikan diri.


“Boleh aku bertanya?”


Fano dan Kaisar menoleh pada Noa, saat ini mereka duduk di tepi sungai Han sambil memakan hotteok yang hangat.


“Tanya apa?” tanya Kaisar.


“Itu ... tandanya orang jatuh cinta itu bagaimana? Bagaimana aku bisa tau jika aku menyukai seseorang?”


Pertanyaan Noa barusan membuat Fano dan Kaisar terdiam.


“Kau akan tau dengan sendirinya –” ucapan Kaisar terpotong saat Fano buru-buru menyela “Sebenarnya


itu adalah perasaan yang hangat, yang membuatmu nyaman bersama orang tersebut, dadamu akan merasakan debaran yang menyenangkan saat bersama, ada perasaan menggelitik di dalam perutmu seperti kupu-kupu ....”


“Kau ini sedang membuat puisi atau apa? Dramatis sekali” sahut Kaisar.


“Noa itu berbeda, dia harus mendapat penjelasan detail yang menyenangkan” kata Fano.


“Tapi penjelasanmu berlebihan! Kau hanya sedang menjelaskan pada adikmu, bukan sedang membuat lirik lagu” timpal Kaisar.


Noa menggaruk kepalanya karena bingung dengan Kaisar dan Fano yang malah berdebat sendiri.


“Pokoknya Noa, jika kau sedang jatuh cinta, kau akan merasakannya sendiri, hanya kau yang tau sendiri perasaan itu, kau akan menginginkan seseorang dan akan cemburu jika dia dekat dengan laki-laki lain” kata Kaisar.


Fano yang kesal hanya melipat tangannya di dada dan mengangguk, ucapan kaisar tidak salah juga.


“Oh begitu ya?” gumam Noa, dia mulai berpikir keras.


“Permisi, ini benar Noa kan?”


Perhatian mereka teralihkan oleh beberapa perempuan yang datang mendekat, Fano mulai merengut tidak suka, berani sekali mereka mendatangi Noa!


“Oh – e ... eum” Noa melirik pada Fano dan Kaisar, lalu Noa terkejut melihat mereka berdua sudah menatap beberapa perempuan yang datang dengan raut kesal.


Melihat aura yang buruk dari Kaisar dan Fano, Noa buru-buru mengiyakan pertanyaan paraperempuan itu, memberikan tanda-tangan dan foto untuk mereka.


“Waktu habis, ayo kita pergi, Noa” Fano dan Kaisar sudah berdiri, menyeret Noa menjauh dari mereka.


“Oh ini Fano yang ikut acara menyanyi itu kan?” tanya salah satu perempuan.

__ADS_1


“Iya ini Fano yang punya F&A Group! Woah!”


“Yang itu kan Kaisar Raynold!”


“Aku sangat beruntung hari ini!”


Mereka sudah mulai ribut, ini bahaya! Buru-buru mereka beranjak dari sana, namun ucapan salah satu dari mereka membuat Fano tercekat.


“Fano ada hubungan apa dengan Angel? Kalian terlihat dekat”


“Benar, banyak foto-foto kalian berdua beredar, kalau kalian hanya teman sayang sekali”


“Kalian pacaran kan?”


Fano kembali menoleh pada mereka, lalu tersenyum kecil “Aku tidak bisa menjawab itu, maaf ya” kata Fano.


“Aku akan senang sekali jika kalian memiliki hubungan”


“Iya, kalian cocok sekali! Dari pada tunangan Angel yang sebelumnya”


“Kami tidak menyangka Yohan ternyata sangat buruk”


Fano terkekeh, jujur saja, dia sangat suka dengan opini mereka, membuatnya lega dan kepercayaan dirinya menghadapi orangtua Angel nanti semakin bertambah.


“Terimakasih, kami sangat sibuk, jadi harus segera pergi, permisi” kata Fano, kemudian dia mulai menyusul Kaisar dan Noa yang sudah berjalan di depannya.


Sepertinya perlahan-lahan, Fano telah berhasil menggiring opini publik, jika dirinya sangat cocok untuk Angel. Penduduk lokal pasti mulai menyukai Fano sekarang, apalagi lagu yang Fano ciptakan bersama Noa sedang trend. Itu akan membuat Fano semakin terkenal di sekitar sini, namun Fano tidak masalah, dia memang berniat untuk membuat penduduk lokal menyukainya. Fano pikir, dengan begitu, saat dia mengumumkan hubungannya dengan Angel nanti, akan ada banyak orang yang mendukungnya.


Kalau Fano pikir-pikir, rencananya cukup licik, tapi dia tidak peduli.


***


Mereka sudah sampai di mansion sekitar jam tujuh pagi. Masih terlalu pagi sebenarnya, namun mansion sudah ramai saja.


Fano melihat ada seseorang yang datang, seorang wanita cantik yang membawa anak kecil sekitar umur 2-3 tahunan laki-laki.


Fano ataupun Albert tidak mengenali wanita itu, namun sosoknya cukup familiar, mirip dengan istri Chris yang Albert ingat, sedikit mirip dengan Wonhi dan Chrystal.


Intinya, wanita itu sangat cantik.


Anak laki-laki yanng dia bawa juga lucu sekali dan menggemaskan, Queen, Angel dan Fira terlihat bersemangat sekali mengajak balita itu main.


“Kalian sudah datang?” Lady menghampiri Kaisar, Fano dan Noa. Dia membawa semangkuk bubur bayi di tangannya, sudah jelas pasti itu untuk si balita, mana mungkin untuk Fano atau Noa, apalagi Kaisar.


“Fano dan Noa belum kenal kan? Ini putriku, Vivian” kata Chris.


“Putri bungsunya Chris, dia satu tahun lebih tua dari Kaisar” sahut Felix.


“Fano yang memiliki rumah kan? halo, apa kabar?” kata Vivian.


“Baik” jawab Fano singkat, dia jadi gugup dan canggung jika bertemu dengan orang asing.


Setelah itu pelayan mengatakan sarapan telah siap, jadi mereka langsung sarapan. Namun, yang sarapan hanya ada Fano, Noa, Yoshi, Abel, Angel, Queen, Fira, dan Lylac. Sementara itu, Felix, Chris, Vivian dan Kaisar sedang berbincang di ruang tengah lantai satu, Lady juga ada dissana, namun menyuapi balita laki-laki dengan bubur bayi.

__ADS_1


Balitanya juga tidak seperti balita biasanya yang sangat aktif, dia terlihat malu-malu dan pendiam, mungkin karena tidak nyaman dengan orang asing.


“Astaga imut sekali ya Deva” celetuk Abel, kemudian Yoshi menoleh padanya “Siapa Deva?”


“Itu, anaknya tante Vivian, namanya Devano Hanzel, kau mungkin pernah mendengar nama Hanzel Group, itu ayahnya” sahut Queen.


Yoshi dan Fano mengangguk mengerti, mereka tentu saja tau tentang Hanzel Group, itu salah satu perusahaan besar juga di Indonesia. Itu adalah perusahaan yang menjual berbagai produk garmen, termasuk peralatan berkemah dan menacing juga. Fano pernah membeli tenda dari Hanzel Group, dan juga peralatan berkemah lain, karena produk mereka bagus sekali.


Namun, yang Fano ingat, tuan Hanzel memiliki dua istri, itu artinya....


“Tante Vivian adalah istri kedua” bisik Queen, setelah mengetahui raut kebingungan Fano.


“Aku ingin punya anak selucu itu” kata Angel.


“Cara membuat anak itu gimana sih? Kok bisa lucu gitu?” tanya Abel.


“Iya, gimana cara membuat anak?” sahut Noa.


Astaga, apakah pelajaran dari Fano dan Yoshi sudah terhapuskan dari ingatan Noa? Jika iya, Fano tau itu ulah siapa, pasti Lylac.


Lylac yang dilirik oleh Fano dengan tajam hanya pura-pura tidak tau, padahal tidak mungkin dia tidak mendengar suara hati Fano, berhubung mereka sedang sangat dekat, hanya dibatasi meja saja.


“Sudah ku bilang kan Bel, itu dibuat di pabrik, kita bisa memesan sesuai selera, lalu setelah itu dikirimkan oleh burung bangau” kata Yoshi.


“Eh? Apa iya?” tanya Abel, dia mulai tidak mempercayai ucapan Yoshi yang terdengar seperti candaan, karena memang candaan.


“Itu tidak benar, bayinya itu dibungkus buble wrap lalu dimasukkan kardus dan dikirimkan oleh kurir” sahut Angel, makin ngaco.


Namun, Fano terkekeh melihat raut wajah Abel, Noa dan Fira yang kebingungan.


“Jangan macam-macam kalian berdua! Itu semua tidak benar!” sahut Queen.


“Terus yang bener gimana?” tanya Fira.


“Minta ajari Jehyuk aja” Yoshi.


“Yoshi, kau ingin ku pukul?!” Fano.


“Fano, kenapa kau marah? Kau menyukai Fira?” Angel.


“Aku siap untuk mencincangmu, Fano” Queen.


“Gak gitu, yang diberi amanat oleh om Randy itu aku, jadi aku yang bertanggung jawab atas Fira!” bantah Fano.


“Itu benar!” Fira.


“Jadi, cara buat anak gimana?” Abel.


“Abel, diam” Yoshi.


.


.

__ADS_1


__ADS_2