Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Pagi hari yang ribut


__ADS_3

.


.


Pagi ini Fano memasak sarapan ditemani dengan keributan yang dibuat oleh teman-teman. Itu karena Jehyuk datang membawa adik bayinya, Jehyuk bilang tidak ada yang mengurusinya di rumah. Karena


keluarga mereka masih trauma untuk mempekerjakan baby sitter, jadi sementara ini masih belum ada baby sitter. Makanya ibu tirinya Jehyuk memilih untuk mengurangi pekerjaannya agar bisa mengurus baby Jisung.


Namun sayangnya hari ini ada sesuatu hal yang penting, jadi orangtua Jehyuk harus pergi, berhubung pekerjaan Jehyuk juga santai karena bisa dikerjakan di kantor atau mansion, jadi dia memilih untuk membawa adik bayinya.


Kan jika di kantor ada kakak-kakak cantik yang bisa dimintai tolong, jika di mansion ada juga pelayan-pelayan cantik yang bisa menjaga bayi dengan baik, karena pelayan adalah pelayan-pelayan yang sangat terlatih untuk melakukan berbagai pekerjaan rumah.


“Nakanaide yo” (jangan nangis dong)


kata Yoshi, yang baru datang selesai mandi.


Padahal di mansion hanya ada Fano, Yoshi, Jehyuk dan Jisung, juga pelayan. Namun ributnya tangisan Jisung sudah seperti ada di pasar saja.


Itu semua karena Jisung ingin memakan jamur yang Fano keluarkan untuk dimasak, jamur-jamur itu memang sangat menarik karena warna dan bentuknya yang tidak biasa. Ada yang warna merah, ungu, biru,


hijau, pink, putih, hitam, coklat ... dan rasanya juga berbeda-beda. Misalkan yang warna merah, itu jelas jamur pedas. Lalu yang warna ungu itu agak asin, kemudian yang hijau itu rasanya mirip wasabi, pedasnya itu lebih ke panas. Namun jamur yang hijau juga dapat menghangatkan tubuh seperti jahe.


Jadi jelas, bayi seperti Jisung tidak boleh sampai memakannya.


Karena itu Jisungnya menangis kencang.


“Maaf Yoshi-chan, ini bukan Jepang ya, adikku ga bisa bahasa Jepang” sahut Jehyuk.


“Ah, gomen – sini aku ajari bahasa Jepang” Yoshi mendekati Jehyuk dan Jisung, tapi sepertinya si bayi bisa mengenali wajah Yoshi.


“Mama!”


Wajah Yoshi cemberut mendengar panggilan familiar itu, dia kesal, tapi akhirnya menggendong si bayi juga, dan hal itu berhasil membuat si bayi berhenti menangis. Bayi itu langsung tenang di gendongan Yoshi.


“Hahaha kamu dipanggil mama lagi” kata Fano, meledek Yoshi.


“Mungkin karena Yoshi-chan mirip dengan ibu tiriku” sahut Jehyuk.


“Jangan panggil aku chan!!” protes Yoshi, dia kesal sekali, Jungyu dan Jehyuk, apalagi Fano, suka sekali


menggodanya dengan memanggilnya ‘Yoshi-chan’ kek anak kecil aja kan. itu pun biasanya panggilan chan hanya untuk anak perempuan.


“Bener juga, kulit putihnya mirip, mata kecilnya mirip, cantiknya – iya iya aku masak aja” Fano tidak jadi mengatakan cantiknya mirip saat Yoshi mulai mengacungkan pisau belati, dia memang sadis sekali, padahal sedang menggendong bayi.


“Turunkan pisaunya nanti kena adikku kan bahaya” kata Jehyuk.


Yoshi pun menyingkirkan pisau jauh-jauh, kini beralih pada buah-buahan, ada anggur-anggur besar menggiurkan di meja makan.


“Fano dapat dari mana sih jamur-jamur itu?” tanya Yoshi, yang sudah penasaran dengan jamur-jamur unik yang Fano masak.


“Itu dapat dari Royal Gruop, maksudku, Royal food&drink, kita akan bekerjasama dengan mereka, hari ini paketnya datang, cepat sekali ya” sahut Jehyuk, Fano hanya mengangguk-angguk setuju saja.


Memang pagi ini paket jamur datang bersamaan dengan Jehyuk yang sampai di mansion Fano, jadilah Jehyuk yang membawa paket itu ke dapur.


“Akhirnya ada kerjasama lain selain Royal Ent ya, lama-lama itu Royal Gruop diambil Fano” kata Yoshi.

__ADS_1


Jehyuk mengangguk-angguk “Bisa jadi, kan Fano calon mantu”


Fano hanya melirik mereka malas. Sebenarnya Royal Group memang akan diserahkan pada Kaisar dan Queen, sudah ada pembagiannya masing-masing, keluarga Raynold memang adil, tidak ada yang tidak


mendapat bagian. Lagipula mereka saling menyayangi satu sama lain, jadi sepertinya tidak akan ada pertikaian.


Yang Fano tau pembagiannya seperti ini, Roi jelas tidak mendapat bagian Royal Group, karena sudah memegang Perusahaan keluarga Samudra, yang itu artinya Aron dan Abel juga dapatnya disana.


Kemudian Lino dan Raja menghandle kerajaan (Ini yang Fano baru tau), tapi mereka juga menghandle Royal food&drink, karena sebagian besar bahan-bahan juga berasal dari dunia Ardez. Selain itu, produk makanan juga akan berputar diantara dunia itu juga, bisnis Royal food&drink juga berjalan di dunia itu. Itu lebih dari cukup.


Keluarga Raynold yang di Australia, Chris, bukan memegang Royal Group, namun Blackwolf, jadi sudah jelas jika keturunannya juga mendapat bagian disana.


Sementara itu Royal Ent dipegang oleh Subin, yang artinya Dojun dan adiknya, Yua, mendapat bagian di Royal Ent juga. Itu sudah lebih dari cukup karena dari satu Royal Ent keuntungannya sudah banyak sekali,


cabangnya pun banyak.


Selain itu, tentu saja diberi pada Kaisar dan Queen.


Jadi, Fano punya firasat jika nanti dia akan mendapat bagian juga. Bukan hanya karena dia akan menikah dengan Queen, tapi juga karena Fano merasa Felix mendekatinya karena suatu alasan. Bukan hanya untuk melindungi keluarganya.


Entahlah.


Mungkin hanya perasaan Fano.


Tidak juga tidak masalah kan?


Ngomong-ngomong Kaisar, Fano penasaran dengan keadaan Kaisar dan Lady Lydia, apa mereka sudah baikan ya? Semoga tidak ada hal yang buruk.


“Fano!!”


“Apanya yang iya? Jangan nglamun, nanti masakanmu gosong aku ga jadi sarapan” kata Yoshi. Fano berdecak malas “Iya iya, cerewet!”


Fano pun fokus menyelesaikan masakannya.


Yoshi dan Jehyuk bersemangat setelah masakan Fano selesai, Fano pagi ini memasak oseng-oseng sayur, jamur dan daging sapi. Daging yang Fano pakai adalah daging yang diberi Leon, itu adalah daging sapi Korea kualitas tinggi. Leon bilang ingin dimasakkan dengan daging itu, tapi Fano sudah memakai setengahnya. Lagian Leon tidak ada mampir ke mansionnya jadi


ya sudah. Memang grup Ether sedang ada beberapa urusan sebelum akhirnya liburan, mungkin menyelesaikan beberapa pekerjaan.


Saat Fano, Jehyuk dan Yoshi sarapan, baby Jisung juga ikut sarapan, dia sudah boleh makan biskuit bayi atau bubur, jadi dia sedang disuapi pelayan cantik bubur bayi dan juga susu.


Selesai sarapan mereka lanjut bekerja, Yoshi ingin protes karena dia kan baru datang tapi sudah dipaksa bekerja saja, harusnya kan jalan-jalan dulu. Padahal Fano biasanya olah raga pagi dulu, tapi Jehyuk mengatakan Fano sudah tidak melakukannya sejak mereka sangat sibuk, dan Fano hanya mengiyakan ucapan Jehyuk.


Mau bagaimana lagi, Fano memiliki banyak pekerjaan dan jadwalnya padat, dia bahkan tidak ada pikiran untuk berolah raga.


Tapi benar juga, Fano jadi tidak teratur, sejak tidak ada Lylac bersamanya.


Apa dia sudah baikan? Apa masih masa pemulihan?


Fano sudah rindu padanya.


“Fano jangan nglamun lagi!” teriakan Yoshi terdengar memenuhi ruangan.


Fano tersadar dari lamunannya.


Astaga pagi ini Fano banyak melamun.

__ADS_1


“Kamu nglamunin apa sih Fano, sini cerita” kata Yoshi.


Fano menggeleng “Enggak, aku, eum ....”


“Mau nyari alasan apa lagi? Kamu dari tadi tiba-tiba nglamun gak jelas, ada masalah?” tanya Yoshi.


“Kamu bener, Fano banyak nglamun tapi dia tidak mau cerita” sahut Jehyuk.


“Tuh kan, ada apa sih bro, cerita sini” kata Yoshi.


Fano menghembuskan nafas berat, mana mungkin Fano bercerita jika dia merindukan Lylac. Mereka saja tidak tau dan tidak boleh tau siapa Lylac.


“Aku cuma agak gugup dengan acara televisi itu” kata Fano.


“Acara televisi apa sih?” tanya Yoshi.


“Itu lho, acara nyanyi, Fano mau ikutan” sahut Jehyuk, Yoshi menatap Fano sambil mengernyitkan dahinya “Nyanyi? Kamu mau jadi idol gak ngajak-ngajak! Kan aku bisa ngerap” kata Yoshi.


“Gak usah, nanti Abel ngamuk kalo kamu ikut acara TV” kata Fano.


“Lha, apa hubungannya?” tanya Yoshi bingung.


“Angel aja sempet gak terima aku ikutan, katanya takut banyak yang suka sama aku, kalo kamu ikutan nanti


gadis-gadis Korea menyukaimu, ngambek lagi si Abel, kamu nanti diamuk saudara-saudaranya” kata Fano.


Ribet banget ya, nafas doang pasti Yoshi masih salah di mata keluarganya Abel.


“Bener juga, tapi mau ikutan” kata Yoshi.


“Gak usah ikut-ikut! Kek anak kecil aja” sahut Jehyuk.


“Kan pengen masuk tivi!” Yoshi.


“Aku juga sih, kita kapan-kapan ajalah, acaranya kan besok, belom daftar, belom persiapan – eh, Fano gak ada persiapan sama sekali, latihan dulu sana” kata Jehyuk.


“Gak usah latihan, Yoshi nanti aja ikut lomba nyanyi di Jepang” usul Fano.


“Gak mau, kan aku pengen jadi idol kpop, biar kayak rapper AgustD” kata Yoshi.


“Wah iya, kamu mirip tuh sama dia” sahut Jehyuk.


“Ada rapper Korea namanya Agus?” tanya Fano.


“Ada Fano, kamu ketinggalan jaman banget sih” Yoshi.


“Baru tau” Fano.


“Makanya jangan ngurusin makanan mulu” Jehyuk.


“Kalo gak gitu perusahaan kita gak jalan!” Fano.


“Hehe, ampun boss” Jehyuk.


.

__ADS_1


.


__ADS_2