Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Cerita masing-masing


__ADS_3

.


.


“Haah haahh” Fano berusaha mengatur nafasnya, dia merasa bisa pingsan kapan saja. Kaisar itu sangat gila, dia membuat Fano berlari dua kali lipat dengan apa yang misi pagi biasa berikan pada Fano.


Sampai-sampai, sistemnya, yang sekarang menggunakan sistem otomatis, semacam robot, memberikan Fano koin dua kali lipat juga. Yah, Fano tidak masalah, namun tubuh Fano belum terbiasa dengan dua kali lipat misi.


Ini lebih buruk dari memasuki dungeon padang pasir merah muda penuh monster kalajengking. Paling tidak


setelah selesai berburu, Fano akan mendapat permata gratis, namun ini??


Hanya capek yang di dapat.


Ugh, lama-lama Fano bisa menjadi tukang komplain profesional jika terus seperti ini.


“Kau capek hanya segitu saja?”


Fano melirik Kaisar kesal, apa dia ini terbuat dari baja? Setelah berlari seperti itu dia baik-baik saja? seolah hanya berlari satu meter saja. Sekarang Fano mengerti bagaimana perasaan Yoshi atau Dave dulu, ini sangat menyebalkan, tapi Fano tidak ingin komplain atau mengatakan apapun pada Kaisar karena dia masih memiliki harga diri.


Kaisar mengulurkan botol berisi air mineral pada Fano, yang langsung disambar oleh Fano. Tanpa mengatakan apapun, Fano meminumnya hingga kandas. Kemudian dia duduk di sebelah Fano, menatap jauh pada sungai Han dan juga kota Seoul di sebrang sungai.


Mereka tidak mengatakan apapun, sibuk dengan pikirannya sendiri, sampai kemudian Kaisar menanyakan hal yang sebenarnya tidak ingin Fano bicarakan.


“Semalam kau tidak seperti biasanya, aku terkejut melihatmu seperti itu – aku tau kau malu untuk membicarakannya tapi, aku sungguhan peduli dan mengkhawatirkan mu” kata Kaisar.


Fano hanya diam, meremat botol air mineralnya hingga menjadi sekecil yang botol itu bisa. Sudah tau Fano malu, tapi dia terus membicarakannya!


“Fano – eum ... maaf untuk mengatakan ini tapi, apa kau merindukan ayahmu?” tanya Kaisar.


“Tidak, aku tidak merindukannya!” jawab Fano, sedikit keras hingga Kaisar terperanjat.


“Ka – kau tidak perlu semarah itu, aku hanya bertanya saja” kata Kaisar.


Kemudian hening lagi.


Sepertinya Fano terlalu berlebihan, Kaisar tidak salah apa-apa, dia pun tidak tau apa-apa.

__ADS_1


“Aku tidak bermaksud membentakmu, hanya saja, aku tidak pernah memiliki sosok ayah untukku. Seperti yang kau tau, aku adalah reinkarnasi Albert, dan Albert sudah ditinggal ayahnya sejak kecil, jadi Albert hanya tinggal bersama ibunya. Albert tumbuh di lingkungan


tidak terlalu baik, tidak juga terlalu buruk. Namun Albert tidak memiliki sosok ayah, jadi hanya ibunya yang dia ketahui, dia hanya melihat sosok ibunya.


Iri pada anak lain? Jangan bercanda, tentu saja aku iri. Bahkan sampai sekarang aku selalu iri dengan orang lain yang memiliki ayah atau keluarga yang harmonis. Aku iri dengan Dave dan Wawan yang memiliki ayah yang baik dan perhatian, aku juga iri dengan Dojun yang memiliki ayah sebaik Om Subin. Aku juga iri dengan keluarga kalian yang harmonis. Keluarga yang tidak pernah aku miliki.


Bahkan, setelah bereinkarnasi di tubuh baru, bocah ini, Fano ... telah kehilangan kedua orangtuanya. Aku tidak mengerti kenapa aku berada di tubuh Fano yang sama menyedihkannya dengan Albert. Aku tidak punya siapa-siapa saat aku bangun di tubuh ini, hanya ada Lylac saja yang menemaniku, kemudian ada Angel, lalu Yoshi, lalu Dave dan lainnya. Dengan mereka, aku mulai merasa tau apa itu kebahagiaan.


Namun, bukan berarti aku tidak merindukan keluarga yang utuh, aku sangat menginginkannya. Saat aku mendengar ibuku bereinkarnasi di dunia lain aku mulai merasa senang, apalagi di hari aku benar-benar bertemu dengannya. Aku sangat bahagia, aku bertemu dengan ibuku lagi. Aku dan ibuku melalui banyak hal bersama, meski kebanyakan adalah kenangan pahit.


Kami hidup sederhana di kota kecil di pinggiran kota Paris, yang sudah ku lupakan karena sudah sangat lama, pasti sekarang juga sudah berubah. Aku dan ibuku sering berbicara di malam hari, sambil melihat bintang-bintang yang bertaburan di langit malam. Kami membicarakan hal yang kami sama-sama sukai, kami bahkan memiliki rencana membuka restoran di masa depan.


Masa depan yang tidak pernah kami raih bersama, karena ibu meninggalkan ku duluan. Ada orang-orang


jahat yang membunuh ibuku, aku bersembunyi dan harus menyaksikan ibuku disiksa. Saat itu aku baru menginjak remaja, Albert remaja yang tidak terima dan nekat itu, diam-diam mendekati mereka, dan membunuh mereka satu persatu, sejak saat itu, Albert pun berubah, menjadi orang yang sangat kejam. Maaf aku mengatakan terlalu banyak, kau pasti bosan.”


Fano mengakhiri ceritanya dengan melempar botol yang telah ia remukkan hingga masuk ke dalam tempat sampah dengan sempurna.


Strike!


Fano masih jaim.


“Tidak perlu mintanmaaf, aku sangat ingin mendengar ceritamu. Dulu aku tidak tau apa-apa tentangmu dan sudah menentang mu duluan, yah – kau tiba-tiba datang mengambil hati adik perempuan kesayanganku, tentu saja aku tidak terima, jadi aku tidak terlalu menyukaimu dan selalu berpikiran buruk terhadapmu” kata Kaisar.


“Tidak apa, aku dulu juga berpikiran buruk terus terhadapmu” sahut Fano.


“Keluargaku sebenarnya tidak seharmonis itu, memang kelihatannya harmonis jika dilihat dari luar, namun sebenarnya tidak seperti itu. Kau tau, ayahku memiliki tiga istri, istri pertama adalah ibunya Raja, istri kedua adalah ibuku, lalu istri ketiga adalah ibunya Queen. Ayahku sendiri terpaksa menikahi ibuku, atau paling tidak yang ku tahu seperti itu.


Dibanding dengan anak lain, ayahku lebih keras terhadapku, bertahun-tahun dari mulai aku bisa berpikir, aku selalu menganggap ayahku tidak pernah menginginkanku, karena aku adalah anak yang lahir diluar nikah, karena kecelakaan. Jadi yang dicintai ayahku hanya istri pertama dan ketiga saja.


Disaat Raja atau Queen dimanjakan dan disayang, ayahku malah memintaku untuk menjaga dan melindungi mereka. Aku dulu berpikir, lalu siapa yang melindungiku? Karena ayah juga terlihat tidak peduli padaku. Betapa senangnya aku saat ibuku harus keluar


dari kerajaan dan menetap di Devirtia, untuk menempati rumah besar peninggalan orangtua ibuku.


Karena dengan begitu, aku bisa ada alasan untuk lepas dari ayah. Aku lebih sering ke Devirtia sejak saat itu. Ibuku sangat menyayangiku, dan ayahku tidak, aku selalu berpikir seperti itu. Meski aku memiliki seorang ayah, yang merupakan seorang Raja dan disanjung banyak orang, aku merasa sangat kesepian, seperti tidak memiliki ayah.


Suatu malam, ibuku membangunkanku, aku tidak mengerti apa yang terjadi, tapi ibuku menangis saat itu, aku pikir ada yang salah dengan ibu. Tapi ternyata, ibuku menangis karena aku terus menangis di malam hari, ibu bilang aku terus memanggil nama ayah. Kemudian ibu memelukku dan bertanya ‘apa kau merindukan ayahmu?’ dan aku menjawabnya dengan ‘Aku tidak merindukan ayah, aku membenci ayah’ mendengar itu ibuku sangat terkejut.

__ADS_1


Setelahnya ibu mendatangi kakekku, meminta pendapatnya. Kemudian ayahku mendapat omelan panjang lebar dari kakek. Kemudian ayahku berkata bahwa dia tidak berniat memperlakukanku dengan berbeda, dia hanya merasa aku lebih dewasa, jadi dia tidak memanjakanku dan lebih keras padaku. Lalu saat itu, pertama kalinya aku melihat kakekku sangat marah, dia memukul ayahku.


Kemudian aku yang masih baru berusia 12 tahun saat itu menangis, lalu memohon pada kakek agar berhenti memukuli ayah. Ternyata, aku tidak membenci ayah. Setelah itu ayahku berusaha mendekatiku dan kami mulai melakukan banyak hal bersama-sama. Seperti berkemah, memancing, berburu, ayah banyak mengajari hal-hal baru padaku.


Mungkin kau tidak menyangka hal seperti itu bisa terjadi padaku, apa aku terlalu banyak bercerita, Fano? Haha, mungkin kau bosan mendengar ceritaku, ya? Aku akan berhenti.”


Fano menoleh pada Kaisar. Kaisar terkejut melihat raut wajah Fano yang terlihat sedih itu, dia belum terbiasa melihat Fano seperti ini.


“Tapi kau beruntung, Kaisar. Karena paling tidak, kau masih memiliki sosok ayah, sementara aku – ayahku sudah bereinkarnasi menjadi orang lain, dan dia tidak mengingat apapun dimasa lalunya, aku yakin dia juga tidak akan mengingatku sebagai putranya. Tapi – memang biasanya reinkarnasi seperti itu, tidak mengingat apapun, jika ada yang mengingat seperti ibuku, itu adalah kasus yang langka” kata Fano.


“Apa kau tau ayahmu bereinkarnasi menjadi siapa? Aku akan membantu menemukannya jika kau mau” sahut Kaisar.


Namun, Fano menggeleng “Tidak perlu.”


“Tapi kenapa?” tanya Kaisar “Jika kau menemukannya, kalian bisa –”


“Itu tidak berguna, dia tidak mengingat apapun” sahut Fano.


“Tapi paling tidak kau bisa bertemu dengannya kan?”


“Aku sudah bertemu denganmu, Kaisar.”


“Apa maksudmu?”


Fano berdiri dari duduknya “Ayo kita mencari makanan” ajak Fano “perutku sudah kelaparan.”


Sret


Kaisar menahan lengan Fano yang ingin pergi utuk mengambil sepedanya “Katakan dulu, apa maksudmu!”


Fano menggeleng “Aku tidak bisa, aku tidak ingin mengatakannya padamu.”


Kaisar hanya diam melihat Fano yang sudah menaiki sepedanya, mungkin, Kaisar belum berhasil mendekati Fano.


.


.

__ADS_1


__ADS_2