Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Berhasil menahan godaan


__ADS_3

.


.


“Kau tadi menyebut racun?” tanya Lily.


Fano mengedikkan bahunya “hanya menebak kok, sebenarnya aku melihat dia memasukkan sesuatu ke dalamnya?” kata Fano sambil menunjuk manager dengan aura hitam.


“Jangan mengatakan sembarangan! Kau bahkan tidak kemana-mana saat aku pergi ke belakang, aku hanya


memasukkan gula saja” sahut manager itu membela diri.


“Padahal aku hanya bercanda, ternyata kau memang memasukkan sesuatu ya?” tanya Fano dengan wajah pura-pura terkejut.


“Ak – aku ...” manager itu terlihat gugup saat ini.


“Kenapa kau memberiku gula tambahan? Aku tidak suka terlalu manis!” sahut Lily.


“Sudah ya, aku kembali ke tempat dudukku!” Fano pun kembali duduk ke tempatnya di sebelah Yoshi. Dia sudah selesai merusuh, jadi tugasnya pun tuntas.


Tapi, ugh, menyebalkan! Tidak ada hadiah.


Apa jangan-jangan Lylac sengaja merusak sistemnya? Agar Fano tidak mendapat hadiah? Atau ... mungkin Lylac sedang mengujinya, apakah dia akan tetap baik meski tidak ada sistem dan hadiah?


“EHEM” Lylac.


Fano lupa dia bisa membaca pikiran jika dalam jarak dekat.


Beberapa menit kemudian Fano kembali berdiri, karena dia kali ini sungguhan ingin buang air kecil. Tumben sekali, biasanya Fano tidak pernah kebelet apapun jika sedang dalam perjalanan, kecuali jika itu kebelet makan, Fano selalu merasakannya.


Setelah selesai dengan urusannya, Fano melihat Lily sudah berdiri di depan toilet, apa-apaan wanita ini? Bikin kaget saja.


“Itu ... aku ingin bertanya” kata Lily.


“Boleh, silahkan saja”


“Eum – apa ... kau sungguhan melihat managerku memberi sesuatu pada minumanku? Maksudku, dia


memang sering sekali ingin mencelakaiku, itulah kenapa aku memiliki manager baru lagi, aku takut dengannya, tapi dia tidak terima untuk ku pecat” kata Lily, kali ini dia terlihat sangat gelisah.


Fano jadi tidak tega.


“Kalau iya, memangnya apa yang kau inginkan dariku?” tanya Fano.


“Jika itu benar, aku hanya ingin mencari bukti, agar bisa memecatnya” jawab Lily.


Fano melihat ke sekeliling tempat itu “Cobalah bertanya pada petugas, apakah mereka memiliki cctv, atau apakah mereka menyediakan jus jeruk untukmu, tanyai mereka, mungkin mereka bisa membantu” kata Fano.


Meski begitu, Lily masih gelisah.


Fano menghela nafas malas.


Akhirnya, Fano membantu Lily untuk menemui petugas, menceritakan apa yang terjadi. Untung saja memang sungguhan ada cctv tersembunyi, untuk melihat jika ada kejadian tidak diinginkan.


Pihak penerbangan sering mendapat komplain setelah ada seorang penumpang yang terbunuh, jadi mereka semakin memperketat keamanan.

__ADS_1


Petugas berjanji untuk memeriksakan cctv di jam yang telah disebutkan, jika ada yang janggal, mereka akan menghubungi Lily atau Fano. Sebenarnya Fano tidak ingin terlibat sama sekali, namun hati nurani dan rasa kemanusiaan Fano sudah memiliki peningkatan, jadi meski tidak mendapat hadiah, pada akhirnya dia merepotkan diri sendiri.


Tapi ya sudahlah.


“Fano, terimakasih mau membantuku” kata Lily.


  “Sama-sama, eh, tunggu! Kau tau namaku dari mana?” tanya Fano.


Lily terkekeh pelan “Aku mendengar suara kau dan teman-temanmu ribut, susah sekali mengabaikan kalian, kau dan temanmu sangat tampan, kalau tidak salah namanya Yoshi kan? lalu dua teman perempuanmu juga sangat cantik, apa mereka model?” tanya Lily.


Fano menggeleng “Tidak, kami hanya warga biasa kok”


“Jangan merendah, sepertinya kau Fano yang sama dengan yang sering ada diberita – kalau tidak salah Fano Adhitama atau semacamnya”


Mau tak mau Fano mengangguk “Iya, benar, itu aku”


“Astaga! Jadi kau pengusaha muda itu, berarti yang bersamamu itu Nakamoto Yoshi? Sebenarnya aku ke Jepang karena ada bisnis dengan tuan besar Nakamoto”


Ternyata begitu ya.


Jangan bilang Lily tertarik dengan Yo –


Belum juga Fano selesai dengan pikirannya, Lily sudah menggoda Fano saja.


Mereka berbicara di tempat tersembunyi setelah melapor pada petugas, karena tempat VIP tidak banyak orang, jadi tidak heran jika sangat sepi.


Lily mendekat untuk memeluk Fano, mengusap dada Fano dengan gerakan yang begitu mengundang.


Sial sekali!


Mana Lily ini memiliki tubuh seksi yang hampir sama dengan Fira, memiliki pinggang ramping, pinggul sedikit berisi, lalu yang paling membuat Fano kepikiran adalah ukuran dada yang membuat Fano berdebar-debar.


“A .. anu.. Lily, kau mau apa?” Fano berusaha menyingkirkan tangan Lily darinya.


“Aku? Aku sedang menggodamu”


Iya, Fano tau! Tapi kenapa coba? Sudah tau ada cctv dimana-mana! Dan petugas sedang memeriksa cctv saat ini, yang benar saja!


“Jangan macam-macam jika tidak ingin mendapat rumor” kata Fano.


“Justru itu, jika aku memiliki rumor denganmu, bukankah aku akan makin populer?”


Oh, begitu, jadi dia ingin memanfaatkan Fano ya?


“Lagipula, kau sudah menolongku, jadi ...” lanjut Lily, sambil meraih tangan Fano lalu dia letakkan diatas dadanya “Aku mau berterimakasih”


SRET


Fano buru-buru menjauhkan Lily darinya “Maafkan aku, tapi aku tidak bisa menerimanya, aku menolongmu tanpa menginginkan apapun darimu” kata Fano.


“Tapi biasanya pria mendekatiku karena menginginkan tubuhku, tapi, aku tidak pernah menerima siapapun, jika itu kau, aku mau saja kok” balas Lily.


“Tidak! Maafkan aku, aku sudah punya kekasih dan berniat ingin menikah, berikan hal itu pada seseorang yang benar-benar kau cintai, aku senang kau menolak semuanya, jangan menjual tubuhmu seperti itu” kata Fano.


Kemudian Fano pergi meninggalkan Lily yang masih berdiri mematung di tempatnya.

__ADS_1


Setelah Fano kembali masuk tempat VIP, ternyata sudah ada Lylac yang menunggunya, menyeringai konyol padanya.


“Aku tidak menyangka kau berhasil menolak godaan juga ya, padahal hadiahnya tidak terlihat” kata Lylac.


“Sudah ku duga, kau hanya ingin mengujiku!” balas Fano.


Lylac tersenyum lalu menepuk-nepuk bahu Fano “Kerja bagus, jika kau memberikan hasil yang memuaskanku, maka sistem akan kembali lagi seperti semula”


“Cih”


“Aku bangga padamu, nak”


“Jangan panggil aku nak, aku bukan anakmu!”


“Haha”


***


Akhirnya keluar juga dari bandara, semua rasa lelah tiba-tiba menghampiri Fano.


“KAK OCI!!!”


Mereka menoleh pada asal suara, terlihat Abel dan satu perempuan berjalan menghampiri mereka. Sontak Yoshi yang tadinya lelah, letih, lesu jadi bersemangat dan menyambut Abel.


Beda dengan Yoshi, Fano malah jadi malas dan iri melihat mereka berpelukan seperti itu. Fano dengan Angel dan Queen, tidak mungkin bisa bertingkah kekanakan seperti Yoshi dan Abel, bodo amat meski berpelukan ditengah banyak orang seperti itu.


Kan, Angel idol, tidak mungkin melakukannya, sedangkan Queen, selalu jaga image. Lagipula, Fano juga malu, tapi disisi lain, dia juga juga iri.


DUG


Lylac menyenggol rusuk Fano “Gak usah iri”


Fano hanya berdecih pelan.


Yoshi akhirnya melepas pelukannya dengan Abel, padahal mereka juga bertemu beberapa hari lalu.


“Bel, kok make baju kayak gini? Siapa yang ngasih kamu baju?” Tanya Yoshi, setelah sadar jika Abel memakai atasan crop top, dengan rok mini. Penampilan Abel sebenarnya manis, namun perutnya sedikit terlihat.


Ini Abel mau manggung apa gimana?


“Chrystal yang ngasih!” Abel menunjuk perempuan cantik yang menemani Abel, Yoshi menatap perempuan itu dengan tatapan penuh dendam.


Dilihat dari lagaknya, sepertinya Yoshi sering dikerjai di Chrystal, mengingat Christal sifatnya sebelas dua belas dengan Aron.


“Abel itu habis pemotretan, terus dia memaksa mau menjemput pacarnya, jadi ya apa boleh buat” kata Chrystal dengan senyuman polos seolah dia tiak berdosa.


Yoshi melepas mantel yang dia kenakan, lalu memakaikannya pada Abel, agar penampilan Abel tidak terlalu terbuka.


Chrystal membawa dua mobil untuk menjemput mereka, yang satu ada supirnya, yang satu lagi tidak ada, namun tidak masalah, Fano bisa mengendarainya.


Chrystal menyarankan mereka untuk tinggal di mansion besar keluarga Raynold, namun Fano menolak, dia lebih memilih apartemen kecilnya saja. lagipula kan Yoshi juga ingin bertemu ibunya yang masih tinggal di apartemen itu.


Akhirnya Fano kembali lagi ke tempat asalnya setelah lama berada di negri orang.


Ternyata Fano merindukan tinggal di apartemen kecilnya ini.

__ADS_1


.


.


__ADS_2