Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Ichigo daifuku


__ADS_3

.


.


Dave berjalan mendekati Fano lalu duduk di sebelahnya “Gak ketemu kak?” tanya Dave.


Ini sudah malam, sudah selesai makan malam juga. Andy, Vivi dan Bella sudah pulang ke rumah masing-masing. Vidio juga juga sudah diupload di yutup sekitar satu jam lalu.


Sekarang Fano sedang berkutat dengan laptopnya untuk mencari informasi seputar Haikal, karena mereka penasaran dengan tingkah bocah aneh itu. Gerak-geriknya malah mencurigakan, kan yang lain jadi penasaran.


Meski begitu, Angel tetap kukuh jika Haikal adalah orang yang baik.


Fano sudah melakukan semuanya, seperti meretas akun media sosial milik Haikal, meretas data di sekolah lama Haikal... tapi tidak ada catatan buruk. Dia bahkan pindah sekolah bukan karena ada masalah, hanya karena pindah rumah saja, aslinya dia di Bandung.


Haikal sangat ramah dan memiliki banyak teman, pengikut medsosnya saja sudah sekitar 2 ribuan, dan itu semua adalah temannya asli, bukan tipu-tipu, apalagi bot.


“Ini antara dia memang anak baik, atau dianya yang pandai menutupi keburukannya” kata Fano.


“Aku sudah bilang dia itu baik Fano, kenapa kau tidak percaya padaku?”


Fano dan Dave mendongak, melihat Angel yang baru selesai mandi dan berendam, kini mengenakan bathrobe dengan handuk di atas kepalanya. Dia terpaksa mandi karena Yoshi tidak sengaja menumpahkan minuman ke seragam Angel, itu adalah minuman manis yang membuah tubuh lengket.


Karena itu Yoshi tidak ada disini, dia pergi ke laundry untuk membersihkan seragam Angel.


Fano buru-buru menutup kedua mata Dave “Angel kamu kenapa keluar cuma pake begitu aja? Cepet pake bajuku di lemari!”


Mendengar itu Angel sadar jika dia bukan di rumahnya lagi yang bebas, buru-buru dia pergi ke kamar Fano untuk mencari baju yang bisa dia pakai.


“Kak Fano lepas!” Dave berusaha menyingkirkan tangan Fano dari matanya.


“Kamu masih bocah, gak boleh lihat” Fano


“Aku udah gede kak Fano... aku kelihatan kecil karena kak Fano aja yang kayak titan” balas Dave


“Titan? Apaan itu?” tanya Fano


“Raksasa” Dave


Fano menghela nafas, dia meletakkan laptopnya kembali ke meja lalu bersandar di sofa, dia sudah lelah karena banyak pekerjaan, belum lagi belajar untuk ujian juga karena dia sudah kelas tiga.


Dave meraih laptop Fano “Ayo kita lihat vidio tadi kak, udah berapa yang lihat ya?”


“Mungkin masih dikit, baru dua jam kayaknya” balas Fano.


“Aku tebak udah ada 500 ribu yang liat” kata Dave yakin.


Fano tertawa mendengarnya “Yang bener aja, mana mungkin udah sampe ratusan ribu sih”


Dave berdecak kesal “Kak Fano terlalu pesimis”

__ADS_1


“Gak gitu, tapi ini masih baru dua jam Dave, tunggu beberapa jam lagi aja lah”


“Aku udah penasaran kak!”


Tidak mengindahkan larangan Fano, Dave tetap saja membuka yutup untuk melihat vidio mereka dan betapa terkejutnya Dave setelah melihat vidio yang baru mereka upload sudah mendapatkan banyak penonton.


Vidio pertama adalah vidio perkenalan produk-produk baik yang lama atau yang baru, beserta cara mendapatkan dan memesan, semua info rinci disana.


Lalu vidio kedua adalah vidio bersama Vivi, Bella dan Angel untuk promosi krim  kecantikan.


Semua vidio sudah dilihat masing-masing 800 ribu orang, terutama vidio dengan Vivi, Bella dan Angel, sudah hampir 900 ribu penonton.


“Gila sih ini, banyak banget penontonnya! Kak lihat!” Dave memperlihatkan vidio itu pada Fano.


Fano sendiri tidak percaya jika vidionya bisa ditonton sebanyak itu, subscribernya juga bertambah banyak sekali. Padahal baru dua jam di upload.


Fano dan Dave membaca beberapa komentar netizen di vidio itu, ada yang bagus, ada juga yang tidak.


‘Itu asli modelnya memang begitu wajahnya? Bukan make up kan?’


‘Aku tau si Bella, dia memang wajahnya begitu, kasihan sekali dia sering diejek’


‘Aku tidak percaya krim itu bisa membuat Bella jadi cantik, kalo jelek sih jelek aja’


‘Itu yang diatas kenapa? Sirik bilang mbak’


‘Aku mau beli krimnya! Bagus banget gitu wadahnya’


‘Nanti aja beli kalo terbukti Bella wajahnya jadi mulus’


‘Kak Angel makin cantik ya’


‘Vivi itu siapa ya? Kok cantik banget? Angel juga’


‘Yah gak ada kak Fano, pengen lihat mukanya kak Fano’


Komentarnya banyak juga yang hanya fokus pada yang lainnya, bukan mengomentari krimnya. Tapi tidak masalah, itu sudah awal yang bagus, malah... terlalu bagus.


“Kalo gini kita gak bisa handle toko onlinenya kak, pembeli bakal banyak banget” kata Dave.


“Kamu bener, tapi tenang aja, aku sudah mendapat bantuan dari tuan Tara, dia merekomendasikan manager dan karyawan terbaik untuk mengelola toko online dan website. Memang mereka tidak memiliki pengalaman kerja yang lama, namun beberapa diantaranya adalah mahasiswa lulusan IT yang terbaik” balas Fano.


Dave tersenyum mendengarnya “Wah keren! Eh tapi.. kak Fano bisa menggaji mereka semua?”


Fano tertawa mendengar pertanyaan itu, lalu dia mengusak rambut Dave yang agak bergelombang dengan gemas “Bukan aku yang menggaji, aku hanya akan mengatur gaji mereka”


“Oh benar juga, kak Fano kan punya atasan.. hehe”


“Dave, orangtuamu ada di rumah?” tanya Fano, Dave menatap Fano heran, tidak biasanya Fano menanyai orangtua Dave.

__ADS_1


Dave menggeleng pelan “Gak ada kak, mama di pergi ke Shanghai, kalo papa sebenernya ada, tapi papa bilang mau main ke tempat itu lho.. rumahnya kak Queen”


“Berarti kamu nginep disini lagi?”


“Gak boleh?”


Fano mencubit pipi Dave, tidak tau kenapa, dia ingin mencubitnya saja... pipi Dave terlihat bulat dan putih, kayak bakpao atau mochi.


Ah, jadi pengen mochi kan.


“Boleh lah.. aku cuma nanya aja, orangtuamu jarang di rumah soalnya – eh, tunggu! Orangtuamu kenal keluarganya Queen?”


Dave menyingkirkan tangan Fano dari wajahnya “Kayaknya aku udah pernah bilang deh, papaku temen baik papanya Queen, kalo gak salah mereka temen sekelas, papaku dulu anak aksel, makanya bisa sekelas sama papanya kak Queen, papa juga dulu naksir mamanya Abel, tapi mundur karena mamanya Abel ditaksir sama adek papanya kak Queen, ceritanya ribet banget emang”


Berarti ayahnya Dave dekat dengan keluarga itu, tapi rasanya Albert tidak pernah melihatnya saat ada kumpul-kumpul. Tapi yah... Albert jarang ikut perkumpulan keluarga Raynold sih memang.


“MINNA!!” (semuanya!)


Fano dan Dave terkejut mendengar teriakan bocah Jepang yang baru datang itu.


“Ini apartemenku, bukan hutan!” protes Fano, Yoshi hanya terkekeh melihat Fano kesal begitu, kemudian dia mengangkat sebuah kotak warna putih.


“Ichigo daifuku tabe ta– ah, maksudku... mau makan? hehe” Yoshi mendekat lalu meletakkan kotak putihnya lalu membuka kotak itu, terlihat daifuku strawberry di dalamnya.


“Mana daifuku?!! Minta!!” Angel yang sudah berganti baju dengan hoodie besar milih Fano keluar dan berlari kecil untuk mendapatkan daifuku. Hoodie warna biru muda tersebut menenggelamkan tubuh Angel yang sekarang langsing dan mungil.


Tapi dibalik kebahagiaan yang lain ada Dave yang cemberut “Aku alergi strawberry..” gumamnya sedih.


Yoshi terkejut mendengar hal itu “Eh? Maji desu ka? (beneran?) Yah.. padahal ini enak”


Aura Dave sudah kelabu, dia juga ingin makan kuenya, tapi dia alergi.


“Tapi tenang aja! Aku masih ada yang lain, gak alergi coklat kan?” tanya Yoshi, Dave menggeleng pelan.


“Tunggu disini, aku ambilin mochi coklat” Yoshi berlari lagi untuk keluar, kembali ke apartemennya sendiri.


Untung masih satu lantai.


“Ini udah malem malah banyak makanan” keluh Angel, meski begitu dia terus saja memakan daifuku strawberrynya, begitu juga dengan Fano.


Dave iri melihat mereka bisa memakan kue itu.


“Angel, ayo ku antar pulang” kata Fano.


“Nanti aja, lagipula di rumah juga sepi” sahut Angel, rumah Angel sepi karena orangtuanya sibuk, apalagi ibunya Angel, sedang mempersiapkan perpindahan sekolah Angel.


Jika mengingat itu Angel jadi sedih lagi, berat rasanya meninggalkan teman-temannya disini, padahal Angel akhirnya bisa merasa punya teman dekat seperti Yoshi, Dave, Andy, Vivi, Bima, dan Wawan... terutama Fano. Angel masih ingin berada disini dan menghabiskan bayak waktu dengan mereka.


Karena itu, selagi masih ada kesempatan, Angel ingin berlama-lama bersama dengan mereka seperti kali ini.

__ADS_1


.


.


__ADS_2