Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Lomba memancing berhadiah


__ADS_3

.


.


Ikan kisu biasanya banyak terdapat di tepi pantai, mereka berenang di antara pasir-pasir. Umpannya berupa cacing, semuanya sudah tersedia disini. Karena pantai ini sering dijadikan tempat memancing orang-orang kaya, jadi disediakan toko peralatan juga. Toko itu menjual peralatan memancing, sampai beberapa perlengkapan menyelam dan baju renang. Tokonya cukup besar sih, maklum kan biasanya yang datang ke pantai ini orang-orang berduit semua.


Pada akhirnya mereka mengadakan kompetisi memancing, sampai salah satu staff pun penasaran dan ikutan lomba. Tapi ini tidak adil.


Masalahnya katanya yang memenangkan lomba akan mendapat hadiah dari Fano, lalu jika Fano yang menang nanti dapat hadiah apa? Lalu kenapa juga harus Fano?


Fano merasa dirinya sedang dikerjai, namun anehnya Fano tidak keberatan.


Fano bilang akan menghadiahkan uang seratus ribu won untuk yang paling banyak mendapatkan ikan, dengan begitu Fano tidak jadi memancing, hanya melihat-lihat mereka saja.


Karena dengan mengadakan kompetisi seperti ini mereka jadi punya semangat dan berbahagia, lumayan untuk menambah poin kebaikan.


Sekarang kan Fano sudah tidak memiliki Lylac, jadi Fano hanya bisa menaikkan poinnya degan cara manual. Dengan membahagiakan orang lain.


Fano jadi penasaran, jika nanti konten hari ini tayang dan yang melihat bahagia, apa Fano bisa dapat tambahan poin ya? Susah sekali tidak ada yang bisa ditanya.


Noa cemberut terus dari tadi karena tidak bisa mendapatkan ikan satu pun, jadi dia murung dan ikut duduk di samping Fano. Gawat kalau ada yang murung nih, tidak jadi mendapatkan poin lagi.


“Noa kenapa sih? Jangan menyerah dong” kata Fano, berusaha memberi kata semangat.


“Kayaknya aku gak bakat mancing deh, gak ada ikan yang mau makan umpanku” kata Noa.


Fano berdecak kemudian berdiri, menarik


Noa ikut berdiri juga “Sini aku ajarin mancing, mana pancingan kamu” tanya Fano.


Noa ikut berdiri lalu memberikan pancingannya pada Fano, namun dengan ogah-ogahan, dia sudah tidak memiliki semangat juang. Apa karena hadiahnya kurang ya?


“Kalau hadiahnya ku tambah jadi satu won kamu bakal semangat gak?” tanya Fano.


“SEMANGAT!!” tapi yang menyahuti malah anak-anak yang lain.


Fano menatap mereka semua malas.


Kalau ada duitnya aja mereka semangat. Padahal Fano juga sama saja sih, meski sekarang sudah banyak uang dan koin, jika dia diberi koin dia sih tidak menolak. Hehe.


Malah kini rupa-rupanya banyak staff yang ingin ikutan juga. Bisa-bisa berhenti ngonten ini, menjadi acara lomba mancing mania.

__ADS_1


“Kak Fano hadiahnya kurang, harusnya ada juara satu, dua, tiga sama juara harapan” protes Leon. Bocah satu ini padahal anak dari salah satu keluarga konglomerat, tapi kalau ada bagi-bagi duit atau makanan dia paling gercep. Fano tidak mengerti dengan Leon. Padahal lagi, dia terkenal sebagai anak sultan dikalangan fans. Meski akhir-akhir ini posisi itu tergeser setelah fans tau jika Noa tinggal di mansion mewah, padahal itu mansionnya Fano.


Fans sok tau memang ya.


“Situ banyak duitnya masih kurang aja sih” protes Wubin.


“Iya nih, kalau Boss Leon aja mau hadiah, apalagi kita-kita ya?” sahut Shiho.


“Heh, aku anak konglomerat tapi masih pengen menang tuh” timpal Jehyuk.


“Kak Jehyuk curang, udah banyak duitnya masih pengen menang juga, ngalah sama kita yang gak punya duit dong” kata Kun.


“Kita? Kamu aja kali, aku enggak” sahut Leon.


“Bagus, Leon gak butuh menang” kata Suho.


“Enggak! Kalo lomba aku harus menang” Leon.


“Kalo kalian ribut ikannya pada kabur tau” kata Jungyu, mendengar itu mereka kembali fokus dengan pancingan mereka.


Fano mulai mengajari Noa memancing “Kalau mancing itu gak sekedar ditunggu ikannya aja, kamu juga harus gerakin pancingan biar ikannya nyambar umpan, digerak-gerakin kayak gini, rasain apa kira-kira


ikan bakal dateng” kata Fano.


Sampai kemudian akhirnya dia berhasil mendapatkan ikan juga, meski hanya dua, tapi Noa senang sekali.


Bagus, poin bertambah menjadi lima poin.


***


Di malam hari lomba memancing sudah selesai, juara pertama diraih oleh Jungyu, mendapat uang satu juta won. Lalu juara kedua diraih oleh Asahi yang dari tadi hanya memancing tidak banyak bacotan seperti yang lain, mendapat uang 750 ribu won. Kemudian juara yang terakhir, juara tiga diraih oleh Kun, mendapat 500 ribu. Lalu peserta lain juga dapat uang kok, seratus ribu won.


Bahkan staff lain yang menonton Fano ikut beri uang juga, bagi-bagi rejeki ya, agar semuanya senang, lumayan menambah poin kebaikan juga. Fano memberi yang menonton saja uang 50 ribu won.


Setelah memancing tentu saja acaranya adalah masak-memasak.


Semua ikan kisu dibersihkan lalu digoreng tepung, selain itu Fano juga memasak kari ayam yang agak pedas, tidak terlalu pedas juga. Bumbu yang Fano gunakan adalah bumbu yang Fano dapat dari Ardez, yang diberi oleh Lady Lydia.


Itu bukanlah bubuk cabai atau semacamnya, namun bubuk dari jamur merah. Menurut Raja, jamurnya berbentuk hati, berwarna merah. Memberikan rasa pedas namun tidak berlebihan, juga memberikan cita rasa yang unik pada suatu masakan.


Fano ada yang di tubuh baru tidak bisa begitu menerima rasa pedas sangat menyukai bumbu itu, karena pedasnya tidak berlebihan, tetap bisa dinikmati orang yang tidak terlalu tahan dengan pedas.

__ADS_1


Kemudian Jungyu menyarankan Fano untuk menambahkan resep kari ayam tersebut ke dalam menu di restoran mereka.


Selesai makan malam, mereka hanya berkumpul di sekitar api unggun. Tidak ada yang mereka lakukan selain mengobrol dan menyanyikan beberapa lagu. Suho bagian yang memetik gitar, lalu mereka meminta Fano yang bernyanyi.


Mereka merequest beberapa lagu dan semuanya tidak Fano ketahui, baru saat mereka meminta lagu milik Angel, baru Fano tau.


Fano menyanyikan salah satu lagu milik Angel, itu adalah lagu untuk ost sebuah drama, lagunya ballad, namun sempat viral beberapa bulan lalu. Bahkan sampai sekarang pun masih banyak yang membicarakan lagu itu, atau mengcover lagunya.


Fano mendapat hadiah tepuk tangan dari semua orang, dan juga poin kebaikan pun ikut bertambah sebanyak 30 poin. Itu poin terbanyak yang Fano dapat hari ini.


Fano jadi berpikir, sepertinya dengan menyanyikan sebuah lagu untuk banyak orang, dia akan mendapatkan kebahagiaan oleh dengan jumlah cukup besar.


Disana yang mendengar suara Fano sekitar 15 orang, tujuh anggota Ether, Fano, Jehyuk dan Jungyu ada tiga orang, jadi sepuluh orang. Di tambah lagi dengan para staff ada lima, jadi lima belas. Itu artinya satu orang dua poin.


Jika peonton lebih banyak, maka akan mendapat banyak poin. Fano meragukan postingan seperti di yutup. Karena cover yang Fano kirim di yutup telah ditonton sekitar 10 juta orang, tapi Fano tidak mendapatkan poin sampai sebanyak itu.


Itu artinya, harus penonton asli.


“Fano masih gak tidur? Ayo tidur” kata Jungyu.


Saat ini mereka sudah bersiap untuk tidur, berada di dalam tenda untuk empat orang sambil mengenakan sleeping bag masing-masing. Di dalam tenda itu ada Fano, Jungyu, lalu Jehyuk dan Suho yang sudah terlelap.


Akan tetapi bukannya tidur, Fano masih berkutat dengan ponselnya.


“Aku memiliki sebuah rencana” kata Fano.


Jungyu bangkit duduk menghadap Fano “Rencana apa? Jangan aneh-aneh deh” kata Jungyu.


“Ini rencana yang brilian!” kata Fano, Jungyu mengernyitkan dahinya seakan tidak terlalu yakin dengan klain ‘brilian’ itu. Memang Fano cerdas, tapi kebanyakan ide Fano itu justru sangat gila dan aneh.


“Apa itu?” tanya Jungyu ogah-ogahan.


“Ayolah ini sungguhan ide yang bagus. Angel kan seorang idol, otomatis jika dia menikah tidak akan mendapat banyak restu dari penggemar juga kan, jadi untuk itu, aku ingin melakukan sesuatu untuk merebut hati penggemar Angel” kata Fano.


Kerutan di dahi Jungyu makin dalam “Maksud?”


“Ini, aku ingin mengikuti acara ini, sepertinya seru” kata Fano.


Kemudian Fano menunjukkan sesuatu di ponselnya, sontak Jungyu membelalakkan matanya tidak percaya “Serius? Mau ikut acara ini? Yang aku dengar, tidak mudah menakhlukkan penontonnya” kata Jungyu.


Namun, Fano malah tersenyum sangat yakin akan ide brilian yang ingin dia lakukan.

__ADS_1


.


.


__ADS_2